>
> Pada monopoli/duopoli, supply bisa diatur oleh perusahaan
penyedia air atau listrik."
Mbak cuma cerita supply nya, tapi bagaimana dengan demand nya dan
saya tidak membicarakan monopoly atau duopoly. Yang saya tekankan
adalah open market and sound environment for investment.
Walaupun mereka bisa mengatur supply tetapi kalau demand berkurang,
supply akan jatuh dan harga ikut berjatuhan.
"Mereka bisa menaikan harga sebisa mereka. Di Filipina, rakyat
harus membayar 156% lebih mahal untuk air. Sementara di Indonesia,
setelah PAM dibeli oleh Lyonnaise dan Thames, tarifnya terus meroket.
Ini adalah fakta yang tidak terbantah."
Setiap perusahaan disuatu tempat atau negara itu masalahnya berbeda
beda. Satu perusahaan dengan yang lainnya tidak bisa disamakan.
Banyak faktor yang menentukan berhasilnya suatu perusahaan itu. Salah
satunya adalah management, di Filipina management kan lain dengan
yang diindonesia. Saya ini bicara cuma satu faktor.
Ilmu ekonomi yang paling tertua adalah supply and demand. Ini akan
mempengaruhi setiap element berusaha, termasuk tarif harga. Mengapa
Lyonnaise bisa menaikkan harga begitu tingginya, karena mereka tahu
demandnya masih ada untuk harga yang tinggi.
Jadi apa yang salah? Pemerintah. Pusat harus siap untuk membuka
pasaran dengan menarik investors untuk berusaha disektor ini. Kalau
tidak bisa ya siapa yang bodoh?
Kalau Lyonnaise tidak membeli PAM itu, rakyat malah akan jadi lebih
sengsara, karena pemerintah harus membayar ongkos rugi PAM itu
sendiri, dan uang itu dari rakyat juga, dan belum berarti bahwa
kualitas nya bisa membaik. Ini pun berarti tidak setiap rakyat kecil
bisa mampu membeli air PAM itu.
>
> Atau mungkin anda berpikir bahwa untuk air dan listrik akan ada 4
atau lebih perusahaan yang bersaing? Anda berpikir 4 jalur pipa air
atau lebih berseliweran di negara kita? Atau 4 tiang listrik atau
lebih menghiasi kota2 kita? Kemudian akan ada lebih banyak penggalian
untuk pipa air atau kabel listrik?"
Kalau Indonesia mempunya 4 perusahaan listrik, itu bukan berarti
harus mempunyai 4 tiang listrik. DiAmerika, banyak perusahaan kecilk
yang berpartisipasi di bidang listrik, tetapi tiang listrik masih
tetap satu. Technology adalah jawabannya. Ini semua jawabannya sama
diseluruh sektor bidang usaha.
>
> Swasta pasti akan berusaha untung. Keuntungannya diambil dari
pemerasan thd rakyat.
Mengapa mbak kok udah mengambil kesimpulan bahwa swasta bisa untung
hanya dengan pemerasan terhadap rakyat.
Swata atau BUMN, konsumennya sama, yaitu rakyat jelata. Mengapa BUMN
bisa untung tanpa pemerasan rakyat, tapi swasta untung dengan cara
pemerasan, padahal konsumen nya sama. Usahanya sama dan segalanya
sama, kecuali yang punya dan management nya yang berbeda.
> Pekerja BUMN telah digaji. Khusus untuk sektor yang meliputi hajat
hidup orang banyak, sudah selayaknya pemerintah memberi subsidi jika
kurang. Bukankah rakyat sudah bayar pajak untuk itu?"
Mengapa pemerintah harus ikut campur diperusahaan perusahaan.
Indonesia sekarang adalah negara demokrasi dan berarti bukan saja
bebas bicara tapi juga bebas berusaha. Kalau pemerintah ikut campur,
itu kan sama saja dengan jamannya pak soeharto.
Pemerintah itu tugasnya mengawasi, bukannya mencampuri urusan orang
lain. Kalau menurut mbak, pemerintah harus memberi subsidi, kalu
uangnya kurang, kalau begitu siapakah yang harus mendapat subsidi
itu. Apakah cuma listrik dan PAM, bagaimana dengan sektor yang
llainnya. Janganlah memakai kata kata "seluruh hajat rakyat"
menjadikan alasan alasan untuk mendapat bantuan dari pemerintah,
karena semua sektor yang mempengaruhi kehidupan seseorang disatu
negara, itu termasuk dalam kata kata "seluruh hajat rakyat", tidak
aada bedanya.
>
> Perusahaan asing jika mau investasi bikin pabrik mobil, kapal,
komputer silahkan. Tapi jika mereka ingin masuk ke bidang yang
meliputi hajat hidup orang banyak seperti air dan listrik, lihat
dulu. Apakah justru merugikan kita.
Mbak sudah membuat asumsi lagi bahwa pabrik mobil, kapal, komputer
itu tidak meliputi hajat hidup orang banyak. Mbak harus beli komputer
untuk berdiskusi dengan saya. dan perusahaan komputer akan menjadi
untung karena uang dari mbak. Keuntungan ini harus dibayar pajak dan
uangnya bisa dipakai oleh rakyat.
Kesimpulan saya ini, semua faktor didalam kehidupan kita ini sangat
penting untuk rakyat. Air, listrik, mobil, kapal, komputer, tidak ada
bedanya.
>
> Kasus listrik swasta Paiton yang lebih mahal sehingga merugikan
PLN, atau kasus privatisasi PAM yang bikin harga malah meroket
terbukti merugikan rakyat.
Mbak harus pelajari dulu kenapa Paiton ini bisa mahal sekali. Sekali
lagi saya ingatkan bahwa semua dagang mulainya di bargaining table.
Hasil bargaining table ini dari pemrintah pusat dan investors yang
akan menentukan tarif juga.
>
> Dgn makin mahalnya tarif listrik dan air di Indonesia, maka
industri kita justru terancam colapse, serta investor asing di bidang
lainnya justru enggan untuk masuk ke Indonesia.
Sudah tentu benar. Sebelum industri colapse, sebelum investor asing
lari, kita harus jaga tarif yang memadai dengan mengatur supply dan
demand, dengan open market, privitasisasi, control and safe
environment.
> AS makmur (meski kesenjangan) karena mereka mengelola bukan hanya
kekayaan alam mereka sendiri, tapi juga mengeksploitasi kekayaan alam
negara2 lain. Contohnya mereka mengeksploitasi minyak, gas, emas,
tembaga di Indonesia, Iraq, Afghanistan, Nigeria, dll.
>
> Jadi kalau ingin makmur seperti AS, kita harus belajar mengelola
sendiri kekayaan alam kita. Bukan justru menyerahkan pengelolaannya
ke asing...:)
Apakah kita sudah bisa menjadi pengelolah. Uang dari mana? technology
dari mana? Pengalaman? keahlian?
Kita jangan terburu buru mau jadi seperti Amerika, step by step.
Privitasisasi bukan berarti menjual negara. Saya rasa masih banyak
orang Indonesia yang belum mengerti apakah arti Privatisation dalam
arti yang sedalam dalamnya.
>
> Memang berapa banyak sih rakyat Indonesia yang punya uang dan mau
berspekulasi saham? (pernah nonton film Wallstreet?). Tidak ada 1%.
Maaf mbak ya, rupanya anda tidak mengecek dulu berapa banyak orang
Amerika yang berpartisipasi didalam saham, secara langsung atau
tidak. Saya rasa dengan kekayaan orang indonesia didalam 20 tahun
kemudianpun tidak akan bisa menyaingi besarnya uang orang Amerika
yang berpartisipasi disaham perusahaan.
>
> Saya sudah cek BUMN yang sudah go public (seperti Indosat dan
Telkom), ternyata sebagian besar sahamnya dimiliki oleh perusahaan
asing besar. Bukan "rakyat Indonesia."
Kalu mau Indosat dan Telkom milik orang indonesia, harusnya jangan
dijual dari mulanya.
Saya beri contoh untuk mbak ngecek ya, kasus ATT membeli salah satu
asset dari Telkom, mungkin mbak bisa lebih mengerti bahwa kalu
perusahaan ini tidak dibeli oleh orang asing, saya berani bilang,
mbak gak bisa berdiskusi dengan saya sekarang ini.
>
> Dengan teknik guyuran (rekayasa menurunkan harga) dan gorengan
(rekayasa menaikan harga) oleh spekulan saham besar, spekulan saham
kecil akan tersingkir...:)
Ini tidak benar dan untuk saya menjelaskannya mungkin bisa dilain
topik.
>
> Dan keuntungan BUMN itu, mis: Keuntungan Telkom yang sekitar Rp 7
trilyun per tahun, lari ke pemodal asing tsb. Bukan ke APBN yang bisa
digunakan untuk memakmurkan rakyat.
Yang punya kan orang asing, kalu untung ya harus balik ke orang asing
itu donk, kan yang punya. Kalu mbak punya saham di telkom terus
untungnya dikasih kerakyat, apa mbak seneng begitu.
Tetapi orang asing pun harus bayar pajak kan?
Salam
Andy Gouw BA, CTA.
www.Traderpick.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi.4t.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/