Assalamu �alaikum wa rohmatullahi wa barokatuhu,

Berikut ini tulisan saya tentang Bukti Tuhan itu Ada. Semoga bermanfaat dan bisa 
menambah keimanan kita semua.

Wassalam

Agus Nizami

 

Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama. Jika seseorang sudah tidak 
percaya bahwa Tuhan itu ada, maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan yang nyata.

 

Benarkah Tuhan itu ada? Kita tidak pernah melihat Tuhan. Kita juga tidak pernah 
bercakap-cakap dengan Tuhan. Karena itu, tidak heran jika orang-orang atheist 
menganggap Tuhan itu tidak ada. Cuma khayalan orang belaka.

 

Ada kisah zaman dulu tentang orang atheist yang tidak percaya dengan Tuhan. Dia 
mengajak berdebat seorang alim mengenai ada atau tidak adanya Tuhan. Di antara 
pertanyaannya adalah: �Benarkah Tuhan itu ada� dan �Jika ada, di manakah Tuhan itu?� 

 

Ketika orang atheist itu menunggu bersama para penduduk di kampung tersebut, orang 
alim itu belum juga datang. Ketika orang atheist dan para penduduk berpikir bahwa 
orang alim itu tidak akan datang, barulah muncul orang alim tersebut.

 

�Maaf jika kalian menunggu lama. Karena hujan turun deras, maka sungai menjadi banjir, 
sehingga jembatannya hanyut dan saya tak bisa menyeberang. Alhamdulillah tiba-tiba ada 
sebatang pohon yang tumbang. Kemudian, pohon tersebut terpotong-potong ranting dan 
dahannya dengan sendirinya, sehingga jadi satu batang yang lurus, hingga akhirnya 
menjadi perahu. Setelah itu, baru saya bisa menyeberangi sungai dengan perahu 
tersebut.� Begitu orang alim itu berkata.

 

Si Atheist dan juga para penduduk kampung tertawa terbahak-bahak. Dia berkata kepada 
orang banyak, �Orang alim ini sudah gila rupanya. Masak pohon bisa jadi perahu dengan 
sendirinya. Mana bisa perahu jadi dengan sendirinya tanpa ada yang membuatnya!� Orang 
banyak pun tertawa riuh.

 

Setelah tawa agak reda, orang alim pun berkata, �Jika kalian percaya bahwa perahu tak 
mungkin ada tanpa ada pembuatnya, kenapa kalian percaya bahwa bumi, langit, dan 
seisinya bisa ada tanpa penciptanya? Mana yang lebih sulit, membuat perahu, atau 
menciptakan bumi, langit, dan seisinya ini?�

 

Mendengar perkataan orang alim tersebut, akhirnya mereka sadar bahwa mereka telah 
terjebak oleh pernyataan mereka sendiri. 

 

�Kalau begitu, jawab pertanyaanku yang kedua,� kata si Atheist. �Jika Tuhan itu ada, 
mengapa dia tidak kelihatan. Di mana Tuhan itu berada?� Orang atheist itu berpendapat, 
karena dia tidak pernah melihat Tuhan, maka Tuhan itu tidak ada.

 

Orang alim itu kemudian menampar pipi si atheist dengan keras, sehingga si atheist 
merasa kesakitan.

�Kenapa anda memukul saya? Sakit sekali.� Begitu si Atheist mengaduh.

 

Si Alim bertanya, �Ah mana ada sakit. Saya tidak melihat sakit. Di mana sakitnya?� 

 

�Ini sakitnya di sini,� si Atheist menunjuk-nunjuk pipinya.

 

�Tidak, saya tidak melihat sakit. Apakah para hadirin melihat sakitnya?� Si Alim 
bertanya ke orang banyak.

 

Orang banyak berkata, �Tidak!�

 

�Nah, meski kita tidak bisa melihat sakit, bukan berarti sakit itu tidak ada. Begitu 
juga Tuhan. Karena kita tidak bisa melihat Tuhan, bukan berarti Tuhan itu tidak ada. 
Tuhan ada. Meski kita tidak bisa melihatNya, tapi kita bisa merasakan ciptaannya.� 
Demikian si Alim berkata.

 

Sederhana memang pembuktian orang alim tersebut. Tapi pernyataan bahwa Tuhan itu tidak 
ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah 
pernyataan yang keliru. 

 

Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia, tapi pada 
kenyataannya benda itu ada? 

 

Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran, bahkan mungkin trilyunan cahaya 
yang tidak pernah dilihat manusia, tapi benda itu sebenarnya ada?

 

Berapa banyak zakat berukuran molekul, bahkan nukleus (rambut dibelah 1 juta), 
sehingga manusia tak bisa melihatnya, ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa 
melihatnya jika meletakan benda tersebut ke bawah mikroskop yang amat kuat).

 

Berapa banyak gelombang (entah radio, elektromagnetik. Listrik, dan lain-lain) yang 
tak bisa dilihat, tapi ternyata hal itu ada. 

 

Benda itu ada, tapi panca indera manusia lah yang terbatas, sehingga tidak mengetahui 
keberadaannya. 

 

Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi tertentu, 
demikian pula suara. Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak dapat 
dilihat, tapi dapat membutakan manusia. Demikian pula suara dengan frekuensi dan 
kekerasan tertentu selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan 
pendengaran manusia. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah 
mengalami kesulitan, apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha Pencipta!

 

Memang sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Tapi jika kita melihat pesawat terbang, 
mobil, TV, dan lain-lain, sangat tidak masuk akal jika kita berkata semua itu terjadi 
dengan sendirinya. Pasti ada pembuatnya.

 

Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja ada pembuatnya, apalagi dunia 
yang jauh lebih kompleks. 

 

Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia, keliling lingkarannya 
sekitar 40 ribu kilometer panjangnya. Matahari, keliling lingkarannya sekitar 4,3 juta 
kilometer panjangnya. Matahari, dan 9 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata 
Surya, tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun 
cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar bintang 
lainnya. Galaksi Bima Sakti, hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang 
tergabung dalam 1 �Cluster�. Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 
Super Cluster. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk �Jagad Raya� 
(Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya! Harap diingat, angka 30 
Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini, karena jarak pandang teleskop 
tercanggih baru sampai 15 Milyar Tahun Cahaya.

 

Bayangkan, jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh 
cahaya hanya dalam 8 menit, maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh selama 30 
milyar tahun cahaya. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran 
ciptaan Tuhan, maka hendaknya kita lebih meyakini lagi kebesaran penciptanya.

 

 Dalam Al Qur�an, Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit, bintang, 
matahari, bulan, dan lain-lain:

 

�Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan 
juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.� [Al Furqoon:61]

 

Ada jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya, laut, dan udara. Mercusuar 
sebagai penunjuk arah di bangun, demikian pula lampu merah dan radar. Menara kontrol 
bandara mengatur lalu lintas laut dan udara. Sementara tiap kendaraan ada 
pengemudinya. Bahkan untuk pesawat terbang ada Pilot dan Co-pilot, sementara di kapal 
laut ada Kapten, juru mudi, dan lain-lain. Toh, ribuan kecelakaan selalu terjadi di 
darat, laut, dan udara. Meski ada yang mengatur, tetap terjadi kecelakaan lalu lintas.

 

Sebaliknya, bumi, matahari, bulan, bintang, dan lain-lain selalu beredar selama 
milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4,5 milyar tahun) tanpa ada 
tabrakan. Selama milyaran tahun, tidak pernah bumi menabrak bulan, atau bulan menabrak 
matahari. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan, polisi, atau pun pilot yang 
mengendarai. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur, tidak mungkin semua itu terjadi. 
Semua itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur. Allah yang telah menetapkan 
tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Jika kita 
sungguh-sungguh memikirkan hal ini, tentu kita yakin bahwa Tuhan itu ada.

 

�Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya 
manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui 
bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu 
melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang 
yang mengetahui.� [Yunus:5]

 

�Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului 
siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.� [Yaa Siin:40]

 

Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam, insya Allah akan yakin bahwa Tuhan itu 
ada:

 

 �Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, 
kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. 
Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan 
(makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan 
(mu) dengan Tuhanmu.� [Ar Ra�d:2]

 

 �(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam 
keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya 
berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci 
Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.� [Ali Imron:191]

 

Terhadap manusia-manusia yang sombong dan tidak mengakui adanya Tuhan, Allah 
menanyakan kepada mereka tentang makhluk ciptaannya. Manusiakah yang menciptakan, atau 
Tuhan yang Maha Pencipta:

 

�Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. Kamukah yang 
menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?� [Al Waaqi�ah:58-59]

 

�Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya 
ataukah Kami yang menumbuhkannya?�  [Al Waaqi�ah:63-64]

 

�Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?� [Al Waaqi�ah:72]

 

Di ayat lain, bahkan Allah menantang pihak lain untuk menciptakan lalat jika mereka 
mampu. Manusia mungkin bisa membuat robot dari bahan-bahan yang sudah diciptakan oleh 
Allah. Tapi untuk menciptakan seekor lalat dari tiada menjadi ada serta makhluk yang 
bisa bereproduksi (beranak-pinak), tak ada satu pun yang bisa menciptakannya kecuali 
Allah:

 

��Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan 
seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu 
merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. 
Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.� [Al Hajj:73]

 

Sesungguhnya, masih banyak ayat-ayat Al Qur�an lainnya yang menjelaskan bahwa 
sesungguhnya, Tuhan itu ada, dan Dia lah yang Maha Pencipta 

 

Wassalamu �alaikum wa rohmatullahi wa barokatuhu,

 





Visit my daughter's homepage at:
http://www.geocities.com/hana_hanifah7
                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke