Quest : bagi yang merasa di(didik) India
boleh tanya sebenarnya toleransi-antar-agama disana
bagaimana seh ?
wasalam


--- 

----- Original Message ----- 
From: "st_ambc" 
> INDIA - IMAM DITUSUK HINGGA TEWAS, PARA PEMIMPIN GEREJA TUNTUT AKSI 
> SEGERA 
> 
> 
> 
> 
> KOCHI, India (UCAN) -- Pembunuhan seorang imam Katolik yang baru 
> pertama kali terjadi di Kerala, sebuah basis Kristen di India 
bagian 
> selatan, mengejutkan Gereja. 
> 
> 
> 
> 
> Tanggal 28 Agustus, jenazah Pastor Job Chittilapilly, 71, dengan 
empat 
> luka tusukan ditemukan di teras yang berdampingan dengan Gereja 
> Varaprasada Matha (yang berarti "Maria Penuh Rahmat"), gereja 
> parokinya di Keuskupan Irinjalakuda. 
> 
> 
> 
> 
> Konferensi Waligereja India terkejut atas pembunuhan imam itu. Pada 
> pernyataan 29 Agustus, Wakil Ketua Konferensi Waligereja India, 
Uskup 
> Agung Trichur Mgr Jacob Thoomkuzhy, mendesak pemerintah agar segera 
> bertindak untuk menangkap pribadi atau orang-orang yang bertanggung 
> jawab (atas pembunuhan itu). 
> 
> 
> 
> 
> Uskup Agung Thoomkuzhy dan Varkey Kardinal Vithayathil dari 
> Ernakulam-Angamaly memimpin ibadah pemakaman, 29 Agustus. 
Irinjalakuda 
> merupakan sebuah keuskupan dari Gereja Siro-Malabar (GSM), yang 
> dipimpin Kardinal Vithayathil. GSM merupakan salah satu dari dua 
ritus 
> Oriental yang bersama ritus Latin yang ada dalam Gereja Katolik di 
> India. Kardinal itu tinggal di Kochi, ibukota perdagangan Negara 
> Bagian Kerala, 2.595 kilometer selatan New Delhi. 
> 
> 
> 
> 
> Jurubicara GSM, Pastor Paul Thelakat, mengatakan, ia belum pernah 
> mendengar sebelumnya ada imam Katolik yang dibunuh di Kerala. 
> Pembunuhan Pastor Chittilappilly membuat Gereja Katolik merasa 
sangat 
> sedih, lanjutnya. 
> 
> 
> 
> 
> Ketika ditanya apakah dampak langsung insiden itu bagi Gereja di 
> Kerala, Pastor Thelakat mengatakan kepada UCA News 30 
Agustus, "Saat 
> ini, karena penyelidikan tengah berlangsung, kami tidak ingin 
> menerobos ke dampak kasus itu." 
> 
> 
> 
> 
> Hingga hari itu, polisi mengatakan, mereka belum mengidentifikasi 
para 
> pembunuh di paroki Pastor Chittilappilly, yang terletak 40 
kilometer 
> utara Kochi. 
> 
> 
> 
> 
> Uskup Irinjalakuda Mgr James Pazhayattil mengatakan kepada UCA News 
> pada hari yang sama bahwa imam yang dibunuh itu berkarya untuk kaum 
> miskin dan orang-orang yang membutuhkan, maka "pembunuhannya 
membuat 
> umat di keuskupan kami sangat berduka." 
> 
> 
> 
> 
> Menurut uskup, Pastor Chittilappilly adalah "seorang Samaria yang 
baik 
> yang tidak pernah punya musuh. Kami tidak tahu apa yang memotivasi 
> pembunuhannya. Kami ingin polisi menyelidikinya." 
> 
> 
> 
> 
> Wakil superintenden polisi, Thomas Jolly Cherian, mengatakan kepada 
> UCA News, koster paroki itu, Shibu Ambadan, mengatakan kepada 
mereka 
> bahwa ia tiba di gereja itu sekitar pukul 05.30 untuk mempersiapkan 
> Misa pukul 06.30, dan melihat imam itu sedang berdoa rosario di 
teras. 
> 
> 
> 
> 
> Menurut informasi polisi, Ambadan memberi salam kepada imam itu dan 
> mengambil kunci ke gereja. Ia juga menyalakan sistem pengeras suara 
> dan memutar beberapa rekaman lagu devosi, seperti biasa yang 
dilakukan 
> menjelang Misa harian. Karena imam itu tidak masuk ke gereja hingga 
> pukul 06.15, koster itu mengirim seorang umat paroki yang sedang 
> menantikan Misa untuk memanggil dia. Umat paroki itu menemukan imam 
> itu terbaring telungkup di teras. 
> 
> 
> 
> 
> Sebuah laporan postmortem mengonfirmasikan empat luka tusukan 
sebagai 
> penyebab kematiannya. 
> 
> 
> 
> 
> Menurut Cherian, pembunuhan itu tidak kaitannya dengan perampokan. 
> Sebuah rantai emas yang dikenakan imam itu tidak disentuh, 
jelasnya. 
> "Pembunuh melakukannya dengan sangat baik dalam hitungan menit. 
Kami 
> sedang menyelidikinya dari segala sudut pandang," katanya. 
> 
> 
> 
> 
> T.K. Paul, seorang umat paroki yang menghadiri Misa, mengatakan 
kepada 
> UCA News 30 Agustus, ia tidak percaya imam itu tewas. "Saya tidak 
tahu 
> mengapa ia dibunuh. Ia adalah seorang manusia yang sangat baik," 
> katanya. 
> 
> 
> 
> 
> Menurut Paul, Pastor Chittilapilly sering mengunjungi rumah-rumah 
> orang miskin dan berdoa bagi mereka, tanpa mempedulikan kasta dan 
> agama. Kunjungan ke keluarga-keluarga miskin yang beragama Hindu 
> diduga menyebabkan sekelompok tokoh Hindu memperingatkan dia agar 
> tidak mengunjungi mereka. 
> 
> 
> 
> 
> Seorang pejabat keuskupan, yang tidak mau disebutkan namanya, 
> mengatakan kepada UCA News 30 Agustus, masyarakat memperingatkan 
imam 
> yang dibunuh itu tentang "konsekuensi yang mengerikan" jika ia 
tetap 
> mengunjungi keluarga-keluarga Hindu yang miskin. "Ancaman-ancaman 
itu 
> tidak bisa menghentikan Pastor Chittilapilly, tapi kami benar-benar 
> tidak tahu apakah ancaman-ancaman ini berkaitan dengan pembunuhan 
> itu," lanjutnya. 
> 
> 
> 
> 
> Pejabat itu juga mengatakan, keuskupan tidak percaya apa yang 
> dikatakan Ambadan kepada polisi. Koster itu mengeluh soal imam itu 
> kepada para pejabat keuskupan. 
> 
> 
> 
> 
> Pastor Chittilapilly ditahbiskan sebagai imam tahun 1959. Ia 
menjadi 
> kepala Paroki Varaprasada Matha tujuh bulan lalu. 
> 
> 
> 
> 
> -END-
--- End forwarded message ---




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke