ya, bagus juga...itu perlu dibuktkan untuk selanjutnya, kalau dapat bertahan dan dapat meningkatkan kebaikannya itu so pasti kita bersyukur, selanjutnya kebaikan itu harus juga diiringi dengan kemampuan mereka untuk membangun bangsa ini, nah kita buktikan aja nanti. ini kan baru tingkat awal.....jadi kita sama menunggu.
dony_doang <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Bu Silfia H, berhubung milis ini tdk mengijinkan attachment file. Maka saya copy-paste berita-berita seputar penilaian masyarakat terhadap PK dan PKS. Jika ada yg berminat, saya siap mengirim file tsb langsung ke alamat email anda semua. Wassalam, I. Komentar Tokoh Nasional [1] "PK adalah partai yang benar-benar bisa diharapkan untuk menyelamatkan negara ini dari kehancuran. Selain kadernya memiliki latar belakang akademis yang baik, kader PK juga memiliki moralitas yang sudah teruji di lapangan". Letjen TNI Suaidi Marasabessy, mantan Kasum TNI ( ketika berkunjung ke kantor DPP PK Jakarta). (Keadilan Online, 8 April 2003). [2] Soemarso Soedarsono, penulis dari Lemhanas, mengatakan bahwa dirinya sangat simpati dan berdoa agar PK bisa menjadi partai besar dan bisa istiqomah menjaga karakter yang dimilikinya. Dirinya gembira karena sosok yang ia harapkan yang ditulis dalam bukunya "Character Building" bisa terlihat dan terwujud dalam diri orang-orang PK. (Keadilan Online, 8 April 2003). [3] Setelah lama dikenal sebagai seorang sosialis yang tidak relijus, Iwan Gayo, penulis dua buku `best-seller' yang monumental, "Buku Pintar Junior" juga "Buku Pintar Senior", menemukan ke-Islam-annya justru setelah berkenalan dengan PK. Ketertarikannya dengan PK dimulai ketika setiap kali mengunjungi pusat pelajar Indonesia di luar negeri para aktivisnya yang ia temukan adalah kebanyakan para `mahasiswa PK' baik yang sedang menyelesaikan S-1, S-2 maupun S- 3. Hingga pada 7 Maret 2003 bersama rombongan berjumlah 9 orang ia mengunjungi kantor DPP PK untuk melamar menjadi anggota PK. "Saya datang ke sini untuk melamar PK, tujuan saya bukan untuk mencari uang atau kursi tapi murni untuk ibadah. Income saya saat ini lebih besar dari gaji DPR. Saya datang ke sini dengan membawa zakat pribadi saya," kata Iwan sambil menyerahkan surat lamaran dan amplop besar warna coklat. (Keadilan Online, 7 Maret 2003). [4] "Saya sedang berhadapan dengan prajurit-prajurit keadilan". Mantan Plh Ketua Umum dan Ketua MUI Pusat, Prof. Alie Yafie, pada pembukaan Mukernas I di Gedung Granada. (11 September 1999, Lihat PKS- Surabaya Online, 15 Januari 2004). [5] "Partai Keadilan memunculkan alternatif orientasi berpolitik yang tidak semata-mata bermotif mencari kekuasaan, tapi juga berorientasi pada nilai-nilai kebenaran, kejujuran dan keadilan". Prof. Dr. Dien Syamsuddin ketika memberikan sambutan Malam Kesenian Milad ke-4 PK di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 20 Agustus 2002. (Mengapa Memilih PK Sejahtera, Masyarakat Peduli Wong Cilik, Agustus 2003, h. 76). [6] "Insya Allah saya siap membawa PK ke pesantren-pesantren . Agar PK tak hanya besar di lingkungan kampus saja, tapi juga pada warga Nahdhiyin". KH Nuril Arifin (Mantan Panglima Pasukan Berani Mati era Gus Dur), saat mengundang Dr. Hidayat Nur Wahid beserta rombongan DPW PK Sejahtera Jateng ke Ponpesnya, "Soko Tunggal" di Semarang. (Keadilan Online, 20 Mei 2003). [7] "Baru Partai Keadilan saja yang tidak memiliki kriteria partai busuk. Bahkan secara organisasi partai ini bisa dikatakan sebagai partai yang harum. Anggota partai ini tidak terlibat dalam praktek- praktek kotor, dan perilaku ini merata di seluruh Indonesia. Sedangkan untuk partai politik yang baru bermunculan belum bisa dikategorikan harum, bahkan ada kecenderungan busuk pula. Mengingat pendiri partai-partai baru tersebut adalah para politisi yang sudah busuk." Laode Ida, pengurus Forum Transparansi Indonesia untuk Anggaran. [PK-Sejahtera Online, 09 maret 2004]. [8] "Mengamati kader PK yang duduk di legislatif mereka menjadi tauladan dalam menolak kemungkaran dan kejahilan, menolak money politic, dan berusaha membela kepentingan publik. Itu merupakan poin yang perlu dikuatkan lagi, apalagi menjelang Pemilu mendatang perlu diekspos secara massala." Djohermansyah Djohan, dosen Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta. [ Buku Saat Nurani Bicara, 16 Tokoh Berbicara, editor: Solikhin Abu `Izuuddin, Bina Insani Pres, Januari 2004, h. 43] [9] "Kelihatannya anak-anak yang tergabung dalam Partai Keadilab Sejahtera ini sepertinya merupakan ijabah do'a kita : Rabbana hablana min azwaajina wadzurriyatina qurrta `ayun waj'alna lilmuttaqiina imaamaa�dan saya melihat bahwa perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat biasanya dimulai oleh gerkan-gerakan pemuda dan mahasiswa yang terpelajar seperti yang kita lihat di PK Sejahtera ini." KH. Fathullah Manshur,Lc / Abah Fatah (Pengasuh Ponpes `Ibadurrahman Tegallega, Sukabumi). [Jurnal Sukabumi, Minggu I-II Januari 2004]. [10] "Saya mengharapkan agar demonstran di Jakarta bisa mencontoh yang dilakukan oleh Partai Keadilan pada hari Minggu (7/4/2002) kemarin. Indikator PK bisa dijadikan contoh karena aksi tersebut dilakukan oleh lebih dari 10 ribu orang tapi bisa berjalan dengan tertib. Padahal kita hanya memberikan pengamanan tiga SSK atau sekitar 300 orang personil," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Makbul Padmanegara. (Detikcom, 9 April 2002). [11] "Dari sekian partai politik, yang tertib dalam melakukan kampanye, adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mereka kalau kampanye selalu tertib dan terkontrol. Tidak ada keributan. dan hanya PKS yang bisa tertib dalam berbagai kegiatan partai, kendati mereka tidak punya satgas." Dr. Komarudin Hidayat, Ketua Panwaslu. [Eramuslim.com, 31 Oktober 2003]. [12] " Partai Islam itukan banyak, kita lihat saja yang masih bersih. Mengenai nanti setelah dipilih partainya jadi kotor, itu bukan tanggung jawab kita lagi. Yang pasti, saat memilih kita memilih partai yang paling bersih itu. Sejauh ini ada satu yang saya pilih, yang saya lihat partai ini paling bersih, Partai Keadilan Sejahtera. Ya, begitulah." Yana Yulio, penyanyi pop Indonesia. [Buku Saat Nurani Bicara, 16 Tokoh Berbicara, editor: Solikhin Abu `Izuuddin, Bina Insani Pres, Januari 2004, h. 39] [13] "Ini merupakan fenomena baru yang harus disyukuri dan semua orang tidak memperkirakan akan munculnya generasi seperti ini. Ini merupakan generasi baru di luar perhitungan berbagai pihak, termasuk kekuatan orde baru. Makanya keberadaan PK ini menjadi fenomena tersendiri bukan hanya di Indonesia tapi di luar negeri". Dr. Salim Said, pengamat militer kawakan, pada Serial Diskusi Politik Departemen Komjar PK, di kantor DPP PK. (Keadilan Online, 1 November 2002). [14] "Saya simpati pada PK Sejahtera. Menurut saya, itu partai yang bagus dan bersih orang-orangnya, sehingga belum ada partai lain yang reformis kecuali PK Sejahtera. Coba sekali-kali datang untuk mengisi pengajian, dan kalaupun nanti ada orang (PNBK-pen.) yang malah tertarik dengan PK, silahkan saja, tidak jadi soal, asal masuknya ke PK bukan Golkar". Eros Djarot, Ketua PNBK, ketika berkunjung ke kantor DPP PK. (Keadilan Online dan detik.com, 21/8/2002). [15] "Saya kira dibandingkan dengan partai-partai lain, PK itu paling bersih, dalam pengertian orang-orangnya berdisiplin dan juga tidak terkontaminasi KKN. Saya kira bisa juga kita sebutkan sebagai satu- satunya atau salah satu partai yang paling menjaga integritas nilai- nilai moral dan sebagainya." Dr. Bachtiar Effendi, MA, pengamat politik. [Buku Saat Nurani Bicara, 16 Tokoh Berbicara, editor: Solikhin Abu `Izuuddin, Bina Insani Pres, Januari 2004, h. 53] [16] "Saya adalah politikus yang telah lama beristirahat karena saya kecewa dengan konstelasi politik bangsa ini dan saya merasa mempunyai kesamaan komitmen moral dengan PK Sejahtera terhadap bangsa ini. Kita sudah capek dengan perbedaan. PK Sejahtera yang terdiri dari anak- anak muda namun bisa berkomitmen politik secara moral seperti keinginan saya." Sophan Sophiaan, artis dan mantan Ketua PDIP dalam jumpa pers setelah menemui Dr. Hidayat Nur Wahid di Jakarta. (Era Muslim. Com, 06/01/2004). [17] "Rakyat mah, buat sekolah anaknya sudah susah cari uang. Makanya saya puji dua orang yang mengembalikan: Saya puji itu PK, oke Pak Yudi. Yang lain-lain�?". Harry Roesli, Seniman, ketika mengomentari kasus dana kavling DPRD Jabar. (Metro TV, 4 Juli 2002). [18] "Kita harus membina partai ini menjadi partai modern dengan manajemen dan kaderisasi yang meninjol. Kita lihat persaingan menajemen partai yang diperlihatkan partai lain, seperti Partai Keadilan. Itu luar biasa. Kita jangan berkutat bahwa PDI-P partai tradisional, enggak bisa." Indira Damayanti Sugondo, Mantan Wakil Rakyat dari PDI-P. (Kompas, 21 Juli 2002). [19] "Kalau kita boikot partai-partai busuk dan konsern pada partai kecil yang memiliki integritas dan kejujuran yang bagus, maka kita bisa keluar dari krisis ini, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), adalah salah satu di antaranya. Dari sisi kaderisasi PKS bagus, dan juga terkenal jujur. Mereka membiayai partai secara swadaya. Dalam berbagai aksi unjuk rasa, PKS juga dikenal tertib." Mochtar Pabottingi, peneliti pada LIPI [Detik.com, 5 Februari 2004] [20] "Anda tanya tentang peran PK Sejahtera sampai bergidik bulu kuduk. PK Sejahtera merupakan partai yang memberikan suasana sejuk terutama setelah ada sorotan kacamata hitam terhadap Islam." Jend (Purn.) TNI Graito Usodo, Mantan Kapuspen TNI. [ Buku Saat Nurani Bicara, 16 Tokoh Berbicara, editor: Solikhin Abu `Izuuddin, Bina Insani Pres, Januari 2004, h. 67] [21] "Kadang-kadang kami berpikir apa benar sudah tidak ada calon- calon pemimpin yang benar-benar bisa mewakili keinginan rakyat kecil. Nah, pertanyaan itu, insya Allah, akan terjawab karena sekarang sudah muncul satu partai kecil, yakni PK, yang hampir semua kalangan, termasuk teman-teman saya mengakuinya. Artinya, kita punya harapan jika orang-orang PK benar-benar konsisten, Amin, Insya Allah." Ferrasta "Pepeng Jari-jari" Soebardi, artis dan selebritis ibukota. (Saksi, No. 15 Tahun V, 6 Mei 2003, h.10). [22] "PK susah dicari kelemahannya terutama SDM-nya. Bagi kita aneh ada orang mengembalikan uang yang tidak jelas di tengah kondisi sekarang ini". Jend. (Pur) Syarwan Hamid, saat berkomentar di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta. (Mengapa Memilih PK Sejahtera, Masyarakat Peduli Wong Cilik, Agustus 2003, h. 76). [23] "Saya berharap PKS bisa menjadi mercusuar untuk membangun bangsa ini. Saya serukan kepada kaum Muslimin untuk mendukung PKS." Rhoma Irama, penyanyi dangdut.[Eramuslim.com, 1 Maret 2004]. [24] "Hanya ada dua partai yang paling profesional yakni Partai Golkar dan Partai Keadilan. Yang lain tak ubahnya paguyuban. Kalau Golkar dosanya banyak, legitimasinya susah, tapi punya banyak uang dan cabangnya profesional".Prof. Dr Arief Budiman alias `Bapak Golput", Guru Besar Kajian Indonesia pada Melbourne University yang juga mantan dosen Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, dalam diskusi publik bertema "Menyelamatkan Transisi Demokrasi Indonesia, di kantor PMKRI, Jakarta, 16/2/2003. (Mengapa Memilih PK Sejahtera, Masyarakat Peduli Wong Cilik, Agustus 2003, h. 76). [25] "Selama saya berada di sini, saya yakin masa depan umat Islam Indonesia". Prof. Dr. Jimly As-Siddiqiy, Guru Besar UI dan Ketua Mahkamah Konstitusi, pada acara pelantikan kader inti PK DPW DKI Jakarta. (Keadilan Online, 7 Maret 2003). [26] "Saya melihat pemimpin-pemimpinnya itu sederhana hidupnya dan juga orang-orang terpelajar. Dan PK merupakan partai pertama yang berani berasaskan Islam kayaknya pilihan saya ke PK Sejahtera tidak meleset, insya Allah." Anneke Putri, artis (dikenal sebagai pemeran `Emak' dalam sinetron Keluarga Cemara}, Majalah Saksi No. 15, Tahun VI, Desember 2003]. [27] "Tapi, kalau sebagai seniman aku direkrut untuk kampanye, misalnya, aku dengan serta merta, tanpa ikut rapat-rapat, khusus untuk Partai Keadilan Sejahtera aku bersedia." Neno Warisman, seniman. [Buku Saat Nurani Bicara, 16 Tokoh Berbicara, editor: Solikhin Abu `Izuuddin, Bina Insani Pres, Januari 2004, h. 58]. [28] "I Love PKS, partai yang aktif bekerja sepanjang masa. Kelebihan lain PKS karena mereka beraktifitas sepanjang lima tahun, sepanjang partai itu ada, bukan Partai Pemilu yang menyambangi warga menjelang dibutuhkan suaranya." Muhammad Syafi'i Antonio, M.Sc, Pakar dan Praktisi Ekonomi Islam. (PK Sejahtera Online, 30/12/2003). [29] "PK paling mengena di hati saya. Karena tampilannya simpatik, tertib, jujur dan apa adanya. Saya saksikan mereka di Jatim dan Sumut ketika jadi anggota KPU. Saya terkesan karena mereka sangat antusias, rela berkorban, dan disiplin yang tinggi." Adnan Buyung Nasution SH, Pengacara kawakan Indonesia, saat berkomentar di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta. (Mengapa Memilih PK Sejahtera, MPWC, Agustus 2003, h. 76). [30] "Yang teriak beda paling cuma Partai Keadilan Sejahtera, soal korupsi. Sedangkan partai yang lain tidak bisa antikorupsi karena korupsi semua. Akhirnya, partai-partai itu juga fokus isu keamanan," Munir, SH Direktur Eksekutif Imparsial (The Indonesian Human Rights Monitor) [www. mediakrasi.com, 14/12/2003]. [31] "Tiada kata-kata yang sanggup melukiskan rasa kecewa saya pada partai yang saya dukung dulu di tahun 1999. Tak pernah lupa janji- janji yang tidak pernah mereka tepati� Tapi kini, saya mantap di PKS. Sebagaimana orang PKS bekerja tanpa pamrih. Kami tidak butuh jabatan. Kami kumpul di sini untuk konsolidasi dan bertekad mengembalikan minimal 15.000 suara dari sekitar 17.500 suara yang PDIP tarik pada pemilu 1999 ke PKS�. " ujar Sujarno (40), mantan tokoh pasukan wirapati PDIP 1999 yang mengaku bergabung dengan PKS setelah mengamati selama dua tahun ini, lantang. (Radar Surabaya, 24 September 2003). [32] "Kami dulu pendukung PDIP. Tapi kami merasa kecewa karena tidak ada perhatian yang serius terhadap kami. Justru Partai Keadilan Sejahtera yang lebih peduli dan banyak membantu kami." Kariono, koordinator PTBPW (Paguyuban Tukang Becak Pasar Wonokromo) Surabaya, yang memimpin rombongan tukang becaknya untuk melamar menjadi pendukung PKS sekaligus mengikuti pengajian pertama mereka. [www.pks- surabaya.or.id, 11 Desember 2003]. [33] "Mereka punya Dewan Syari'ah yang begitu ketat, termasuk untuk menyeleksi dana yang mereka terima. Inikan awal yang bagus dan perlu didukung." Miing `Bagito', pelawak. [ Buku Saat Nurani Bicara, 16 Tokoh Berbicara, editor: Solikhin Abu `Izuuddin, Bina Insani Pres, Januari 2004, h. 38] [34] Salah seorang kader partai dan bisa dikatakan "sepuhnya" Partai Golkar di Kepri adalah Drs H Wan Rumadi yang telah terjun ke dunia politik bersama Golkar sejak tahun 1971. Namun pada Pemilu 2004 ini ia memilih "hengkang" ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kepri, yang dinilai cocok dengan panggilan jiwanya selama ini, yakni berdakwah. Sehingga ia merasa tidak ragu lagi untuk hengkang dari partai yang telah membesarkannyaitu."Saya merasa PKS cocok dengan panggilan jiwa selama ini, berdakwah. Mau tak mau saya harus bergabung dengan partai ini yang bermisi untuk kemajuan umat dan sering melakukan dakwah," ungkapnya, di kantor sekretariat DPD PKS Kepri.[Bintanpos.Com, dipublikasikan oleh PKS-Surabaya Online pada 04/01/2004] [35] "Ini bukan sekadar partai. Ini adalah gerakan masyarakat untuk kepentingan masyarakat", ujar Ajip Rosidi, Sasterawan, ketika memberikan sebuah buku berjudul 'Tang Kolentang' kepada Presiden Partai Keadilan (PK) Hidayat Nur Wahid, sebagai bentuk simpati kepadanya. (Suara Merdeka, 21 Januari 2003). [36] "Demi Allah, saya masuk PK Sejahtera lillahi ta'ala. Sebab, saya melihat hanya partai ini yang komitmen pada kebaikan dan memiliki moralitas yang terjaga," kata Adhyaksa Dault, mantan ketua umum KNPI Pusat. (www.majalahsaksi.com, 27 Desember 2003). [37] "Saya sangat dekat dengan Partai Keadilan sejahtera karena rata- rata mereka jamaah pengajian yang aktif. Mereka akrab dengan saya. Mungkin di antara partai yang ada, hanya mereka yang paling sering saya kunjungi, sebab PK Sejahtera akan menjadi partai masa depan." Dr. K.H. Miftah Faridl, Ketua MUI Kota Bandung. [Majalah Saksi minggu ke-1 September 2003]. [38] "Namun, menurut saya, hasil itu menunjukkan sesuatu yang penting juga: bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS-nya Hidayat Nur Wahid) adalah partai yang paling well-organized; para anggotanya sangat peduli pada partai dan rela untuk berkorban (termasuk berkorban mengirim SMS). Saya yakin bahwa jumlah pemilik telpon seluler di kalangan Golkar dan PDI Perjuangan jauh lebih besar dari pemilik HP di lingkungan PKS. Tapi, kenapa kedua partai besar itu tidak bisa memobilisasi anggotanya untuk memilih para ketuanya, meski itu hanya di level SMS? Tidak hanya dalam soal SMS, partai ini dikenal sangat rapi dalam mobilisasi demonstrasi yang umumnya sangat besar, tapi damai. Para anggota dan simpatisannya datang dengan uang pribadi, membawa serta keluarga." Farid Gaban, Wartawan Tempo, ketika mengomentari keunggulan PKS dalam beberapa poling dengan responden aktif. [Majalah Saksi Online, 06/01/2004]. [39] "PKS adalah suatu partai yang menjanjikan harapan. Dengan pertimbangan, karena partai ini terbukti berkompetisi secara sehat dalam pemilu 1999. Salah satu bagian dari kompetisi yang sehat adalah berkampanye secara beradab, tertib, anti kekerasan, dan tanpa mengganggu hak-hak publik. Dan Partai Keadilan dalam hal ini adalah partai yang mungkin hampir satu-satunya mengerjakan kampanye dengan modelsepertiitu.Kedua, Partai Keadilan konsisten di dalam memperjuangkan perlunya pemerintahan yang bersih. Saya tidak tahu secara keseluruhan, setidaknya dari banyak kasus yang terjadi seperti kasus "uang kadeudeuh" di Jawa Barat, Partai Keadilan adalah satu- satunya partai yang menolak mekanisme suap dan korupsi di dalam praktek pemerintahan setelah pemilu lewat. Oleh karena itu, saya ingin katakan "Partai Keadilan harus diapresiasi di situ". Ketiga, Partai Keadilan juga tumbuh di tengah masyarakat perkotaan yang sokongannya datang dari kelompok masyarakat terdidik. Dan dalam banyak isyu Partai Keadilan kelihatan siap untuk berdialog secara baik menyangkut banyak isyu itu. ini kecenderungan yang bisa kita katakan sebagai kecenderungan dari partai yang menjanjikan." Eep Saefullah Fatah, Pengamat politik dan Kandidat Doktor di bidang politik pada Ohio University, USA. (www.majalahsaksi.com, 27 Desember 2003). [40] Dalam beberapa kali perbincangan dengan eramuslim, dia mengaku takjub dengan penampilan dan kinerja PKS. "Partainya bersih, imejnya bagus. Garis perjuangannya juga jelas," Partai Islam yang paling besar, itu nanti PKS. Tapi juga diikuti oleh partainya Zainudin MZ. Saat ini partai yang menjadi pilihan saya hanya dua, antara PKS dan Partai Demokrat. Karena itu, kalau itu ada paket pasangan SBY dan Hidayat Nur Wahid, saya sangat mendukungnya." Manaharan Siahaan, mantan wartawan Sinar Pagi penganut Protestan. (Eramuslim.com, 16/03/2004). II Komentar Tokoh Internasional [1] Sekretaris Politik Kedutaan Besar Australia, John Williams menilai bahwa Partai Keadilan Sejahtera prospektif dalam Pemilu mendatang. Karena partai ini dinilai mempunyai citra yang bersih dan dipelopori oleh kalangan muda yang dinamis. "Partai Keadilan Sejahtera ini cukup mendapat dukungan luas dari kalangan cendekiawan, masanya santun dan mempunyai kredibilitas moral yang tinggi," kata John Williams. [Bernas, 30 Januari 2004] [2] "PK Sejahtera merupakan satu-satunya partai yang serius dalam memberantas praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Hal itu bukan hanya dalam tataran wacana saja, tetapi juga dibuktikan dengan kiprah para aktivisnya." Karen Foss, Sekretaris Politik Kedutaan Besar Kanada untuk RI. Karen juga mengungkapkan fenomena PKS sering menjadi perbincangan rekan-rekan diplomat dari negara sahabat lainnya. [PKS- Online, 10 Maret 2004]. [3] "They practice democracy. They are totally different from "fundamentalists." Demonstrations by Partai Keadilan are very peaceful, and about half of the demonstrators are women. So this is a significant movement, and very different from past Islamic movements.". Dr. Ken Miichi, pengamat Internasional dan Guru Besar pada Kyoto University Jepang, saat diwawancarai oleh wartawan Jakarta Post tentang gerakan Islam. (Jakarta Post, 21 September 2002). [4] "PKS kelihatan bersih, sederhana, canggih dalam khazanah pemikiran dan metode pendekatan. Yang lebih penting lagi, di PKS telah tumbuh pola perekrutan kader berasaskan meritokrasi, yaitu kepemimpinan yang didasarkan atas prestasi, bukan jenis kelamin maupun keterikatan, etnis dan politis. Antara lain dengan kesempatan yang diberikan PKS kepada kaum muda lebih banyak tampil membuktikan diri. Itu belum terjadi di partai-partai lain. Ini satu kelebihan PKS." Gregory James Burton, Dosen Senior Deakin University, Geelong, Australia. [Media Indonesia, 19 Februari, 2004] [5] "Saya merasa apa yang dilakukan Partai Keadilan heboh sekali. Itu suatu yang sangat baik, di mana ada protes, tetapi yang 100 persen damai. Dengan ribuan orang, tetapi sangat berdisiplin". Sidney Jones, peneliti dan aktivis intrenasional dari ICG, dalam artikel "Publik Indonesia tak Ekstrakeras' di Harian Jawa Pos, 05 April 2003. [6] " Hal lain yang membedakan PKS dari parpol yang ada adalah partai ini berbasiskan kalangan terdidik dan tidak mencari keuntungan sendiri dalam berpolitik. Mereka berhasil membangun citra bahwa kader- kadernya tidak mempunyai ambisi terlalu jauh, misalnya berebut kekuasaan, dalam berpolitik. Saya kira orang yang ingin memperbaiki partai lain harus meniru partai ini. Tapi partai yang lain ada sekarang berkesan ingin secepatnya mendapat bagian dari kekuasaan,'' Martin Van Bruinessen, pakar Sosiologi Universitas Utrecht Belanda. [Suara Merdeka, 26 Agustus 2003]. [7] "Sungguh saya tertarik dengan PK, karena selain dikenal adil dan bersih dalam prilaku politiknya, saya juga mengenal PK sebagai partai politik yang paling getol membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat kecil." Mr. Shigekaju Sato, Wakil duta Besar Jepang untuk Indonesia dalam kunjungannya ke DPP PK yang merasa puas atas kunjungannya tersebut dan berjanji akan kembali. (Keadilan Online, 14 Januari 2003). Fenomena PK atau PKS juga telah mendapatkan perhatian serius dari pemerintahan Jepang, dalam kaitan ini, Hidayat Nur Wahid sering menjadi undangan resmi Kedutaan Besar Jepang untuk RI dan pada Bulan September 2003 yang lalu telah diundang Pemerintah Jepang untuk berkunjung ke Jepang sebagai tamu negara oleh Departemen Luar Negeri Jepang. "Jepang tertarik dengan PK Sejahtera karena mereka menganggap kader PK Sejahtera orang yang serius memikirkan negerinya, tidak seperti partai lain," ungkap Duta Besar Jepang mengenai sikap Pemerintah Jepang terhadap PK Sejahtera. [Seperti yang dipaparkan Dr. Irwan Prayitno pada download dalam PK Sejahtera Online, 19 Januari 2004 dan www.berpolitik.com, 18 Januari 2004]. Apa yang dapat dibaca dari ketertarikan pemerintahan sebuah negara maju terhadap sebuah `partai kecil' dari negara berkembang yang besar di kawasan Asia Timur ini? Sebagaimana yang diakui pemerintah Jepang sendiri, sebagai sebuah negara yang besar, stabilitas Indonesia sangat berpengaruh terhadap stabilitas kawasan. Dan ketertarikan pemerintahan Jepang ini kepada PK Sejahtera dapat dipandang sebagai harapan yang dapat dilihat dari PK Sejahtera untuk membawa kembali Indonesia kepada stabilitasnya yang kemudian akan berpengaruh kepada kestabilan kawasan yang pada akhirnya juga berdampak bagi Jepang sebagai negara termaju di kawasan ini. Setidaknya pandangan pemerintahan sebuah negara maju akan eksistensi keteladanan PK Sejahtera dapat dinilai sebagai pengakuan bahwa partai ini adalah harapan yang menjanjikan bagi negeri ini. Wallahu `Alam. III. Komentar Berbagai Media [1] MUNGKIN PKS memang fenomena. Pengkaderan dan teladannya dalam berpolitik membuka kesegaran. Para kadernya eks aktivis kampus dan mereka yang sudah lama bergerak dalam berbagai lembaga swadaya masyarakat. Kantor Pusat PKS dulunya adalah rumah toko tiga lantai, terletak di Jalan Mampang Prapatan Raya, tidak menampilkan wajah angker. Satu-satunya tanda sebagai kantor hanya spanduk pudar berisi lambang dan nama partai bersangkutan.Tidak ada petugas keamanan yang dengan mata melotot dan wajah galak menghadang tamu. Para tamu hanya disambut seorang resepsionis merangkap penerima telepon. Dengan kesederhanaan tersebut, hari-hari ini kesibukan markas besar PKS sedang meningkat. [Kompas, 26 September 2003, Hidayat Nur Wahid Merintis Kesantunan BerpolitikPraktis]. [2] Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan fenomena di Indonesia. Partai baru itu berhasil merebut simpati masyarakat, karena penampilan para kadernya yang santun dan para petinggi partainya yang dikenal bersih. Banyak orang menaruh harapan pada partai yang mempunyai basis massa di kalangan intelektual, khususnya para pelajar dan mahasiswa Muslim itu. [Republika dalam rubrik Rehat, 11 Januari 2004}. [3] Dalam kaitan menjaring caleg yang benar-benar berkualitas itu kita sambut baik langkah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). PKS menjadi satu-satunya partai politik peserta Pemilu 2004 yang secara terbuka menyatakan dukungannya pada Gerakan Nasional Jangan Pilih Politisi Busuk (GNJPPB).[Suara Pembaruan dalam Tajuk Rencananya tanggal 31 Desember 2003]. [4] The Partai Keadilan Sejahtera (Justice Welfare Party) of Muslim intellectuals and academics is well-organised. Although it is based on purely Islamic principles, it has shown itself to be responsible and peaceful, for example, in its reactions to the Iraq war. It is still very small and has only seven seats in the DPR, but it could easily double that in the elections.[ Editorial: Gearing up for a fresh start, New Straits Time Malaysia, Feb 10, 2004]. [5] Kalau menemukan partai yang mempunyai mobilitas dan soliditas jaringan kerja yang sangat baik dialah Partai Keadilan Sejahtera. Bayangkan baru satu pekan yang lalu dideklarasikan di Jakarta, kini partai tersebut telah mencapai sedikitnya di 13 Negara besar seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Jepang, Australia, Malaysia, Sudan, Yordania, Arab Saudi, Mesir dan tak ketinggalan negeri kincir angin Belanda. [Mediakreasi.com, 27 April 2003]. [6] Everywhere they go, leaders of the Prosperous Justice Party (PKS) find themselves repeatedly having to convince people of their friendly ideals for the country. While their rallies are massive and peaceful, and their politicians are known to be clean compared to others, non-Muslims and Muslims who do not consider themselves devout are turned off by the party's strong Islamic image -- female attendants are all wearing head scarves and men and women are clearly separated. What would become of the rest ofusiftheygainedpower?In a visit to The Jakarta Post on Friday, PKS leader Hidayat Nur Wahid stressed that PKS focuses on Islam's universal values and how they should not be neglected and abused at the individual level -- and also that the party aims, in time, to be inclusive. Thousands of Christians from South Maluku (Maluku Tenggara Barat �Ed) have already requested to become members, party leaders say. [PKS Vows to Promote Pluralism, The Jakarta Post, 26 Januari 2004] [7] Pemilu 2004 kian menjelang. Masih adakah partai yang dianggap bercitra baik oleh masyarakat? Inilah hasil jajak pendapat tentang hal itu. Pertanyaannya, apakah mereka masih layak dipercaya? Bagaimana citra mereka selama lima tahun terakhir? Saat diberi pertanyaan tentang partai apa saja yang masih bercitra baik, 471 orang atau 31,4 persen di antara 1.500 responden yang menjadi sampel jajak pendapat ini menjawab Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Berada di posisi kedua, citra partai yang masih dianggap baik adalah Partai Amanat Nasional (PAN). PAN dipilih oleh 259 orang atau 17,3 persen responden. Lantas, 144 orang atau 9,6 persen responden memilih PBB. Lalu, 61 orang atau 4,1 persen responden memilih PPP. Sebanyak 52 atau 3,5 memilih PDIP. Dan, 76 atau 5,1 persen responden memilih Golkar sebagai partai yang masih bercitrabaik.Sebanyak 52 orang atau 3,5 persen memilih PKB. Sedangkan 300 orang atau 20 persen responden lainnya menjawab tidak ada satu pun partai yang masih bercitra baik. Sisanya, 85 orang atau 5,5 persen responden menjawab tidak tahu. [www.jawapos.co.id, 04 September 2003]. [8] Sebanyak 16 dari 24 partai peserta Pemilu 2004 diidentifikasi sebagai partai Orde Baru (Orba) karena mewarisi paradigma dan didirikan tokoh-tokoh dalam era presiden Soeharto, hanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan beberapa parpol lainnya yang tak terkait dengan Orba. (Lihat Kompas, 12 Desember 2003) [9] Tidak seperti hasil polling Lembagai Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA yang menonjolkan parpol berbasis nasionalis, maka hasil polling SCTV justru mengedepankan parpol berbasis agama. Dalam berbagai kesempatan jajak pendapat, PKS memang sering leading. Sehingga ada joke yang berkembang bahwa PKS adalah partai spesialis menang polling. (Bisnis Indonesia, dalam Editorialnya berjudul PKS, The Polling Party?, 16 Desember 2003). [10] Mudah-mudahan sikap politiknya ini tetap konsisten hingga tahun- tahun mendatang. Mudah-mudahan pula, Partai Keadilan Sejahtera bisa mencapai target perolehan suara Pemilu tahun 2004 nanti. Semoga Sukses! [UnitedFool.Com, sebuah situs Nasrani, ketika mengomentari sosok Hidayat Nur Wahid dan Partai Keadilan Sejahtera, 24 Juli 2003]. [11] Tidak semua partai mengalami kisruh pencalegan. Partai Keadilan Sejahtera punya mekanisme unik untuk mengelola potensi konflik. Sebelum penempatan caleg, mereka menggelar pemilu internal di kalangan kader partai. Nama-nama yang muncul dalam pemilu internal itu diperingkat, kemudian namanya dipampang untuk menerima complaint."Daripada konflik, lebih baik kita berikan kesempatan complain kepada kader," kata Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera, M. Anis Matta, kepada Hatil Ilwan dari GATRA.[Laporan Utama Gatra, Edisi 9, beredar 9 Januari 2004] [12] Partai berlambang Kakbah dengan dua bulan sabit yang mengapit garis lurus di tengahnya itu telah memberi contoh bagaimana cara berdemonstrasi yang benar. Ia juga telah mengajarkan bagaimana berpolitik dengan moralitas. Demonstrasi yang tertib mestinya bukan sesuatu yang luar biasa. Ia menjadi luar biasa karena terjadi di tengah masyrakat yang `hobi' melakukan destruksi. Bisakah manusia Indonesia berdemonstrasi dengan tertib? Jawabnya, bisa. Sampai kemudian, Partai Keadilan memperlihatkan kepada publik contoh berdemonstrasi yang baik dan benar. Itulah yang kemarin (30 Maret 2003) terjadi ketika Jalan Sudirman, Jalan Thamrin dan Jalan Merdeka Selatan Jakarta `dibanjiri' orang dalam unjuk rasa Sejuta umat. Inilah aksi massa terbesar yang pernah terjadi di negeri ini yang berlangsung tertib, damai dan mengagumkan. Tidak sekali-dua, tapi berulang kali. Yaitu, unjuk rasa tidak identik dengan huru-hara. Unjuk rasa adalah salah satu bentuk ekspresi demokrasi, yang dapat dilaksanakan dengan patuh kepada hukum serta berlangsung tertib dan damai sekalipun diikuti ratusan ribu orang. Hanya komunitas dengan pemimpin yang memiliki visi dan disiplin yang tinggi yang akan menghasilkan pengikut yang taat kepada pemimpin dan sistem. Kita berharap semoga kesantunan massa Partai Keadilan menjadi inspirasi bangsa ini dalam mengekspresikan demokrasi. [Disarikan dari dua editorial Media Indonesia, tanggal 20 Oktober 2001 dengan judul Aksi Simpatik Partai Keadilan dan 31 Maret 2003 dengan judul Ketertiban Sejuta Umat]. [13] Salah satu fenomena politik terbesar setelah reformasi adalah Partai Keadilan Sejahtera � dulu Partai Keadilan. PKS mempunyai massa pendukung yang sangat solid dari kalangan Islam terpelajar. Mereka pada umumnya adalah aktivis atau bekas aktivis pengajian mahasiswa ataupun mesjid-mesjid kampus. Karena rata-rata bekas mahasiswa, hampir semua (kalaulah tidak seluruhnya) anggota dan pengurus PKS ini merupakan para sarjana. Dengan begitu, barangkali inilah satu-satunya partai politik yang anggota dan pengurusnya sangat educated. Tingkat pendidikan dan latar belakang aktivitas pengurusnya itu membuat partai ini juga tampil sangat terpelajar dan santun menurut ukuran Indonesia. Wakil-wakil mereka di lembaga legislatif pun tampil `lurus', meski dalam bersiasat mereka sering kalah dengan anggota lain yang lebih berpengalaman dan bisa menggunakan segala cara negosiasi. Masyarakat belum pernah mendengar ada skandal politik yang melibatkan anggota PKS. Pemahaman mereka terhadap keberadaan partai politik juga berbeda dengan partai lain. Partai politik biasanya dipahami sebagai alat meraih kekuasaan. Tapi, pemahaman PKS tampaknya tidak sementah itu. Mereka kelihatannya lebih memandang politik sebagai arena perjuangan untuk mewarnai praktik politik dan kenegaraan agar tidak dikeruhi oleh perilaku yang melanggar nilai- nilai keagamaan. Sosok ketua umumnya, Hidayat Nur Wahid, makin mempertegas visi partai itu. Dia terlibat dalam berbagai pertemuan politik kelas atas, tapi (paling tidak sejauh ini) tidak mau menjadi bagian dari kekuasan. Ketika Megawati naik kursi kepresidenan menggantikan Abdurrahman Wahid, Hidayat termasuk yang ditawari untuk menjadi salah satu menteri kabinet. Namun, dia menolak dengan cara yang sangat gentle dan halus, tanpa merasa perlu untuk mempublikasikan guna meraih kemenangan moral. [Disarikan dari Harian Perintis, dalam salah satu pandangan redaksinya, Suara Perintis, dengan judul Fenomena PKS, tanggal 16 Desember 2003]. [14] Partai Keadilan Sejahtera sering disebut sebagai partai kader masa depan. Maklum, sebagian besar pendukung dan simpatisan partai ini dari kalangan kampus, cendekiawan, profesional muda, dan mahasiswa. Predikat itu kian melekat dengan perilaku kader partai yang santun dalam mengekspresikan sikap politik mereka. Sebagai partai yang tengah beranjak dewasa, PKS juga tidak terlepas dari terpaan isu. Terakhir, partai ini sempat disorot karena masuknya yayasan Al Haramain pimpinan Hidayat Nur Wahid dalam daftar organisasi pendukung teroris. Namun, guncangan isu itu seolah menjadi kampanye positif. Sebab, ternyata Perserikatan Bangsa-Bangsa salah memasukkan nama yayasan. Al Haramain yang terkait teroris, bukanlah yayasan pimpinan Presiden PKS ini. Mungkin juga PKS telah mencatat sejarah karena mampu membuat Amerika mengaku telah melakukan kesalahan dalam hal ini. [Liputan6.com, 28 Februari 2004 dan Wawancara pada Liputan6 Petang SCTV, 26 Februari 2004]. *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT --------------------------------- Yahoo! Groups Links To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

