Ini Kemenangan Rakyat Indonesia KOMISI Pemilihan Umum (KPU) memang belum resmi mengumumkan pemenang pemilihan presiden putaran kedua. Tetapi, ucapan selamat mulai mengalir kepada Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK).
Ucapan itu kita anggap wajar. Sebab, dari hasil quick count LP3ES dan Metro TV, juga penghitungan suara sementara KPU, pasangan SBY-JK dipastikan mengungguli pasangan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi. Artinya, jika tidak ada aral melintang, pasangan pensiunan tentara dan pengusaha ini bakal dilantik sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia periode 2004-2009. Tetapi, dalam konteks membangun bangsa, sesungguhnya kemenangan ini harus kita maknai sebagai kemenangan seluruh rakyat Indonesia. Sebab, apa pun ceritanya, kita tidak bisa menikmati pemilihan presiden secara langsung jika tidak ada aturan yang memungkinkan untuk melempengkan 'jalan' itu. Jalan lempeng yang bernama Undang-Undang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (secara langsung itu), harus disebut sebagai karya agung pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Kita masih ingat sebuah cerita Taufiq Kiemas kepada jajaran Media Group ketika hadir dalam penandatanganan kerja sama quick count LP3ES dengan Metro TV beberapa pekan silam. Taufiq yang juga suami Megawati menceritakan, jika mau jujur, penandatanganan UU Pemilu Presiden secara langsung adalah upaya 'bunuh diri' bagi Megawati. Sebab, di Indonesia masih ada sebagian masyarakat yang berpandangan perempuan haram menjadi pemimpin. Tetapi, demi masa depan bangsa, Megawati dengan jiwa besar menandatangani UU tersebut. Jika Megawati hanya memikirkan kekuasaan, sebagai presidential incumbent pastilah ia akan memakai segala cara untuk mempertahankan kursinya. Tetapi, nyatanya ia memilih kepentingan bangsa yang lebih besar. Karena itu, sungguh amat pantas jika Megawati kita tempatkan sebagai negarawan sejati. Seorang yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongannya. Selama ini, komitmen ini hanya retorika para petinggi. Tetapi, Megawati telah memberi contoh. Seperti juga BJ Habibie, dulu, yang menyelenggarakan pemilu, tetapi pada akhirnya justru menjungkalkan dirinya sendiri sebagai presiden. Ini juga keteladanan terpuji. Selain undang-undang dari Megawati, kita juga tidak mungkin mengingkari andil rakyat yang luar biasa besarnya terhadap hajat nasional ini. Sungguh tidak bisa kita nilai dengan apa pun kerelaan rakyat untuk menyukseskan pemilu. Padahal, 'pamrih' mereka hanya satu: ingin negara ini maju dan menjadi rumah bersama bagi warganya. Karena itu, sekali lagi, kita mesti memaknai kemenangan SBY-JK sebagai kemenangan seluruh rakyat Indonesia. Pemaknaan ini sama sekali bukan sebagai pelipur lara bagi yang kalah. Ini justru memperlihatkan kualitas politik kita sebagai negara demokrasi yang baru, namun elitenya tidak mabuk kekuasaan. Semangat kolektif, semangat kebangsaan, inilah yang harus tetap mendasari seluruh kompetisi politik kita, apa pun lingkupnya. Sekaranglah saatnya, dengan pemimpin nasional pilihan rakyat, seluruh bangsa Indonesia mesti bersatu padu membangun kembali kejayaan negara. Pesan kepada SBY-JK, jangan sia-siakan berkah yang bernama suara rakyat itu. Bukankah suara rakyat suara Tuhan? Kita menunggu! http://www.mediaindo.co.id/ ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

