Rekan2,
Keyakinan saya (adonan konsep-praxis) mulailah dari yang kecil.
Dan kalau garap SDA tak perlu tergencet jeruji exim.
Contoh : ada kawan sedang kembangkan tambang pasir besi yang
kadarnya rendah, disulap ke tinggi dg suatu alat murah(dari Cina).
Contoh lain : konsep ajuan saya ke KPU (lainnya menyusul) soal
TINTA (pilpres) nabati (asal gak diKORUP lagi). Untuk printing ink,
aneka bahan SDA bisa digalakkan, sekaligus aman sehat lingkungan. 
Aturan bagi percetakan dll harus mulai dipikirkan.
Lainnya : saya kembangkan lokawi SDA mineral untuk bahan baku
industri plastik. Dan masih banyak lagi, bisa dilihat di acara
reuni ITB74 30 tahun nanti tg 23-25 Sept di Bandung. Masih ada
bergudang pre-PRAXIS lagi digodok, siap gandeng tangan siapapun
yang berkehendak & program baik demi kemaslahatan bangsa. Belum lagi
yang seputar perLIMBAHan, dimanfaatkan optimal.
Saya yakin, para CAPRES kita kini BELUM PUNYA PIKIRAN PRAXIS kesana! 
Beberapa hari lalu saya "guyon" dengan seorang pensiunan di Jakarta,
dia bilang : dik, saya ingin "bekal akhirat", apa yang mesti saya
lakukan di lahan saya di Yogya ? Ini satu sasaran (contoh) bagaimana
membuat ide jadi praxis dan "ngrembaka"/lebat di berbagai daerah,
sesuai ciri khas setempat.
Jadi saya tambah yakin, bila SEMUA TIAP KITA bergerak juga kesana
dengan network (bukan harus back-up pemerintah), maka "impian"
menggalang ekonomi tangguh berbasis SDA dapat menyata.
Masalahnya : MAU tidak ? hehe. Dan itu kalau dijumlah, sudah milyar 
trilyun di aneka daerah. Ini bukan Percaya Nggak Percaya lagi....
Thanks. Salam



--- In [EMAIL PROTECTED], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Dari data APBN 2003, penerimaan pemerintah dari migas
> sekitar Rp 60 trilyun per tahun, sementara dari
> pertambangan (emas, tembaga, dll) sekitar Rp 1,4
> trilyun. Ini berarti sekitar 18% dari jumlah APBN.
> 
> Terus terang jumlah tsb relatif kecil. Sebagai contoh,
> Freeport mendapat USD 1,9 milyar (Rp 17 trilyun) dari
> pertambangan di Papua
> 
(http://www.globalpolicy.org/security/natres/minerals/2000/indonesia/0
731mcmo.htm),
> tapi pemerintah hanya mendapat sekitar Rp 1 trilyun
> saja.
> 
> Area garapan Freeport sekitar 2,5 juta hektar. Jika
> pemerintah menjadikan sebagai ladang pertanian,
> perkebunan, atau peternakan bagi rakyat, akan didapat
> pendapatan sebesar Rp 50 trilyun.
> 
> Pemanfaatan SDA untuk agro industri/pertanian rakyat
> lebih bermanfaat dan tidak menimbulkan pencemaran
> seperti industri pertambangan (ingat kasus Buyat yang
> meracuni rakyat).
> 
> Menurut saya, exploitasi SDA yang ada sekarang kurang
> dinikmati oleh rakyat, karena perusahaan2 asing yang
> mengolah justru mendapat bagian terbesar karena biaya
> investasi (yang kadang dimarkup), biaya operasional
> yang besar (karena gaji expat walau fresh graduate dan
> tidak berpengalaman besar2), serta keuntungan untuk
> perusahaan mereka. Rakyat (seperti di Buyat), justru
> mengalami dampak negatif. Mereka tidak bisa mendapat
> ikan dari sungai serta laut yang tercemar, serta
> banyak lagi kerugian lainnya.
> 
> --- sonrai <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Perdebatan yang menarik terjadi ketika kaum teoritis
> > bertemu dengan kaum praktis. Dari dahulu kedua kaum
> > ini tidak pernah bisa bertemu. Karena sudut pandang
> > yang diambil tentu berbeda.
> > 
> > Dalam kasus perdebatan Bapak Alexander dengan
> > Bapak-bapak lainnya (awalnya hanya dengan mas Erwin
> > Guci lalu merembet kepada bapak-bapak anggota milist
> > lainnya) merupakan perdebatan biasa yang karena
> > satudan lain hal menjadi topik panas karena ada
> > pertengkaran masalah data (yang walau esensil namun
> > tidak perlu diperdebatkan terlalu emosionil).
> > 
> > Selanjutnya,l saya ingin melemparkan bola panas ini
> > ke
> > forum. Apakah memang SDA (sumber daya Alam)-terutama
> > minyak - dapat diandalkan untuk dijadikan sumber
> > pemasukkan negara ? Hal in penting untuk ditanyakan
> > mengingat pemerintah merevisi APBN 2005 dikarenakan
> > terjadinya perubahan harga minyak dunia.
> > 
> > Mampukah Indonesia mempunyai lebih dari satu  grup
> > penambang minyak local seperti Medco ? dan
> > sanggupkah
> > grup penambang minyak tersebut bersaing secara ketat
> > dengan Total, BP dan perusahaan minyak asing lainnya
> > ?
> > 
> > 
> > 
> >
> 
______________________________________________________________________
__
> > Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" 
> > your friends today! Download Messenger Now 
> > http://uk.messenger.yahoo.com/download/index.html
> > 
> 
> 
> =====
> Visit my daughter's homepage at:
> http://www.geocities.com/hana_hanifah7
> 
> 
>               
> _______________________________
> Do you Yahoo!?
> Win 1 of 4,000 free domain names from Yahoo! Enter now.
> http://promotions.yahoo.com/goldrush



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke