Sebenarnya masalah masih disitu-situ saja melingkar ibarat telor-n-ayam. Yang konspirasi bukan SEpihak. Yang satu dengan lainnya ibarat nonton wayang kulit dari dua sisi pakelirannya. Yang satu punya dalih lantaran yang lain. Yang BUMN, dari dulu rakyat tahu, juga amburadul...KORUPSInya. Bahkan yang sudah dekati/masuk pensiun, masih juga patgulipat nyedot. Jadi persoalan mesti dibalikkan ke titik fokus : GANYANG KORUPSI. Dan itu tak mungkin hanya kalangan NU atau Muhammadiyah saja teriak. Yang penting TINDAK. Artinya, "tekanan" dari masyarakat sendiri, selain segala rupa PRAXIS alternatif yang digalang berbagai pihak. Rakyat kecil sudah tahu, jadi apa yang dibuat kaum cendekianya? Salam (manusia merdeka)
--- In [EMAIL PROTECTED], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > --- Rosmana Eko Saputra <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > To: <[EMAIL PROTECTED]> > > From: "Rosmana Eko Saputra" > > <[EMAIL PROTECTED]> > > Date: Wed, 4 Aug 2004 11:13:37 +0700 > > Subject: Re: [IA-ITB] Konspirasi membangkrutkan > > negara ( case UU migas ) > > > > Mas Hendra, > > > > Saat ini, Beberapa posisi penting di negara ini > > dipegang oleh Alumni ITB... walaupun bukan dalam > > struktur kenegaraan. Namun, sebenarnya masih bisa > > memberikan kontribusi. Katakanlah Pak Pramono Anung > > yang orang DPP PDIP, kan bisa memberikan masukan > > untuk Bu Mega. Masa kalah dengan yang lain2. Atau > > katakanlah Ketua IA kita, Pak Laksamana... Beliau > > pasti jauh lebih paham pergerakan negara ini > > dibandingkan kita2. > > > > Tapi lihat kondisi sekarang, sungguh menyedihkan... > > di MILIS MIGAS INDONESIA saja, kasus ini sudah cukup > > ramai karena konsekuensi yang cukup membahayakan > > untuk negara ini. Saya bukan orang MIGAS, tetapi > > biar bagaimana pun hidup kita tetap tergantung pada > > MIGAS ya minimal Minyak Tanah sebagai bahan bakar > > dapur. Belum lagi bensin atau solar sebagai bahan > > bakar kendaraan kita, ya mungkin kita harus berpikir > > ulang untuk pakai lagi gerobak yang ditarik sapi > > atau kerbau. > > > > Saya belum menjadi apa2 di negara ini, hanyalah > > seorang supervisor di perusahaan saya bekerja yg > > gaji saja masih harus ditentukan oleh atasan. Saya > > belum mempunyai kekuatan untuk menentukan arah > > negara ini tetapi saya berharap Bapak2 Alumni yang > > "sudah jadi orang" mau mendengarkan hati nuraninya, > > anda boleh kaya tetapi lebih baik lagi kalo bangsa > > ini pun kaya. Apalagi sampai dibodohi bangsa orang > > lain, sampai merugikan bangsanya sendiri... > > > > Terus terang membaca posting dari Mas Hendra Ini > > cukup membakar hati... Mudah2an kita semua bukanlah > > orang yang menyengsarakan rakyat indonesia. > > > > ROSES - PN94 > > ----- Original Message ----- > > From: hdmessa > > To: [EMAIL PROTECTED] > > Sent: Wednesday, August 04, 2004 9:50 AM > > Subject: [IA-ITB] Konspirasi membangkrutkan negara > > ( case UU migas ) > > > > > > punten , yah , kita sedikit kuliah ekonomi teknik > > campur ekonomi > > politik sebentar yah. > > > > Rekan sekalian tadi malam saya menghadiri diskusi > > yg diadakan oleh > > sebagian teman2 alumni ITB , diskusi menghadirkan > > ahli perminyakan > > dari Pertamina, Dr Muhammad Qurtubi. > > > > beliau menjelaskan ttg dunia migas dari sisi > > ekonomi dan politik , > > khususnya hal yg berkaitan dg UU Migas yg sedang > > ditinjau ulang dalam > > sidang oleh Mahkamah Konstitusi ( MK ) apakah > > tetap diundangkan atau > > dibatalkan. Keputusan akan diambil dalam waktu 2 > > minggu ini. jadi > > selain kasus gugatan wiranto thd megawati kasus UU > > Migas juga jadi > > kasus besar yg disidangkan. > > > > tapi mengapa kita harus peduli dg hal tsb ? > > > > kalau jadi UU Migas ko diterapkan tahun 2005 , > > harga BBM naik sekitar > > 30 -40 % , ongkos angkutan akan naik sekitar 50 - > > 60 % dan efek bola > > salju lain nya akan menggelinding liar ke berbagai > > hal yg ujung ujung > > nya , menyengsarakan rakyat banyak. > > > > kelak pom bensin akan beragam tak hanya pertamina, > > kita bebas milih > > mau beli bensin di pom caltex, BP, total, exxon > > atau pertamina. tapi > > tetap bensin yg kita beli sama juga dg yg sekarang > > dg harga 30% lebih > > mahal , nah yg 30% inilah uang yg akan pergi ke > > kantong perusahaan > > minyak asing tsb , sederhananya big oil MNC > > merampok dompet kita 30 % > > tanpa ada value added yg riel. Negara dan bangsa > > akan dirugikan > > miliyaran USD per tahun nya , mengkhianati UU 45 > > pasal 33 yg antara > > lain di create bung Hatta, sederhanya pemerintah > > saat ini > > mengkhianati ide mulia bung hatta. > > > > dari yg saya dengar cerita pak Qurtubi ttg seluk > > beluk Migas, > > ternyata seru juga ceritanya , berkelit antara > > kepentingan ekonomi > > dan politik, antara negara maju dan negara miskin. > > UU Migas dan berbagai peraturan lain nya, adalah > > produk tekanan > > IMF/world bank pada pemerintah indonesia, sejak > > jaman krismon dulu. > > di belakang IMF inilah, tegak berdiri berbagai > > perusahaan minyak > > besar dunia spt BP, Standard oil, mobil oil, > > shell,total dll. > > Sederhana nya perusahaan minyak besar tsb ( big > > Oil MNC ) , bisa > > dikata lebih berkuasa , lebih terorganisir > > dibanding negara indonesia > > sekalipun. bahasa kasar nya , berkongsi mereka > > bersama , bisa dibeli > > nya presiden RI, dg menteri2 nya serta anggota > > DPR. > > tujuan nya tak lain daripada mengeruk kekayaan > > alam indonesia, dan > > tetap membiarkan rakyat indonesia ( kita semua dan > > anak cucu kita > > kelak ) berada dalam kemiskinan , istilah Che > > Guevara di amerika > > latin "pemiskinan struktural" bagaikan burung > > dalam sangkar besi. > > > > Kasus yg sama sebenarnya telah menimpa YPF , > > perusahaan minyak > > Argentina , yg akhirnya dibeli repsol spanyol, > > sama karena IMF pula. > > Akhirnya saat ini pemerintah argentina sadar dan > > membuat perusahaan > > minyak negara dari nol lagi. Sungguh bodoh bila RI > > tak belajar dari > > kasus Argentina tsb. > > > > > > selain UU Migas, ada berbagai kasus lain yg > > merugikan spt penjualan > > tangker pertamina, karaha bodas, LNG tangguh dll. > > yg sederhana nya > > ialah bahwa kita mau saja dibodohi orang asing . > > > > proyek karaha bodas, bisa dikecek bodoh bana awak, > > ado perusahaan > > amerika nan invest di sini, pakai jalur KKN, jual > > listrik mahal ke > > PLN, tapi diterima juga, karena krismon proyek tsb > > dibatalkan , > > dibawa ke pengadilan arbitrase , Indonesia kalah ( > > ternyata memang > > sejak awal telah dirancang kontraknya merugikan RI > > ) , terpaksalah > > pemerintah RI membayar hampir 260 juta USD ( > > sekitar 2,5 triliyun ), > > istilahnya orang asing tsb makan angin saja bisa > > dapat uang banyak , > > pedagang kakilima padang nan bodoh sekalipun tak > > kan tertipu seperti > > itu. > > > > hal menarik lain yg dikemukan pak Qurtubi, ialah > > bahwa sebenarnya > > bung Hatta punya pandangan mulia yg jauh ke depan > > mengenai hal tsb , > > khususnya ttg pengelolaan kekayaan negara dan > > demokrasi ekonomi yg > > dinyatakan dalam UUD 45 pasal 33. bisa dikata saat > > ini pasal tsb > > banyak telah tergadaikan , betapa ide besar bung > > hatta telah > > dikhianati oleh para pemegang pemerintah > > selanjutnya. > > > > point : ide ekonomi bung hatta ( koperasi, > > kekayaan negara, demokrasi > > ekonomi dll ) tetap relevan saat ini, perlu terus > > kita perjuangkan > > > > ide UU Migas utk menghilangkan korupsi di tubuh > > pertamina sebenarnya > > salah alamat, itu bagaikan membunuh nyamuk dg > > peluru kendali. > > kasus korupsi adalah micro management problem, UU > > Migas adalah macro > > economic scale level. > > tetap kasus korupsi tsb dibereskan tapi jangan > > sampai menggadaikan > > kekayaan alam kita, saya kira ini entry point yg > > melemahkan > > RI/pertamina. > > > > Ada realita lain yg perlu kita pahami juga yaitu > > ttg Quasi > > government, suatu institusi/organisasi yg lebih > > kuat daripada negara > > sekalipun. dalam kasus UU Migas, kumpulan > > perusahaan minyak asing sbg > > quasi government , berusaha membangkrutkan negara > > RI , dg berbagai > > cara yg canggih. > > > > kasus sederhana ttg quasi government adalah > > keberadaan caltex di > > sumatera tengah ( sumbar riau ). Caltex yg lebih > > kaya, lebih > > terorganisir dan sistematis adalah lebih powerfull > > dibanding pemda > > Riau atau kabupaten bengkalis misalnya. > > Puluhan tahun Caltex berada di sana , apa > > dampaknya terhadap > > kemakmuran dan kemandirian ekonomi masyarakat di > > sana , memang ada > > sebagian kecil individu yg super kaya, tapi > > masyarakat kebanyakan > > tetaplah miskin. > > kalau lewat ke duri, rumbai atau dumai, di Riau, > > sering sedih > > melihat kondisi masyarakat betapa beda jauhnya > > kondisi kehidupan > > kompleks Caltex dg masyarakat sekitarnya. coba > > lewat ke kota duri di > > jl utamanya , sebelah kiri adalah komplex caltex, > > sebelah kanan > > masyarakat umum , berbeda jauh bagaikan bumi dan > > langit. sedih sekali > > melihatnya > > > > Dalam 2 minggu ini MK selain menyidangkan gugatan > > wiranto thd mega , > > juga menyidangkan ttg UU migas tsb , > > mekanisme MK, menerima dukungan masyarakat thd > > kasus yg disidangkan. > > > > sekian dulu dari saya > > > > wassalam > > > > Hendra M , TI 88 > > Jkt > > > > > > ===== > Visit my daughter's homepage at: > http://www.geocities.com/hana_hanifah7 > > > > __________________________________ > Do you Yahoo!? > Yahoo! Mail is new and improved - Check it out! > http://promotions.yahoo.com/new_mail ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

