Hari Minggu kemaren aku kedatangan penjual lampu garam kristal dari
Pakistan
di pasar Camden tempatku jualan. Brolngobrol dengan dia berakhir dengan dia
memberi kuliah yang intinya, damai di bumi akan terjadi bila negara
menerapkan syariat Islam. Contohnya? Kedamaian di Afghanistan saat
berkuasanya Taliban. Yah, brother, katanya, menepuk pundakku, Taliban itu
baik, hanya propaganda Barat saja yang memutar balikkan fakta. Barat takut
kalau Islam berkuasa bank tak akan laku. Jalan keluar adalah penegakan
Syariat Islam.
Aku sadar sedang menghadapi eksponen pemahaman agama secara literer, yang
memandang Al Qur'an sebagai kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Perdata
serta Hukum-Hukum Pasti Alam yang aseli dari Allah dan karena itu lebih
baik
dari semua hukum buatan manusia. Ketika kuajukan keberatan dengan ide
adanya
Hukum Tuhan, dan kalaupun ada itu Hukum Tuhan, maka setelah
diintrerpretasikan uwong maka dia adalah hukum manusia, dan jika hukum
manusia berbangga diri mengaku hukum Tuhan maka itulah perbuatan syirik
terbesar, dia tidak terima, marah. Kamu bukan Muslim, katanya padaku, kamu
kafir! Kamulah yang musyrik, kataku padanya, sebab kamu jadikan syariat
sebagai illah lain disamping Allah!
Aku jadi ingat dengan kejadian belakangan di Ndhonez, sejak meletus perang
Ambon dan Laskar Jihad bergerak (sampai tiarap akibat 9/11 -ternyata takut
juga sama USA), sampai saat ini, ada kelompok Islam yang sedang gencar
berkampanye tentang perlunya ditegakkan syariat Islam di Ndhonez. Wongwong
seperti Ulil maju memberi keterangan lengkap tentang bahaya fasisme
bersembunyi dibalik khotbah Jum'at, lengkap dengan lafaz ayat faseh, malah
diberi fatwa mati bukannya Fatmawati oleh kelompok yang mengaku Forum Ulama
Ummat Bandung. Aku pernah wawancara dengan Jafar Umar Tholib yang bangga
sebagai satu-satunya rakyat Ndhonez moderen yang melaksanakan hukum mati
dengan cara rajam pada seorang anakbuahnya dan kebal hukum sampai sekarang,
tentang fatwa mati untuk Ulil, dan Jafar setuju. Bahkan, seharusnya untuk
Nurcholis Madjid sekalian, katanya menegaskan. Golongan Islam liberal
dikafirkan oleh golongan salah paham. Pemikiran kelompok Salah Paham berisi
satu pertentangan hitam putih antara Islam dan Kafir musuh Islam (kafirt
harbi) yang mereka lihat terjadi secara lokal maupun global. Mereka takut
dengan apa yang mereka katakan sebagai upaya Kristenisasi, dan bangga
bilamana ada penganut agama non-Islam masuk Islam. Seolah, satu
pertandingan, pemilu masuk sorga.
Muslim yang takut dengan pengajaran pemuka agama lain adalah Muslim yang
kurang memahami agamanya sendiri. Bahkan di dalam perangpun, junjungan
Muslim, Kandjeng Nabi sendiri, melarang dilukainya pemuka agama (lain),
orangtua, kanak-kanak, perempuan, ternak dan tanaman pertanian. Dan tak ada
paksaan di dalam agama. Bahkan, orang-orang yang berkata, kami Kristen,
merupakan saudara terdekat bagi Muslim karena kaum Kristen tidak angkuh,
dan
diantara mereka ada yang membaktikan diri pada perkembangan ilmu. Dua
kalimat terakhir itu terjemahan bebas dari ayat Al Qur'an.
Namun secara global dan lokal Ndhonez, kelompok yang menghendaki pemahaman
literer sedang mendapatkan dukungan jaringan dana serta suasana, sehingga
mereka tampak mendominasi berita. Adanya Gur Basbus sebagai Raja Kafir juga
tidak menguntungkan kaum Kristen di Ndhonez. Tetapi apa mau dikata, meski
kita semua kena awu angetnya gobloknya Basbus, kita tak boleh mengerjakan
kewajaran demokratis kita untuk memiliki wewenang memilih, siapa yang kita
bolehkan mengendhas-endhasi kehidupan kita (Presiden USA).
Sebenarnya, di Ndhonez kawan-kawan dari Jaringan Islam Liberal di Utan Kayu
hanyalah generasi muda dari Kiai humanis NU lainnya. Mereka giat berdakwah
mengenai Allah yang meridhoi semua agama, bahwa semua agama adalah benar,
karena kebenaran bukanlah onde-onde yang jika kau emplok aku tak kebagian.
Allah ada di mana-mana, dan bagi hati yang condong padaNya, tak sulit Dia
memanggil tanpa harus melalui kitab sucipun.
Aku malu dan sedih membaca kelakuan Kelompok Salah Paham membebengek kaum
Kristen yang hendak beribadat. Tetapi aku percaya, pengetahuan akan
membawakan pencerahan, dan kalau para demonstran itu lebih banyak
sembahyang
dan mengaji, mereka akan tau, bahwa apa yang mereka perbuat itu menyalahi
kepercayaan mereka sendiri. Sesungguhnya, secara sosiologis, bilamana ummat
Islam Ndhonez bergerak galak seperti ini, dibelakangnya, biasanya ada
samar-samar baju ijo.
Bagi umat Kristen dan Katolik yang dirugikan, diharapkan memberikan
perlawanan yang gigih, melalui cara-cara yang terindah munurut ajaran agama
Anda serta menurut Hukum Rekiblik yang kita anut bersama tanpa pandang
kiblat agama. Dan doakan agar para anggota Kelompok Salah Paham segera
dapet
pekerjaan baik dan menemukan jalan yang lurus. Bagaimanapun juga
pengangguran dan globalisasi yang semakin intens dan cepat, sangat berperan
dalam munculnya gejala salah paham tersebut.
Note: inti pemahaman sama, dimana-mana. Ya, kita hanya berharap pemerintah
bisa meredam.
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/