Suara Karya
21 Sept. 2004

Jika Mega Kalah, Golkar Pilih Oposisi


JAKARTA (Suara Karya): Jika pasangan Megawati-Hasyim Muzadi kalah dalam 
pemilu presiden (pilpres) putaran kedua, Partai Golkar akan memilih oposisi 
dan tidak akan bersedia masuk ke dalam kabinet meski ditawari oleh 
pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla.
"Kami akan memposisikan diri di DPR secara resmi. Kami akan berada di Dewan 
Perwakilan Rakyat, akan membangun suatu kekuatan penyeimbang kalau 
seandainya calon presiden kami tidak terpilih," kata Ketua Umum DPP Partai 
Golkar Akbar Tandjung usai mencoblos di TPS 001 di kawasan Widya Chandra, 
Kelurahan Senayan, Jakarta, kemarin.
Akbar yang juga ketua Dewan Koalisi Kebangsaan menjelaskan, para pimpinan 
parpol yang tergabung dalam Koalisi Kebangsaan telah sepakat membangun 
koalisi ini untuk jangka waktu yang panjang, setidak-tidaknya untuk lima 
tahun ke depan. Dia menegaskan, koalisi ini bukan koalisi jangka pendek 
untuk kepentingan sesaat.
"Kami para pimpinan partai politik telah sepakat dalam rangka memperkuat 
institusi, maka wakil-wakil kami yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat akan 
membuat suatu kekuatan membangun suatu sinergi dan sinergi itulah yang akan 
mereka gunakan dalam rangka melaksanakan fungsi-fungsi mereka di Dewan 
Perwakilan Rakyat, entah di pusat atau di daerah," ujar Akbar.
Sebaliknya, lanjut Akbar, jika pasangan Megawati-Hasyim Muzadi memenangkan 
pilpres putaran kedua ini, Koalisi Kebangsaan akan memberikan dukungan yang 
penuh kepada presiden-wapres terpilih sehingga bentuk pemerintahan akan 
stabil.
Capres Megawati sendiri mengaku bersikap tenang menunggu hasil penghitungan 
suara pilpres putaran kedua. Megawati tidak akan berkomentar seputar 
penghitungan suara sebelum diperoleh hasil akhir.
"Kalau saya tidak usah teganglah. Kita lihat hasil daripada belum apa-apa 
sudah bikin komentar. Tunggu dengan sabar, kita lihat quick count," ujar 
Megawati ketika memberikan pernyataan pers singkat di kediaman pribadinya, 
Jalan Kebagusan IV Nomor 45, Jakarta Selatan, Senin siang.
Pernyataan ini menjawab pertanyaan wartawan soal keyakinan Megawati untuk 
memenangkan pilpres putaran kedua. Berbeda dengan Megawati, capres SBY yakin 
akan dapat memenangkan pilpres.
Di awal jumpa persnya, Megawati menyampaikan terima kasih kepada 
partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Kebangsaan yang terus memberikan 
dukungan. "Pak Hartono malah ikut ke TPS, masyarakat juga ingin 
bersalam-salaman, tapi kami datang agak siang," ujar Megawati.
Selaku Presiden RI, Megawati mengingatkan masyarakat agar mewaspadai 
pelaksanaan pemilu hari ini agar tetap berjalan tertib, aman, dan damai. 
Megawati memperkirakan, karena kandidat presiden tinggal dua maka hasil bisa 
diketahui lebih cepat.
Sementara itu, pimpinan partai yang tergabung dalam Koalisi Kebangsaan akan 
berkumpul di kediaman pribadi capres Megawati, Jalan Kebagusan Jakarta, 
Senin siang. Selain Akbar Tandjung, hadir Ketua Umum DPP PPP Hamzah Haz, 
Ketua Umum DPP PBR Zainuddin MZ, Ketua Umum DPP PDS Ruyandi Hutasohit, Ketua 
Umum PKPB R Hartono, dan Ketua Umum PNI Marhaenisme (PNIM) Sukmawati 
Soekarnoputri.
Belum jelas apa agenda pertemuan para pimpinan partai ini. Informasi 
sementara yang diperoleh wartawan ada yang menyebutkan pimpinan Koalisi 
Kebangsaan akan mengikuti proses penghitungan suara bersama Megawati.
Di tempat terpisah, capres SBY berjanji jika dirinya terpilih akan 
mengumumkan susunan kabinet sebelum pelantikan presiden, terutama posisi 
Jaksa Agung, Menteri Keuangan, dan Menneg BUMN. Selain itu beberapa menteri 
di kabinet saat ini akan masuk dalam kabinetnya.
"Kalau menang, sebelum dilantik, saya akan sebutkan nominasi susunan kabinet 
agar diketahui orang," kata SBY di kediamannya, Puri Cikeas Indah, Gunung 
Putri, Bogor, Senin.
Menurut SBY, mulai hari ini dirinya sudah bisa mengetahui apakah akan 
memenangkan pilpres putaran kedua atau tidak. Oleh karena itu, setelah yakin 
menang, dia akan mengumumkan susunan kabinet.
Sebelum menentukan siapa-siapa saja yang duduk dalam kabinet, SBY akan 
melakukan pemeriksaan terakhir dengan berbagai pertimbangan, terutama 
loyalitas dan kemampuan seseorang.
Untuk tiga posisi yang dianggap penting, yakni Jaksa Agung, Menkeu dan 
Menneg BUMN, SBY akan mengumumkannya untuk diketahui masyarakat, sehingga 
dirinya bisa mengetahui bagaimana reaksi masyarakat apakah mereka bisa 
diterima masyarakat.
Di samping itu, ada beberapa menteri yang mempunyai peluang untuk kembali 
menduduki posisi menteri dalam kabinetnya. Kemungkinan dua hingga tiga orang 
menteri dalam kabinet saat ini akan diminta untuk masuk dalam kabinet 
SBY-Kalla.
"Tentu tidak mutlak bahwa pos-pos di kabinet saya akan diisi oleh mereka 
yang sekarang di kabinet. Mungkin akan saya pertimbangkan dua hingga tiga 
orang yang akan masuk kabinet saya," kata SBY. (M-1) 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke