http://www.mediaindo.co.id/beritakhusus.asp?id=5390
      Gus Dur: Di Laci Ada 350 Halaman Kasus Korupsi Jusuf Kalla
     
      *** Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid (Gus 
Dur) membantah dirinya telah memberikan dukungan pada pasangan Susilo Bambang 
Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK) terkait dengan pemilihan presiden (pilpres) putaran 
kedua.

      "Saya beberapa hari terakhir ini ditampilkan seolah-olah mendukung Megawati, 
jadi karena itulah untuk keseimbangannya maka saya keluyuran dengan SBY," kata Gus Dur 
di hadapan peserta musyawarah pimpinan (Muspim) Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa 
(Garda Bangsa) di Jakarta, Minggu.

      Menurut Gus Dur, dirinya masih akan pergi dengan SBY beberapa kali, setidaknya 
tiga kali, karena dalam konteks pemilihan presiden dirinya baru sekali bertemu SBY, 
kalau dulu dirinya memang sering bertemu dengan SBY yang menjadi menteri saat dirinya 
menjabat presiden.

      "Tapi jangan sangka saya ini begitu-begitu, ya tidak. Saya hanya tidak memihak. 
Adapun mengenai orang-orang terserah masing-masing, mau pilih mangga (silakan) tidak 
milih, ya, mangga," katanya.

      "Kalau sekarang saya ini dianggap miring ke SBY itu mungkin karena anda-anda 
miring ke kiri. Mbok tanyain siapa saja omongan saya dari tadi tidak ada satu pun yang 
menunjukkan saya simpati dan akan nyoblos SBY," ujar Gus Dur.

      Kasus korupsi Jusuf Kalla:

      Gus Dur mengakui jika dirinya sangat hormat pada SBY dan kagum pada mantan 
bawahannya itu karena SBY dianggap sangat santun.

      "Tapi pasangannya, Jusuf Kalla, di laci saya ada 350 halaman (laporan) mengenai 
korupsinya," kata Gus Dur dalam Muspim Garda Bangsa yang salah satu agendanya adalah 
menentukan sikap menghadapi piplres putaran kedua, terutama soal k emana dukungan akan 
diarahkan.

      *

      Terhadap Megawati, Gus Dur menyebut masalahnya sama dengan SBY (hormat dan 
kagum). "Soal Hasyim Muzadi saya tak mau bicara macam-macam, tapi saya tidak percaya 
kejujurannya sebab saya tahu persis riwayat Hasyim dari dulu sampai sekarang. Karena 
itu saya tidak akan menganjurkan memilih yang mana wong dua-duanya begitu. Apa artinya 
ini terserah Anda," katanya.

      *

      Sebelumnya, (Sabtu 28/8 petang) diberitakan Gus Dur setelah pertemuan tertutup 
sekitar satu jam dengan capres SBY di Hotel Regent Jakarta, menyatakan secara pribadi 
mendukung SBY. "Harus dibedakan dengan pendapat pribadi dan partai (PKB). Secara 
pribadi saya kagum pada beliau," kata Gus Dur.

      Ketika didesak wartawan apakah itu artinya ia mendukung pasangan SBY-JK, Gus Dur 
memberi jawaban singkat. "Oh, mestinya ya," kata Gus Dur.

      Namun Gus Dur menegaskan bahwa apa yang diungkapkannya merupakan pendapat 
pribadi bukan pendapat partai. Kalau keputusan partai baru akan dilakukan dalam 
mukernas pada 31 Agustus mendatang. (Ant/O-1)
     


http://www.kompas.com/utama/news/0408/29/222422.htm
Gus Dur Bantah Dukung SBY

Jakarta, Minggu 

          
     

Ketua Umum Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) 
membantah dirinya telah memberikan dukungan pada pasangan Susilo Bambang Yudhoyono 
(SBY)-Jusuf Kalla terkait dengan pemilihan presiden (Pilpres) putaran kedua.
    
"Saya beberapa hari terakhir ini ditampilkan seolah-olah mendukung Megawati, jadi 
karena itulah untuk keseimbangannya maka saya keluyuran dengan SBY," kata Gus Dur di 
hadapan peserta musyawarah pimpinan (Muspim) Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (Garda 
Bangsa) di Jakarta, Minggu.
    
Menurut Gus Dur, dirinya masih akan pergi dengan SBY beberapa kali, setidaknya tiga 
kali, karena dalam konteks pemilihan presiden dirinya baru sekali bertemu SBY. Kalau 
dulu dirinya memang sering bertemu dengan SBY yang menjadi menteri saat dirinya 
menjabat presiden.
    
"Tapi jangan sangka saya ini begitu-begitu, ya tidak. Saya hanya tidak memihak. Adapun 
mengenai orang-orang terserah masing-masing, mau pilih monggo tidak milih, ya, 
monggo," katanya. 

"Kalau sekarang saya ini dianggap miring ke SBY itu mungkin karena anda-anda miring ke 
kiri. Mbok tanyain siapa saja, omongan saya dari tadi tidak ada satu pun yang 
menunjukkan saya simpati dan akan nyoblos SBY," ujar Gus Dur.
    
Gus Dur mengakui jika dirinya sangat hormat pada SBY dan kagum pada mantan bawahannya 
itu karena SBY dianggap sangat santun. "Tapi pasangannya, Jusuf Kalla, di laci saya 
ada 350 halaman (laporan) mengenai korupsinya," kata Gus Dur dalam Muspim Garda Bangsa 
yang salah satu agendanya adalah menentukan sikap menghadapi piplres putaran kedua, 
terutama soal kemana dukungan akan diarahkan.
    
Terhadap Megawati, Gus Dur menyebut masalahnya sama dengan SBY. "Soal Hasyim Muzadi 
saya tak mau bicara macam-macam, tapi saya tidak percaya kejujurannya. Sebab saya tahu 
persis riwayat Hasyim dari dulu sampai sekarang. Karena itu saya tidak akan 
menganjurkan memilih yang mana wong dua-duanya begitu. Apa artinya ini terserah anda," 
katanya.
    
Sebelumnya, Gus Dur kepada para wartawan setelah pertemuan tertutup sekitar satu jam 
dengan capres SBY di Hotel Regent Jakarta, Sabtu petang (28/8), menyatakan secara 
pribadi mendukung SBY. "Harus dibedakan dengan pendapat pribadi dan partai. Secara 
pribadi saya kagum pada beliau (SBY)," kata Gus Dur. 
     
Ketika didesak wartawan apakah itu artinya ia mendukung pasangan SBY-JK, Gus Dur 
memberi jawaban singkat. "Oh, mestinya ya," kata Gus Dur. Namun Gus Dur menegaskan 
bahwa apa yang diungkapkannya merupakan pendapat pribadi bukan pendapat partai. Kalau 
keputusan partai baru akan dilakukan dalam mukernas PKB pada 31 Agustus mendatang. 
(Ant/dul)

      http://www.kompas.com/kompas-cetak/0408/30/utama/1237053.htm
      Senin, 30 Agustus 2004  
     
     
     

      Adhie M Massardi:
      Gus Dur Tetap Golput pada Pilpres Putaran Kedua 


      Jakarta, Kompas - Juru bicara mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Adhie M 
Massardi, menegaskan, Abdurrahman Wahid tetap tidak akan menggunakan hak pilihnya 
alias menjadi golongan putih dalam pemilihan presiden putaran kedua tanggal 20 
September mendatang.

      Pertemuan Ketua Umum Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada hari Sabtu 
lalu dengan calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, bukan dalam 
rangka memberi dukungan, tetapi lebih pada sikap menghargai Yudhoyono.

      "Gus Dur tetap akan golput sebagai bentuk protes terhadap sikap KPU yang 
mengeliminasi beliau dari peserta pilpres," ujar Adhie kepada wartawan di Jakarta, 
Minggu (29/8). Adhie mengemukakan hal itu menanggapi pemberitaan yang menyatakan bahwa 
Abdurrahman Wahid (Gus Dur) telah menyatakan dukungan secara pribadi kepada pasangan 
Yudhoyono- Jusuf Kalla.

      Pemberitaan itu berkembang setelah berlangsung pertemuan tertutup sekitar satu 
jam antara Gus Dur dan Yudhoyono di Hotel Regent, Jakarta, Sabtu petang. Menurut 
Adhie, pernyataan Ketua Umum Dewan Syuro PKB-yang mengagumi Yudhoyono-itu bukan 
bermaksud memberi dukungan, tetapi lebih pada sikap menghargai Yudhoyono.

      "Pernyataan kemarin itu timbul atas pertanyaan wartawan. Karena Pak Yudhoyono 
masih ada di sebelahnya, ya tentu sebagai orang Timur, Gus Dur menghargai beliau," 
katanya.

      Soal Yenni

      Mengenai keterlibatan putri mantan presiden itu, Zanuba Arifah (Yenni), menjadi 
juru kampanye pasangan Yudhoyono-Jusuf, Adhie mengatakan, Gus Dur juga tidak memberi 
instruksi apa pun tentang itu. "Itu pilihan Yenni pribadi, yang secara naluri ingin 
terjun ke politik dan tidak terkait dengan Gus Dur. Yang jelas, tidak ada instruksi 
sama sekali dari Gus Dur," kata fungsionaris PKB itu.

      Namun, secara terpisah, Yenni meyakini dukungan bapaknya kepada Yudhoyono akan 
memberi pengaruh besar dalam pemenangan pemilihan presiden (pilpres) putaran kedua, 
dan sama sekali tidak bisa diabaikan.

      Mengenai rencana keterlibatan dirinya dalam kampanye Yudhoyono, Yenni 
menjelaskan. "Pertama, diminta SBY, lalu kemudian gayung itu disambut bapak. Saya 
tidak mungkin gerak tanpa seizin bapak," paparnya.

      "Yang jelas, saya sekadar ikut Pak SBY. Kalau beliau berpidato, saya juga ikut 
berpidato," kata Yenni menambahkan.

      Ketua Umum GP Ansor Saifullah Yusuf dan Pelaksana Harian Ketua Umum Pengurus 
Besar (PB) NU Masdar F Mas�udi mengatakan, dukungan pribadi Gus Dur kepada Yudhoyono 
akan berpengaruh terhadap suara PKB dalam pilpres putaran kedua. Ia mengatakan hal itu 
seusai menghadiri peringatan Hari Kelahiran Ke-52 Ikatan Pelajar NU, Sabtu malam.

      Dukung-mendukung

      Kemarin sekitar seratus kiai dan ulama di Provinsi Banten, yang tergabung dalam 
Forum Komunikasi Alim Ulama dan Majelis Taklim Banten, menyatakan dukungan mereka 
kepada pasangan calon presiden- wakil presiden, Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla.

      Pernyataan sikap itu disampaikan ketika mereka bertemu Jusuf Kalla, yang 
didampingi istrinya, Mufidah Jusuf, di Pondok Pesantren Al-Mubarok, Sumur Pecung, 
Cimuncang, Serang.

      Secara terpisah, calon wakil presiden dari Partai Demokrasi Indonesia 
Perjuangan, Hasyim Muzadi, menyatakan optimistis, anggota dan simpatisan PKB 
mendukungnya pada pilpres putaran kedua meskipun hingga kini belum ada sikap politik 
resmi dari partai tersebut.

      "Saya kira PKB belum ambil keputusan. Tetapi, sesungguhnya gerakan saya langsung 
ke warga karena mereka anggota NU," kata Hasyim dalam penerbangan dari Bandar Lampung 
ke Jakarta kemarin pagi.

      Hasyim yang juga Ketua PB NU non-aktif berada di Lampung untuk melakukan dialog 
dengan ribuan transmigran, yang sebagian besar warga NU, di Kabupaten Tulang Bawang, 
Sabtu sore. Sabtu malam Hasyim melakukan dialog dengan ribuan santri dan ulama 
pengasuh Pondok Pesantren Baitussalam di Kabupaten Lampung Tengah.

      Menurut Hasyim, pernyataan sejumlah petinggi PKB yang cenderung mendukung 
pasangan Yudhoyono-Jusuf hanya merupakan klaim dan bukan substansi dari para pemilih.

      Di Wononogiri, Lembaga Dakwah Islamiah Indonesia (LDII) Wonogiri mendeklarasikan 
dukungannya kepada pasangan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi.

      Deklarasi untuk memberikan dukungan kepada pasangan Megawati-Hasyim itu 
disampaikan Ketua PC LDII Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Wonogiri, H Suyoto dalam acara 
pengajian, di hadapan Ketua Tim Kampanye Megawati-Hasyim Jawa Tengah Sumaryoto dan 
tujuh Ketua PC LDII di daerah itu. (SAM/sie/SUT/ush/dwa)
     



     
           
     
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke