23.09.2004

Ukuran tinggi badan dan kekuasaan  
  
(CEO DaimlerChrysler, J�rgen Schrempp tergolong
bersosok tinggi besar dan memegang jabatan puncak.)  
  
Diakui atau tidak, kehidupan ini penuh diskriminasi.
Bukan hanya menyangkut soal warna kulit atau ras,
tetapi juga berkaitan dengan proporsi tubuh.
Orang-orang yang tinggi badannya di atas rata-rata,
ternyata kebanyakannya berpenghasilan lebih besar dan
lebih berkuasa. Tetapi, terdapat diskriminasi lain
lagi, hal ini hanya berlaku bagi pria dan tidak
berlaku pada wanita.

Dalam hampir semua kebudayaan di dunia ini,
orang-orang yang ukuran badannya lebih tinggi dari
rata-rata, menikmati nilai tambah yang menguntungkan.
Statistik menunjukkan, dari 43 presiden Amerika
Serikat, hanya delapan orang yang tinggi badannya di
bawah rata-rata tinggi badan warga AS. Sementara di
berbagai perusahaan di AS maupun Jerman, pegawai yang
tinggi badannya di atas rata-rata, dapat mengharapkan
jabatan yang lebih tinggi pula.

Mula-mula kedengarannya sulit dipercaya, bahwa setiap
sentimeter kelebihan tinggi badan pria, berarti pula
kenaikan gaji atau kekuasaan dalam ukuran yang setara.
Namun penelitian ilmiah di berbagai negara yang
dilakukan selama 30 tahun terakhir ini, menunjukkan
kebenaran hipotesa yang sulit terbantahkan lagi.
Penelitian pertama dilakukan terhadap para lulusan
Universitas Pittsburgh di AS. Ternyata, para lulusan
yang tinggi badannya minimal 1,88 meter, menerima gaji
awal 12 persen lebih tinggi dari rekan lulusan yang
lain yang lebih pendek.

Riset ilmiah

Penelitian serupa yang dilakukan di AS tahun 1990,
memberikan rincian lebih jelas lagi. Penelitian
terhadap para lulusan baru fakultas ekonomi
memperlihatkan, setiap inci atau sekitar 2,5
sentimeter kelebihan tinggi badan dari normal berarti
tambahan gaji sebesar 570 Dolar per tahunnya bagi yang
bersangkutan. Yang tentu saja menarik, penelitiannya
dilakukan diantara para lulusan fakultas ekonomi.
Bukan diantara penebang kayu atau kuli bangunan,
dimana postur tubuh amat menentukan untuk kelancaran
pekerjaannya. Penelitian serupa di Inggris, juga
memberikan kesimpulan yang nyaris identik. Mereka yang
tinggi badannya di atas rata-rata, biasanya memetik
keuntungan dalam kariernya di bidang pekerjaan atau
politik.

Penelitian jangka panjang lainnya terhadap sekitar 33.
250 responden di Jerman, yang dilakukan Guido Heineck,
pakar ekonomi dari Universitas M�nchen, menunjukkan
hasil serupa. Bagi pekerja pria, untuk setiap 10
sentimeter kelebihan tinggi badan dari rata-rata,
per-tahunnya menerima gaji 2.000 Euro lebih tinggi
dari rekannya yang normal. Namun sekali lagi
ditegaskan, fenomena ini tidak berlaku bagi pekerja
wanita. Sementara penelitian lainnya, yang dilakukan
sebuah perusahaan konsultan personal di Jerman,
terhadap lebih dari 200 manajer puncak, memperlihatkan
data yang mendukung hasil penelitian sebelumnya. 

Memang hampir seluruh manajer puncak itu lulusan
perguruan tinggi. Bahkan 37 persen diantaranya
bergelar Doktor. Namun yang lebih menarik lagi, 91
persen dari manajer puncak itu, memiliki tinggi badan
lebih dari 1,80 meter, atau melebihi tinggi badan
rata-rata orang Jerman yang 1,77 meter. Bahkan lima
persen diantaranya, boleh dijuluki bertubuh sebesar
lemari, karena tingginya lebih dari 2 meter, seperti
misalnya J�rgen Schrempp, direktur utama perusahaan
mobil paling bergengsi di dunia Daimler-Chrysler.
Sosoknya yang tinggi besar, memang menonjol dan cocok
dengan jabatannya yang super-tinggi serta dan pemegang
tampuk kekuasaan.

Harus diakui juga terdapat sejumlah pengusaha sukses
atau penguasa terkenal yang tergolong kecil atau
pendek, sehingga menimbulkan pertanyaan, apakah semua
teori mengenai orang yang tingginya di atas rata-rata
lebih sukses itu benar? Contohnya Napoleon, yang
tingginya 1,69 meter, atau raja kapal Onassis, yang
tingginya cuma 1,65 meter, atau juga presiden Cina,
Deng Xiaoping yang tingginya cuma 1,52 meter. Ternyata
terdapat jawaban ilmiah yang juga cukup meyakinkan.
Napoleon misalnya, untuk ukuran Perancis ketika ia
berkuasa, tidaklah tergolong pendek. Sementara
pengusaha semacam Onassis, tidak memerlukan keputusan
dewan direksi atau pemilih untuk meraih sukses. Sama
halnya dengan Deng Xiaoping, di negara otoriter, semua
teori ilmiah dengan mudah dapat dijungkirbalikan.

Sinyal evolusi

Setelah itu, muncul pertanyaan lainnya, mengapa orang
yang lebih tinggi postur tubuhnya seolah-olah mendapat
keistimewaan? Jawabannya diperkirakan berkaitan dengan
proses evolusi. Prof.Robin Dunbar, pakar antropologi
dari Universitas Liverpool di Inggris menyebutkan,
postur tubuh yang lebih tinggi dan besar, dalam
evolusi ditafsirkan sebagai sinyal dari sumber
genetika yang lebih berkualitas. Juga orang yang lebih
jangkung, ditafsirkan memiliki kualitas kesehatan
lebih baik. Tidak berlebihan, bila bapak teori
evolusi, Charles Darwin dalam bukunya yang terkenal,
"The Origin of Species" menonjolkan yang unggul yang
akan terus berkembang.

Dugaan saja, tidak cukup menjelaskan secara ilmiah,
kelebihan dari orang yang postur tubuhnya tinggi ini.
Penelitian yang dilakukan Universitas M�nster di
Jerman memberi hasil, orang yang tingginya di atas
rata-rata, tingkat kesehatannya juga rata-rata lebih
baik, dibanding yang tingginya di bawah rata-rata.
Penelitian terhadap 5.000 responden di Jerman
menunjukan, warga Jerman yang tinggi badannya di bawah
1,70 meter, menghadapi risiko penyakit darah tinggi
dua kali lipat, dibanding warga Jerman yang tinggi
badannya 1,80 meter. Juga orang Jerman yang tingginya
di bawah rata-rata, menghadapi risiko penyakit jantung
dan metabolisme lebih besar. 

Pertanyaan kritis lainnya yang juga dilontarkan
adalah, apakah diskriminasi terhadap orang yang
tingginya di bawah rata-rata, merupakan produk yang
khas dari kebudayaan barat? Jawabannya adalah tidak.
Penelitian Prof.Thomas Gregor, ahli antropologi dari
Universitas Vanderbilt di AS menunjukan, juga budaya
banyak etnis atau suku tertentu yang tergolong belum
maju, terdapat kecenderungan memberikan bonus kepada
warganya yang postur tubuhnya lebih tinggi. Para
kepala suku Indian di hutan belantara Brazil, di
kepulauan di Pasifik selatan atau suku Indian Navajo
di Amerika Utara, rata-rata bepostur tubuh tinggi
besar di atas rata-rata.

Secara sadar atau tidak sadar, manusia rupanya tetap
mengakar kepada sejarah evolusinya. Berbagai
penelitian menunjukkan, tidak ditemukan kebudayaan
yang menguntungkan orang-orang bertubuh di bawah
rata-rata. Postur tubuh pria yang tinggi besar dan
proporsional, tetap dianggap sebagai sinyal dari
keunggulan genetika. Selain itu, secara psikologis
remaja pria yang tubuhnya tergolong tinggi,
mengembangkan rasa percaya diri lebih awal. Juga dalam
pemilihan jodoh, ternyata gadis-gadis lebih banyak
memperebutkan anak laki-laki yang postur tubuhnya
lebih tinggi. Inilah rupanya sinyal-sinyal evolusi
yang ditangkap oleh kebudayaan dan masyarakat. Jadi,
jangan heran, jika terjadi diskriminasi yang
menguntungkan orang-orang yang badannya lebih tinggi
dari rata-rata. 
 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke