--- Rosmana Eko Saputra <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> From: "Rosmana Eko Saputra"
> <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Wed, 4 Aug 2004 11:13:37 +0700
> Subject: Re: [IA-ITB] Konspirasi membangkrutkan
> negara ( case UU migas )
> 
> Mas Hendra,
> 
> Saat ini, Beberapa posisi penting di negara ini
> dipegang oleh Alumni ITB... walaupun bukan dalam
> struktur kenegaraan. Namun, sebenarnya masih bisa
> memberikan kontribusi. Katakanlah Pak Pramono Anung
> yang orang DPP PDIP, kan bisa memberikan masukan
> untuk Bu Mega. Masa kalah dengan yang lain2. Atau
> katakanlah Ketua IA kita, Pak Laksamana... Beliau
> pasti jauh lebih paham pergerakan negara ini
> dibandingkan kita2.
> 
> Tapi lihat kondisi sekarang, sungguh menyedihkan...
> di MILIS MIGAS INDONESIA saja, kasus ini sudah cukup
> ramai karena konsekuensi yang cukup membahayakan
> untuk negara ini. Saya bukan orang MIGAS, tetapi
> biar bagaimana pun hidup kita tetap tergantung pada
> MIGAS ya minimal Minyak Tanah sebagai bahan bakar
> dapur. Belum lagi bensin atau solar sebagai bahan
> bakar kendaraan kita, ya mungkin kita harus berpikir
> ulang untuk pakai lagi gerobak yang ditarik sapi
> atau kerbau.
> 
> Saya belum menjadi apa2 di negara ini, hanyalah
> seorang supervisor di perusahaan saya bekerja yg
> gaji saja masih harus ditentukan oleh atasan. Saya
> belum mempunyai kekuatan untuk menentukan arah
> negara ini tetapi saya berharap Bapak2 Alumni yang
> "sudah jadi orang" mau mendengarkan hati nuraninya,
> anda boleh kaya tetapi lebih baik lagi kalo bangsa
> ini pun kaya. Apalagi sampai dibodohi bangsa orang
> lain, sampai merugikan bangsanya sendiri... 
> 
> Terus terang membaca posting dari Mas Hendra Ini
> cukup membakar hati... Mudah2an kita semua bukanlah
> orang yang menyengsarakan rakyat indonesia.
> 
> ROSES - PN94
>   ----- Original Message ----- 
>   From: hdmessa 
>   To: [EMAIL PROTECTED] 
>   Sent: Wednesday, August 04, 2004 9:50 AM
>   Subject: [IA-ITB] Konspirasi membangkrutkan negara
> ( case UU migas )
> 
> 
>   punten , yah , kita sedikit kuliah ekonomi teknik
> campur ekonomi
>   politik sebentar yah.
> 
>   Rekan sekalian tadi malam saya menghadiri diskusi
> yg diadakan oleh
>   sebagian teman2 alumni ITB , diskusi menghadirkan
> ahli perminyakan
>   dari Pertamina, Dr Muhammad Qurtubi.
> 
>   beliau menjelaskan ttg dunia migas dari sisi
> ekonomi dan politik , 
>   khususnya hal yg berkaitan dg UU Migas yg sedang
> ditinjau ulang dalam 
>   sidang oleh Mahkamah Konstitusi ( MK ) apakah
> tetap diundangkan atau 
>   dibatalkan. Keputusan akan diambil dalam waktu 2
> minggu ini. jadi 
>   selain kasus gugatan wiranto thd megawati kasus UU
> Migas juga jadi 
>   kasus besar yg disidangkan.
> 
>   tapi mengapa kita harus peduli dg hal tsb ?
> 
>   kalau jadi UU Migas ko diterapkan tahun 2005 ,
> harga BBM naik sekitar 
>   30 -40 % , ongkos angkutan akan naik sekitar 50 -
> 60 % dan efek bola 
>   salju lain nya akan menggelinding liar ke berbagai
> hal yg ujung ujung 
>   nya , menyengsarakan rakyat banyak.
> 
>   kelak pom bensin akan beragam tak hanya pertamina,
> kita bebas milih 
>   mau beli bensin di pom caltex, BP, total, exxon
> atau pertamina. tapi 
>   tetap bensin yg kita beli sama juga dg yg sekarang
> dg harga 30% lebih 
>   mahal , nah yg 30% inilah uang yg akan pergi ke
> kantong perusahaan 
>   minyak asing tsb , sederhananya big oil MNC
> merampok dompet kita 30 % 
>   tanpa ada value added yg riel. Negara dan bangsa
> akan dirugikan 
>   miliyaran USD per tahun nya , mengkhianati UU 45
> pasal 33 yg antara 
>   lain di create bung Hatta, sederhanya pemerintah
> saat ini 
>   mengkhianati ide mulia bung hatta.
> 
>   dari yg saya dengar cerita pak Qurtubi ttg seluk
> beluk Migas, 
>   ternyata seru juga ceritanya , berkelit antara
> kepentingan ekonomi 
>   dan politik, antara negara maju dan negara miskin.
>   UU Migas dan berbagai peraturan lain nya, adalah
> produk tekanan 
>   IMF/world bank pada pemerintah indonesia, sejak
> jaman krismon dulu. 
>   di belakang IMF inilah, tegak berdiri berbagai
> perusahaan minyak 
>   besar dunia spt BP, Standard oil, mobil oil,
> shell,total dll. 
>   Sederhana nya perusahaan minyak besar tsb ( big
> Oil MNC ) , bisa 
>   dikata lebih berkuasa , lebih terorganisir
> dibanding negara indonesia 
>   sekalipun. bahasa kasar nya , berkongsi mereka
> bersama , bisa dibeli 
>   nya presiden RI, dg menteri2 nya serta anggota
> DPR.
>   tujuan nya tak lain daripada mengeruk kekayaan
> alam indonesia, dan 
>   tetap membiarkan rakyat indonesia ( kita semua dan
> anak cucu kita 
>   kelak ) berada dalam kemiskinan , istilah Che
> Guevara di amerika 
>   latin "pemiskinan struktural" bagaikan burung
> dalam sangkar besi.
> 
>   Kasus yg sama sebenarnya telah menimpa YPF ,
> perusahaan minyak 
>   Argentina , yg akhirnya dibeli repsol spanyol,
> sama karena IMF pula. 
>   Akhirnya saat ini pemerintah argentina sadar dan
> membuat perusahaan 
>   minyak negara dari nol lagi. Sungguh bodoh bila RI
> tak belajar dari 
>   kasus Argentina tsb.
> 
> 
>   selain UU Migas, ada berbagai kasus lain yg
> merugikan spt penjualan 
>   tangker pertamina, karaha bodas, LNG tangguh dll.
> yg sederhana nya 
>   ialah bahwa kita mau saja dibodohi orang asing . 
> 
>   proyek karaha bodas, bisa dikecek bodoh bana awak,
> ado perusahaan 
>   amerika nan invest di sini, pakai jalur KKN, jual
> listrik mahal ke 
>   PLN, tapi diterima juga, karena krismon proyek tsb
> dibatalkan , 
>   dibawa ke pengadilan arbitrase , Indonesia kalah (
> ternyata memang 
>   sejak awal telah dirancang kontraknya merugikan RI
> ) , terpaksalah 
>   pemerintah RI membayar hampir 260 juta USD (
> sekitar 2,5 triliyun ), 
>   istilahnya orang asing tsb makan angin saja bisa
> dapat uang banyak , 
>   pedagang kakilima padang nan bodoh sekalipun tak
> kan tertipu seperti 
>   itu.
> 
>   hal menarik lain yg dikemukan pak Qurtubi, ialah
> bahwa sebenarnya 
>   bung Hatta punya pandangan mulia yg jauh ke depan
> mengenai hal tsb , 
>   khususnya ttg pengelolaan kekayaan negara dan
> demokrasi ekonomi yg 
>   dinyatakan dalam UUD 45 pasal 33. bisa dikata saat
> ini pasal tsb 
>   banyak telah tergadaikan , betapa ide besar bung
> hatta telah 
>   dikhianati oleh para pemegang pemerintah
> selanjutnya.
> 
>   point : ide ekonomi bung hatta ( koperasi,
> kekayaan negara, demokrasi 
>   ekonomi dll ) tetap relevan saat ini, perlu terus
> kita perjuangkan
> 
>   ide UU Migas utk menghilangkan korupsi di tubuh
> pertamina sebenarnya 
>   salah alamat, itu bagaikan membunuh nyamuk dg
> peluru kendali. 
>   kasus korupsi adalah micro management problem, UU
> Migas adalah macro 
>   economic scale level.
>   tetap kasus korupsi tsb dibereskan tapi jangan
> sampai menggadaikan 
>   kekayaan alam kita, saya kira ini entry point yg
> melemahkan 
>   RI/pertamina.
> 
>   Ada realita lain yg perlu kita pahami juga yaitu
> ttg Quasi 
>   government, suatu institusi/organisasi yg lebih
> kuat daripada negara 
>   sekalipun. dalam kasus UU Migas, kumpulan
> perusahaan minyak asing sbg 
>   quasi government , berusaha membangkrutkan negara
> RI , dg berbagai 
>   cara yg canggih.
> 
>   kasus sederhana ttg quasi government adalah
> keberadaan caltex di 
>   sumatera tengah ( sumbar riau ). Caltex yg lebih
> kaya, lebih 
>   terorganisir dan sistematis adalah lebih powerfull
> dibanding pemda 
>   Riau atau kabupaten bengkalis misalnya.
>   Puluhan tahun Caltex berada di sana , apa
> dampaknya terhadap 
>   kemakmuran dan kemandirian ekonomi masyarakat di
> sana , memang ada 
>   sebagian kecil individu yg super kaya, tapi
> masyarakat kebanyakan 
>   tetaplah miskin.
>   kalau lewat ke duri, rumbai atau dumai, di Riau, 
> sering sedih 
>   melihat kondisi masyarakat betapa beda jauhnya
> kondisi kehidupan 
>   kompleks Caltex dg masyarakat sekitarnya. coba
> lewat ke kota duri di 
>   jl utamanya , sebelah kiri adalah komplex caltex,
> sebelah kanan 
>   masyarakat umum , berbeda jauh bagaikan bumi dan
> langit. sedih sekali 
>   melihatnya
> 
>   Dalam 2 minggu ini MK selain menyidangkan gugatan
> wiranto thd mega , 
>   juga menyidangkan ttg UU migas tsb , 
>   mekanisme MK, menerima dukungan masyarakat thd
> kasus yg disidangkan.
> 
>   sekian dulu dari saya
> 
>   wassalam
> 
>   Hendra M , TI 88
>   Jkt
> 



=====
Visit my daughter's homepage at:
http://www.geocities.com/hana_hanifah7


                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail is new and improved - Check it out!
http://promotions.yahoo.com/new_mail


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke