http://www.sinarharapan.co.id/berita/0409/24/sh04.html


Soal Reformasi TNI, Rakyat Harus Tagih Janji Yudhoyono

Jakarta, Sinar Harapan
Masyarakat sipil yang mendukung Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Presiden, 
harus mendesak supaya Yudhoyono menjelaskan dengan gamblang langkah-langkah 
reformatif yang akan dilakukannya bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) 
dan sistem pertahanan Indonesia.
Desakan itu penting karena masyarakat tidak bisa memberikan cek kosong 
kepada Yudhoyono. Sebab kalau rakyat tidak bisa mengontrolnya, maka 
Yudhoyono akan lebih banyak dikuasai dan dikontrol oleh kekuatan militer di 
sekitarnya, kata Najib Azca, peneliti dari Pusat Studi Keamanan dan 
Perdamaian Universitas Gadjah Mada (UGM), yang dihubungi SH, Kamis (23/9).
"Kelompok sipil yang mendukung Yudhoyono harus secara tegas dan 
sungguh-sungguh menagih komitmen Yudhoyono terhadap reformasi TNI yang 
diinginkan masyarakat. Supremasi sipil harus mendesak perubahan substantif, 
TNI harus tunduk di bawah kelembagaan sipil," lanjut Nadjib.
Menurutnya, ada tiga langkah reformatif yang perlu dilakukan Yudhoyono. 
Pertama, harus memastikan bahwa Markas Besar (Mabes) TNI berada di bawah 
Departemen Pertahanan (Dephan), karena Mabes TNI tidak sejajar dengan 
kementerian tetapi subordinasi dari Dephan.
Mengenai alotnya pembahasan masalah ini dalam Rancangan Undang-undang (RUU) 
TNI, menurut Nadjib, karena resistensi yang cukup besar dari militer 
sendiri. "Selain itu, kepolisian juga masih berada di bawah presiden. UU 
Kepolisian harus diubah juga. Tidak bisa polisi otonom tetapi Mabes TNI 
diminta di bawah Dephan."
Kedua, Yudhoyono harus memastikan militer tidak lagi terlibat kegiatan 
bisnis. Kontrol terhadap militer akan sulit dilakukan bila militer masih 
terus berbisnis.

Yang paling membahayakan adalah relasi-relasi bisnis dalam jumlah besar. 
Langkah ketiga, harus dipikirkan strategi pertahanan baru. Doktrin 
pertahanan semesta tidak bisa lagi diberlakukan dan perlu upaya serius untuk 
ditinjau kembali.
"Mengubah struktur itu tidak mudah. Perubahan struktur akan mempengaruhi 
Angkatan Darat," kata Nadjib. Perubahan-perubahan tersebut perlu dibarengi 
dengan pemberian kompensasi dengan meningkatkan kesejahteraan prajurit. 
Perubahan strategi pertahanan juga berimplikasi dengan pendanaan sarana 
pertahanan yang ada.

Nadjib mengingatkan, pada awal pembentukan Partai Demokrat sebetulnya 
Yudhoyono mempunyai visi penghapusan pembinaan teritorial dan komando 
teritorial. "Tetapi bagian ini berubah karena resistensi purnawirawan yang 
banyak di partai tersebut. Langkah ini juga dilakukan sebagai upaya untuk 
bargain bagi Yudhoyono agar tidak terjadi perlawanan dan penggembosan. 
Tetapi kalau sipil kuat menekan Yudhoyono, paling tidak ini akan menjadi 
alat bagi Yudhoyono untuk dealing dengan militer," papar Nadjib dari Devisi 
Reformasi Sektor Keamanan Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM 
itu.

"Blue Print"
Peneliti dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) Phipil 
Jusario Vermonte menegaskan perlunya blue print pertahanan dibuat terlebih 
dahulu sebelum Undang-undang Angkatan Bersenjata dibuat. Cetak biru 
pertahanan tersebut tidak perlu dibuat permanen, melainkan bisa ditinjau 
kembali setiap lima atau sepuluh tahun.
"Ancaman pertahanan sangat dinamis. Tidak perlu dipermanenkan dalam 
undang-undang tetapi justru harus ditinjau setiap lima atau sepuluh tahun 
sekali," kata Vermonte dalam perbincangan dengan SH. Ia juga menyatakan 
setuju struktur teritorial tidak perlu dipertahanakan lagi.
"Yudhoyono harus menyadari bahwa struktur teritorial itu justru menjadi 
sumber masalah selama ini. Bisa Angkatan Darat menimbulkan situasi yang 
tidak menyenangkan antarangkatan," kata Vermonte. Selain itu, harus dibuat 
Undang-undang Angkatan Bersenjata yang sinergi dengan Undang-undang 
Pertahanan dan tidak boleh tumpang tindih dengan undang-undang yang sudah 
ada.
Yudhoyono sendiri telah menjamin akan ada reformasi di tubuh TNI. Hal itu 
diungkapkannya ketika menerima kunjungan tim pemantau Pemilu dari Carter 
Centre dan Uni Eropa, Kamis (23/9) di kediaman Yudhoyono di Cikeas, Bogor. "Kami 
tanyakan hal ini pada beliau, dan beliau menyatakan komitmennya terhadap 
reformasi pada TNI," kata Eric Bjornlund, Direktur Penanggungjawab Lapangan 
dari Carter Centre. Perhatian terhadap reformasi militer itu akan dilakukan 
segera setelah Yudhoyono dilantik menjadi Presiden.
Selain menyatakan komitmennya tersebut, Yudhoyono juga menyatakan 
komitmennya untuk mengatasi masalah Aceh, pemberantasan korupsi dan 
pengentasan kemiskinan.
Selain Eric Bjornlund, Glin Ford yaitu Ketua Komisi Pemantauan Pemilu dari 
Uni Eropa, menjelaskan bahwa Carter Centre dan Uni Eropa telah menurunkan 
230 pemantau di seluruh Indonesia dan menilai pemilu telah berjalan 
demokratis. Dunia internasional memberikan dukungan kepada pemerintahan 
mendatang, bukan hanya karena sosok Yudhoyono tapi juga proses pemilu yang 
demokratis.
"Kami mengucapkan selamat pada Pemilu yang demokratis dan pengalihan 
kekuasaan secara damai di Indonesia," ucap Glin Ford. Sedangkan Eric 
Bjornlund menambahkan, Yudhoyono punya komitmen untuk membawa perubahan bagi 
Indonesia. "Kita tidak tahu berapa lama perubahan akan terjadi di Indonesia. 
Bagi Indonesia tetap sulit untuk membawa perubahan karena Indonesia adalah 
kapal besar. Saya berharap, beliau bisa bawa perubahan dalam 100 hari 
pertama."
Ia berpendapat, kesuksesan Yudhoyono sangat tergantung pada kemampuannya 
menyelesaikan masalah Aceh, Papua, pendidikan dan ekonomi. Rekomendasi hasil 
pantauan mereka di berbagai wilayah itu akan disampaikan pula ke Komisi 
Pemilihan Umum (KPU). Mereka berharap akan ada perbaikan ke depan sehingga 
pemilihan presiden tidak dua kali seperti sekarang tetapi cukup sekali. 
(emy/edl)


Copyright � Sinar Harapan 2003 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke