Surat Kembang Kemuning:
DARI PRAMOEDYA SAMPAI KE JOHN KE LE CARRE [2- SELESAI] "Hari Sastra Indonesia" yang akan berlangsung pada 09 Oktober 2004 yang diselenggarakan oleh Lembaga Persahabatan Perancis Indonesia "Pasar Malam" digelarkan di bawah nama "l'�crivain Engag� et son �diteur, un m�tier de tous les dangers" [Sastrawan Berpihak dan Penerbitnya, Suatu Pekerjaan Yang Menantang Segala Bahaya"]. Hal ini dijelaskan dengan gamblang baik oleh John le Carr� maupun dan terlebih-lebih oleh sambutan Bertrand Pye, Pimpinan Redaksi Penerbit Acted Sud, Paris -- penerbit yang mengkhususkan diri dalam penerbitan karya-karya luarnegeri di Perancis. Selanjutnya Johanna Lederer dalam siarannya mengantar "Hari Sastra Indonesia" yang baru pertama kali diselenggarakan di Paris sebagai kota kebudayaan internasional, menulis: "Di bagian dunia manapun, sastrawan muncul karena adanya penerbit yang yang mengakui bakat mereka dan oleh karena itu mereka sanggup mengambil segala risiko finansil Sedangkan di Indonesia risiko ini menjadi lebih dari risiko finansil karena negeri ini baru saja kehilangan kemerdekaan, hak-hak sipil dan penghancuran harta benda". Memahami keadaan demikian maka Johanna Lederer sebagaimana halnya dengan Eric Hobsbawn, John le Carr� dan Bertrand Pye menghargai tinggi "Hari Sastra Indonesia" ini, lebih-lebih keberanian Joesoef Isak dari Hasta Mitra yang diundang dan datang atas beaya Kedubes Perancis di Jakarta, sebagai penerbit yang sanggup menanggung segala risiko ketika menerbitkan karya-karya Pulau Buru Pramoedya A.Toer di bawah represi Orde Baru Jendral Soeharto yang tidak berperikemanusiaan. Joesoef Isak sebagai penerbit bukan hanya memiliki keberanian tetapi yang lebih penting lagi dan selayaknya tidak dilupakan bahwa keberanian ini dibimbing oleh suatu wawasan, keberpihakan kepada kemanusiaan yang tegas. Keberpihakan tidak bergeming ini sudah diuji oleh penjara Orba Soeharto. Keberanian tanpa wawasan dan keteguhan berpihak tidak akan mempunyai arti banyak. Yang kita perlukan adalah keberanian dan kepandaian berjuang serta keberanian dan kepandaian untuk menang. Barangkali keberanian dan kepandaian berjuang dan menang ini patut kita perhatikan agar kita tidak menjadi "babi buta" atau kuda penarik pedati yang tertutup kedua matanya yang hanya menimbulkan korban tidak perlu. Dalam usaha sastra ini , Joesoef tidak menghiraukan keselamatan diri apalagi kepentingan dirinya demi sekedar hidup atau mencari kenyamanan individual. Untuk melukiskan arti penting keberanian dan kepandaian berjuang dan menang ini, maka pada "Hari Sastra Indonesia" 9 Oktober 2004,Pasar Malam menampilkan acara-acara sebagai berikut: Pada jam 14h00, acara akan dibuka oleh Madame Rudi Wester, Penasehat Urusan Kebudayaan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk Perancis dan Direktur l'Institut N�erlandais, Paris. Pembukaan resmi oleh pihak terkait Kedubes Kerajaan Belanda, selain memperlihatkan perhatian, penghargaan Kedubes Belanda akan arti penting kegiatan ini, ia juga menunjukkan arti politik diplomatik Hari Sastra Indonesia ini. Sudah selayaknya jika pihak KBRI tidak berdiri di luar, paling tidak ikut hadir dan aktif berpartisi, terutama Atase Kebudayaan. Setelah acara dibuka oleh pihak Kedubes Belanda, maka akan diputar sebuah filem yang melukiskan keadaan para sastrawan Indonesia buatan Tinu Yampolski dan diproduksi oleh Yayasan Lontar, Jakarta. Dalam filem ini ditampilkan sastrawan-sastrawan seperti Pramoedya A.Toer, Putu Oka Sukanta -- yang pernah meringkuk di penjara Orba !soharto serta kehidupan almarhum Agam Wispi, penyair yang meninggal di Belanda sebagai seorang eksil politik. Acara akan dilanjutkan dengan diskusi dimoderator oleh Indonesianis Perancis, Fran�ois Raillon, yang menulis tesis tentang "Mahasiswa Indonesia" pada periode Orba Soeharto. Menyusul diskusi ini maka Etienne Naveau akan berbicara tentang "Pembebasan Melalui Tulisan" dengan mengangkat ide-ide R.A. Kartini dan Pramoedya. Melalui tema ini agaknya Pasar Malam ingin menunjukkan peranan sastra bagi kemanusiaan, bahwa sastra berfungsi sebagai alat pembebasan anak manusia dari segala belenggu untuk memanusiawikan diri. Sastra bukanlah daerah steril, paling tidak demikianlah yang disiratkan oleh pilihan tema demikian. Sepakat tidaknya kita dengan siratan adalah suatu debat yang oleh Pasar Malam disediakan forumnya secara terbuka. Tema lain yang diperbincangkan adalah masalah "Sensor di masa kolonisasi Belanda dan di bawa rezim Soeharto" di mana penulis-penulis Indonesia seperti Franciska Fanggiaej dan Ibrahim akan berbicara di samping pengarang-pengarang Belanda Kees Snoek dan penulis Inggris John McGlyn turut memberikan pandangan-pandangan mereka. Franciska Fangidaej adalah seorang perempuan pertama Indonesia bersama empat orang lainnya yang telah menerboos blokade Belanda untuk melakukan misi diplomatik Repbulik di luar negeri. Sedangkan Ibrahim Isa adalah seorang diplomat Indonesia yang bertugas di Kairo, Mesir pada zaman pemerintahan Soekarno. Ibrahim Isa bertugas di Kairo mewakili Organisasi Indonesia Untuk Setiakawan Dengan Rakyat Asia-Afrika [OISRAA] dqan tokoh penting Indonesia dalam konfrensi negara-negara non blok di Habana, Kuba, yang menggegerkan rezim Orba Soeharto pada tahuntahun awal berdirinya Orba. Ia sampai sekarang tinggal di Negeri Belanda dan aktif menulis esai sebagai pengamat politik Indonesia. Kemudian debat akan dilanjutkan dengan tema "Jumpa Budaya" yang dimoderator oleh Luc Devoldere dengan pembicara-pembiara utama Thomas Beaufils, Reinier Salverda, Adriaan van Dis, Anne-Lucie Voorhoeve et Monique Zaini-Lajoubert. Untuk mengendorkan syaraf dari ketegangan debat maka Hari Sastra yang disertai dengan pameran buku sastra Indonesia, ditutup dengan tari-tari dan makanan Indonesia -- sebagai bagian dari kebudayaan seperti yang dikatakan oleh antropolog Perancis Christian Pelras. Dalam batas kemampuannya Koperasi Restoran Indonesia Paris turut memberikan uluran tangan. Paris, September 2004. -------------------- JJ.KUSNI Catatan: Untuk keterangan lebih lanjut bisa menghubungi: Association franco-indon�sienne Pasar Malam 14 rue du Cardinal Lemoine - 75005 Paris Telp.: 01 56 24 94 53 http://pasarmalam.free.fr [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

