LEMBAR INFO

KASUS MANGGARAI, NUSA TENGGARA TIMUR

03 September 2004

--------------------------------------------------------------------------------

 

 

TIM KOMNAS HAM DATANG, 

AKSI DAMAI MARATHON PETANI MANGGARAI TERUS BERLANGSUNG

 

 

[Jakarta] Ribuan Petani yang datang dari berbagai komunitas petani dan masyarakat di 
Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), sampai dengan hari ke-4 (mulai tanggal 
30 Agustus 2004-red) atau hari ke-2 kedatangan Tim Komnas HAM masih terus melakukan 
aksi-aksi dengan pawai keliling kota dan �mengepung� arena pertemuan Tim Komnas HAM 
dengan para �terperiksa�. Tim Komnas HAM sejak tanggal 1 September sudah berada di 
Kabupaten Manggarai setelah sehari sebelumnya singgah di Kupang, dalam rangkaian 
Penyelidikan dugaan terjadinya Pelanggaran HAM aparat Kepolisian Resort Manggarai 
beserta jajaran Pimpinan Daerah Kabupaten Manggarai dalam Insiden Rabu Berdarah, 10 
Maret 2004, serta keterkaitannya dengan Gelar Operasi Pemusnahan Ribuan Tanaman Kopi 
milik para petani sejak tahun 2002-2004 yang dipimpin oleh Bupati Anthon Bagul Dagur.

 

Aksi para petani yang tergabung dalam Serikat Petani Manggarai (SPM) ini, juga 
didampingi oleh aliansi berbagai elemen mahasiswa dan kelompok ORNOP di Kupang dan 
Manggarai yang tergabung dalam Barisan Muda Bersatu (BMB) NTT. Turut serta dalam aksi 
ini Tim Pengacara Korban Kasus Manggarai yang tergabung dalam TPKMI (Tim Pembela Kasus 
Manggarai Indonesia).



Pengadilan HAM Berat 

Saat sedang melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Anthon Bagul Dagur, maupun Mantan 
Kapolres Manggarai, AKBP Bony Tampoi, beserta beberapa anggota Polres Manggarai dan 
anggota Tim Terpadu Pemkab, massa aksi petani terus melancarkan aksi-aksi damai di 
halaman Kantor Bupati dan di depan Mapolres Manggarai, di lapangan Motangrua Ruteng. 
Mereka melakukan orasi terbuka menggunakan sound system berkekuatan besar, aksi 
seni/happening art, pembagian selebaran/leflet, serta menggelar poster dan spanduk 
yang berisi kecaman terhadap kebijakan Bupati dan jajarannya yang tidak berpihak pada 
kaum tani dan rakyat miskin. �Tangkap dan Adili Bupati Anthon B. Dagur di Pengadilan 
HAM Berat�; �Membabat Tanaman Kopi = Menyatakan Sumpah dan Perang Terhadap Petani 
Manggarai�; �Tanah untuk Penggarap, Bukan Untuk Para Birokrat Rakus�; �Stop! 
Militerisme dan Kriminalisasi Petani�; �Usut Tuntas Insiden Berdarah 10 Maret 2004, 
dll.

 

Albert Baru (32) Sekertaris Jenderal SPM menyatakan bahwa aksi-aksi tekanan dan 
mobilisasi massa petani dan masyarakat adat ini akan terus berlangsung sampai tanggal 
6 September 2004. �Kita ingin katakan pada Anthon Bagul Dagur dan aparatnya, bahwa 
petani akan terus melakukan aksi dan menyatakan perlawanan terhadap kebijakannya yang 
mengatasnamakan konservasi lingkungan, namun faktanya hanya menindas rakyat, menindas 
kaum tani. Ada Kepentingan modal di dalam gelar operasi dan tindakan Bupati Manggarai 
ini.� tegas Albert yang tercatat sudah 2 kali dihukum penjara akibat aksi-aksi 
perlawanannya bersama organisasi SPM. 

 

�Tuntutan petani Mangarai jelas. Bupati harus mundur dan segera diadili di pengadilan 
yang adil dan berpihak pada kaum tani. Pengadilan HAM Berat pantas untuknya, bersama 
seluruh aparat yang terlibat kasus pembabatan tanaman kopi petani, serta kasus 10 
Maret 2004� ujar Goorge H. Kulas salah seorang aktivis BMB-NTT. 

 

�Kasus Manggarai harus menjadi pelajaran bagi semua penyelenggara negara di negeri 
ini, bahwa penguasa yang sewenang-wenang harus mendapat penghukuman yang berat. 
Kredibilitas Tim Komnas HAM juga dipertaruhkan dalam kasus ini. Jangan sampai kasus 
ini �tenggelam� lagi seperti kasus-kasus Agraria dan HAM lainnya,� sambung Pius Hamid 
Direktur LSM SANKARI Ruteng yang aktif mendampingi para petani sejak tahun 2002.

 

Sementara itu, salah seorang istri keluarga korban Insiden Berdarah 10 Maret 2004, 
yang suaminya tewas akibat tembakan senjata aparat polisi mengatakan, bahwa sejak aksi 
hari pertama (30 Agustus- red) nyaris seluruh warga masyarakat adat di empat wilayah 
komunitas adat Colol, Poco Ranaka tua dan muda, laki-laki dan perempuan, keluar dari 
kampung, mengikuti aksi-aksi di Ruteng. �Ada sekitar 4.000 orang lebih, dari dua 
desa.� Ia juga menambahkan bahwa semangat petani untuk melawan kebijakan Bupati sudah 
pulih kembali. �Kami tak takut, karena kami berjuang demi kebenaran. Demi tanah 
leluhur kami, dan untuk anak-cucu kami kelak.� tegasnya.



Aksi Solidaritas

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, insiden Rabu Berdarah 10 Maret 204 terjadi saat 
dilakukan gelar aksi damai sekitar 250 orang petani dan masyarakat adat komunitas 
Colol-Manggarai di halaman Mapolres Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk 
membebaskan 6 orang rekannya yang ditangkap dalam operasi Tim Gabungan Pemerintah 
Kabupaten (PEMKAB) Manggarai�yang dipimpin oleh Bupati Anthony Bagul Dagur�saat sedang 
berkebun di kawasan hutan adat mereka, serta memprotes Operasi Pembababatan Tanaman 
Kopi oleh Tim Terpadu Pemkab Manggarai. Kala itu, aparat polisi menghadapi aksi damai 
warga dengan melakukan tindakan brutal dan represif hingga mengakibatkan 6 (enam) 
orang petani Colol-Manggarai tewas tertembak, 19 luka-luka (7 orang diantaranya luka 
berat; 3 orang harus diamputasi kakinya), dan sisanya 21 orang ditangkap lalu ditahan 
di Mapolres Manggarai. Saat ini, pengadilan terhadap 21 orang petani yang ditangkap 
pasca insiden berdarah 10 Maret 2004, ditambah 6 orang yang ditangkap pada tanggal 9 
Maret 2004, sedang diadili di Pengadilan Negeri Ruteng, Manggarai.



Demo Tandingan

Dari markas SPM di Jalan Robusta Kecamatan Tenda Ruteng, diperoleh informasi bahwa 
dalam aksi hari ini (3/08/04) sekitar 250 orang massa aksi tandingan pro Bupati 
Manggarai juga dikerahkan untuk melakukan aksi kontra. Namun, tak berlangsung lama, 
sebab mereka terkesan kehabisan �bahan� untuk orasi dan melanjutkan aksi. Ada kesan 
kuat mereka sengaja dimobilisir oleh pihak pemerintah daerah terkait. Sementara aparat 
keamanan dari Mapolres Manggarai dan BKO dari Polres Ende juga makin hari makin 
bertambah banyak jumlahnya, disamping adanya bantuan pengamanan dari satuan BRIMOB 
Polda Nusa Tenggara Timur.

[selesai-eu] 





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke