http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-145%7CX Jumat, 03 September 2004 Debra Yatim: �Dalam iklan, perempuan adalah obyek yang dapat dibeli� Jurnalis : Eko Bambang S Jurnalperempuan.com - Jakarta. Citra yang diciptakan kepada perempuan didalam iklan lebih banyak memposisikan perempuan sebagai obyek yang dapat dibeli dan digunakan oleh konsumen. Pembuat iklan sering menggunakan seks untuk jualan produknya. Sepertinya ada semacam konvensi yang mengharuskan pembuat iklan menggunakan sosok perempuan untuk mensosialisasikan seks dengan produk mereka tersebut, apakah itu ponsel, kaos kaki sampai sabun cuci piring.
Demikian pandangan yang disampaikan oleh Debra Yatim aktivis perempuan dan pengamat perempuan dalam media dalam sebuah diskusi �Perempuan Dalam Iklan� yang diselenggarakan oleh komunitas Galeri I see di Gedung Pusat Kebudayaan Polandia-Indonesia, Jakarta (Kamis,02/09/04). Selain Debra Yatim acara ini juga menghadirkan fotografer Darwis Triadi, Citra Triadi model agency dan Ainur Rofiq konsultan periklanan. Acara diskusi ini merupakan rangkaian satu rangkaian acara yang digelar oleh Galeri I See dengan tajuk Erotisme dan Perempuan yang digelar dari tanggal 1 � 25 September. Selain diskusi acara ini juga menggelar pameran foto, workshop perempuan memotret perempuan dan pemutaran film. Selain menjadi objek yang dapat dibeli, Iklan menurut Debra seringkali menempatkan tidak menampakkan perempuan secara utuh. Yang disuguhkan hanyalah sekedar bagian-bagian tertentu saja. Debra mencontohkan salah satu produk iklan bir hitam yang dipromosikan oleh almarhum Broery Marantika beberapa tahun silam. Menurut Debra, dalam iklan itu Broerynya nampak utuh, disitu juga ada segelas bir yang utuh, tapi dibelakang dirinya, didekat telinga kanannya, tampak sepasang buah dada montok yang dibalut dengan brokad merah. �Saya ngak abis mengerti dengan maksud iklan itu, apa hubungannya bir hitam dan susu montok,� ujar Debra bertanya-tanya. Debra memang tidak bisa berbuat banyak dan membendung dunia periklanan yang semakin banyak menggunakan tubuh perempuan guna menjual produk-produknya. Dalamkondisi seperti ini perempuan lagi-lagi terjepit ditengah-tengah gempuran produksi iklan. Dalam konteks itu, Debra hanya menginginkan adanya kajian yang lebih serius atas isu identitas yang mempromosikan perempuan dalam segala bentuk. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

