Sesungguhnya naiknya uang pangkal Universitas Negeri
seperti UI, UGM, dan ITB jadi Rp 5 sampai 75 juta, tak
lepas dari ulah kaum Neoliberal yang memaksa Negara
untuk tidak membiayai pendidikan melalui proyek
privatisasi.

Kampus Negeri dipaksa mencari uang sendiri, sehingga
akhirnya mahasiswa yang miskin menjadi korban.

Firdaus Ibrahim <[EMAIL PROTECTED]> 
Subject: RE: [ekonomi-nasional] Kompas 20040922:
Memangkas Birokrasi demi 
Pertumbuhan Ekonomi (James D Wolfensohn)

Sebenarnya inilah bentuk neoliberalisme dimana
sasarannya adalah dismantling peranan negara dalam
bisnis. Negara harus dilucuti, serahkan semua kepada
swasta (privatisasi), tidak peduli apakah sektor yang
akan diprivatisasi tsb adalah sektor yang menyangkut
hajat hidup orang banyak, misalnya kesehatan,
pendidikan, utilities, dsb. Serahkan semuanya ke
"pasar," TINA (There is no
Alternative, kata Tatcher dan Reagan).

Pasar lah yang berdaulat, yang lain tidak ada
daulahnya sama sekali (Pasar dimaksud adalah
segelintir petualang di bursa saham yang mempunyai
dana
besar dimana mereka mempermainkan saham). Kedaulatan
rakyat tidak diperlukan karena dalam iklim
neoliberalisme seseoang harus bisa survival in the
fittest. Cacat lahir seperti kebutaan, bisu, tuli, dll
adalah salah sendiri, negara tidak perlu mensubsidi
orang-orang seperti itu. Barang publik seperti
air diubah jadi komoditi sehingga diharuskah
privatisasi pengelolaan sumber
daya air. Di Dhabol, India, petani harus bayar
sejumlah uang untuk menampung air hujan yang turun
dari langit yang akan mengairi sawah ladangnya karena
air bukan barang publik tapi izin/hak pengelolaannya
sudah dimiliki oleh Vivendi, Thames, Lyonaise, dll
perusahaan raksasa yang gemar sekali mengkampanyekan
privatisasi air -- termasuk melalui WB, IMF, WTO, dll
-- di berbagai penjuru dunia.

Sayang butuh waktu yang panjang untuk mengelaborasikan
wajah sangar
neoliberalisme, karenanya saya sudahi disini dulu.

Firdaus

-----Original Message-----
From: Imam Soeseno [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, September 22, 2004 10:07 AM
To: ekonomi
Subject: [ekonomi-nasional] Kompas 20040922: Memangkas
Birokrasi demi
Pertumbuhan Ekonomi (James D Wolfensohn)


Bisnis & Investasi Rabu, 22 September 2004 

Memangkas Birokrasi demi Pertumbuhan Ekonomi 

James D Wolfensohn *

SETAHUN lalu, Grup Bank Dunia menerbitkan laporan
berjudul "Doing Business",
yang untuk pertama kalinya mengukur regulasi yang
memberatkan dan lemahnya
perlindungan hak milik (property rights) di banyak
negara miskin, yang
menghambat pertumbuhan pesat sektor bisnis. Dengan
publikasi laporan "Doing
Business" yang kedua, pekan lalu, kita bisa melihat
terjadinya perubahan
signifikan di negara-negara berkembang dalam 12 bulan
terakhir di bidang
penting ini. Contohnya, jumlah usaha baru di Etiopia
yang melonjak hampir 50
persen tahun lalu.

TAMPAKNYA seperti sebuah keajaiban. Namun, sebenarnya
tidak ada sesuatu
alasan yang aneh. Pemerintah Etiopia memangkas biaya
untuk mendirikan usaha
baru, hampir 80 persen, atau kira-kira setara empat
tahun gaji. Turki dan
Maroko juga menyederhanakan prosedur, dan hasilnya
mereka menyaksikan jumlah
usaha baru meningkat sekitar 20 persen.

Jelas bahwa mempermudah para wiraswasta memulai bisnis
baru, akan baik bagi
pertumbuhan. Hal yang sama juga berlaku untuk
aktivitas lain yang ditelusuri
dalam laporan ini, termasuk di dalamnya
memperdagangkan properti,
membolehkan penggunaan kolateral (agunan) untuk
memperoleh kredit. Jadi,
tidak mengejutkan bahwa negara-negara yang memiliki
regulasi yang lebih
ramping dan efisien menikmati pertumbuhan ekonomi yang
lebih tinggi.

Yang belum begitu jelas- tetapi sama pentingnya-adalah
bahwa regulasi yang
tak efisien akan memukul kelompok masyarakat yang
rentan. Di sejumlah besar
dari 145 negara yang tercakup dalam riset kami, aturan
hukum yang restriktif
membuat pekerja wanita dan pekerja usia muda terlempar
dari pasar kerja.

Upah minimum tinggi yang tidak realistis juga berarti
pekerja tidak terampil
hanya bisa bekerja di sektor informal-yang merupakan
pasar gelap (black
market)-tanpa membayar pajak atau mendapat
perlindungan apa pun. Upaya-upaya
untuk memaksakan prinsip pekerjaan untuk seumur hidup
(jobs for life) juga
membuat para majikan menjadi enggan mencoba pekerja
baru, terutama pekerja
wanita.

Sebaliknya, negara-negara yang memiliki aturan-aturan
yang lebih fleksibel
memiliki lebih banyak tenaga wanita dalam barisan
angkatan kerja sektor
swastanya dan penganggur usia muda juga jauh lebih
sedikit. Perlindungan hak
milik yang lebih baik juga menguntungkan kelompok
miskin. Sebagai contoh,
jika kreditor memiliki hak hukum lebih kuat, mereka
juga akan lebih banyak
memberikan pinjaman. Semua diuntungkan, namun dampak
yang lebih besar dan
lebih signifikan akan dirasakan perusahaan-perusahaan
berskala paling kecil.

Begitu pula jika negara menyediakan pelayanan
registrasi properti yang
efisien, maka semua jenis perusahaan akan melaporkan
bahwa hak mereka
terlindungi lebih baik, tetapi perusahaan-perusahaan
skala kecil tetap
menikmati keuntungan terbesar.

Banyak negara ingin melindungi kelompok masyarakat
miskinnya, namun
merupakan mitos jika dianggap regulasi birokratis dan
ruwet bisa mencapai
tujuan itu.

Norwegia, Swedia, Denmark, dan Finlandia, semua negara
itu berada dalam
daftar 20 negara dengan regulasi bisnis paling simpel.
Mereka hanya mengatur
yang perlu: seperti melindungi hak milik (property
rights) dan menyediakan
pelayanan sosial. Mereka sudah menyadari bahwa
pekerja, investor, dan bahkan
otoritas pajak, semua menghendaki bebas dari belitan
birokrasi (red tape)
ruwet.

REGULASI yang efisien juga bukan milik kas negara kaya
saja. Lituania,
Slowakia, Botswana, dan Thailand juga masuk daftar
teratas 20 negara dengan
birokrasi paling efisien. Laporan "Doing Business"
tahun ini menunjukkan,
negara-negara seperti India, Polandia, Slowakia, dan
Kolombia juga menemukan
caranya sendiri-sendiri untuk menyederhanakan regulasi
usaha, memperkuat
perlindungan hak milik, atau mempermudah sektor usaha
mendapatkan modal.

Kami juga menemukan dan mendokumentasikan belasan
kebijakan reformasi yang
sudah terbukti bisa berhasil, baik untuk negara maju
maupun negara miskin.
Keberhasilan Etiopia yang dramatis dicapai dengan
menghapuskan
persyaratan-persyaratan yang tidak perlu bagi
perusahaan untuk
memublikasikan pengumuman mengenai usahanya di surat
kabar-surat kabar.

Di Tanzania, pengadilan- pengadilan kepailitan
berfungsi jauh lebih baik
setelah diisi hakim-hakim spesialis. Thailand kini
mengizinkan para
wiraswasta memulai bisnis tanpa harus menyediakan
modal minimum. Sebagian
besar langkah reformasi ini segera bisa dinikmati
hasilnya, berupa pajak
lebih rendah atau pelayanan publik yang lebih baik.

Mengingat karena solusinya sering kali begitu
sederhana, sungguh membuat
frustrasi melihat bisnis di negara-negara berkembang
termiskin justru
menghadapi biaya administrasi tiga kali lipat lebih
mahal serta prosedur
birokratis dan penundaan hampir dua kali lipat lebih
banyak dibandingkan
dengan di negara-negara industri.

Sebagai akibatnya, negara- negara yang paling banyak
membutuhkan wiraswasta
untuk menciptakan lapangan kerja dan mendongkrak
pertumbuhan-dalam hal ini
negara- negara termiskin-justru yang paling banyak
menerapkan hambatan bagi
tumbuhnya wiraswasta tersebut.

Untuk mereka yang berjuang memulai atau menumbuhkan
bisnisnya, tahun lalu
merupakan tahun yang bagus bagi lebih dari 58 negara,
yang mengalami
perbaikan dalam beberapa aspek iklim usaha mereka.
Sayangnya, lebih dari 58
negara itu bukan negara-negara miskin, tetapi justru
negara kaya yang
sistemnya yang tertata baik sudah berjalan baik.

Kami berharap negara-negara miskin yang sudah
menunjukkan langkah-langkah
reformasi yang simpel dan berhasil bisa menjadi sebuah
pelajaran dan
inspirasi bagi banyak negara miskin lainnya.

Perlindungan hak milik intelektual yang kuat serta
regulasi yang efektif dan
lebih simpel tidak lahir dari suatu keajaiban. Itu
terbentuk jika
negara-negara mengukur birokrasi, mempertajam gunting
reformasi, dan membuka
jalan bagi rakyat kebanyakan untuk berpartisipasi
dalam kehidupan ekonomi
bangsa.

* Penulis adalah Presiden Bank Dunia. Informasi lebih
lengkap mengenai
laporan ini bisa dibaca di situs www.worldbank.org



[Non-text portions of this message have been removed]



Kampanye open-source Indonesia -
http://www.DariWindowsKeLinux.com
<http://www.DariWindowsKeLinux.com> 
Solusi canggih, bebas ikatan, dan bebas biaya




Yahoo! Groups Sponsor����� 

ADVERTISEMENT



<http://us.ard.yahoo.com/SIG=129t691te/M=290381.5325508.6427771.4317404/D=gr
oups/S=1705001222:HM/EXP=1095908872/A=2077974/R=0/SIG=12t5pg2qs/*http://www.
knowx.com/servlet/com.kx.shared.util.ClickMan2?site=1&clickid=30202278745001
1650> ����� 

<http://us.ard.yahoo.com/SIG=129t691te/M=290381.5325508.6427771.4317404/D=gr
oups/S=1705001222:HM/EXP=1095908872/A=2077974/R=1/SIG=12t58oo0m/*http://www.
knowx.com/servlet/com.kx.shared.util.ClickMan2?site=1&clickid=30230426242672
2306> ����� 

<http://us.ard.yahoo.com/SIG=129t691te/M=290381.5325508.6427771.4317404/D=gr
oups/S=1705001222:HM/EXP=1095908872/A=2077974/R=2/SIG=12tl4i0m5/*http://www.
knowx.com/servlet/com.kx.shared.util.ClickMan2?site=1&clickid=30258573740343
2962> ����� 

<http://us.adserver.yahoo.com/l?M=290381.5325508.6427771.4317404/D=groups/S=
:HM/A=2077974/rand=231665798> ����� 


� _____� 

Yahoo! Groups Links


*����� To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/
<http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/> 
� 

*����� To unsubscribe from this group, send an email
to:
[EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]>

� 

*����� Your use of Yahoo! Groups is subject to the
Yahoo! Terms of Service
<http://docs.yahoo.com/info/terms/> . 




[Non-text portions of this message have been removed]



Kampanye open-source Indonesia -
http://www.DariWindowsKeLinux.com
Solusi canggih, bebas ikatan, dan bebas biaya



Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/
� 
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
� 
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo!
Terms of Service. 




=====
Bacalah artikel tentang Islam di:
http://www.geocities.com/nizaminz


                
__________________________________
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - Send 10MB messages!
http://promotions.yahoo.com/new_mail 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke