Surat Kembang Kemuning: 

SUATU HARI DI SINGAPURA [7]


+ "Sekarang barangkali lebih baik kita berganti peran. Aku yang jadi bos dan kau yang 
jadi buruh karena kau lebih tahu ke mana yang terbaik kita pergi.  Aku merasa lelah 
terus-menerus jadi kuli dalam hidupku".

- "Tapi kan orang Dayak dalam dicitrakan oleh Belanda sebagai lambang kejahatan dan 
keburukan".

Aku memberikan kunci mobil kepada Yenny.

- "Kukira kesukaanmu akan gulai kambing seperti masa Yogyamu masih tidak berobah".

+ "Tapi kau juga tahu aku suka masakan Tionghoa. Terserahlah. Apa pun jadi. Kutahu kau 
pun tukang makan". Ketika Yenny memasukkan kunci menghidupkan mesin, tahu kebiasaannya 
suka ngebut, aku mengingatkannya:

+ "Jangan ngebut lho".

-"Ala, kan jadi cerita indah kalau kita mati bersama".

+ "Tapi aku ke Singapura bukan untuk mati,lho, Bu Sopir,  melainkan untuk mengurus 
visa demi hidup". 

-"Hidup yang selalu tak tenang karena bertarung tak henti-hentinya. Tanahair saja kau 
sudah tak punya".

Dasar Yenny seorang yang romantis dan puitis, ia membawaku ke sebuah rumah makan di 
tepi pantai. Purnama sudah muncul di langit membuat ombak dan pantai nampak mengkilap. 
Ia segera memesanku bir dan makanan kesukaanku gulai kambing. 


- "Sejak dari bandara, semenitpun  kau belum istirahat. Tapi kukira kau tidak lelah". 
Aku menatapnya sejenak tahu bahwa ia sedang mencandaiku.

+ "Kau masih seperti dulu. Bengal!" ujarku seperti berkata kepada diri sendiri.

-"Orang seusia kita sudah sulit berobah, Bung. Kecuali kalau ada hal sangat luarbiasa. 
Kita orang yang sudah terbentuk".


Di bawah alunan lagu "The Falling Leaves" yang dinyanyikan oleh Nat King Cole, seorang 
pelayan perempuan rumah makan mengantarkan makanan  pesanan kami.Aku mengucapkan 
terimakasih dalam bahasa Mandarin kepada pelayan muda rumah makan  yang nampak sopan, 
cekatan dan cantik.

-"Cantik ya", ujar Yenny menggangguku.  
+"Ya! Seperti umumnya perempuan Tionghoa", jawabku ringan.

-"Dasar mata lelaki".

+"Ah kaupun menyukai lelaki galan dan tampan. Mengapa pula soal begini dipersoalkan. 
Setelah keluar dari rumah makan ini nantipun aku akan melupakannya dan ia pun tak juga 
ingat akan wajahmu. Anggap saja pujianku sebagai kesukaan pada keindahan, jangan 
dirobah jadi hujatan".

-"Kau masih juga yang dulu.Masih gampang tersinggung". Yenny ngakak. 

+"Tentu kau sering ke mari". Yenny memandangku.

- "Benar tapi baru kali ini aku kemari berdua. Kalau ke mari aku selalu datang 
teman-teman dari grup yang membantu orang-orang jompo. Kau ingatkan bahwa aku jadi 
Presiden organisasi yang membantu orang-orang jompo di negara kota ini". 

- "Tidak dengan mereka pun aku paham dan wajar-wajar saja". Yenny tiba-tiba mengambil 
tanganku.

-"Jalanmu kutahu terlalu berliku, Bos. Bahkan penuh tragedi". 

+ "Tapi tadi Ibu Presiden  janji mau mengisahkan cerita tipikal tentang perlakuan 
terhadap TKW". Aku mengalihkan persoalan.

-"Ya, aku tak lupa, khoq. Kau agaknya sedang kesengsem pada seorang TKW yang satu 
pesawat tadi, ya?".

+ "Curiga amat".

-"Habis dari tadi yang ditanya  soal TKW melulu".

+ "Dari soal TKW/TKI, kukira kita melihat beberapa faset perkembangan masyarakat 
Indonesia kekinian.Jangankan dari soal TKI/TKW, seorang sejarawan Amerika misalnya 
bisa menulis sejarah Prancis melalui masalah roti dan sejarah roti. Ketika aku 
bersama-sama sejumlah teman masih menerbitkan Majalah Kancah di Paris, Aswab Mahasin 
almarhum, salah seorang sahabatku, pernah menarik perhatianku kepada masalah TKI ini. 
Waktu itu zaman "jaya-jayanya" kekuasaan Soeharto".  

-"Kau sering terlalu serius menanggapi orang, Sobat. Sendagurau pun sering kau tanggap 
secara serius".

+"Barangkali aku memang kurang rasa humor, tidak setinggi rasa humor Gus Dur. Tapi 
humor dan humor pun sebenarnya macam-macam. Sering melalui humor pesan dan serangan 
terhadap seseorang dilancarkan dengan tajam dan mengena sasaran. Gunjing dan 
kebohongan pun sering dijadikan alat dalam kehidupan, lebih-lebih di dunia politik. 
Gunjing, kebohongan dan intrik sering tali-menali. Kau tentu ingat dan pernah membaca 
sebuah Memoire yang ditulis oleh seorang pejabat tinggi Inggris di Departemen Perang 
Urat Syaraf pada masa Perang Dunia II. Ia menyebut dirinya sebagai "pahlawan 
kebohongan". Gunjing dan kebohongan ini pulalah yang di dalam dunia jurnalistik 
terlaha diteoritisir oleh Goebel dan menurut Heru Atmodjo mantan Letkol AURI pada 
zaman Soekarno juga diterapkan oleh CIA". Menurut Heru, yang pernah dididik oleh CIA, 
pekerjaan CIA adalah membalik kebenaran demi kepentingan Amerika Serikat. Yang salah 
dikatakan benar dan yang benar dikatakan salah". 

Yenny tertawa mendengar jawabanku.

- "Panjang lebar penjelasanmu seakan-akan aku tidak mengenalmu lagi. Justru karena aku 
sangat mengenalmu maka aku suka mengganggu keseriusanmu". Aku hanya tersenyum 
menghadapi cara Yenny bercanda.

+ "Baik aku tambahkan ceritaku tentang TKW di Singapura. Suatu hari seorang ibu sedang 
berulangtahun. Anak lelakinya pergi keluar dan membelikan sesuatu lalu membungkusnya 
baik-baik untuk dijadikan hadiah. Sang ibu memperhatikan ulah anaknya lalu berkata: 
"Terimakasih, Sayang bahwa kau menyiapkan hadiah ulangtahun untuk ibu.Si anak melihat 
wajah ibunya. "Maaf, ibu, hadiah ini bukan ibu tapi untuk Ibu Rini [Rini adalah 
pembantu mereka yang mengasuh si anak sejak bayi. Anak lelaki yang diasuh oleh Rini 
sejak kecil memandang Rini sebagai ibunya yang kedua].Sikap terhadap para TKW yang 
begini sangat banyak terjadi di dalam masyarakat Singapura. Para pembantu sudah 
merupakan bagian dari anggota keluarga.Tapi sekali lagi aku tidak membantah adanya 
para bos yang memperlakukan mereka secara tidak adil".

Ingatanku kembali ke Indonesia, terutama di Jawa di mana para pembantu rumah tangga 
pun sering memperoleh perlakuan yang tidak senonoh bahkan bekerja 24/24 jam. Kerja 
berlangsung tanpa kontrak apapun.

Tak terasa temaram pun sudah nampak di jalan dan di daun-daun. Tapi demikianlah 
selalu, saban ketemu, pembicaraan kami selalu menjadi samudra yang tak kelihatan 
tepinya,seperti sungai yang masih jauh dari muara. Apalagi setelah bertahun-tahun 
tidak bertemu muka. Segala soal kami bicarakan sampai kepada soal-soal sangat pribadi. 
Kami selalu berbagi suka dan duka, menjadikan diri masing-masing sebagai tempat 
curhat. Inilah barangkali persahabatan yang tulus itu? Inikah juga arti dari 
persahabatan tulus itu? Sedangkan jarak geografis yang merentang di antara kami bukan 
merenggangkan persahabatan tapi justru yang memperkokohkannya. Persahabatan tulus 
adalah sesuatu yang diperlukan kehidupan bermasyarakat. 

-"Yen, aku masih belum cari hotel tempat menginap", ujarku. Yenny menatapku dengan 
mata setengah melotot lalu tiba-tiba berobah sedih.

+"Hasil dari adanya jarakkah ini?" tanyanya seakan bertanya pada diri sendiri."Jarak, 
waktu, gerak dan keabadian!?" lanjut Yenny dalam gumam merenungi ucapanku. Perempuan 
ini sangat langsung kalau berbicara tapi ia jujur dan perasa sekaligus. 



[Bersambung....]


















[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke