--- In ITB:
Syukurlah, REKOR "MURI" bukan sekadar oli Top-1-dipakai-selebritis
yang kental banget bau iklannya.
Silakan baca. Apa kabar wayang ITB ? salam
KI MANTEB PECAHKAN REKOR MENDALANG DI SEMARANG, ANNO 2004
--- <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Monggo punika artikel radi lengkap babagan ki Manteb ingkang sampun
mecahaken rekor MURI :
Dari Suara Merdeka
Senin, 06 September 2004 NASIONAL
Ki Manteb Pecahkan Rekor Mendalang 24 Jam Tanpa Henti
Shalat dan Ganti Baju di Depan Kelir
REKOR MURI: Dalang "setan" Ki Manteb Sudarsono membawakan epos
Baratayudha di halaman RRI Semarang, Minggu (5/9). Pentas selama 24
jam itu masuk rekor Muri sebagai pergelaran wayang kulit terlama.
(79) - SM/Irawan Aryanto
SELAMA sehari dua malam, Sabtu-Minggu (4-5/9), halaman RRI Semarang
seperti menjelma menjadi medan Kurusetra. Penuh kelebatan bayangan
wayang-wayang yang sedang berperang, memperebutkan tahta Astinapura.
Penyebabnya? Dalang ''setan'' Ki Manteb Sudarsono memeragakan
kepiawaian olah sabet dan antawacana lewat lakon ''Baratayudha Jaya
Binangun''. Pagelaran bertajuk Wayang Kulit Spektakuler tersebut,
digelar dalam rangkaian peringatan Hari Radio Ke-59.
Bayangkan, tidak cuma sedalu natas (semalam suntuk), tetapi sehari
dua malam! Karena itu, begitu dalang asal Karangpandan Kabupaten
Karanganyar itu memungkasi pertunjukannya pada pukul 21.43 WIB,
kemarin, Muri memberikan penghargaan sebagai pemegang rekor ke-1.249.
Yaitu, pertunjukan wayang terlama dan berlangsung nonsetop 24 jam.
Pada saat yang sama, RRI Semarang juga memperoleh rekor sebagai
stasiun radio pertama di Indonesia yang menyiarkan wayang kulit
selama 24 jam 28 menit. Rencananya, Muri juga akan memberikan
penghargaan serupa kepada Sanggar Bima, sebagai pengiring pertunjukan
wayang terlama.
''Mestinya rekor Pak Manteb ini merupakan rekor dunia juga. Karena
itu, Muri akan mendorong Guinness Book of World Record mencatat
pertunjukan ini,'' ujar Manajer Muri Paulus Pangka, semalam.
''Hebatnya, Pak Manteb mendalang selama 24 jam 28 menit, tanpa jeda
semenit pun. Padahal, Muri memberikan kesempatan untuk istirahat
selama 1 jam 5 menit,'' ujarnya.
Sepanjang pertunjukan, Ki Manteb memang tidak mengambil jeda
istirahat. Dia bahkan tidak beranjak dari tempat duduknya sama
sekali. Shalat dan ganti baju dilakukan di depan kelir. Dia juga
tidak makan dan buang air.
''Bapak memang ndak bergeser dari tempat duduk. Juga ndak makan.
Paling-paling, makan telur rebus sama kue, serta minum teh dan kopi.
Yang tidak berhenti adalah kepul asap rokok kretek kegemaran Bapak,''
ujar Hj Sri Suwarni, istri Ki Manteb.
Sabet dan Antawacana Prima
Setelah mendalang 24 jam lebih, tidak tampak kelelahan pada Ki
Manteb. Yang ada adalah gurat kepuasan di wajahnya, karena telah
memberikan sajian yang terbaik buat para pencinta wayang, yang ada di
Semarang dan sekitarnya.
Hasil pemeriksaan tim kesehatan dari PMI Cabang Kota Semarang,
kesehatan Ki Mantep cukup prima.
''Benar-benar luar biasa. Tensinya bagus, nadinya normal.
Konsentrasinya masih terjaga dengan baik. Kesemutan saja tidak.
Ibaratnya, kalau main 36 jam lagi saja masih kuat,'' ujar dr Iwan
Setiawan yang memimpin pemeriksaan kesehatan Ki Manteb.
Benar juga, hingga pertunjukan paripurna semalam, sabet dan
antawacana Ki Manteb Sudarsono nyaris tak berubah dari saat memulai,
Sabtu (4/9). Sabetannya masih gesit, setara dengan gelar dalang setan
yang melekat pada dirinya. Sementara suaranya masih nyaring dengan
artikulasi yang terjaga.
''Saking radio, wit wau ndalu kepireng gemlonggong, Mas. Terus kula
mriki. Dugi ngriki, nggih taksih sami. Ngantos sak menika. (Dari
siaran radio terdengar amat jelas. Terus saya ke sini. Sesampai di
sini, masih jelas juga. Sampai sekarang),'' ujar Darno yang datang
dari Mranggen, Demak.
Pada awalnya dia sempat khawatir, Ki Manteb akan memainkan dengan
menghemat tenaga. Ternyata, saat Darno datang Minggu siang sampai
malam harinya, pertunjukan dilakukan dengan sepenuh tenaga. Mulai
lakon ''Kresna Gugah'' hingga ''Duryudana Gugur'' bisa
dipresentasikan oleh Ki Manteb nyaris sempurna. Hingga penonton yang
memadati halaman RRI Semarang merasa terpuaskan oleh pertunjukan
semalam. Dari pemantauan Suara Merdeka, beberapa di antara mereka
belum berpindah dari tempat duduknya, sejak pementasan wayang kulit
dimulai hingga paripurna.(Achiar M Permana-69t)
Dari harian sore WAWASAN :
Dalang ��Setan�� Ki Manteb Pecahkan Rekor Mendalang Sedunia
SEMARANG �V Nama dalang ��Setan�� Ki Manteb Sudharsono bukan nama
kosong. Kendati sudah berumur 56 tahun pada 31 Agustus 2004, ternyata
ia masih mampu memecahkan rekor mendalang terlama sedunia, yakni
tidak beranjak dari panggung selama 24 jam 28 menit! Rekor yang
dipecahkan adalah milik dalang muda Ki Warseno Slank yang dibuatnya
pada Juli lalu selama 24 jam di Lapangan Simpang Lima Semarang secara
marathon.
Bedanya, Ki Warseno kala itu memanfaatkan waktu istirahat 30 menit,
sementara Ki Manteb sama sekali tidak beristirahat. Ia memulai
mendalang dengan lakon ��Perang Baratayudha�� di halaman Kantor RRI
Semarang sejak Sabtu (4/9) pukul 21.15 WIB dan selesai pada Minggu
(5/9) pukul 21.42 WIB.
Dari pengamatan SH, sejak ia mulai mendalang hingga akhir acara, baik
kondisi stamina maupun suaranya tidak berubah. Seluruh anak, cucu,
istri, besan, dan kerabatnya ikut mendukungnya dengan cara menunggui
pentasnya. Tidak ketinggalan para seniman Semarang dan dalang muda
terkenal seperti Ki Enthus Susmono dari Tegal juga menonton.
Bukan itu saja, di antara sekitar 1.000 penonton lebih yang datang
secara bergantian, ada tiga warga asing seperti John Gilbert dan Luce
dari Kanada, serta Carolla dari Argentina yang menonton hingga usai.
��Saya sangat berterima kasih kepada para penonton pecinta wayang
kulit. Tanpa Anda, saya ini tidak ada apa-apanya. Tanpa Anda semua,
saya tidak bisa mendalang dengan baik,�� kata Ki Manteb seusai acara.
Kemasan pementasan Perang Baratayudha yang memiliki tujuh episode
yang biasanya dimainkan tujuh malam berturut-turut, oleh Ki Manteb
bisa digubah menjadi lakon padat selama 24 jam. Bila rata-rata
pementasan satu episode (semalam suntuk) biasanya berdurasi 8-9 jam,
itu artinya dalang asal Doplang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
ini mampu memadatkan sekitar 60 persen dari total pertunjukan.
Justru karena kepadatan durasi itu, tontonan menjadi lebih pas untuk
masyarakat sekarang. Lakon mulai dengan Kresna Dhuta hingga Duryudana
Gugur, benar-benar dibawakan dengan mulus tanpa cela. Ki Manteb dan
krunya benar-benar mempersiapkan untuk ��Perang Bharatayudha�� itu.
Saat Dursasana gugur misalnya, proses kematian pangeran dari Astina
ini cukup mengerikan ketika Werkudara dari Pandawa mematahkan dan
mencabut lengan dan kaki lawannya satu per satu. Akhirnya Dursasana
mati tanpa tangan dan kaki. Kaki dan tangannya dilemparkan ke arah
penonton oleh Ki Manteb! Tepuk tangan pun membahana di sana.
Sah-sah saja jika Ki Manteb disebut dalang hebat karena dia pula yang
menjadi duta Indonesia untuk mempertunjukkan kehebatan wayang yang
dinyatakan sebagai pemenang utama penghargaan dari Unesco dan dinilai
warisan budaya dunia dari Unesco. Wayang kulit menyisihkan 128 negara
yang dinilai Unesco.
Dan Ki Manteb akhirnya harus manggung secara marathon di beberapa
negara Eropa selama tiga minggu mulai dari Prancis, Belgia, Hongaria,
dan Austria pada April hingga Mei 2004. Setidaknya kehebatan wayang
kulit itu membuat iri Cina dan Jepang yang tersisih karena mereka
memiliki produk budaya yang bagus.
Saat pentas di Wiena, Brussel, Budapest, dan Strassbourg, Prancis, ia
sempat tertolong oleh Jeff Cottaz, salah satu muridnya asal Prancis
yang pernah belajar di Karanganyar selama dua tahun. Beberapa kalimat
pendek berbahasa Prancis yang diselipkan dalam dialog wayangnya,
menjadi jembatan komunikasi yang tepat dengan penonton di sana.
Bahkan Ki Manteb kala itu berani bertanya langsung kepada penonton di
tengah-tengah pentas, ��Est-Ce que vour ai, ey le spectacle? (Apakah
Anda suka melihat pertunjukan saya?�� Jawaban langsung terdengar
serempak, ��Oi.. Oi..! (Ya�K Ya..!) sembari bertepuk tangan.
Rekor Ke-1.249
Manajer Museum Rekor Indonesia (Muri) Semarang, Paulus Pangka,
mengaku telah mengerahkan delapan personel untuk mengamati
pertunjukan Ki Manteb. ��Kami sudah bergantian tiga shift, dan Ki
Manteb beserta karawitannya tetap tampil prima mulai awal hingga
akhir. Oleh karena itu kami memberikan penghargaan kepada Ki Manteb
sebagai pemecah rekor mendalang terlama di dunia! Sebab wayang paling
sering dipentaskan di Indonesia. Jika di Indonesia sudah nomor satu,
pasti juga di dunia,�� tuturnya yang disambut tepuk tangan penonton
yang tidak mau beranjak dari tempat pertunjukan kendati sudah usai.
Rekor itu dicatat Muri pada nomor 1249.
Penghargaan itu juga diberikan kepada kru karawitan Ki Manteb dari
Sanggar Bima yang telah mengiringi pentas selama 24 jam 28 menit.
Penghargaan yang sama juga diberikan kepada RRI Semarang yang
menyiarkan langsung pertunjukan itu selama 24 jam 28 menit.
Ki Manteb sendiri kondisinya tetap sehat. Dokter Iwan Setiawan dari
PMI Kota Semarang yang mencek kondisi kesehatan Ki Manteb mengaku
takjub dengan stamina dalang tua itu. Tekanan darahnya sejak sebelum
pertunjukan hingga usai tetap normal.
��Saya hingga saat ini belum kencing lho. Bahkan saya sanggup tidak
kencing lima hari lima malam asalkan ada yang menonton. Jika tidak
ada penonton, wah, dalangnya pasti modar..!�� ucap Ki Manteb sambil
tertawa ceria.
Ia mengaku memiliki ilmu yang bisa memindah air seninya ke penonton.
Dengan cara itu maka ia telah ��menitipkan�� air seninya itu ketika
penonton yang dibidiknya buang air kecil. Percaya atau tidak, silakan
membuktikan. Yang pasti hingga penyerahan penghargaan pukul 22.30 WIB
usai, Ki Manteb masih berada di panggung. (SH/herdjoko/yudi
widjanarko)
--- End forwarded message ---
--- End forwarded message ---
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/