Saya kira sekolah ada badan usaha bisnes, dan pendidikan dan ilmu adalah 
kartagori nomor dua. Bisnis berarti harus mengeruk keuntungan. Berbisnis 
bukan bersedekah, jadi kalau  makin banyak anak masuk sekolah yang beda 
agama, berarti keuntungan yang diharapkan akan berkurang atau menghilang, 
kabitanya bisa bangkrut. Untuk menjaga keuntungan yang diharapkan, adalah 
sangat mudah memakai advertensi "kritianisasi" atau "islamisasi".

Masyarakat digosok, dicekok dengan macam-macam hasutan yang bisa meruncing 
menjadi konflik berdarah. Kalau sudah berdarah bukan yang menderita adalah 
para dalang, tetapi ummat masyarakat lapisan bawah yang adalah mayoritas 
penduduk Indonesia.

Orang telah lupa bahwa pada umumnya pendiri republik Indonesia  bersekolah 
pada sekolah yang berbeda dengan dasar agama mereka, tetapi mereka tidak 
pernah bilang telah dikristianisasikan dan pindah agama. Tokoh-tokoh 
sekarang pun juga umumnya yang punya titel hebat-hebat belajar pada 
perguruan tinggi orang kafir, tetapi apakah mereka mengalami proses 
kafirisasi atau kristianisasi?? Malah ada petinggi negara yang mau menghiasi 
namanya beliau beli titel Dr melalui postorder di negeri "kafir".

Jadi masyarakat  dibodohkan dengan propaganda-propaganda kotor berlambang 
agama yang merusak hubungan dalam masyarakat.

Kalau keliru komentar saya ini silah dikritik!

----- Original Message ----- 
From: "RG Nur Rahmat" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, October 12, 2004 8:41 AM
Subject: Re: [ppiindia] Re: Kenyataan beragama di Indonesia, parah dan 
menyesakkan


>
> Begitu juga siswa non-muslim yang bersekolah di seklah-sekolah 
> muhammadiyah di Indoensia timur. Jadi, apa salahnya kalau diberi guru 
> agama, ini sekolah Muhammadiyah saja tidak keberatan, saya rasa kalau mau 
> menyebarkan agama lebih efektif jika disebarkan melalui akhlak, jika yang 
> dilihat itu bagus tentu saja tertarik untuk menelaah lebih dalam.
>
> Knp takut? Apakah disitu juga menjadi markas-markas Kristenisasi yang 
> dilarang negara?
>
> rm_danardono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
>>>>>>>yg jadi pertanyaan, kenapa yg non kristen/katolik mau sekolah
> di tmpt tsb??? Kualitas?? atau mau di-Kristenkan?? atau mau pasang
> bom???<<<<<<
>
> Ketika saya masih dibangku sekolah "Canisius" , banyak teman2 saya
> berasal dari keluarga Muslim. Dirumah mereka tetap menjalankan ibadah
> mereka. Mereka juga mengikuti pelajaran agama Katholik disekolah,
> seperti anda katakan, di warung gado2 ya kita makan gado2. Tak ada
> yang memaksakan pada mereka paham Katholik. Juga cucu2 bapak Agus
> Salim, pahlawan nasional kita, bersekolah di Sancta Ursula.
>
> Mereka mencari qualitas pendidikan, yang adalah tujuan tiap orang
> tua. Di Austria, 100% dari kami yang lulusan Canisius Jakarta, atau
> Kolese de Britto Jogyakarta, menyelesaikan Universitas pada waktunya
> (terutama jurusan2 Kedokteran dan Elektrotekhnik, tetapi juga ada
> Ekonomi). Persentasi drop out dari sekolah2 menengah lain, terutama
> SMA negeri, cukup tinggi.
>
> Di Austria, sekolah2 menengah katholik juga berdiri dijajaran paling
> depan (Jesuiten-Gymnasium dan Ursulinen-Gymnasium), walaupun mutu
> sekolah2 negara disini sangat tinggi (Real-Gymnasium). Siswa2 sekolah
> Katholik mendapat pelajaran agama Katholik, sekolah Protestant
> mendapat pelajaran Protestant, sekolah Yahudi mendapat pelajaran
> agama mereka.
>
> Salam
>
> RM D Hadinoto
>
>
>
>
>
>
>
> --- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote:
>> Mas,
>>
>> Kalo mau beli nasi padang, perginya jangan ke tukang gado-gado...
>> jangan paksa tukang gado-gado nyediain nasi padang... hehehe..
>>
>> Sudah jelas, embel-embel sekolahnya Sekolah Katolik atau Kristen...
>> nilai yg diajarkan ya, sesuai dengan embel-embel tsb....
>> Kenapa mesti dipaksakan ajaran agama lain???
>> yg jadi pertanyaan, kenapa yg non kristen/katolik mau sekolah di
> tmpt
>> tsb???
>> Kualitas?? atau mau di-Kristenkan?? atau mau pasang bom???
>>
>>
>> Salam,
>>
>> AI
>>
>> =================
>> Bung, jangan muluk-muluk.
>> UU Sisdiknas saja pastor-pastor Kristen banyak yang protes, padahal
>> pengajaran agama kepada pemeluknya kan termasuk hak asasi manusia.
> Ini
>> bagaimana?
>>
>> Sudah mau melangkah kesana tapi orang Kristennya sendiri yang
> menjegal.
>>
>> silfia hanani wrote:
>>
>> Jangan terlalu berfikiran pesimis begitu bung, kenyataan beragama
> yang mana
>> yang anda maksudkan yang parah dan menyesakan di Indonesia. Kalau
> anda
>> jastifikasi seperti itu, picik pikan anda, gara-gara berfikiran
> yang picik
>> dalam beragama inilah semuanya menjadi akar konflik keberagamaan.
>>
>> jksutan wrote:
>> saya hanya memforward message dari teman2 di paroki st. bernadette
>> yang kebetulan juga mampir ke mail box saya
>>
>> saya pikir ini adalah masalah kita bersama.
>> kapan pembelaan antar umat bisa terjadi di Indonesia?
>> Kalau di belanda, pastor bisa membela pembangunan mesjid, kalo di
>> denmark katanya al quran dijadikan satu mata pelajaran pilihan (ini
>> menurut apa yg saya baca di milis ini), mengapa di negara kita tidak
>> bisa?
>>
>> benar2 menyedihkan..
>>
>> berikut message dimaksud:
>
>
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia 
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> vote.yahoo.com - Register online to vote today!
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia 
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
> 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke