http://www.balipost.co.id/BaliPostcetak/2004/10/10/luar1.html
Aziz Dikabarkan Meninggal Baghdad - Mantan Wakil Perdana Menteri Irak Tareq Aziz dikabarkan meninggal dalam tahanan. Televisi Dubai Al-Arabiya mengutip laporan dari Palang Merah Internasional (ICRC) menyiarkan berita bahwa pria berusia 68 tahun itu meninggal dalam tahanan. Berita serupa juga muncul di Iran dan Rusia. Televisi Qatar Al-Jazeera mengutip narasumber dari Vatikan yang memastikan kematian Aziz. Aziz merupakan satu-satunya anggota kabinet Saddam Hussein yang beragama Kristen. Aziz merupakan satu dari 55 pejabat Irak yang paling dicari militer AS. Aziz dikenal paling loyal kepada Saddam. Dia sempat menjabat menteri luar negeri Irak tahun 1983 dan memastikan posisi wakil perdana menteri tahun 1991. Aziz dikenal sebagai corong Saddam di dunia internasional saat masih berkuasa. Dia ditangkap April tahun lalu dan sejak itu berada dalam tahanan AS. Namun militer Amerika Serikat (AS) membantah pemberitaan itu. Bantahan pihak AS diberikan langsung oleh juru bicara militer yang menangani tahanan perang Irak, Barry Johnson. "Saya pastikan bahwa Tareq Aziz masih hidup. Tidak ada perubahan dalam status penahanannya dan dia masih ada dalam tahanan kami," tegas Johnson, Sabtu (9/10) kemarin. Di Amman Jordania, juru bicara ICRC Nada Dumani tidak berkomentar tentang berita kematian Aziz. "Saat ini kami belum bisa memastikan kematian Aziz. Belum ada laporan lebih lanjut," tegas Dumani. Dumani mengakui pihak ICRC memang mengunjungi Aziz sepekan lalu dan memastikan pria itu sudah tidak lagi berada di rumah sakit. Sebelumnya, Aziz sempat dirawat di rumah sakit karena menderita sakit. Sementara itu dari Roma, kantor berita ANSA memberitakan anak Aziz, Ziad, bertemu dengan seorang biksu Prancis dan memastikan ayahnya masih hidup. Ziad menolak pemberitaan yang mengatakan ayahnya meninggal di tahanan AS. Selain bertemu dengan biksu Prancis, Ziad juga berbicara dengan sahabat keluarganya, Jean Marie Benjamin. Bantahan kematian Aziz dimunculkan lewat Benjamin. Benjamin dikenal memiliki hubungan baik dengan keluarga Aziz. ANSA memberitakan Benjamin sedang berada di Jordania bersama Ziad sekeluarga ketika televisi menyiarkan berita kematian Aziz. "Ziad secara pribadi sudah mengadakan hubungan dengan Baghdad untuk memastikan berita itu. Tapi dia menolak semua pemberitaan tentang kematian ayahnya," jelas Benjamin. Benjamin mewakili sebuah lembaga keagamaan di Italia. Dia sempat mengatur perjalanan Aziz ke Roma tahun 2003. Saat itu Aziz diterima langsung oleh Paus John Paul II dan membicarakan rencana invasi AS ke Irak. (rah/afp) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

