Betul, mas. Waktu saya pacaran dulu, ditahun 60an, saya menang lawan 
saingan2 yang lebih kecil (apalagi yang krempeng), dan kalah melawan 
saingan2 yang diatas 175 cm (batas ketinggian saya,mas).

Tapi,mas, saya yang kala itu naik motor, kalah dengan saingan yang 
naik mobil. Dan menang melawan yang jalan kaki.

saya juga sedih, kalau lihat, cewek tinggi yang pasangan kecil, 
Sophia Loren, misalnya dengan Carlo Ponti..
Tapi ya dia punya kapasitas2 lain..ya gak?

salam

RMD Hadinoto




--- In [EMAIL PROTECTED], Sandy Dwiyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 23.09.2004
> 
> Ukuran tinggi badan dan kekuasaan  
>   
> (CEO DaimlerChrysler, J�rgen Schrempp tergolong
> bersosok tinggi besar dan memegang jabatan puncak.)  
>   
> Diakui atau tidak, kehidupan ini penuh diskriminasi.
> Bukan hanya menyangkut soal warna kulit atau ras,
> tetapi juga berkaitan dengan proporsi tubuh.
> Orang-orang yang tinggi badannya di atas rata-rata,
> ternyata kebanyakannya berpenghasilan lebih besar dan
> lebih berkuasa. Tetapi, terdapat diskriminasi lain
> lagi, hal ini hanya berlaku bagi pria dan tidak
> berlaku pada wanita.
> 
> Dalam hampir semua kebudayaan di dunia ini,
> orang-orang yang ukuran badannya lebih tinggi dari
> rata-rata, menikmati nilai tambah yang menguntungkan.
> Statistik menunjukkan, dari 43 presiden Amerika
> Serikat, hanya delapan orang yang tinggi badannya di
> bawah rata-rata tinggi badan warga AS. Sementara di
> berbagai perusahaan di AS maupun Jerman, pegawai yang
> tinggi badannya di atas rata-rata, dapat mengharapkan
> jabatan yang lebih tinggi pula.
> 
> Mula-mula kedengarannya sulit dipercaya, bahwa setiap
> sentimeter kelebihan tinggi badan pria, berarti pula
> kenaikan gaji atau kekuasaan dalam ukuran yang setara.
> Namun penelitian ilmiah di berbagai negara yang
> dilakukan selama 30 tahun terakhir ini, menunjukkan
> kebenaran hipotesa yang sulit terbantahkan lagi.
> Penelitian pertama dilakukan terhadap para lulusan
> Universitas Pittsburgh di AS. Ternyata, para lulusan
> yang tinggi badannya minimal 1,88 meter, menerima gaji
> awal 12 persen lebih tinggi dari rekan lulusan yang
> lain yang lebih pendek.
> 
> Riset ilmiah
> 
> Penelitian serupa yang dilakukan di AS tahun 1990,
> memberikan rincian lebih jelas lagi. Penelitian
> terhadap para lulusan baru fakultas ekonomi
> memperlihatkan, setiap inci atau sekitar 2,5
> sentimeter kelebihan tinggi badan dari normal berarti
> tambahan gaji sebesar 570 Dolar per tahunnya bagi yang
> bersangkutan. Yang tentu saja menarik, penelitiannya
> dilakukan diantara para lulusan fakultas ekonomi.
> Bukan diantara penebang kayu atau kuli bangunan,
> dimana postur tubuh amat menentukan untuk kelancaran
> pekerjaannya. Penelitian serupa di Inggris, juga
> memberikan kesimpulan yang nyaris identik. Mereka yang
> tinggi badannya di atas rata-rata, biasanya memetik
> keuntungan dalam kariernya di bidang pekerjaan atau
> politik.
> 
> Penelitian jangka panjang lainnya terhadap sekitar 33.
> 250 responden di Jerman, yang dilakukan Guido Heineck,
> pakar ekonomi dari Universitas M�nchen, menunjukkan
> hasil serupa. Bagi pekerja pria, untuk setiap 10
> sentimeter kelebihan tinggi badan dari rata-rata,
> per-tahunnya menerima gaji 2.000 Euro lebih tinggi
> dari rekannya yang normal. Namun sekali lagi
> ditegaskan, fenomena ini tidak berlaku bagi pekerja
> wanita. Sementara penelitian lainnya, yang dilakukan
> sebuah perusahaan konsultan personal di Jerman,
> terhadap lebih dari 200 manajer puncak, memperlihatkan
> data yang mendukung hasil penelitian sebelumnya. 
> 
> Memang hampir seluruh manajer puncak itu lulusan
> perguruan tinggi. Bahkan 37 persen diantaranya
> bergelar Doktor. Namun yang lebih menarik lagi, 91
> persen dari manajer puncak itu, memiliki tinggi badan
> lebih dari 1,80 meter, atau melebihi tinggi badan
> rata-rata orang Jerman yang 1,77 meter. Bahkan lima
> persen diantaranya, boleh dijuluki bertubuh sebesar
> lemari, karena tingginya lebih dari 2 meter, seperti
> misalnya J�rgen Schrempp, direktur utama perusahaan
> mobil paling bergengsi di dunia Daimler-Chrysler.
> Sosoknya yang tinggi besar, memang menonjol dan cocok
> dengan jabatannya yang super-tinggi serta dan pemegang
> tampuk kekuasaan.
> 
> Harus diakui juga terdapat sejumlah pengusaha sukses
> atau penguasa terkenal yang tergolong kecil atau
> pendek, sehingga menimbulkan pertanyaan, apakah semua
> teori mengenai orang yang tingginya di atas rata-rata
> lebih sukses itu benar? Contohnya Napoleon, yang
> tingginya 1,69 meter, atau raja kapal Onassis, yang
> tingginya cuma 1,65 meter, atau juga presiden Cina,
> Deng Xiaoping yang tingginya cuma 1,52 meter. Ternyata
> terdapat jawaban ilmiah yang juga cukup meyakinkan.
> Napoleon misalnya, untuk ukuran Perancis ketika ia
> berkuasa, tidaklah tergolong pendek. Sementara
> pengusaha semacam Onassis, tidak memerlukan keputusan
> dewan direksi atau pemilih untuk meraih sukses. Sama
> halnya dengan Deng Xiaoping, di negara otoriter, semua
> teori ilmiah dengan mudah dapat dijungkirbalikan.
> 
> Sinyal evolusi
> 
> Setelah itu, muncul pertanyaan lainnya, mengapa orang
> yang lebih tinggi postur tubuhnya seolah-olah mendapat
> keistimewaan? Jawabannya diperkirakan berkaitan dengan
> proses evolusi. Prof.Robin Dunbar, pakar antropologi
> dari Universitas Liverpool di Inggris menyebutkan,
> postur tubuh yang lebih tinggi dan besar, dalam
> evolusi ditafsirkan sebagai sinyal dari sumber
> genetika yang lebih berkualitas. Juga orang yang lebih
> jangkung, ditafsirkan memiliki kualitas kesehatan
> lebih baik. Tidak berlebihan, bila bapak teori
> evolusi, Charles Darwin dalam bukunya yang terkenal,
> "The Origin of Species" menonjolkan yang unggul yang
> akan terus berkembang.
> 
> Dugaan saja, tidak cukup menjelaskan secara ilmiah,
> kelebihan dari orang yang postur tubuhnya tinggi ini.
> Penelitian yang dilakukan Universitas M�nster di
> Jerman memberi hasil, orang yang tingginya di atas
> rata-rata, tingkat kesehatannya juga rata-rata lebih
> baik, dibanding yang tingginya di bawah rata-rata.
> Penelitian terhadap 5.000 responden di Jerman
> menunjukan, warga Jerman yang tinggi badannya di bawah
> 1,70 meter, menghadapi risiko penyakit darah tinggi
> dua kali lipat, dibanding warga Jerman yang tinggi
> badannya 1,80 meter. Juga orang Jerman yang tingginya
> di bawah rata-rata, menghadapi risiko penyakit jantung
> dan metabolisme lebih besar. 
> 
> Pertanyaan kritis lainnya yang juga dilontarkan
> adalah, apakah diskriminasi terhadap orang yang
> tingginya di bawah rata-rata, merupakan produk yang
> khas dari kebudayaan barat? Jawabannya adalah tidak.
> Penelitian Prof.Thomas Gregor, ahli antropologi dari
> Universitas Vanderbilt di AS menunjukan, juga budaya
> banyak etnis atau suku tertentu yang tergolong belum
> maju, terdapat kecenderungan memberikan bonus kepada
> warganya yang postur tubuhnya lebih tinggi. Para
> kepala suku Indian di hutan belantara Brazil, di
> kepulauan di Pasifik selatan atau suku Indian Navajo
> di Amerika Utara, rata-rata bepostur tubuh tinggi
> besar di atas rata-rata.
> 
> Secara sadar atau tidak sadar, manusia rupanya tetap
> mengakar kepada sejarah evolusinya. Berbagai
> penelitian menunjukkan, tidak ditemukan kebudayaan
> yang menguntungkan orang-orang bertubuh di bawah
> rata-rata. Postur tubuh pria yang tinggi besar dan
> proporsional, tetap dianggap sebagai sinyal dari
> keunggulan genetika. Selain itu, secara psikologis
> remaja pria yang tubuhnya tergolong tinggi,
> mengembangkan rasa percaya diri lebih awal. Juga dalam
> pemilihan jodoh, ternyata gadis-gadis lebih banyak
> memperebutkan anak laki-laki yang postur tubuhnya
> lebih tinggi. Inilah rupanya sinyal-sinyal evolusi
> yang ditangkap oleh kebudayaan dan masyarakat. Jadi,
> jangan heran, jika terjadi diskriminasi yang
> menguntungkan orang-orang yang badannya lebih tinggi
> dari rata-rata. 
>  
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke