Tepat, pak. Demokrasi mungkin tetap tidak ideal dan tak mampu 
menjamin keadilan sosial, tetapi yang paling viable. Apalagi bagi 
negara multiubudaya dan multietnis. No other way.

Kalau kita belum faham menjalankan demokrasi selama ini, karena kita 
adalah bangsa muda, jangan kita remukkan systemnya. Tak satupun 
negara agama yang ada mampu memberikan kemultidimensionalan kehidupan 
modern. Kita lihat masyarakat Afganistan dibawah Taliban.

Salam

RM D Hadinoto



--- In [EMAIL PROTECTED], "Khairur Razi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sekedar ikut meramaikan wacana yg lagi didiskusikan dari posting 
bung Himawan seputar negara sekuler dan non-sekuler saya postingkan 
tulisan andi malarangeng di jawa pos hari ini.
> 
> bagaimanapun, terlepas dari kurang-lebihnya, demokrasi adalah 
sistem paling terbuka, kompetitif dan kondusif untuk sebuah good 
governance. tinggal kita2nya yg menentukan dan memilih mau kemanakan 
sistem ini.
> 
> razi
> 
> Selasa, 14 Sept 2004,
> Negara yang Tak Pernah Tidur
> 
> 
> Oleh Andi A. Mallarangeng *
> Salah satu keunggulan demokrasi dibandingkan dengan sistem politik 
lain adalah munculnya kompetisi politik dalam pemilihan kepemimpinan. 
Kompetisi politik tersebut membuka kesempatan bagi rakyat untuk 
mempunyai pilihan yang lebih luas dalam menentukan pemimpinnya. 
Bandingkan dengan sistem politik otoriter ataupun feodal, yang rakyat 
tidak mempunyai pilihan dan kepemimpinan ditentukan sekelompok kecil 
elite atau keluarga tertentu. 
> 
> Lebih penting lagi, kompetisi politik, seperti juga kompetisi dalam 
bidang apa pun, mendorong calon-calon pemimpin untuk merumuskan 
komitmen, konsep, dan program pemerintahan yang lebih baik daripada 
calon lain. Bahkan, kompetisi politik itu tidak jarang melahirkan ide-
ide segar dalam pemerintahan yang tidak hanya mengubah wajah 
pemerintahan, tetapi juga melahirkan lompatan kesejahteraan rakyat, 
reformasi pelayanan masyarakat, ataupun penyelesaian masalah 
masyarakat secara mendasar. 
> 
> Kompetisi politik di Amerika Serikat, misalnya, menciptakan sejarah 
yang mencatat lahirnya pemimpin seperti Presiden Roosevelt dengan 
program The New Deal yang mengubah peran negara dalam krisis ekonomi 
di Amerika Serikat. Presiden Reagan dengan Reaganomics yang 
mempertegas konsep small government. Bahkan, Presiden Clinton dengan 
Town Hall Meeting yang mengubah proses komunikasi antara pemimpin dan 
rakyatnya.
> 
> Pemilihan presiden secara langsung oleh rakyat di negeri kita mau 
tidak mau juga mendorong kompetisi politik yang ketat. Selama 
kompetisi politik itu bisa terhindar dari kekerasan dan kecurangan 
serta dilakukan dalam semangat yang jujur dan adil, arena kompetisi 
akan berujung pada kompetisi komitmen, konsep, dan program masing-
masing calon presiden untuk dijual kepada rakyat pemilih. Walaupun, 
faktor-faktor lain seperti style, personality, dan uang juga 
berpengaruh. Tetapi, ide-ide segar yang dilontarkan oleh calon-calon 
pemimpin tidak jarang menciptakan momentum yang penting untuk 
mendapatkan dukungan rakyat.
> 
> The state that never sleep, yang dilontarkan baru-baru ini oleh 
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), merupakan konsep atau bisa juga 
sebagai komitmen segar yang muncul karena ada kompetisi politik yang 
ketat sekarang ini. Konsep tersebut mempertegas kembali peranan 
negara dan pemerintah dalam melindungi dan melayani warga negaranya 
sepanjang waktu. 
> 
> Konsep itu menyadarkan kita kembali tentang alasan utama negara dan 
pemerintahan dilahirkan sejak awal: yakni untuk melindungi, melayani, 
menjamin keadilan dan ketertiban. Dengan demikian, setiap warga 
negara bisa dengan bebas dan aman mengupayakan kesejahteraan dan 
kebahagiaannya.
> 
> Negara yang hadir sepanjang waktu untuk melindungi dan melayani 
warga negara merupakan konsep yang segar. Sebab, selama ini, konsep 
semacam itu seakan-akan sebuah konsep asing yang tidak berbasis pada 
kenyataan atau bahkan dalam sejarah. Pemerintahan Orde Lama belum 
sempat hadir secara meluas karena merupakan awal pelembagaan 
pemerintahan yang juga diwarnai dengan berbagai pemberontakan. 
> 
> Pemerintahan Orde Baru hadir bukan untuk melayani, tetapi untuk 
dilayani dan memberikan perlindungan hanya kepada yang berkuasa 
> 
> 
> Khairurrazi
> Aligarh Muslim University
> Uttar Pradesh, India
> 
> -- 
> India.com free e-mail - www.india.com. 
> Check out our value-added Premium features, such as an extra 20MB 
for mail storage, POP3, e-mail forwarding, and ads-free mailboxes!
> 
> Powered by Outblaze



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke