Surat Kembang Kemuning: 

SUATU HARI DI SINGAPURA [6]


-"Taman Botani. Kita kembali ke Taman Botani", ujarku setelah memasuki tempat parkir. 
Selaksa kenangan menyerbu benakku.

+"Kukira kau lupa jalan ke mari. Agaknya waktu tidak merusak ingatanmu".

Aku keluar membukakan  pintu mobil untuk Yenny.

-"Madame".

+ "Terimakasih tuan sopirku!"


Secara otomatis langkah kami mengarah ke sebuah telaga dinaungi pepohonan rindang di 
mana bersarang angin senja yang sepoi-sepoi menjatuhkan beberapa helai rambut Yenny ke 
dahi.Dua ekor angsa putih anggun sedang berenang sekedar berenang di antara 
bunga-bunga teratai. Yenny dan aku mengambil sebuah bangku yang terletak di pinggir 
telaga. Tempat rindang dan tenang ini memang sering kami kunjungi bersama sejak 
puluhan tahun lalu.Saban ke Singapura, kalau bukan ke pantai, kami selalu ke taman ini.

- "Angsa itu masih hidup, ya!"

+ "Mereka sudah beranak-pinak, Tuan Sopir.Yang kau lihat sekarang adalah turunan yang 
dahulu". Aku mengambil sebuah kerikil dan melemparkannhya ke telaga.

+"Ia tidak mendangkal. Masih sedalam dahulu bahkan lebih dalam kali". Aku memandang 
Yenny dengan sudut mata. Iapun memandangku dan mata kami bertemu yang membuat kami 
tersenyum.Untuk mengalihkan soal aku kembali bertanya:

- "Madame, dari koran baru-baru ini bahwa TKW yang meninggal karena jatuh dari 
apartemen itu ada juga yang memang bunuhdiri karena tidak tahan oleh perlakuan majikan 
yang tidak adil."Ill-treated and underpaid by their employers". 

+ "Sudah kujelaskan bahwa di Singapura seperti halnya di negeri mana pun ada majikan 
yang baik dan tidak baik, ada yang adil dan tidak adil. Tapi secara umum bisa 
kupastikan bahwa Singapura adalah negara hukum. Artinya jika terjadi kasus 
"Ill-treated and underpaid by their employers" begini, kukira para TKW bisa melakukan 
gugatan karena semestinya mereka bekerja atas dasar kontrak yang jelas. Masalahnya 
barangkali keberanian dan kesanggupan [termasuk kemampuan] para  TKW untuk 
memanfaatkan jalur hukum. Tapi coba kau lihat, arus TKW yang datang ke mari. Tidakkah 
arus ini mengatakan sesuatu padamu?"

-"Ya, terus. Teruskan saja. Aku dengar".

+"Arus besar ini selain memperlihatkan adanya masalah pengangguran di Indonesia, 
barangkali juga menunjukkan bahwa ""Ill-treated and underpaid by their employers" 
hanyalah satu sisi dari kehidupan TKW di sini. Sisi lain tentu ada "well-treated". 
Mengapa segi ini tidak diceritakan oleh pers dan organisasi-organisasi buruh migran 
kalau mau melakukan pemberitaan yang imbang? Kau sudah tahu bahwa adanya TKW Indonesia 
di Singapura sudah ada jauh sebelum Orba Soeharto. Benar bahwa arus ini menderas di 
bawah rezim Soeharto. Apa yang kukisahkan dalam novelku "Kota Biru" mengenai pembantu 
rumahtangga asal Wonogiri adalah salah satu contoh saja dari perlakuan bos terhadap 
pembantu rumahtangga. Pembantu dipandang dan diperlakukan sebagai anggota keluarga 
sendiri. Makan pun mereka sama-sama di satu meja. Kalau ke restoran mereka pun makan 
sama-sama juga di satu meja. Pernah terjadi seorang anggota terkemuka dari klub 
biliard paling terpandang di Singapura. Ia sudah bertahun-tahun menjadi anggota klub. 
Pada suatu hari ia datang bersama keluarga  dengan pembantunya. Pemilik biliard 
mengatakan bahwa  ia tidak bisa menerima kehadiran pembantu anggota terkemuka klub. 

- "Perempun ini adalah anggota keluarga saya. Kalau Anda menolaknya, maka detik ini 
pula saya akan keluar dari klub", ujar anggota terkemuka klub biliard terpandang itu.

+ "Terserah Anda".

-"Baik, sejak detik ini saya nyatakan diri keluar dari klub", jawab sang anggota 
sambil mengajak seluruh keluarganya meninggalkan ruangan.

-"Apakah sikap ini tergolong "ill-treated" atau "well-treated"?  tanya Yenny.

-"Aku masih ingin memberikan kisah lain tentang soal ini kepadamu, Tuan Sopirku. Kisah 
yang kukira sangat tipikal".  

Tak terasa, warna merah senja sudah menyepuh langit Taman Botani. Sepasang angsa putih 
anggun itupun sudah lama menepi.Yenny nampak mulai kedinginan.

+ "Agaknya kita harus segera mencari tempat lain sambil mencari makan malam", ujarku.

- "Kau masih seperti yang dulu. Tak berobah dari kebiasaanmu. Teliti membaca keadaan. 
Kau mau makan apa?".

+ "Saya hanya seorang sopir, Madame. Madame lah yang menentukan". 

- "Baiklah, kalau begitu. Kukira kesukaanmu masih tak berobah". Aku dan Yenny beranjak 
dari bangku taman menyusur pinggir telaga menuju ke tempat parkir.   


[Bersambung....]


















[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke