">>>>
Kritiknya masih berlanjut. Katanya, "Kenapa Pak Hasyim gandeng dengan 
presiden wanita, haram! Tapi uang yang dikasih Pak Hasyim, halal!. 
Ini payah, bagaimana rujukannya itu?" kecamnya.
>>>>


Ini sumber informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.
Karena tidak disertai dengan siapa yang mengungkapkan. Akan tetapi
hanyalah ungkapan kecaman dari seseorang, akan tetapi malah seakan-akan
menjadi tema dari informasi dibawah.

Dari informasi tersebut, tidak tampak nilai yang significant yang bisa
didapat
oleh pembaca. Melainkan informasi yang lebih condong untuk mempertentangkan
sebagian dengan sekumpulan yang lain.

Inilah yang tercermin dari pekerja pers, yang mengedepankan kepentingan
praktis dan "kehebohan" daripada pembelajaran masyarakat.

Terlebih judul yang digunakan, sangat tendensius sedangkan isi beritanya
kosong.

Bagaimana rakyat bisa dewasa kalau pelaku pers tidak ada sense untuk
mendidik moral bangsa.




-----Original Message-----
From: rm_danardono [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, September 03, 2004 1:31 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [ppiindia] Re: Pecel Xenia....kisah dari Jawa Timur


"Presiden wanita, haram! Uangnya, halal!"

KH Agoes Ali Masyhuri sama masyhurnya dengan nama Bumi Shalawat. Kiai 
berlatar Nahdlatul Ulama (NU) tapi bukan pengurus NU itu mendukung 
Ketua Umum (non-aktiv) PB NU, KH Hasyim Muzadi, sebagai cawapres. 
Bagaimana sosoknya?

Setengah lusin manusia duduk khidmat menghadap lelaki berjubah hitam 
di Desa Kenongo, Tulangan, Sidoarjo, usai shalat Ashar, Minggu (29/8) 
lalu. Sebagian dari mereka menunggu sejak Dzuhur agar tak bisa 
bertemu si jubah hitam yang tak tak lain KH Agoes Ali Masyhuri atau 
Gus Ali, pengasuh Pondok Pesantren dan Klinik Moral Bumi Shalawat. 

Prosesi kecil pun dimulai. Sambil tetap duduk di meja kayu usang, Gus 
Ali melayani satu per satu. "Yo wis, pasa telung dina (ya sudah, 
puasalah selama tiga hari, Red)," saran Gus Ali kepada tamu perempuan 
yang baru saja minta didoakan supaya cepat diberi jodoh. 

Tamu lain ada yang ingin perniagaannya lancar, ada pula yang sekadar 
silaturahmi. Semua berusaha menyodorkan amplop setelah didoakan atau 
diberi saran. Tapi hari itu, Gus Ali menolak semuanya. 

"Gowoen (bawa pulang saja, Red)," sergahnya. Begitulah antara lain 
kesibukan kiai yang kini mengoleksi Mercedes Benz bikinan 1988 dan 
Opel Blazer ini. 

Kesibukan Gus Ali tidak cukup di situ. Selepas Isya, hampir bisa 
dipastikan dia tak ada di rumah karena menghadiri berbagai undangan 
ceramah. "Sudah biasa, sejak dulu tiap malam juga tidak di rumah," 
kata istrinya, Nyai Nur Qomariyah, 42, kepada saya. 

Gus Ali memang cakap berdakwah secara lisan maupun tulisan. "Saya 
berpendapat, pemerintahan Megawati belum berhasil dalam upaya 
memberantas korupsi di republik ini," kritik Gus Ali, 16 November 
2003. Setahun kemudian, 31 Juli 2004, Megawati sebagai presiden 
mampir ke pondoknya. Mega dalam pidatonya meminta para pemimpin 
pesantren menyosialisasikan program kredit tanpa agunan dari 
pemerintah.

Perlu dicatat, Megawati saat itu sudah lolos untuk pilpres putaran 
kedua bersama KH Hasyim Muzadi. Dan, Gus Ali mendukung pasangan itu 
sejak pilpres putaran pertama. Ia mengakui, tidak ada dukungan 
politik yang gratis.

"Insya Allah kalau yang jadi Mega-Hasyim, bukan hanya Menteri Agama 
tapi tentu saja jabatan-jabatan yang strategis (untuk orang NU, Red)" 
kata Gus Ali kepada saya, usai melayani tetamunya, Minggu sore itu. 

Disinggung ihwal pendapat sebagian ulama yang menentang presiden 
wanita, Gus Ali dengan suara keras selama wawancara, mengritik pedas. 
Ia mempersilakan siapapun mendukung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-
Jusuf Kalla asal tidak memakai justifikasi agama. "Yang riil-riil 
sajalah, politik itu kan washilah (jalan atau cara) bukan ghoyah 
(tujuan)," tandasnya. 

Kritiknya masih berlanjut. Katanya, "Kenapa Pak Hasyim gandeng dengan 
presiden wanita, haram! Tapi uang yang dikasih Pak Hasyim, halal!. 
Ini payah, bagaimana rujukannya itu?" kecamnya. Gus 

Ali menolak menyebutkan arah kritiknya. Yang jelas, katanya, warga NU 
nanti akan bertemu pada satu muara meski saat ini berbeda 
pilihan. "Jangan dibenturkan orang NU dengan PKB, antara satu kiai 
dengan yang lain. Ukhuwah antarkiai, antarnahdliyin dan ukhuwah 
Islamiyah itu lebih mahal daripada jabatan apapun," katanya. 

Pandangan Gus Ali soal sahnya presiden wanita juga dipegang teguh 
santrinya bernama Muhibullah, 24. Muhib sebetulnya santri Pondok 
Lirboyo, Kediri asuhan KH Idris Marzuqi tapi ditugaskan mengajar di 
Bumi Shalawat, setahun terakhir.

Pemuda dari Semarang itu lantas menjabarkan sebab-sebab turunnya ayat 
dan hadits yang kemudian dijadikan justifikasi untuk menghadang 
perempuan jadi pemimpin di ranah publik. "Sebelum di sini, saya sudah 
berpendapat bahwa perempuan boleh jadi pemimpin," ungkapnya. 

Lalu, bagaimana kiat Gus Ali memenangkan Mega-Hasyim? Gus Ali tak 
merinci tapi menyimpan geram kepada hasil penelitian lembaga yang 
menurutnya dibiayai asing dan senantiasa mengunggulkan SBY-
Kalla. "Kami akan menjungkirbalikkan mereka, analisis dan hipotesa 
mereka. Aku ora ndisiki kerso (mendahului kehendak Tuhan, Red)," 
ujarnya, mirip saat orang berorasi. 

Guna mewujudkan obsesinya itu, Gus Ali mengaku punya jaringan massa 
dan santri di Jatim dan Indonesia, bahkan di luar negeri seperti para 
TKI di Arab Saudi dan Malaysia. "Saya orang di luar struktur NU tapi 
saya punya jaringan massa yang tidak kalah dengan parpol atau lembaga 
macem-macem, saya berani taruhan kok," sumbarnya.

Meski santrinya yang mukim di Bumi Shalawat hanya 50-an orang, Gus 
Ali mengaku bisa mengerahkan 100.000 orang dalam hitungan jam. Minggu 
sore itu, masih berjubah hitam dan kopiah putih, Gus Ali lantas pamit 
untuk makan di luar. "Mega-Hasyim!," serunya seraya masuk Mercedes 
Benz. (yuli ahmada) 

http://yuli-ahmada.blogspot.com/2004/09/presiden-wanita-haram-uangnya-
halal.html








--- In [EMAIL PROTECTED], Abdul Wahid <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Gus Hadinoto kenal Inul gak? Yang kelewat ngebornya itu...atau 
kenal Kyai
> Subadar dari PKB yang sekarang 
> gosipnya lagi dukung SBY untuk pilpres tahap 2. Nah saya masih satu 
kampung.
> Meskipun mereka gak tau saya :)
> 
> saya lebih sering di Indo, maklumlah jadi pecinta tanah leluhur, so 
betah.
> Sekali-kali mampir ke kampung saya kalo' sowan ke Indo. Tapi hati-
hati, 
> karena Amin Rais saja pernah dilarang masuk kampung saya lo...
> 
> Cuman satu masalahnya Amin Rais dilarang, karena dia menolak pake' 
embel2
> "Gus" didepannya...he..he
> 
> rgds
> 
> -----Original Message-----
> From: Danardono HADINOTO [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Thursday, September 02, 2004 1:36 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [ppiindia] Pecel Xenia
> 
> 
> >>>Omong punya omong, Gus Hadinoto udah berapa lama tak tengok 
indonesia
> ?<<<
> 
> saya satu sampai dua kali setahun libur ke Indonesia (waktu jadi 
mahasiswa
> ya dua tahun sekali, tahun 60an), kadang2 lebih sering kalau ada 
perjalanan
> dinas ke Asia, saya mampirkan. Tahun lalu, saya dua bulan libur 
(istimewa).
> Saya ikuti tiap perkembangan di Tanah Air, mungkin lebih dari 
teman2 yang
> lain, juga yang di India.
> 
> Kalau nyekar kemakam leluhur di Madiun, saya mampir ke Ponorogo dan 
nyate
> ayam, makan pecel Mediunan, dan tengok rumah keluarga di Tamansari. 
Lha
> anda, Gus Wahid, udah berapa lama gak injak Tanah Air? Berapa kali 
pulang?
> Anda dari Ponorogo?
> 
> Salam
> 
> RMD Hadinoto
> 
> 
> 
> 
> Abdul Wahid <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Rahasianya gampang asal punya rupiah yg cukup ...kalo' pake receh 
asing
> rasanya gak enak lo...suweer
> Omong punya omong, Gus Hadinoto udah berapa lama tak tengok 
indonesia ?
> 
> -----Original Message-----
> From: Danardono HADINOTO [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Thursday, September 02, 2004 12:47 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: RE: [ppiindia] Re: 10 hal yang najis, martabak atau pecel?
> 
> 
> Ehhh gimana cara bikinnya? Wah jangan dirahasiain dong, ini kan 
ilmu yang
> bermanfaat...
> 
> Abdul Wahid <[EMAIL PROTECTED]> wrote:pecel Xenia itu asalnya gak
> jauh dari ponorogo lo...enak kalo' buat
> s
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> 
> 
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
> 
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
>   
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>   
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> 
> 
>               
> ---------------------------------
> Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>  
> Yahoo! Groups Links




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links



 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke