ya, bagus juga...itu perlu dibuktkan untuk selanjutnya, kalau dapat bertahan dan dapat 
meningkatkan kebaikannya itu so pasti kita bersyukur, selanjutnya kebaikan itu harus 
juga diiringi dengan kemampuan mereka untuk membangun bangsa ini, nah kita buktikan 
aja nanti. ini kan baru tingkat awal.....jadi kita sama menunggu.

dony_doang <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
Bu Silfia H, berhubung milis ini tdk mengijinkan attachment file. 
Maka saya copy-paste berita-berita seputar penilaian masyarakat 
terhadap PK dan PKS. Jika ada yg berminat, saya siap mengirim file 
tsb langsung ke alamat email anda semua.

Wassalam,


I. Komentar Tokoh Nasional

[1] "PK adalah partai yang benar-benar bisa diharapkan untuk 
menyelamatkan negara ini dari kehancuran. Selain kadernya memiliki 
latar belakang akademis yang baik, kader PK juga memiliki moralitas 
yang sudah teruji di lapangan". Letjen TNI Suaidi Marasabessy, mantan 
Kasum TNI ( ketika berkunjung ke kantor DPP PK Jakarta). (Keadilan 
Online, 8 April 2003). 

[2] Soemarso Soedarsono, penulis dari Lemhanas, mengatakan bahwa 
dirinya sangat simpati dan berdoa agar PK bisa menjadi partai besar 
dan bisa istiqomah menjaga karakter yang dimilikinya. Dirinya gembira 
karena sosok yang ia harapkan yang ditulis dalam bukunya "Character 
Building" bisa terlihat dan terwujud dalam diri orang-orang PK. 
(Keadilan Online, 8 April 2003). 

[3] Setelah lama dikenal sebagai seorang sosialis yang tidak relijus, 
Iwan Gayo, penulis dua buku `best-seller' yang monumental, "Buku 
Pintar Junior" juga "Buku Pintar Senior", menemukan ke-Islam-annya 
justru setelah berkenalan dengan PK. Ketertarikannya dengan PK 
dimulai ketika setiap kali mengunjungi pusat pelajar Indonesia di 
luar negeri para aktivisnya yang ia temukan adalah kebanyakan 
para `mahasiswa PK' baik yang sedang menyelesaikan S-1, S-2 maupun S-
3. Hingga pada 7 Maret 2003 bersama rombongan berjumlah 9 orang ia 
mengunjungi kantor DPP PK untuk melamar menjadi anggota PK. "Saya 
datang ke sini untuk melamar PK, tujuan saya bukan untuk mencari uang 
atau kursi tapi murni untuk ibadah. Income saya saat ini lebih besar 
dari gaji DPR. Saya datang ke sini dengan membawa zakat pribadi 
saya," kata Iwan sambil menyerahkan surat lamaran dan amplop besar 
warna coklat. (Keadilan Online, 7 Maret 2003). 

[4] "Saya sedang berhadapan dengan prajurit-prajurit keadilan". 
Mantan Plh Ketua Umum dan Ketua MUI Pusat, Prof. Alie Yafie, pada 
pembukaan Mukernas I di Gedung Granada. (11 September 1999, Lihat PKS-
Surabaya Online, 15 Januari 2004). 

[5] "Partai Keadilan memunculkan alternatif orientasi berpolitik yang 
tidak semata-mata bermotif mencari kekuasaan, tapi juga 

berorientasi pada nilai-nilai kebenaran, kejujuran dan keadilan". 
Prof. Dr. Dien Syamsuddin ketika 

memberikan sambutan Malam Kesenian Milad ke-4 PK di Taman Ismail 
Marzuki, Jakarta, 20 Agustus 2002. (Mengapa Memilih PK Sejahtera, 
Masyarakat Peduli Wong Cilik, Agustus 2003, h. 76). 

[6] "Insya Allah saya siap membawa PK ke pesantren-pesantren . Agar 
PK tak hanya besar di lingkungan kampus saja, tapi juga pada warga 
Nahdhiyin". KH Nuril Arifin (Mantan Panglima Pasukan Berani Mati era 
Gus Dur), saat mengundang Dr. Hidayat Nur Wahid beserta rombongan DPW 
PK Sejahtera Jateng ke Ponpesnya, "Soko Tunggal" di Semarang. 
(Keadilan Online, 20 Mei 2003). 

[7] "Baru Partai Keadilan saja yang tidak memiliki kriteria partai 
busuk. Bahkan secara organisasi partai ini bisa dikatakan sebagai 
partai yang harum. Anggota partai ini tidak terlibat dalam praktek-
praktek kotor, dan perilaku ini merata di seluruh Indonesia. 
Sedangkan untuk partai politik yang baru bermunculan belum bisa 
dikategorikan harum, bahkan ada kecenderungan busuk pula. Mengingat 
pendiri partai-partai baru tersebut adalah para politisi yang sudah 
busuk." Laode Ida, pengurus Forum Transparansi Indonesia untuk 
Anggaran. [PK-Sejahtera Online, 09 maret 2004]. 

[8] "Mengamati kader PK yang duduk di legislatif mereka menjadi 
tauladan dalam menolak kemungkaran dan kejahilan, menolak money 
politic, dan berusaha membela kepentingan publik. Itu merupakan poin 
yang perlu dikuatkan lagi, apalagi menjelang Pemilu mendatang perlu 
diekspos secara massala." Djohermansyah Djohan, dosen Institut Ilmu 
Pemerintahan (IIP) Jakarta. [ Buku Saat Nurani Bicara, 16 Tokoh 
Berbicara, editor: Solikhin Abu `Izuuddin, Bina Insani Pres, Januari 
2004, h. 43] 

[9] "Kelihatannya anak-anak yang tergabung dalam Partai Keadilab 
Sejahtera ini sepertinya merupakan ijabah do'a kita : Rabbana hablana 
min azwaajina wadzurriyatina qurrta `ayun waj'alna lilmuttaqiina 
imaamaa�dan saya melihat bahwa perubahan-perubahan yang terjadi di 
masyarakat biasanya dimulai oleh gerkan-gerakan pemuda dan mahasiswa 
yang terpelajar seperti yang kita lihat di PK Sejahtera ini." KH. 
Fathullah Manshur,Lc / Abah Fatah (Pengasuh Ponpes `Ibadurrahman 
Tegallega, Sukabumi). [Jurnal Sukabumi, Minggu I-II Januari 2004]. 

[10] "Saya mengharapkan agar demonstran di Jakarta bisa mencontoh 
yang dilakukan oleh Partai Keadilan pada hari Minggu (7/4/2002) 
kemarin. Indikator PK bisa dijadikan contoh karena aksi tersebut 
dilakukan oleh lebih dari 10 ribu orang tapi bisa berjalan dengan 
tertib. Padahal kita hanya memberikan pengamanan tiga SSK atau 
sekitar 300 orang personil," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Makbul 
Padmanegara. (Detikcom, 9 April 2002). 

[11] "Dari sekian partai politik, yang tertib dalam melakukan 
kampanye, adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mereka kalau 
kampanye selalu tertib dan terkontrol. Tidak ada keributan. dan hanya 
PKS yang bisa tertib dalam berbagai kegiatan partai, kendati mereka 
tidak punya satgas." Dr. Komarudin Hidayat, Ketua Panwaslu.
[Eramuslim.com, 31 Oktober 2003]. 

[12] " Partai Islam itukan banyak, kita lihat saja yang masih bersih. 
Mengenai nanti setelah dipilih partainya jadi kotor, itu bukan 
tanggung jawab kita lagi. Yang pasti, saat memilih kita memilih 
partai yang paling bersih itu. Sejauh ini ada satu yang saya pilih, 
yang saya lihat partai ini paling bersih, Partai Keadilan Sejahtera. 
Ya, begitulah." Yana Yulio, penyanyi pop Indonesia. [Buku Saat Nurani 
Bicara, 16 Tokoh Berbicara, editor: Solikhin Abu `Izuuddin, Bina 
Insani Pres, Januari 2004, h. 39] 

[13] "Ini merupakan fenomena baru yang harus disyukuri dan semua 
orang tidak memperkirakan akan munculnya generasi seperti ini. Ini 
merupakan generasi baru di luar perhitungan berbagai pihak, termasuk 
kekuatan orde baru. Makanya keberadaan PK ini menjadi fenomena 
tersendiri bukan hanya di Indonesia tapi di luar negeri". Dr. Salim 
Said, pengamat militer kawakan, pada Serial Diskusi Politik 
Departemen Komjar PK, di kantor DPP PK. (Keadilan Online, 1 November 
2002). 

[14] "Saya simpati pada PK Sejahtera. Menurut saya, itu partai yang 
bagus dan bersih orang-orangnya, sehingga belum ada partai lain yang 
reformis kecuali PK Sejahtera. Coba sekali-kali datang untuk mengisi 
pengajian, dan kalaupun nanti ada orang (PNBK-pen.) yang malah 
tertarik dengan PK, silahkan saja, tidak jadi soal, asal masuknya ke 
PK bukan Golkar". Eros Djarot, Ketua PNBK, ketika berkunjung ke 
kantor DPP PK. (Keadilan Online dan detik.com, 21/8/2002). 

[15] "Saya kira dibandingkan dengan partai-partai lain, PK itu paling 
bersih, dalam pengertian orang-orangnya berdisiplin dan juga tidak 
terkontaminasi KKN. Saya kira bisa juga kita sebutkan sebagai satu-
satunya atau salah satu partai yang paling menjaga integritas nilai-
nilai moral dan sebagainya." Dr. Bachtiar Effendi, MA, pengamat 
politik. [Buku Saat Nurani Bicara, 16 Tokoh Berbicara, editor: 
Solikhin Abu `Izuuddin, Bina Insani Pres, Januari 2004, h. 53] 

[16] "Saya adalah politikus yang telah lama beristirahat karena saya 
kecewa dengan konstelasi politik bangsa ini dan saya merasa mempunyai 
kesamaan komitmen moral dengan PK Sejahtera terhadap bangsa ini. Kita 
sudah capek dengan perbedaan. PK Sejahtera yang terdiri dari anak-
anak muda namun bisa berkomitmen politik secara moral seperti 
keinginan saya." Sophan Sophiaan, artis dan mantan Ketua PDIP dalam 
jumpa pers setelah menemui Dr. Hidayat Nur Wahid di Jakarta. (Era 
Muslim. Com, 06/01/2004). 

[17] "Rakyat mah, buat sekolah anaknya sudah susah cari uang. Makanya 
saya puji dua orang yang mengembalikan: Saya puji itu PK, oke Pak 
Yudi. Yang lain-lain�?". Harry Roesli, Seniman, ketika mengomentari 
kasus dana kavling DPRD Jabar. (Metro TV, 4 Juli 2002). 

[18] "Kita harus membina partai ini menjadi partai modern dengan 
manajemen dan kaderisasi yang meninjol. Kita lihat persaingan 
menajemen partai yang diperlihatkan partai lain, seperti Partai 
Keadilan. Itu luar biasa. Kita jangan berkutat bahwa PDI-P partai 
tradisional, enggak bisa." Indira Damayanti Sugondo, Mantan Wakil 
Rakyat dari PDI-P. (Kompas, 21 Juli 2002). 

[19] "Kalau kita boikot partai-partai busuk dan konsern pada partai 
kecil yang memiliki integritas dan kejujuran yang bagus, maka kita 
bisa keluar dari krisis ini, 
Partai Keadilan Sejahtera (PKS), adalah salah satu di antaranya. Dari 
sisi kaderisasi PKS bagus, dan juga terkenal jujur. Mereka membiayai 
partai secara swadaya. Dalam berbagai aksi unjuk rasa, PKS juga 
dikenal tertib." Mochtar Pabottingi, peneliti pada LIPI [Detik.com, 5 
Februari 2004] 

[20] "Anda tanya tentang peran PK Sejahtera sampai bergidik bulu 
kuduk. PK Sejahtera merupakan partai yang memberikan suasana sejuk 
terutama setelah ada sorotan kacamata hitam terhadap Islam." Jend 
(Purn.) TNI Graito Usodo, Mantan Kapuspen TNI. [ Buku Saat Nurani 
Bicara, 16 Tokoh Berbicara, editor: Solikhin Abu `Izuuddin, Bina 
Insani Pres, Januari 2004, h. 67] 

[21] "Kadang-kadang kami berpikir apa benar sudah tidak ada calon-
calon pemimpin yang benar-benar bisa mewakili keinginan rakyat kecil. 
Nah, pertanyaan itu, insya Allah, akan terjawab karena sekarang sudah 
muncul satu partai kecil, yakni PK, yang hampir semua kalangan, 
termasuk teman-teman saya mengakuinya. Artinya, kita punya harapan 
jika orang-orang PK benar-benar konsisten, Amin, Insya Allah." 
Ferrasta "Pepeng Jari-jari" Soebardi, artis dan selebritis ibukota. 
(Saksi, No. 15 Tahun V, 6 Mei 2003, h.10). 

[22] "PK susah dicari kelemahannya terutama SDM-nya. Bagi kita aneh 
ada orang mengembalikan uang yang tidak jelas di tengah kondisi 
sekarang ini". Jend. (Pur) Syarwan Hamid, saat berkomentar di Hotel 
Sari Pan Pacific Jakarta. (Mengapa Memilih PK Sejahtera, Masyarakat 
Peduli Wong Cilik, Agustus 2003, h. 76). 

[23] "Saya berharap PKS bisa menjadi mercusuar untuk membangun bangsa 
ini. Saya serukan kepada kaum Muslimin untuk mendukung PKS." Rhoma 
Irama, penyanyi dangdut.[Eramuslim.com, 1 Maret 2004]. 

[24] "Hanya ada dua partai yang paling profesional yakni Partai 
Golkar dan Partai Keadilan. Yang lain tak ubahnya paguyuban. Kalau 
Golkar dosanya banyak, legitimasinya susah, tapi punya banyak uang 
dan cabangnya profesional".Prof. Dr Arief Budiman alias `Bapak 
Golput", Guru Besar Kajian Indonesia pada Melbourne University yang 
juga mantan dosen Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, dalam 
diskusi publik bertema "Menyelamatkan Transisi Demokrasi Indonesia, 
di kantor PMKRI, Jakarta, 16/2/2003. (Mengapa Memilih PK Sejahtera, 
Masyarakat Peduli Wong Cilik, Agustus 2003, h. 76). 

[25] "Selama saya berada di sini, saya yakin masa depan umat Islam 
Indonesia". Prof. Dr. Jimly As-Siddiqiy, Guru Besar UI dan Ketua 
Mahkamah Konstitusi, pada acara pelantikan kader inti PK DPW DKI 
Jakarta. (Keadilan Online, 7 Maret 2003). 

[26] "Saya melihat pemimpin-pemimpinnya itu sederhana hidupnya dan 
juga orang-orang terpelajar. Dan PK merupakan partai pertama yang 
berani berasaskan Islam kayaknya pilihan saya ke PK Sejahtera tidak 
meleset, insya Allah." Anneke Putri, artis (dikenal sebagai 
pemeran `Emak' dalam sinetron Keluarga Cemara}, Majalah Saksi No. 15, 
Tahun VI, Desember 2003]. 

[27] "Tapi, kalau sebagai seniman aku direkrut untuk kampanye, 
misalnya, aku dengan serta merta, tanpa ikut rapat-rapat, khusus 
untuk Partai Keadilan Sejahtera aku bersedia." Neno Warisman, 
seniman. [Buku Saat Nurani Bicara, 16 Tokoh Berbicara, editor: 
Solikhin Abu `Izuuddin, Bina Insani Pres, Januari 2004, h. 58]. 

[28] "I Love PKS, partai yang aktif bekerja sepanjang masa. Kelebihan 
lain PKS karena mereka beraktifitas sepanjang lima tahun, sepanjang 
partai itu ada, bukan Partai Pemilu yang menyambangi warga menjelang 
dibutuhkan suaranya." Muhammad Syafi'i Antonio, M.Sc, Pakar dan 
Praktisi Ekonomi Islam. (PK Sejahtera Online, 30/12/2003). 

[29] "PK paling mengena di hati saya. Karena tampilannya simpatik, 
tertib, jujur dan apa adanya. Saya saksikan mereka di Jatim dan Sumut 
ketika jadi anggota KPU. Saya terkesan karena mereka sangat antusias, 
rela berkorban, dan disiplin yang tinggi." Adnan Buyung Nasution SH, 
Pengacara kawakan Indonesia, saat berkomentar di Hotel Sari Pan 
Pacific Jakarta. (Mengapa Memilih PK Sejahtera, MPWC, Agustus 2003, 
h. 76). 

[30] "Yang teriak beda paling cuma Partai Keadilan Sejahtera, soal 
korupsi. Sedangkan partai yang lain tidak bisa antikorupsi karena 
korupsi semua. Akhirnya, partai-partai itu juga fokus isu keamanan," 
Munir, SH Direktur Eksekutif Imparsial (The Indonesian Human Rights 
Monitor) [www. mediakrasi.com, 14/12/2003]. 

[31] "Tiada kata-kata yang sanggup melukiskan rasa kecewa saya pada 
partai yang saya dukung dulu di tahun 1999. Tak pernah lupa janji-
janji yang tidak pernah mereka tepati� Tapi kini, saya mantap di PKS. 
Sebagaimana orang PKS bekerja tanpa pamrih. Kami tidak butuh jabatan. 
Kami kumpul di sini untuk konsolidasi dan bertekad mengembalikan 
minimal 15.000 suara dari sekitar 17.500 suara yang PDIP tarik pada 
pemilu 1999 ke PKS�. " ujar Sujarno (40), mantan tokoh pasukan 
wirapati PDIP 1999 yang mengaku bergabung dengan PKS setelah 
mengamati selama dua tahun ini, lantang. (Radar Surabaya, 24 
September 2003). 

[32] "Kami dulu pendukung PDIP. Tapi kami merasa kecewa karena tidak 
ada perhatian yang serius terhadap kami. Justru Partai Keadilan 
Sejahtera yang lebih peduli dan banyak membantu kami." Kariono, 
koordinator PTBPW (Paguyuban Tukang Becak Pasar Wonokromo) Surabaya, 
yang memimpin rombongan tukang becaknya untuk melamar menjadi 
pendukung PKS sekaligus mengikuti pengajian pertama mereka. [www.pks-
surabaya.or.id, 11 Desember 2003]. 

[33] "Mereka punya Dewan Syari'ah yang begitu ketat, termasuk untuk 
menyeleksi dana yang mereka terima. Inikan awal yang bagus dan perlu 
didukung." Miing `Bagito', pelawak. [ Buku Saat Nurani Bicara, 16 
Tokoh Berbicara, editor: Solikhin Abu `Izuuddin, Bina Insani Pres, 
Januari 2004, h. 38] 

[34] Salah seorang kader partai dan bisa dikatakan "sepuhnya" Partai 
Golkar di Kepri adalah Drs H Wan Rumadi yang telah terjun ke dunia 
politik bersama Golkar sejak tahun 1971. Namun pada Pemilu 2004 ini 
ia memilih "hengkang" ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kepri, yang 
dinilai cocok dengan panggilan jiwanya selama ini, yakni berdakwah. 
Sehingga ia merasa tidak ragu lagi untuk hengkang dari partai yang 
telah membesarkannyaitu."Saya merasa PKS cocok dengan panggilan jiwa 
selama ini, berdakwah. Mau tak mau saya harus bergabung dengan partai 
ini yang bermisi untuk kemajuan umat dan sering melakukan dakwah," 
ungkapnya, di kantor sekretariat DPD PKS Kepri.[Bintanpos.Com, 
dipublikasikan oleh PKS-Surabaya Online pada 04/01/2004] 

[35] "Ini bukan sekadar partai. Ini adalah gerakan masyarakat untuk 
kepentingan masyarakat", ujar Ajip Rosidi, Sasterawan, ketika 
memberikan sebuah buku berjudul 'Tang Kolentang' kepada Presiden 
Partai Keadilan (PK) Hidayat Nur Wahid, sebagai bentuk simpati 
kepadanya. (Suara Merdeka, 21 Januari 2003). 

[36] "Demi Allah, saya masuk PK Sejahtera lillahi ta'ala. Sebab, saya 
melihat hanya partai ini yang komitmen pada kebaikan dan memiliki 
moralitas yang terjaga," kata Adhyaksa Dault, mantan ketua umum KNPI 
Pusat. (www.majalahsaksi.com, 27 Desember 2003). 

[37] "Saya sangat dekat dengan Partai Keadilan sejahtera karena rata-
rata mereka jamaah pengajian yang aktif. Mereka akrab dengan saya. 
Mungkin di antara partai yang ada, hanya mereka yang paling sering 
saya kunjungi, sebab PK Sejahtera akan menjadi partai masa depan." 
Dr. K.H. Miftah Faridl, Ketua MUI Kota Bandung. [Majalah Saksi minggu 
ke-1 September 2003]. 

[38] "Namun, menurut saya, hasil itu menunjukkan sesuatu yang penting 
juga: bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS-nya Hidayat Nur Wahid) 
adalah partai yang paling well-organized; para anggotanya sangat 
peduli pada partai dan rela untuk berkorban (termasuk berkorban 
mengirim SMS). Saya yakin bahwa jumlah pemilik telpon seluler di 
kalangan Golkar dan PDI Perjuangan jauh lebih besar dari pemilik HP 
di lingkungan PKS. Tapi, kenapa kedua partai besar itu tidak bisa 
memobilisasi anggotanya untuk memilih para ketuanya, meski itu hanya 
di level SMS? Tidak hanya dalam soal SMS, partai ini dikenal sangat 
rapi dalam mobilisasi demonstrasi yang umumnya sangat besar, tapi 
damai. Para anggota dan simpatisannya datang dengan uang pribadi, 
membawa serta keluarga." Farid Gaban, Wartawan Tempo, ketika 
mengomentari keunggulan PKS dalam beberapa poling dengan responden 
aktif. [Majalah Saksi Online, 06/01/2004]. 

[39] "PKS adalah suatu partai yang menjanjikan harapan. Dengan 
pertimbangan, karena partai ini terbukti berkompetisi secara sehat 
dalam pemilu 1999. Salah satu bagian dari kompetisi yang sehat adalah 
berkampanye secara beradab, tertib, anti kekerasan, dan tanpa 
mengganggu hak-hak publik. Dan Partai Keadilan dalam hal ini adalah 
partai yang mungkin hampir satu-satunya mengerjakan kampanye dengan 
modelsepertiitu.Kedua, Partai Keadilan konsisten di dalam 
memperjuangkan perlunya pemerintahan yang bersih. Saya tidak tahu 
secara keseluruhan, setidaknya dari banyak kasus yang terjadi seperti 
kasus "uang kadeudeuh" di Jawa Barat, Partai Keadilan adalah satu-
satunya partai yang menolak mekanisme suap dan korupsi di dalam 
praktek pemerintahan setelah pemilu lewat. Oleh karena itu, saya 
ingin katakan "Partai Keadilan harus diapresiasi di situ". Ketiga, 
Partai Keadilan juga tumbuh di tengah masyarakat perkotaan yang 
sokongannya datang dari kelompok masyarakat terdidik. Dan dalam 
banyak isyu Partai Keadilan kelihatan siap untuk berdialog secara 
baik menyangkut banyak isyu itu. ini kecenderungan yang bisa kita 
katakan sebagai kecenderungan dari partai yang menjanjikan." Eep 
Saefullah Fatah, Pengamat politik dan Kandidat Doktor di bidang 
politik pada Ohio University, USA. (www.majalahsaksi.com, 27 Desember 
2003). 

[40] Dalam beberapa kali perbincangan dengan eramuslim, dia mengaku 
takjub dengan penampilan dan kinerja PKS. "Partainya bersih, imejnya 
bagus. Garis perjuangannya juga jelas," Partai Islam yang paling 
besar, itu nanti PKS. Tapi juga diikuti oleh partainya Zainudin MZ. 
Saat ini partai yang menjadi pilihan saya hanya dua, antara PKS dan 
Partai Demokrat. Karena itu, kalau itu ada paket pasangan SBY dan 
Hidayat Nur Wahid, saya sangat mendukungnya." Manaharan Siahaan, 
mantan wartawan Sinar Pagi penganut Protestan. (Eramuslim.com, 
16/03/2004). 


II Komentar Tokoh Internasional

[1] Sekretaris Politik Kedutaan Besar Australia, John Williams 
menilai bahwa Partai Keadilan Sejahtera prospektif dalam Pemilu 
mendatang. Karena partai ini dinilai mempunyai citra yang bersih dan 
dipelopori oleh kalangan muda yang dinamis. 
"Partai Keadilan Sejahtera ini cukup mendapat dukungan luas dari 
kalangan cendekiawan, masanya santun dan mempunyai kredibilitas moral 
yang tinggi," kata John Williams. [Bernas, 30 Januari 2004] 


[2] "PK Sejahtera merupakan satu-satunya partai yang serius dalam 
memberantas praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Hal itu bukan 
hanya dalam tataran wacana saja, tetapi juga dibuktikan dengan kiprah 
para aktivisnya." Karen Foss, Sekretaris Politik Kedutaan Besar 
Kanada untuk RI. Karen juga mengungkapkan fenomena PKS sering menjadi 
perbincangan rekan-rekan diplomat dari negara sahabat lainnya. [PKS-
Online, 10 Maret 2004]. 

[3] "They practice democracy. They are totally different 
from "fundamentalists." Demonstrations by Partai Keadilan are very 
peaceful, and about half of the demonstrators are women. So this is a 
significant movement, and very different from past Islamic 
movements.". Dr. Ken Miichi, pengamat Internasional dan Guru Besar 
pada Kyoto University Jepang, saat diwawancarai oleh wartawan Jakarta 
Post tentang gerakan Islam. (Jakarta Post, 21 September 2002). 

[4] "PKS kelihatan bersih, sederhana, canggih dalam khazanah 
pemikiran dan metode pendekatan. Yang lebih penting lagi, di PKS 
telah tumbuh pola perekrutan kader berasaskan meritokrasi, yaitu 
kepemimpinan yang didasarkan atas prestasi, bukan jenis kelamin 
maupun keterikatan, etnis dan politis. Antara lain dengan kesempatan 
yang diberikan PKS kepada kaum muda lebih banyak tampil membuktikan 
diri. Itu belum terjadi di partai-partai lain. Ini satu kelebihan 
PKS." Gregory James Burton, Dosen Senior Deakin University, Geelong, 
Australia. [Media Indonesia, 19 Februari, 2004] 

[5] "Saya merasa apa yang dilakukan Partai Keadilan heboh sekali. Itu 
suatu yang sangat baik, di mana ada protes, tetapi yang 100 persen 
damai. Dengan ribuan orang, tetapi sangat berdisiplin". Sidney Jones, 
peneliti dan aktivis intrenasional dari ICG, dalam artikel "Publik 
Indonesia tak Ekstrakeras' di Harian Jawa Pos, 05 April 2003. 

[6] " Hal lain yang membedakan PKS dari parpol yang ada adalah partai 
ini berbasiskan kalangan terdidik dan tidak mencari keuntungan 
sendiri dalam berpolitik. Mereka berhasil membangun citra bahwa kader-
kadernya tidak mempunyai ambisi terlalu jauh, misalnya berebut 
kekuasaan, dalam berpolitik. Saya kira orang yang ingin memperbaiki 
partai lain harus meniru partai ini. Tapi partai yang lain ada 
sekarang berkesan ingin secepatnya mendapat bagian dari kekuasaan,'' 
Martin Van Bruinessen, pakar Sosiologi Universitas Utrecht Belanda. 
[Suara Merdeka, 26 Agustus 2003]. 

[7] "Sungguh saya tertarik dengan PK, karena selain dikenal adil dan 
bersih dalam prilaku politiknya, saya juga mengenal PK sebagai partai 
politik yang paling getol membela dan memperjuangkan kepentingan 
rakyat kecil." Mr. Shigekaju Sato, Wakil duta Besar Jepang untuk 
Indonesia dalam kunjungannya ke DPP PK yang merasa puas atas 
kunjungannya tersebut dan berjanji akan kembali. (Keadilan Online, 14 
Januari 2003). 

Fenomena PK atau PKS juga telah mendapatkan perhatian serius dari 
pemerintahan Jepang, dalam kaitan ini, Hidayat Nur Wahid sering 
menjadi undangan resmi Kedutaan Besar Jepang untuk RI dan pada Bulan 
September 2003 yang lalu telah diundang Pemerintah Jepang untuk 
berkunjung ke Jepang sebagai tamu negara oleh Departemen Luar Negeri 
Jepang. "Jepang tertarik dengan PK Sejahtera karena mereka menganggap 
kader PK Sejahtera orang yang serius memikirkan negerinya, tidak 
seperti partai lain," ungkap Duta Besar Jepang mengenai sikap 
Pemerintah Jepang terhadap PK Sejahtera. [Seperti yang dipaparkan Dr. 
Irwan Prayitno pada download dalam PK Sejahtera Online, 19 Januari 
2004 dan www.berpolitik.com, 18 Januari 2004]. Apa yang dapat dibaca 
dari ketertarikan pemerintahan sebuah negara maju terhadap 
sebuah `partai kecil' dari negara berkembang yang besar di kawasan 
Asia Timur ini? Sebagaimana yang diakui pemerintah Jepang sendiri, 
sebagai sebuah negara yang besar, stabilitas Indonesia sangat 
berpengaruh terhadap stabilitas kawasan. Dan ketertarikan 
pemerintahan Jepang ini kepada PK Sejahtera dapat dipandang sebagai 
harapan yang dapat dilihat dari PK Sejahtera untuk membawa kembali 
Indonesia kepada stabilitasnya yang kemudian akan berpengaruh kepada 
kestabilan kawasan yang pada akhirnya juga berdampak bagi Jepang 
sebagai negara termaju di kawasan ini. Setidaknya pandangan 
pemerintahan sebuah negara maju akan eksistensi keteladanan PK 
Sejahtera dapat dinilai sebagai pengakuan bahwa partai ini adalah 
harapan yang menjanjikan bagi negeri ini. Wallahu `Alam. 



III. Komentar Berbagai Media 

[1] MUNGKIN PKS memang fenomena. Pengkaderan dan teladannya dalam 
berpolitik membuka kesegaran. Para kadernya eks aktivis kampus dan 
mereka yang sudah lama bergerak dalam berbagai lembaga swadaya 
masyarakat. Kantor Pusat PKS dulunya adalah rumah toko tiga lantai, 
terletak di Jalan Mampang Prapatan Raya, tidak menampilkan wajah 
angker. Satu-satunya tanda sebagai kantor hanya spanduk pudar berisi 
lambang dan nama partai bersangkutan.Tidak ada petugas keamanan yang 
dengan mata melotot dan wajah galak menghadang tamu. Para tamu hanya 
disambut seorang resepsionis merangkap penerima telepon. Dengan 
kesederhanaan tersebut, hari-hari ini kesibukan markas besar PKS 
sedang meningkat. [Kompas, 26 September 2003, Hidayat Nur Wahid 
Merintis Kesantunan BerpolitikPraktis]. 

[2] Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan fenomena di Indonesia. 
Partai baru itu berhasil merebut simpati masyarakat, karena 
penampilan para kadernya yang santun dan para petinggi partainya yang 
dikenal bersih. Banyak orang menaruh harapan pada partai yang 
mempunyai basis massa di kalangan intelektual, khususnya para pelajar 
dan mahasiswa Muslim itu. [Republika dalam rubrik Rehat, 11 Januari 
2004}. 

[3] Dalam kaitan menjaring caleg yang benar-benar berkualitas itu 
kita sambut baik langkah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). PKS menjadi 
satu-satunya partai politik peserta Pemilu 2004 yang secara terbuka 
menyatakan dukungannya pada Gerakan Nasional Jangan Pilih Politisi 
Busuk (GNJPPB).[Suara Pembaruan dalam Tajuk Rencananya tanggal 31 
Desember 2003]. 

[4] The Partai Keadilan Sejahtera (Justice Welfare Party) of Muslim 
intellectuals and academics is well-organised. Although it is based 
on purely Islamic principles, it has shown itself to be responsible 
and peaceful, for example, in its reactions to the Iraq war. It is 
still very small and has only seven seats in the DPR, but it could 
easily double that in the elections.[ Editorial: Gearing up for a 
fresh start, New Straits Time Malaysia, Feb 10, 2004]. 

[5] Kalau menemukan partai yang mempunyai mobilitas dan soliditas 
jaringan kerja yang sangat baik dialah Partai Keadilan Sejahtera. 
Bayangkan baru satu pekan yang lalu dideklarasikan di Jakarta, kini 
partai tersebut telah mencapai sedikitnya di 13 Negara besar seperti 
Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Jepang, Australia, Malaysia, Sudan, 
Yordania, Arab Saudi, Mesir dan tak ketinggalan negeri kincir angin 
Belanda. [Mediakreasi.com, 27 April 2003]. 

[6] Everywhere they go, leaders of the Prosperous Justice Party (PKS) 
find themselves repeatedly having to convince people of their 
friendly ideals for the country. 
While their rallies are massive and peaceful, and their politicians 
are known to be clean compared to others, non-Muslims and Muslims who 
do not consider themselves devout are turned off by the party's 
strong Islamic image -- female attendants are all wearing head 
scarves and men and women are clearly separated. What would become of 
the rest ofusiftheygainedpower?In a visit to The Jakarta Post on 
Friday, PKS leader Hidayat Nur Wahid stressed that PKS focuses on 
Islam's universal values and how they should not be neglected and 
abused at the individual level -- and also that the party aims, in 
time, to be inclusive. Thousands of Christians from South Maluku 
(Maluku Tenggara Barat �Ed) have already requested to become members, 
party leaders say. [PKS Vows to Promote Pluralism, The Jakarta Post, 
26 Januari 2004] 

[7] Pemilu 2004 kian menjelang. Masih adakah partai yang dianggap 
bercitra baik oleh masyarakat? Inilah hasil jajak pendapat tentang 
hal itu. Pertanyaannya, apakah mereka masih layak dipercaya? 
Bagaimana citra mereka selama lima tahun terakhir? Saat diberi 
pertanyaan tentang partai apa saja yang masih bercitra baik, 471 
orang atau 31,4 persen di antara 1.500 responden yang menjadi sampel 
jajak pendapat ini menjawab Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Berada 
di posisi kedua, citra partai yang masih dianggap baik adalah Partai 
Amanat Nasional (PAN). PAN dipilih oleh 259 orang atau 17,3 persen 
responden. Lantas, 144 orang atau 9,6 persen responden memilih PBB. 
Lalu, 61 orang atau 4,1 persen responden memilih PPP. Sebanyak 52 
atau 3,5 memilih PDIP. Dan, 76 atau 5,1 persen responden memilih 
Golkar sebagai partai yang masih bercitrabaik.Sebanyak 52 orang atau 
3,5 persen memilih PKB. Sedangkan 300 orang atau 20 persen responden 
lainnya menjawab tidak ada satu pun partai yang masih bercitra baik. 
Sisanya, 85 orang atau 5,5 persen responden menjawab tidak tahu.
[www.jawapos.co.id, 04 September 2003]. 

[8] Sebanyak 16 dari 24 partai peserta Pemilu 2004 diidentifikasi 
sebagai partai Orde Baru (Orba) karena mewarisi paradigma dan 
didirikan tokoh-tokoh dalam era presiden Soeharto, hanya Partai 
Keadilan Sejahtera (PKS) dan beberapa parpol lainnya yang tak terkait 
dengan Orba. (Lihat Kompas, 12 Desember 2003) 

[9] Tidak seperti hasil polling Lembagai Survei Indonesia (LSI) 
pimpinan Denny JA yang menonjolkan parpol berbasis nasionalis, maka 
hasil polling SCTV justru mengedepankan parpol berbasis agama. Dalam 
berbagai kesempatan jajak pendapat, PKS memang sering leading. 
Sehingga ada joke yang berkembang bahwa PKS adalah partai spesialis 
menang polling. (Bisnis Indonesia, dalam Editorialnya berjudul PKS, 
The Polling Party?, 16 Desember 2003). 

[10] Mudah-mudahan sikap politiknya ini tetap konsisten hingga tahun-
tahun mendatang. Mudah-mudahan pula, Partai Keadilan Sejahtera bisa 
mencapai target perolehan suara Pemilu tahun 2004 nanti. Semoga 
Sukses! [UnitedFool.Com, sebuah situs Nasrani, ketika mengomentari 
sosok Hidayat Nur Wahid dan Partai Keadilan Sejahtera, 24 Juli 2003]. 

[11] Tidak semua partai mengalami kisruh pencalegan. Partai Keadilan 
Sejahtera punya mekanisme unik untuk mengelola potensi konflik. 
Sebelum penempatan caleg, mereka menggelar pemilu internal di 
kalangan kader partai. Nama-nama yang muncul dalam pemilu internal 
itu diperingkat, kemudian namanya dipampang untuk menerima 
complaint."Daripada konflik, lebih baik kita berikan kesempatan 
complain kepada kader," kata Sekretaris Jenderal Partai Keadilan 
Sejahtera, M. Anis Matta, kepada Hatil Ilwan dari GATRA.[Laporan 
Utama Gatra, Edisi 9, beredar 9 Januari 2004] 

[12] Partai berlambang Kakbah dengan dua bulan sabit yang mengapit 
garis lurus di tengahnya itu telah memberi contoh bagaimana cara 
berdemonstrasi yang benar. Ia juga telah mengajarkan bagaimana 
berpolitik dengan moralitas. Demonstrasi yang tertib mestinya bukan 
sesuatu yang luar biasa. Ia menjadi luar biasa karena terjadi di 
tengah masyrakat yang `hobi' melakukan destruksi. Bisakah manusia 
Indonesia berdemonstrasi dengan tertib? Jawabnya, bisa. Sampai 
kemudian, Partai Keadilan memperlihatkan kepada publik contoh 
berdemonstrasi yang baik dan benar. Itulah yang kemarin (30 Maret 
2003) terjadi ketika Jalan Sudirman, Jalan Thamrin dan Jalan Merdeka 
Selatan Jakarta `dibanjiri' orang dalam unjuk rasa Sejuta umat. 
Inilah aksi massa terbesar yang pernah terjadi di negeri ini yang 
berlangsung tertib, damai dan mengagumkan. Tidak sekali-dua, tapi 
berulang kali. Yaitu, unjuk rasa tidak identik dengan huru-hara. 
Unjuk rasa adalah salah satu bentuk ekspresi demokrasi, yang dapat 
dilaksanakan dengan patuh kepada hukum serta berlangsung tertib dan 
damai sekalipun diikuti ratusan ribu orang. Hanya komunitas dengan 
pemimpin yang memiliki visi dan disiplin yang tinggi yang akan 
menghasilkan pengikut yang taat kepada pemimpin dan sistem. Kita 
berharap semoga kesantunan massa Partai Keadilan menjadi inspirasi 
bangsa ini dalam mengekspresikan demokrasi. [Disarikan dari dua 
editorial Media Indonesia, tanggal 20 Oktober 2001 dengan judul Aksi 
Simpatik Partai Keadilan dan 31 Maret 2003 dengan judul Ketertiban 
Sejuta Umat]. 

[13] Salah satu fenomena politik terbesar setelah reformasi adalah 
Partai Keadilan Sejahtera � dulu Partai Keadilan. PKS mempunyai massa 
pendukung yang sangat solid dari kalangan Islam terpelajar. Mereka 
pada umumnya adalah aktivis atau bekas aktivis pengajian mahasiswa 
ataupun mesjid-mesjid kampus. Karena rata-rata bekas mahasiswa, 
hampir semua (kalaulah tidak seluruhnya) anggota dan pengurus PKS ini 
merupakan para sarjana. Dengan begitu, barangkali inilah satu-satunya 
partai politik yang anggota dan pengurusnya sangat educated. Tingkat 
pendidikan dan latar belakang aktivitas pengurusnya itu membuat 
partai ini juga tampil sangat terpelajar dan santun menurut ukuran 
Indonesia. Wakil-wakil mereka di lembaga legislatif pun 
tampil `lurus', meski dalam bersiasat mereka sering kalah dengan 
anggota lain yang lebih berpengalaman dan bisa menggunakan segala 
cara negosiasi. Masyarakat belum pernah mendengar ada skandal politik 
yang melibatkan anggota PKS. Pemahaman mereka terhadap keberadaan 
partai politik juga berbeda dengan partai lain. Partai politik 
biasanya dipahami sebagai alat meraih kekuasaan. Tapi, pemahaman PKS 
tampaknya tidak sementah itu. Mereka kelihatannya lebih memandang 
politik sebagai arena perjuangan untuk mewarnai praktik politik dan 
kenegaraan agar tidak dikeruhi oleh perilaku yang melanggar nilai-
nilai keagamaan. Sosok ketua umumnya, Hidayat Nur Wahid, makin 
mempertegas visi partai itu. Dia terlibat dalam berbagai pertemuan 
politik kelas atas, tapi (paling tidak sejauh ini) tidak mau menjadi 
bagian dari kekuasan. Ketika Megawati naik kursi kepresidenan 
menggantikan Abdurrahman Wahid, Hidayat termasuk yang ditawari untuk 
menjadi salah satu menteri kabinet. Namun, dia menolak dengan cara 
yang sangat gentle dan halus, tanpa merasa perlu untuk 
mempublikasikan guna meraih kemenangan moral. [Disarikan dari Harian 
Perintis, dalam salah satu pandangan redaksinya, Suara Perintis, 
dengan judul Fenomena PKS, tanggal 16 Desember 2003]. 

[14] Partai Keadilan Sejahtera sering disebut sebagai partai kader 
masa depan. Maklum, sebagian besar pendukung dan simpatisan partai 
ini dari kalangan kampus, cendekiawan, profesional muda, dan 
mahasiswa. Predikat itu kian melekat dengan perilaku kader partai 
yang santun dalam mengekspresikan sikap politik mereka. Sebagai 
partai yang tengah beranjak dewasa, PKS juga tidak terlepas dari 
terpaan isu. Terakhir, partai ini sempat disorot karena masuknya 
yayasan Al Haramain pimpinan Hidayat Nur Wahid dalam daftar 
organisasi pendukung teroris. Namun, guncangan isu itu seolah menjadi 
kampanye positif. Sebab, ternyata Perserikatan Bangsa-Bangsa salah 
memasukkan nama yayasan. Al Haramain yang terkait teroris, bukanlah 
yayasan pimpinan Presiden PKS ini. Mungkin juga PKS telah mencatat 
sejarah karena mampu membuat Amerika mengaku telah melakukan 
kesalahan dalam hal ini. [Liputan6.com, 28 Februari 2004 dan 
Wawancara pada Liputan6 Petang SCTV, 26 Februari 2004]. 







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]



Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 




                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke