TERAWANG AURALIK KEBATINAN TENTANG PEMILU

Oleh Tangkisan Letug

Ketika aku melihat foto-foto yang menunjukkan
sepak-terjang kedua pasangan kandidat presiden dan
wakil presiden, aku sedikit heran. Ada perubahan aura
di wajah-wajah mereka.

SBY-JK

Khusus untuk SBY, memang ketika ia masih awal-awal
menjadi menteri di kabinet Gus Dur, aura cahaya yang
menaungi dia sangatlah kuat. Aura itu aura positif.
Wajah yang tenang dan menunjukkan sedang berpikir,
tidak mudah terpancing berbagai pertanyaan dan
keadaan, dapat aku tangkap. Wajah yang dibawakan oleh
SBY memang wajah simpatik seorang lelaki, yang bisa
memikat banyak orang entah pria maupun wanita, tua
maupun muda.

Jusuf Kalla dinaungi aura ketika banyak terlibat dalam
rekonsiliasi di Maluku, dengan perdamaian di Malina.
Aku bisa melihat wajahnya yang bercahaya, seakan
didukung banyak wajah penuh harapan. Dan apa yang
telah dilakukan boleh dikatakan tidak mengecewakan.
Catatan atas prestasinya di Malina bisa dikenang,
meski Gus Dur selalu mengingat laporan di lacinya yang
menyebut korupsinya.

Yang mengherankan, aura positif yang dulu pernah aku
lihat itu kini memudar. SBY dalam foto-foto di surat
kabar ibukota sering tampak kuyu dan gelap, seakan
tidak pernah lagi bisa berpikir jernih. Aura ketakutan
dan kekhawatiran aku rasakan. Mungkin hal itu bisa
dipahami karena harapan begitu besar diletakkan
dipundaknya setelah memenangkan putaran pertama. Ini
menjadi beban psikologis yang tampak amat membebani
SBY. Akibatnya, konsistensi memegang dan menegaskan
identitas dirinya goyah. Kadang ia terlihat gampang
mengeluarkan janji-janji tanpa disertai bagaimana itu
akan dipenuhi dengan gerbong partainya yang kecil.
Kadang ia berkata A, kemudian karena mendapat
tantangan pihak yang tak setuju, lalu berubah jadi B.
Kesan plin-plan dia makin tampak. Sebetulnya, sejak
dia ikut ujian untuk mengikuti program doktoral di
sebuah perguruan tinggi di Jawa yang dimuat
besar-besar di berbagai koran nasional, aku sudah
melihat lunturnya aura positif yang ada pada dirinya.
Lalu, pertanyaan yang muncul tentang dia: Begitukah
caranya orang mau menjadi Presiden? Dengan memamerkan
bagaimana mengejar gelar, padahal kalau dilihat
tingkat kesibukan dia, hampir sulit dipercaya dia bisa
mengikuti segala program akademik untuk meraih gelar
doktor. Untung, berita besar-besar tentang ujian SBY
itu lalu tidak berbuntut kritik panjang.

Yang aku sayangkan, pasangan SBY-Kalla ini seperti ada
ikatan pengalaman yang serupa: sama-sama promoter
perdamaian Malino, sama-sama pernah menjabat menteri
kabinet, sama-sama tidak memenuhi janji untuk
menyelesaikan tugas sampai habis waktunya; dari
pengalaman yang mirip itu mungkin lalu terbentuk
kesepakatan mencalonkan diri mereka. 

Dari kacamata kebatinan, suatu awal yang diwarnai aura
negatif akan cenderung membawa banyak
ketidakberuntungan baik untuk yang bersangkutan maupun
untuk banyak orang. Dari kebijaksanaan sejarah, telah
diajarkan betapa pengkhianatan yang satu hanya akan
menghasilkan pengkhianatan berikutnya. Benarkah aura
negatif ini yang sekarang bertengger di paangan
SBY-Kalla? Semoga saja tidak.

Mega-Hasyim

Aku mengamati, kegalauan Mega pertamakali saat
menghadapi momen kritis pengangkatannya sebagai
Presiden menggantikan Abdurahman Wahid. Ada aura
ketidakpastian yang tersorot dari wajah dan bahasa
tubuh Megawati di Senayan waktu itu. Ada ketakutan
yang terpancar, mengingat masalah begitu besar di
hadapannya. 

Sementara, Hasyim Muzadi adalah sosok yang beraura
netral pada awalnya. Kadang tercermin di wajahnya aura
positif, kadang suram tidak begitu kentara negatif
atau positif. Aku mempunyai kesan, Hasyim Muzadi
masihlah sebagai sosok yang sedang mencari. Mungkin
karena posisinya sebagai Kyai.

Akhir-akhir ini, setelah putaran pertama, aura Mega
dan Hasyim seperti kuat sorotnya. Ini aura yang
menurut tangkapanku positif. Ada energi vitalitas yang
sedang dirasakan oleh Hasyim Muzadi. Sementara Mega
tampaknya semakin dewasa dalam menempatkan diri
sebagai seorang pemimpin. Mungkin ia telah bisa
belajar selama ini bagaimana harus ber-tindak dan
ber"gaul" dengan posisinya sebagai orang nomor satu. 

Ada tertangkap aura negatif juga di sekitar Mega dan
Hasyim, tetapi ada sedikit kesederhanaan yang mampu
menundukkan kekuatan aura negatif itu. Ada suasana
"kebangkitan" di wajah Mega dan Hasyim. Yang kumaksud
kebangkitan di sini adalah hawa segar untuk meraih
sesuatu yang hilang. 

Bagaimana aura publik?

Di sini berlaku prinsip "yang sama mengenal yang
sama". Maksudnya, aura publik yang negatif otomatis
akan gampang sekali bersatu dengan aura pemimpin yang
negatif. Sebaliknya, yang positif akan cenderung
mendapatkan penolakan dari yang negatif. Aura positif
yang ditangkap publik akan mendapatkan tanah subur di
ruang publik di mana aura positif (tidak dipenuhi
sakit hati, kebencian, dendam, emosional) mendominasi,
atau paling tidak aura negatif itu tipis kadarnya.

Menariknya, menurut kacamataku, yang menjadi faktor
penentu dalam pemilihan umum kali ini tampaknya adalah
aura publik. Sejauh mana aura publik yang diciptakan,
dipelihara, dikembangkan, diperkuat, akan sangat
penting bagi kedua pasangan. 

Setelah bom di Kuningan ini, seperti apakah aura
publik? Ada sedikit awan tipis membawa pesan: bisa
jadi aura negatif sedang diciptakan untuk siap
menangkap aura negatif yang dipancarkan para kandidat.
Namun, masih ada juga aku rasakan, angin kuat datang
dari utara, yang siap mengusir aura negatif putaran
kedua ini. Semoga saja, aura-aura positif mampu
menggerakkan kedua pasangan dan publik untuk memilih
dari keduanya sebagai "yang pantas".

17 September 2004


                
__________________________________
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!
http://promotions.yahoo.com/new_mail 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke