--- taufik orangkaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From taufik orangkaya Fri Aug 27 17:55:08 2004
> To: [EMAIL PROTECTED]
> From: taufik orangkaya <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Fri, 27 Aug 2004 17:55:08 -0700 (PDT)
> Subject: [ekonomi-nasional] Welcome to the Republic
> of Vampire!
> 
> Terletak di antara dua lautan besar dan dua benua. 
> Terdiri atas ribuan pulau yang mengambang di
> Khatulistiwa. 
> Diberkahi sumberdaya alam tropis yang melimpah. 
> Berpenduduk hampir seperlima milyar, dari beragam
> suku dan budaya.... 
> 
> 
> Loekman Soetrisno, sosiolog dari Universitas Gadjah
> Mada, membuat bulu kuduk saya berdiri. Menyoroti
> korupsi, kolusi dan nepotisme yang kian merambah
> kemana-mana, dia khawatir Indonesia akan menjadi
> ''Vampire State'' alias Negeri Drakula. 
> 
> ''Korupsi sudah merambah sampai ke desa-desa,''
> katanya dalam sebuah diskusi. Begitu parah korupsi
> di negeri ini, kata dia, sedemikian parah sehingga
> dana bantuan bencana alam pun ikut dikorup. ''Para
> aparat negara menyedot habis-habisan kekayaan negara
> sementara rakyat menonton dengan apatis.'' (Jawa
> Pos, 5 Januari 1996). 
> 
> ''Vampire States'' adalah salah satu istilah yang
> dipakai Majalah Newsweek edisi akhir tahun lalu
> ketika menurunkan laporan tentang ''Korupsi ala
> 1996'' (Republika, 24 Desember 1995). 
> 
> Di Republik Drakula, para warganya tak lagi sadar
> apakah dia drakula atau bukan. Berbeda dengan
> drakula tradisional, mereka beroperasi di siang
> bolong, tanpa malu menyeringaikan taringnya di
> tempat-tempat terang, di layar televisi maupun di
> halaman muka koran-koran. Mereka tak takut salib,
> mantera maupun doa; mereka bahkan termasuk yang
> setia memenuhi masjid, mengunjungi gereja dan berdoa
> di pura. 
> 
> Drakula tidak hanya jahat karena mencucup darah
> korbannya. Dia juga menularkan penyakitnya. Drakula
> yang besar menjadi predator bagi drakula yang lebih
> kecil. Dan yang lebih kecil menularkan penyakitnya
> pada yang gurem, dan seterusnya dalam lindungan
> ''hukum rimba'' yang sempurna. 
> 
> Korupsi, kata Loekman, sulit diberantas karena
> ''makin tipisnya jumlah penguasa Indonesia yang
> tidak pernah melakukan korupsi''. Di Republik
> Drakula, konsep pengawasan melekat tak berjalan
> karena para atasan cukup korup sehingga mustahil
> mencegah korupsi para bawahan. Para bawahan takut
> mengritik atasan yang korup karena mereka sendiri
> menikmati sistem korup yang diciptakan. 
> 
> Di Republik Drakula, para penguasa melahap suap atau
> mengutip komisi dari lisensi monopolistik kalangan
> bisnisman. Mereka bahkan dengan satu atau dua cara
> memaksakan kolusi dan nepotisme lewat penguasaan
> saham perusahaan. Para pengusaha, pada gilirannya,
> tak mungkin memprotes. Bukan karena tak mau, mereka
> menikmatinya: lebih mudah buat mereka menghisap
> ''darah'' konsumen yang tanpa daya ditinggalkan
> penguasa negeri yang sudah terlebih dulu mabuk
> darah. 
> 
> Kelompok Studi Ekonomi Pusat Antar Universitas (PAU)
> UGM, Yogyakarta, belum lama ini membeberkan hasil
> penelitiannya: Harga 33 komoditas strategis di
> Indonesia -- seperti kertas, semen, terigu, minyak
> goreng, dan tekstil rata-rata lebih mahal sekitar
> 22% dari harga di pasaran internasional. Dengan kata
> lain: untuk memperoleh 33 jenis komoditas yang
> dibutuhkan sehari-hari tadi, masyarakat harus
> mensubsidi para pengusaha swasta sebesar lebih dari
> Rp 20 trilyun setahun! Dengan cara itu pula, rakyat
> menyumbangkan darahnya untuk kaum birokrat. 
> 
> Proses pendrakulaan tak berhenti di kalangan
> pejabat. ''Drakulanisasi'' menjalar ke
> profesi-profesi yang selama ini dipandang sebagai
> pilar-pilar moral: hakim, pengacara, ulama, pendeta,
> intelektual dan wartawan. Bahkan rakyat pun -- para
> korban -- menjadi drakula-drakula baru yang haus
> akan korban-korban berikutnya. 
> 
> ''Rakyat tak hanya menonton. Mereka menunggu
> kesempatan untuk juga merampok kekayaan negara,''
> kata Loekman. Penyakit ''haus darah'' kini menyebar
> secepat epidemi virus AIDS. Seantero negeri
> tercemar. Di Republik Drakula, korupsi menyebar
> tanpa kendali karena setiap warga berpikir bisa
> menemukan peluang lebih bagus dengan membiarkan
> tindakan laknat itu berlangsung. Secara historis,
> gejala seperti ini muncul di bawah sistem tirani,
> dimana rakyat hanya memiliki kemungkinan kecil untuk
> melindungi hak-haknya. Sedemikian kecil sehingga
> membuat mereka tak peduli dan berpikir bahwa cara
> terbaik yang bisa mereka lakukan hanyalah dengan
> bergabung dalam perilaku korup. 
> 
> ''Pemerintah yang tak bermoral ditandingi oleh
> rakyat yang rusak moralnya,'' kata seorang pendeta
> dalam El Filibusterismo (Merajalelanya Keserakahan)
> karya Jose Rizal. ''Tata pemerintahan yang tanpa
> hati nurani akan dibarengi oleh warganya yang
> serakah di kota-kota, oleh gerombolan perampok di
> pegunungan,'' tambah Rizal. ''Hamba sahaya itu
> pencerminan tuannya. Warga negara mencerminkan
> pemerintahnya.'' 
> 
> Welcome to the Republic of Vampire! 
> Loekman Soetrisno membuat bulu kuduk saya
> menari-nari. Tak hanya itu. Setiap bangun tidur,
> kini saya terbiasa meraba pipi sendiri, istri saya
> dan anak-anak saya. Adakah taring-taring yang mulai
> menonjol... ( Oleh Farid Gaban/RioL)
> 
>               
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Take Yahoo! Mail with you! Get it on your mobile
> phone.
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 


=====
Visit my daughter's homepage at:
http://www.geocities.com/hana_hanifah7


                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail is new and improved - Check it out!
http://promotions.yahoo.com/new_mail


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke