Begitu juga siswa non-muslim yang bersekolah di seklah-sekolah muhammadiyah di 
Indoensia timur. Jadi, apa salahnya kalau diberi guru agama, ini sekolah Muhammadiyah 
saja tidak keberatan, saya rasa kalau mau menyebarkan agama lebih efektif jika 
disebarkan melalui akhlak, jika yang dilihat itu bagus tentu saja tertarik untuk 
menelaah lebih dalam.
 
Knp takut? Apakah disitu juga menjadi markas-markas Kristenisasi yang dilarang negara?

rm_danardono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


>>>>>>yg jadi pertanyaan, kenapa yg non kristen/katolik mau sekolah 
di tmpt tsb??? Kualitas?? atau mau di-Kristenkan?? atau mau pasang 
bom???<<<<<<

Ketika saya masih dibangku sekolah "Canisius" , banyak teman2 saya 
berasal dari keluarga Muslim. Dirumah mereka tetap menjalankan ibadah 
mereka. Mereka juga mengikuti pelajaran agama Katholik disekolah, 
seperti anda katakan, di warung gado2 ya kita makan gado2. Tak ada 
yang memaksakan pada mereka paham Katholik. Juga cucu2 bapak Agus 
Salim, pahlawan nasional kita, bersekolah di Sancta Ursula.

Mereka mencari qualitas pendidikan, yang adalah tujuan tiap orang 
tua. Di Austria, 100% dari kami yang lulusan Canisius Jakarta, atau 
Kolese de Britto Jogyakarta, menyelesaikan Universitas pada waktunya 
(terutama jurusan2 Kedokteran dan Elektrotekhnik, tetapi juga ada 
Ekonomi). Persentasi drop out dari sekolah2 menengah lain, terutama 
SMA negeri, cukup tinggi.

Di Austria, sekolah2 menengah katholik juga berdiri dijajaran paling 
depan (Jesuiten-Gymnasium dan Ursulinen-Gymnasium), walaupun mutu 
sekolah2 negara disini sangat tinggi (Real-Gymnasium). Siswa2 sekolah 
Katholik mendapat pelajaran agama Katholik, sekolah Protestant 
mendapat pelajaran Protestant, sekolah Yahudi mendapat pelajaran 
agama mereka. 

Salam

RM D Hadinoto







--- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote:
> Mas,
> 
> Kalo mau beli nasi padang, perginya jangan ke tukang gado-gado...
> jangan paksa tukang gado-gado nyediain nasi padang... hehehe..
> 
> Sudah jelas, embel-embel sekolahnya Sekolah Katolik atau Kristen...
> nilai yg diajarkan ya, sesuai dengan embel-embel tsb....
> Kenapa mesti dipaksakan ajaran agama lain???
> yg jadi pertanyaan, kenapa yg non kristen/katolik mau sekolah di 
tmpt
> tsb???
> Kualitas?? atau mau di-Kristenkan?? atau mau pasang bom???
> 
> 
> Salam,
> 
> AI
> 
> =================
> Bung, jangan muluk-muluk.
> UU Sisdiknas saja pastor-pastor Kristen banyak yang protes, padahal
> pengajaran agama kepada pemeluknya kan termasuk hak asasi manusia. 
Ini
> bagaimana?
> 
> Sudah mau melangkah kesana tapi orang Kristennya sendiri yang 
menjegal.
> 
> silfia hanani wrote:
> 
> Jangan terlalu berfikiran pesimis begitu bung, kenyataan beragama 
yang mana
> yang anda maksudkan yang parah dan menyesakan di Indonesia. Kalau 
anda
> jastifikasi seperti itu, picik pikan anda, gara-gara berfikiran 
yang picik
> dalam beragama inilah semuanya menjadi akar konflik keberagamaan.
> 
> jksutan wrote:
> saya hanya memforward message dari teman2 di paroki st. bernadette
> yang kebetulan juga mampir ke mail box saya
> 
> saya pikir ini adalah masalah kita bersama.
> kapan pembelaan antar umat bisa terjadi di Indonesia?
> Kalau di belanda, pastor bisa membela pembangunan mesjid, kalo di
> denmark katanya al quran dijadikan satu mata pelajaran pilihan (ini
> menurut apa yg saya baca di milis ini), mengapa di negara kita tidak
> bisa?
> 
> benar2 menyedihkan..
> 
> berikut message dimaksud:






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links








                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
vote.yahoo.com - Register online to vote today!

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke