03.09.2004
Rahasia Tertawa
Banyak yang tidak menyadari ternyata tertawa merupakan
hasil evolusi yang menyelamatkan manusia dari
kepunahan. Tidak banyak makhluk hidup yang bisa
tertawa. Selain manusia, hanya beberapa jenis monyet
yang dapat digolongkan dapat tertawa, terutama
simpanse yang dapat tertawa dengan bunyi seperti
ketawa manusia. Selain berfungsi sebagai pelepas
stress, tertawa juga berfungsi sebagai pencegah
konflik. Primata, sudah mengembangkan teknik tertawa
untuk pencegah konflik sejak 35 juta tahun lalu.
Artinya, nenek moyang manusia dan kera, sudah
menciptakan senjata ampuh untuk bertahan hidup. Pakar
biologi manusia, prof Carsten Niemitz dari Berlin,
mengatakan beberapa jenis primata mengembangkan bahasa
tubuh dan mimik muka yang rumit, termasuk di dalamnya
tertawa sejak puluhan juta tahun lalu. Tujuannya agar
mimik muka tertawa untuk mencegah agresivitas sesama
jenis, dan untuk membedakan mana tindakan
bersungguh-sungguh dan mana tindakan yang cuma
main-main, dibedakan oleh mimik muka yang rumit tsb.
Nenek moyang manusia telah membuktikan bahwa dengan
tertawa dapat menghindarkan pertumpahan darah di
kelompoknya.
Dengan bahasa tubuh dan mimik muka bersahabat,
perkembang biakan kelompok atau suku dapat dijamin.
Terutama makhluk hidup yang mengenal tatanan sosial,
memerlukan isyarat jelas untuk menunjukan sikap
berhasabat. Misalnya saja, kelompok simpanse
mengembangkan apa yang disebut mimik muka main-main
yakni mulut yang sedikit dibuka yang ditarik ke atas.
Dengan dibarengi suara tertawa mirip ketawa manusia,
simpanse bermain dengan simpanse lain di kelompoknya.
Mimik muka Simpanse dan bunyi tertawanya yang mirip
manusia, bukannya suatu kebetulan belaka. Pakar
biologi perilaku dari Universitas Berlin, Prof.Dietmar
Todt mengatakan, tertawa adalah semacam pola biologis
untuk menunjukkan sikap damai. Dengan itu, hierarki
tidak lagi menjadi batasan kaku dan situasi tegang
dicairkan. Yang juga amat menarik, dalam penelitiannya
Prof. Niemeitz membuktikan, bahwa kelompok hierarki
rendah atau kelompok betina, lebih sering tertawa
dibanding kelompok hierarki atas atau jantan penguasa.
Dalam hal ini sikap bersahabat, menunjukkan keberadaan
hierarki lebih rendah dalam sebuah kelompok. Juga
dalam masyarakat manusia yang kebanyakan bersifat
patriakhis, perempuannya lebih banyak tertawan
ketimbang lelaki. Dalam sejumlah ujicoba, prof Niemitz
membuat rangkaian foto kerumunan manusia. Di hampir
semua foto, terlihat para wanitanya lebih banyak
menunjukkan mimik muka bersahabat atau tersenyum.
Perempuan ternyata lebih sering memanfaatkan senjata
tertawa ini. Mereka juga lebih pandai memanfaatkan
kelebihannya dimana perempuan terutama tertawa untuk
mengendalikan konflik. Misalnya saja dalam penelitian
pasangan pria-wanita, kaum wanita seringkali
mengkritik partnernya dibarengi senyuman atau ketawa.
Dengan begitu, partner prianya tidak merasa dikritik
dan menerima kritik partner wanitanya dengan senang
hati.
Dalam evolusi terbukti lagi bahwa kaum wanita adalah
kelompok yang memiliki visi jauh ke masa depan. Mereka
mampu meredam impuls agressif jauh lebih baik dari
kelompok pria. Dengan demikian, kaum wanita dapat
meningkatkan kemampuan kelompoknya untuk tetap
bertahan hidup. Tentu saja ada perbedaan mendasar,
antara manusia dengan keluarga primata yang menjalani
cabang evolusi yang hampir sama. Sejauh ini, hanya
manusia yang diketahui memiliki kemampuan berbicara.
Dengan begitu, hanya manusia-lah yang dapat
menceritakan humor atau lawakan yang membuat orang
lain tertawa. Prof.Niemitz mengatakan, manusia
memperoleh berkah evolusi paling besar.
Nenek moyang manusia, diperkirakan mengembangkan
kemampuan bicara itu baru sekitar dua juta tahun lalu.
Tema inilah yang kini menjadi topik penelitian utama
para ahli yaitu bagian otak manakah yang bereaksi atas
gerak-gerik atau kata-kata yang lucu ? Demikian juga
pertanyaan, mengapa bagian otak yang bersangkutan,
menganggap gerak-gerik dan cerita itu menggelikan
sehingga memicu ketawa ?
Banyak teori dan hasil penelitian yang diungkapkan
para ahli akan tetapi sejauh ini hasil penelitian
terbaru hanya dapat menunjukkan, jaringan saraf-lah
yang melakukan gerak motorik tertawa. Bukannya masalah
mendasar, mengapa hal itu membuat otak terangsang
untuk tertawa. Diketahui, ada bagian otak depan yang
memiliki semacam program yang memicu reaksi berantai
tertawa ini. Tetapi otak sendiri tidak mengetahui apa
dasarnya sehingga harus tertawa.
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.
http://promotions.yahoo.com/new_mail
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/