Maaf, ikut nimbrung...

  Mungkin bukan cuma menunggu yang bisa kita lakukan tapi ikut membantu
karena niat baik ke arah yang lebih baik meskipun relatif, telah dimulai dan
ditunjukkan. Biar bagaimanapun juga orang2 PKS cuma manusia biasa khan ?
Pasti juga punya banyak kekurangan... Tapi kira2 bantuan seperti apa yang
bisa disumbangkan oleh masyarakan biasa seperti kami2 ini..? ;o)

  Wassalam,
  Leni


  ----- Original Message -----
  From: "silfia hanani" <[EMAIL PROTECTED]>
  To: <[EMAIL PROTECTED]>
  Sent: Thursday, October 14, 2004 10:40 AM
  Subject: Re: [ppiindia] Apa Kata Mereka Tentang PK Sejahtera



  ya, bagus juga...itu perlu dibuktkan untuk selanjutnya, kalau dapat
bertahan dan dapat meningkatkan kebaikannya itu so pasti kita bersyukur,
selanjutnya kebaikan itu harus juga diiringi dengan kemampuan mereka untuk
membangun bangsa ini, nah kita buktikan aja nanti. ini kan baru tingkat
awal.....jadi kita sama menunggu.

  dony_doang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Bu Silfia H, berhubung milis ini tdk mengijinkan attachment file.
  Maka saya copy-paste berita-berita seputar penilaian masyarakat
  terhadap PK dan PKS. Jika ada yg berminat, saya siap mengirim file
  tsb langsung ke alamat email anda semua.

  Wassalam,


  I. Komentar Tokoh Nasional

  [1] "PK adalah partai yang benar-benar bisa diharapkan untuk
  menyelamatkan negara ini dari kehancuran. Selain kadernya memiliki
  latar belakang akademis yang baik, kader PK juga memiliki moralitas
  yang sudah teruji di lapangan". Letjen TNI Suaidi Marasabessy, mantan
  Kasum TNI ( ketika berkunjung ke kantor DPP PK Jakarta). (Keadilan
  Online, 8 April 2003).

  [2] Soemarso Soedarsono, penulis dari Lemhanas, mengatakan bahwa
  dirinya sangat simpati dan berdoa agar PK bisa menjadi partai besar
  dan bisa istiqomah menjaga karakter yang dimilikinya. Dirinya gembira
  karena sosok yang ia harapkan yang ditulis dalam bukunya "Character
  Building" bisa terlihat dan terwujud dalam diri orang-orang PK.
  (Keadilan Online, 8 April 2003).

  [3] Setelah lama dikenal sebagai seorang sosialis yang tidak relijus,
  Iwan Gayo, penulis dua buku `best-seller' yang monumental, "Buku
  Pintar Junior" juga "Buku Pintar Senior", menemukan ke-Islam-annya
  justru setelah berkenalan dengan PK. Ketertarikannya dengan PK
  dimulai ketika setiap kali mengunjungi pusat pelajar Indonesia di
  luar negeri para aktivisnya yang ia temukan adalah kebanyakan
  para `mahasiswa PK' baik yang sedang menyelesaikan S-1, S-2 maupun S-
  3. Hingga pada 7 Maret 2003 bersama rombongan berjumlah 9 orang ia
  mengunjungi kantor DPP PK untuk melamar menjadi anggota PK. "Saya
  datang ke sini untuk melamar PK, tujuan saya bukan untuk mencari uang
  atau kursi tapi murni untuk ibadah. Income saya saat ini lebih besar
  dari gaji DPR. Saya datang ke sini dengan membawa zakat pribadi
  saya," kata Iwan sambil menyerahkan surat lamaran dan amplop besar
  warna coklat. (Keadilan Online, 7 Maret 2003).

  [4] "Saya sedang berhadapan dengan prajurit-prajurit keadilan".
  Mantan Plh Ketua Umum dan Ketua MUI Pusat, Prof. Alie Yafie, pada
  pembukaan Mukernas I di Gedung Granada. (11 September 1999, Lihat PKS-
  Surabaya Online, 15 Januari 2004).

  [5] "Partai Keadilan memunculkan alternatif orientasi berpolitik yang
  tidak semata-mata bermotif mencari kekuasaan, tapi juga

  berorientasi pada nilai-nilai kebenaran, kejujuran dan keadilan".
  Prof. Dr. Dien Syamsuddin ketika

  memberikan sambutan Malam Kesenian Milad ke-4 PK di Taman Ismail
  Marzuki, Jakarta, 20 Agustus 2002. (Mengapa Memilih PK Sejahtera,
  Masyarakat Peduli Wong Cilik, Agustus 2003, h. 76).

  [6] "Insya Allah saya siap membawa PK ke pesantren-pesantren . Agar
  PK tak hanya besar di lingkungan kampus saja, tapi juga pada warga
  Nahdhiyin". KH Nuril Arifin (Mantan Panglima Pasukan Berani Mati era
  Gus Dur), saat mengundang Dr. Hidayat Nur Wahid beserta rombongan DPW
  PK Sejahtera Jateng ke Ponpesnya, "Soko Tunggal" di Semarang.
  (Keadilan Online, 20 Mei 2003).

  [7] "Baru Partai Keadilan saja yang tidak memiliki kriteria partai
  busuk. Bahkan secara organisasi partai ini bisa dikatakan sebagai
  partai yang harum. Anggota partai ini tidak terlibat dalam praktek-
  praktek kotor, dan perilaku ini merata di seluruh Indonesia.
  Sedangkan untuk partai politik yang baru bermunculan belum bisa
  dikategorikan harum, bahkan ada kecenderungan busuk pula. Mengingat
  pendiri partai-partai baru tersebut adalah para politisi yang sudah
  busuk." Laode Ida, pengurus Forum Transparansi Indonesia untuk
  Anggaran. [PK-Sejahtera Online, 09 maret 2004].

  [8] "Mengamati kader PK yang duduk di legislatif mereka menjadi
  tauladan dalam menolak kemungkaran dan kejahilan, menolak money
  politic, dan berusaha membela kepentingan publik. Itu merupakan poin
  yang perlu dikuatkan lagi, apalagi menjelang Pemilu mendatang perlu
  diekspos secara massala." Djohermansyah Djohan, dosen Institut Ilmu
  Pemerintahan (IIP) Jakarta. [ Buku Saat Nurani Bicara, 16 Tokoh
  Berbicara, editor: Solikhin Abu `Izuuddin, Bina Insani Pres, Januari
  2004, h. 43]

  [9] "Kelihatannya anak-anak yang tergabung dalam Partai Keadilab
  Sejahtera ini sepertinya merupakan ijabah do'a kita : Rabbana hablana
  min azwaajina wadzurriyatina qurrta `ayun waj'alna lilmuttaqiina
  imaamaa.dan saya melihat bahwa perubahan-perubahan yang terjadi di
  masyarakat biasanya dimulai oleh gerkan-gerakan pemuda dan mahasiswa
  yang terpelajar seperti yang kita lihat di PK Sejahtera ini." KH.
  Fathullah Manshur,Lc / Abah Fatah (Pengasuh Ponpes `Ibadurrahman
  Tegallega, Sukabumi). [Jurnal Sukabumi, Minggu I-II Januari 2004].

  [10] "Saya mengharapkan agar demonstran di Jakarta bisa mencontoh
  yang dilakukan oleh Partai Keadilan pada hari Minggu (7/4/2002)
  kemarin. Indikator PK bisa dijadikan contoh karena aksi tersebut
  dilakukan oleh lebih dari 10 ribu orang tapi bisa berjalan dengan
  tertib. Padahal kita hanya memberikan pengamanan tiga SSK atau
  sekitar 300 orang personil," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Makbul
  Padmanegara. (Detikcom, 9 April 2002).

  [11] "Dari sekian partai politik, yang tertib dalam melakukan
  kampanye, adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mereka kalau
  kampanye selalu tertib dan terkontrol. Tidak ada keributan. dan hanya
  PKS yang bisa tertib dalam berbagai kegiatan partai, kendati mereka
  tidak punya satgas." Dr. Komarudin Hidayat, Ketua Panwaslu.
  [Eramuslim.com, 31 Oktober 2003].

  [12] " Partai Islam itukan banyak, kita lihat saja yang masih bersih.
  Mengenai nanti setelah dipilih partainya jadi kotor, itu bukan
  tanggung jawab kita lagi. Yang pasti, saat memilih kita memilih
  partai yang paling bersih itu. Sejauh ini ada satu yang saya pilih,
  yang saya lihat partai ini paling bersih, Partai Keadilan Sejahtera.
  Ya, begitulah." Yana Yulio, penyanyi pop Indonesia. [Buku Saat Nurani
  Bicara, 16 Tokoh Berbicara, editor: Solikhin Abu `Izuuddin, Bina
  Insani Pres, Januari 2004, h. 39]

  [13] "Ini merupakan fenomena baru yang harus disyukuri dan semua
  orang tidak memperkirakan akan munculnya generasi seperti ini. Ini
  merupakan generasi baru di luar perhitungan berbagai pihak, termasuk
  kekuatan orde baru. Makanya keberadaan PK ini menjadi fenomena
  tersendiri bukan hanya di Indonesia tapi di luar negeri". Dr. Salim
  Said, pengamat militer kawakan, pada Serial Diskusi Politik
  Departemen Komjar PK, di kantor DPP PK. (Keadilan Online, 1 November
  2002).

  [14] "Saya simpati pada PK Sejahtera. Menurut saya, itu partai yang
  bagus dan bersih orang-orangnya, sehingga belum ada partai lain yang
  reformis kecuali PK Sejahtera. Coba sekali-kali datang untuk mengisi
  pengajian, dan kalaupun nanti ada orang (PNBK-pen.) yang malah
  tertarik dengan PK, silahkan saja, tidak jadi soal, asal masuknya ke
  PK bukan Golkar". Eros Djarot, Ketua PNBK, ketika berkunjung ke
  kantor DPP PK. (Keadilan Online dan detik.com, 21/8/2002).

  [15] "Saya kira dibandingkan dengan partai-partai lain, PK itu paling
  bersih, dalam pengertian orang-orangnya berdisiplin dan juga tidak
  terkontaminasi KKN. Saya kira bisa juga kita sebutkan sebagai satu-
  satunya atau salah satu partai yang paling menjaga integritas nilai-
  nilai moral dan sebagainya." Dr. Bachtiar Effendi, MA, pengamat
  politik. [Buku Saat Nurani Bicara, 16 Tokoh Berbicara, editor:
  Solikhin Abu `Izuuddin, Bina Insani Pres, Januari 2004, h. 53]

  [16] "Saya adalah politikus yang telah lama beristirahat karena saya
  kecewa dengan konstelasi politik bangsa ini dan saya merasa mempunyai
  kesamaan komitmen moral dengan PK Sejahtera terhadap bangsa ini. Kita
  sudah capek dengan perbedaan. PK Sejahtera yang terdiri dari anak-
  anak muda namun bisa berkomitmen politik secara moral seperti
  keinginan saya." Sophan Sophiaan, artis dan mantan Ketua PDIP dalam
  jumpa pers setelah menemui Dr. Hidayat Nur Wahid di Jakarta. (Era
  Muslim. Com, 06/01/2004).

  [17] "Rakyat mah, buat sekolah anaknya sudah susah cari uang. Makanya
  saya puji dua orang yang mengembalikan: Saya puji itu PK, oke Pak
  Yudi. Yang lain-lain.?". Harry Roesli, Seniman, ketika mengomentari
  kasus dana kavling DPRD Jabar. (Metro TV, 4 Juli 2002).

  [18] "Kita harus membina partai ini menjadi partai modern dengan
  manajemen dan kaderisasi yang meninjol. Kita lihat persaingan
  menajemen partai yang diperlihatkan partai lain, seperti Partai
  Keadilan. Itu luar biasa. Kita jangan berkutat bahwa PDI-P partai
  tradisional, enggak bisa." Indira Damayanti Sugondo, Mantan Wakil
  Rakyat dari PDI-P. (Kompas, 21 Juli 2002).

  [19] "Kalau kita boikot partai-partai busuk dan konsern pada partai
  kecil yang memiliki integritas dan kejujuran yang bagus, maka kita
  bisa keluar dari krisis ini,
  Partai Keadilan Sejahtera (PKS), adalah salah satu di antaranya. Dari
  sisi kaderisasi PKS bagus, dan juga terkenal jujur. Mereka membiayai
  partai secara swadaya. Dalam berbagai aksi unjuk rasa, PKS juga
  dikenal tertib." Mochtar Pabottingi, peneliti pada LIPI [Detik.com, 5
  Februari 2004]

  [20] "Anda tanya tentang peran PK Sejahtera sampai bergidik bulu
  kuduk. PK Sejahtera merupakan partai yang memberikan suasana sejuk
  terutama setelah ada sorotan kacamata hitam terhadap Islam." Jend
  (Purn.) TNI Graito Usodo, Mantan Kapuspen TNI. [ Buku Saat Nurani
  Bicara, 16 Tokoh Berbicara, editor: Solikhin Abu `Izuuddin, Bina
  Insani Pres, Januari 2004, h. 67]

  [21] "Kadang-kadang kami berpikir apa benar sudah tidak ada calon-
  calon pemimpin yang benar-benar bisa mewakili keinginan rakyat kecil.
  Nah, pertanyaan itu, insya Allah, akan terjawab karena sekarang sudah
  muncul satu partai kecil, yakni PK, yang hampir semua kalangan,
  termasuk teman-teman saya mengakuinya. Artinya, kita punya harapan
  jika orang-orang PK benar-benar konsisten, Amin, Insya Allah."
  Ferrasta "Pepeng Jari-jari" Soebardi, artis dan selebritis ibukota.
  (Saksi, No. 15 Tahun V, 6 Mei 2003, h.10).

  [22] "PK susah dicari kelemahannya terutama SDM-nya. Bagi kita aneh
  ada orang mengembalikan uang yang tidak jelas di tengah kondisi
  sekarang ini". Jend. (Pur) Syarwan Hamid, saat berkomentar di Hotel
  Sari Pan Pacific Jakarta. (Mengapa Memilih PK Sejahtera, Masyarakat
  Peduli Wong Cilik, Agustus 2003, h. 76).

  [23] "Saya berharap PKS bisa menjadi mercusuar untuk membangun bangsa
  ini. Saya serukan kepada kaum Muslimin untuk mendukung PKS." Rhoma
  Irama, penyanyi dangdut.[Eramuslim.com, 1 Maret 2004].

  [24] "Hanya ada dua partai yang paling profesional yakni Partai
  Golkar dan Partai Keadilan. Yang lain tak ubahnya paguyuban. Kalau
  Golkar dosanya banyak, legitimasinya susah, tapi punya banyak uang
  dan cabangnya profesional".Prof. Dr Arief Budiman alias `Bapak
  Golput", Guru Besar Kajian Indonesia pada Melbourne University yang
  juga mantan dosen Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, dalam
  diskusi publik bertema "Menyelamatkan Transisi Demokrasi Indonesia,
  di kantor PMKRI, Jakarta, 16/2/2003. (Mengapa Memilih PK Sejahtera,
  Masyarakat Peduli Wong Cilik, Agustus 2003, h. 76).

  [25] "Selama saya berada di sini, saya yakin masa depan umat Islam
  Indonesia". Prof. Dr. Jimly As-Siddiqiy, Guru Besar UI dan Ketua
  Mahkamah Konstitusi, pada acara pelantikan kader inti PK DPW DKI
  Jakarta. (Keadilan Online, 7 Maret 2003).

  [26] "Saya melihat pemimpin-pemimpinnya itu sederhana hidupnya dan
  juga orang-orang terpelajar. Dan PK merupakan partai pertama yang
  berani berasaskan Islam kayaknya pilihan saya ke PK Sejahtera tidak
  meleset, insya Allah." Anneke Putri, artis (dikenal sebagai
  pemeran `Emak' dalam sinetron Keluarga Cemara}, Majalah Saksi No. 15,
  Tahun VI, Desember 2003].

  [27] "Tapi, kalau sebagai seniman aku direkrut untuk kampanye,
  misalnya, aku dengan serta merta, tanpa ikut rapat-rapat, khusus
  untuk Partai Keadilan Sejahtera aku bersedia." Neno Warisman,
  seniman. [Buku Saat Nurani Bicara, 16 Tokoh Berbicara, editor:
  Solikhin Abu `Izuuddin, Bina Insani Pres, Januari 2004, h. 58].

  [28] "I Love PKS, partai yang aktif bekerja sepanjang masa. Kelebihan
  lain PKS karena mereka beraktifitas sepanjang lima tahun, sepanjang
  partai itu ada, bukan Partai Pemilu yang menyambangi warga menjelang
  dibutuhkan suaranya." Muhammad Syafi'i Antonio, M.Sc, Pakar dan
  Praktisi Ekonomi Islam. (PK Sejahtera Online, 30/12/2003).

  [29] "PK paling mengena di hati saya. Karena tampilannya simpatik,
  tertib, jujur dan apa adanya. Saya saksikan mereka di Jatim dan Sumut
  ketika jadi anggota KPU. Saya terkesan karena mereka sangat antusias,
  rela berkorban, dan disiplin yang tinggi." Adnan Buyung Nasution SH,
  Pengacara kawakan Indonesia, saat berkomentar di Hotel Sari Pan
  Pacific Jakarta. (Mengapa Memilih PK Sejahtera, MPWC, Agustus 2003,
  h. 76).

  [30] "Yang teriak beda paling cuma Partai Keadilan Sejahtera, soal
  korupsi. Sedangkan partai yang lain tidak bisa antikorupsi karena
  korupsi semua. Akhirnya, partai-partai itu juga fokus isu keamanan,"
  Munir, SH Direktur Eksekutif Imparsial (The Indonesian Human Rights
  Monitor) [www. mediakrasi.com, 14/12/2003].

  [31] "Tiada kata-kata yang sanggup melukiskan rasa kecewa saya pada
  partai yang saya dukung dulu di tahun 1999. Tak pernah lupa janji-
  janji yang tidak pernah mereka tepati. Tapi kini, saya mantap di PKS.
  Sebagaimana orang PKS bekerja tanpa pamrih. Kami tidak butuh jabatan.
  Kami kumpul di sini untuk konsolidasi dan bertekad mengembalikan
  minimal 15.000 suara dari sekitar 17.500 suara yang PDIP tarik pada
  pemilu 1999 ke PKS.. " ujar Sujarno (40), mantan tokoh pasukan
  wirapati PDIP 1999 yang mengaku bergabung dengan PKS setelah
  mengamati selama dua tahun ini, lantang. (Radar Surabaya, 24
  September 2003).

  [32] "Kami dulu pendukung PDIP. Tapi kami merasa kecewa karena tidak
  ada perhatian yang serius terhadap kami. Justru Partai Keadilan
  Sejahtera yang lebih peduli dan banyak membantu kami." Kariono,
  koordinator PTBPW (Paguyuban Tukang Becak Pasar Wonokromo) Surabaya,
  yang memimpin rombongan tukang becaknya untuk melamar menjadi
  pendukung PKS sekaligus mengikuti pengajian pertama mereka. [www.pks-
  surabaya.or.id, 11 Desember 2003].

  [33] "Mereka punya Dewan Syari'ah yang begitu ketat, termasuk untuk
  menyeleksi dana yang mereka terima. Inikan awal yang bagus dan perlu
  didukung." Miing `Bagito', pelawak. [ Buku Saat Nurani Bicara, 16
  Tokoh Berbicara, editor: Solikhin Abu `Izuuddin, Bina Insani Pres,
  Januari 2004, h. 38]

  [34] Salah seorang kader partai dan bisa dikatakan "sepuhnya" Partai
  Golkar di Kepri adalah Drs H Wan Rumadi yang telah terjun ke dunia
  politik bersama Golkar sejak tahun 1971. Namun pada Pemilu 2004 ini
  ia memilih "hengkang" ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kepri, yang
  dinilai cocok dengan panggilan jiwanya selama ini, yakni berdakwah.
  Sehingga ia merasa tidak ragu lagi untuk hengkang dari partai yang
  telah membesarkannyaitu."Saya merasa PKS cocok dengan panggilan jiwa
  selama ini, berdakwah. Mau tak mau saya harus bergabung dengan partai
  ini yang bermisi untuk kemajuan umat dan sering melakukan dakwah,"
  ungkapnya, di kantor sekretariat DPD PKS Kepri.[Bintanpos.Com,
  dipublikasikan oleh PKS-Surabaya Online pada 04/01/2004]

  [35] "Ini bukan sekadar partai. Ini adalah gerakan masyarakat untuk
  kepentingan masyarakat", ujar Ajip Rosidi, Sasterawan, ketika
  memberikan sebuah buku berjudul 'Tang Kolentang' kepada Presiden
  Partai Keadilan (PK) Hidayat Nur Wahid, sebagai bentuk simpati
  kepadanya. (Suara Merdeka, 21 Januari 2003).

  [36] "Demi Allah, saya masuk PK Sejahtera lillahi ta'ala. Sebab, saya
  melihat hanya partai ini yang komitmen pada kebaikan dan memiliki
  moralitas yang terjaga," kata Adhyaksa Dault, mantan ketua umum KNPI
  Pusat. (www.majalahsaksi.com, 27 Desember 2003).

  [37] "Saya sangat dekat dengan Partai Keadilan sejahtera karena rata-
  rata mereka jamaah pengajian yang aktif. Mereka akrab dengan saya.
  Mungkin di antara partai yang ada, hanya mereka yang paling sering
  saya kunjungi, sebab PK Sejahtera akan menjadi partai masa depan."
  Dr. K.H. Miftah Faridl, Ketua MUI Kota Bandung. [Majalah Saksi minggu
  ke-1 September 2003].

  [38] "Namun, menurut saya, hasil itu menunjukkan sesuatu yang penting
  juga: bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS-nya Hidayat Nur Wahid)
  adalah partai yang paling well-organized; para anggotanya sangat
  peduli pada partai dan rela untuk berkorban (termasuk berkorban
  mengirim SMS). Saya yakin bahwa jumlah pemilik telpon seluler di
  kalangan Golkar dan PDI Perjuangan jauh lebih besar dari pemilik HP
  di lingkungan PKS. Tapi, kenapa kedua partai besar itu tidak bisa
  memobilisasi anggotanya untuk memilih para ketuanya, meski itu hanya
  di level SMS? Tidak hanya dalam soal SMS, partai ini dikenal sangat
  rapi dalam mobilisasi demonstrasi yang umumnya sangat besar, tapi
  damai. Para anggota dan simpatisannya datang dengan uang pribadi,
  membawa serta keluarga." Farid Gaban, Wartawan Tempo, ketika
  mengomentari keunggulan PKS dalam beberapa poling dengan responden
  aktif. [Majalah Saksi Online, 06/01/2004].

  [39] "PKS adalah suatu partai yang menjanjikan harapan. Dengan
  pertimbangan, karena partai ini terbukti berkompetisi secara sehat
  dalam pemilu 1999. Salah satu bagian dari kompetisi yang sehat adalah
  berkampanye secara beradab, tertib, anti kekerasan, dan tanpa
  mengganggu hak-hak publik. Dan Partai Keadilan dalam hal ini adalah
  partai yang mungkin hampir satu-satunya mengerjakan kampanye dengan
  modelsepertiitu.Kedua, Partai Keadilan konsisten di dalam
  memperjuangkan perlunya pemerintahan yang bersih. Saya tidak tahu
  secara keseluruhan, setidaknya dari banyak kasus yang terjadi seperti
  kasus "uang kadeudeuh" di Jawa Barat, Partai Keadilan adalah satu-
  satunya partai yang menolak mekanisme suap dan korupsi di dalam
  praktek pemerintahan setelah pemilu lewat. Oleh karena itu, saya
  ingin katakan "Partai Keadilan harus diapresiasi di situ". Ketiga,
  Partai Keadilan juga tumbuh di tengah masyarakat perkotaan yang
  sokongannya datang dari kelompok masyarakat terdidik. Dan dalam
  banyak isyu Partai Keadilan kelihatan siap untuk berdialog secara
  baik menyangkut banyak isyu itu. ini kecenderungan yang bisa kita
  katakan sebagai kecenderungan dari partai yang menjanjikan." Eep
  Saefullah Fatah, Pengamat politik dan Kandidat Doktor di bidang
  politik pada Ohio University, USA. (www.majalahsaksi.com, 27 Desember
  2003).

  [40] Dalam beberapa kali perbincangan dengan eramuslim, dia mengaku
  takjub dengan penampilan dan kinerja PKS. "Partainya bersih, imejnya
  bagus. Garis perjuangannya juga jelas," Partai Islam yang paling
  besar, itu nanti PKS. Tapi juga diikuti oleh partainya Zainudin MZ.
  Saat ini partai yang menjadi pilihan saya hanya dua, antara PKS dan
  Partai Demokrat. Karena itu, kalau itu ada paket pasangan SBY dan
  Hidayat Nur Wahid, saya sangat mendukungnya." Manaharan Siahaan,
  mantan wartawan Sinar Pagi penganut Protestan. (Eramuslim.com,
  16/03/2004).


  II Komentar Tokoh Internasional

  [1] Sekretaris Politik Kedutaan Besar Australia, John Williams
  menilai bahwa Partai Keadilan Sejahtera prospektif dalam Pemilu
  mendatang. Karena partai ini dinilai mempunyai citra yang bersih dan
  dipelopori oleh kalangan muda yang dinamis.
  "Partai Keadilan Sejahtera ini cukup mendapat dukungan luas dari
  kalangan cendekiawan, masanya santun dan mempunyai kredibilitas moral
  yang tinggi," kata John Williams. [Bernas, 30 Januari 2004]


  [2] "PK Sejahtera merupakan satu-satunya partai yang serius dalam
  memberantas praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Hal itu bukan
  hanya dalam tataran wacana saja, tetapi juga dibuktikan dengan kiprah
  para aktivisnya." Karen Foss, Sekretaris Politik Kedutaan Besar
  Kanada untuk RI. Karen juga mengungkapkan fenomena PKS sering menjadi
  perbincangan rekan-rekan diplomat dari negara sahabat lainnya. [PKS-
  Online, 10 Maret 2004].

  [3] "They practice democracy. They are totally different
  from "fundamentalists." Demonstrations by Partai Keadilan are very
  peaceful, and about half of the demonstrators are women. So this is a
  significant movement, and very different from past Islamic
  movements.". Dr. Ken Miichi, pengamat Internasional dan Guru Besar
  pada Kyoto University Jepang, saat diwawancarai oleh wartawan Jakarta
  Post tentang gerakan Islam. (Jakarta Post, 21 September 2002).

  [4] "PKS kelihatan bersih, sederhana, canggih dalam khazanah
  pemikiran dan metode pendekatan. Yang lebih penting lagi, di PKS
  telah tumbuh pola perekrutan kader berasaskan meritokrasi, yaitu
  kepemimpinan yang didasarkan atas prestasi, bukan jenis kelamin
  maupun keterikatan, etnis dan politis. Antara lain dengan kesempatan
  yang diberikan PKS kepada kaum muda lebih banyak tampil membuktikan
  diri. Itu belum terjadi di partai-partai lain. Ini satu kelebihan
  PKS." Gregory James Burton, Dosen Senior Deakin University, Geelong,
  Australia. [Media Indonesia, 19 Februari, 2004]

  [5] "Saya merasa apa yang dilakukan Partai Keadilan heboh sekali. Itu
  suatu yang sangat baik, di mana ada protes, tetapi yang 100 persen
  damai. Dengan ribuan orang, tetapi sangat berdisiplin". Sidney Jones,
  peneliti dan aktivis intrenasional dari ICG, dalam artikel "Publik
  Indonesia tak Ekstrakeras' di Harian Jawa Pos, 05 April 2003.

  [6] " Hal lain yang membedakan PKS dari parpol yang ada adalah partai
  ini berbasiskan kalangan terdidik dan tidak mencari keuntungan
  sendiri dalam berpolitik. Mereka berhasil membangun citra bahwa kader-
  kadernya tidak mempunyai ambisi terlalu jauh, misalnya berebut
  kekuasaan, dalam berpolitik. Saya kira orang yang ingin memperbaiki
  partai lain harus meniru partai ini. Tapi partai yang lain ada
  sekarang berkesan ingin secepatnya mendapat bagian dari kekuasaan,''
  Martin Van Bruinessen, pakar Sosiologi Universitas Utrecht Belanda.
  [Suara Merdeka, 26 Agustus 2003].

  [7] "Sungguh saya tertarik dengan PK, karena selain dikenal adil dan
  bersih dalam prilaku politiknya, saya juga mengenal PK sebagai partai
  politik yang paling getol membela dan memperjuangkan kepentingan
  rakyat kecil." Mr. Shigekaju Sato, Wakil duta Besar Jepang untuk
  Indonesia dalam kunjungannya ke DPP PK yang merasa puas atas
  kunjungannya tersebut dan berjanji akan kembali. (Keadilan Online, 14
  Januari 2003).

  Fenomena PK atau PKS juga telah mendapatkan perhatian serius dari
  pemerintahan Jepang, dalam kaitan ini, Hidayat Nur Wahid sering
  menjadi undangan resmi Kedutaan Besar Jepang untuk RI dan pada Bulan
  September 2003 yang lalu telah diundang Pemerintah Jepang untuk
  berkunjung ke Jepang sebagai tamu negara oleh Departemen Luar Negeri
  Jepang. "Jepang tertarik dengan PK Sejahtera karena mereka menganggap
  kader PK Sejahtera orang yang serius memikirkan negerinya, tidak
  seperti partai lain," ungkap Duta Besar Jepang mengenai sikap
  Pemerintah Jepang terhadap PK Sejahtera. [Seperti yang dipaparkan Dr.
  Irwan Prayitno pada download dalam PK Sejahtera Online, 19 Januari
  2004 dan www.berpolitik.com, 18 Januari 2004]. Apa yang dapat dibaca
  dari ketertarikan pemerintahan sebuah negara maju terhadap
  sebuah `partai kecil' dari negara berkembang yang besar di kawasan
  Asia Timur ini? Sebagaimana yang diakui pemerintah Jepang sendiri,
  sebagai sebuah negara yang besar, stabilitas Indonesia sangat
  berpengaruh terhadap stabilitas kawasan. Dan ketertarikan
  pemerintahan Jepang ini kepada PK Sejahtera dapat dipandang sebagai
  harapan yang dapat dilihat dari PK Sejahtera untuk membawa kembali
  Indonesia kepada stabilitasnya yang kemudian akan berpengaruh kepada
  kestabilan kawasan yang pada akhirnya juga berdampak bagi Jepang
  sebagai negara termaju di kawasan ini. Setidaknya pandangan
  pemerintahan sebuah negara maju akan eksistensi keteladanan PK
  Sejahtera dapat dinilai sebagai pengakuan bahwa partai ini adalah
  harapan yang menjanjikan bagi negeri ini. Wallahu `Alam.



  III. Komentar Berbagai Media

  [1] MUNGKIN PKS memang fenomena. Pengkaderan dan teladannya dalam
  berpolitik membuka kesegaran. Para kadernya eks aktivis kampus dan
  mereka yang sudah lama bergerak dalam berbagai lembaga swadaya
  masyarakat. Kantor Pusat PKS dulunya adalah rumah toko tiga lantai,
  terletak di Jalan Mampang Prapatan Raya, tidak menampilkan wajah
  angker. Satu-satunya tanda sebagai kantor hanya spanduk pudar berisi
  lambang dan nama partai bersangkutan.Tidak ada petugas keamanan yang
  dengan mata melotot dan wajah galak menghadang tamu. Para tamu hanya
  disambut seorang resepsionis merangkap penerima telepon. Dengan
  kesederhanaan tersebut, hari-hari ini kesibukan markas besar PKS
  sedang meningkat. [Kompas, 26 September 2003, Hidayat Nur Wahid
  Merintis Kesantunan BerpolitikPraktis].

  [2] Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan fenomena di Indonesia.
  Partai baru itu berhasil merebut simpati masyarakat, karena
  penampilan para kadernya yang santun dan para petinggi partainya yang
  dikenal bersih. Banyak orang menaruh harapan pada partai yang
  mempunyai basis massa di kalangan intelektual, khususnya para pelajar
  dan mahasiswa Muslim itu. [Republika dalam rubrik Rehat, 11 Januari
  2004}.

  [3] Dalam kaitan menjaring caleg yang benar-benar berkualitas itu
  kita sambut baik langkah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). PKS menjadi
  satu-satunya partai politik peserta Pemilu 2004 yang secara terbuka
  menyatakan dukungannya pada Gerakan Nasional Jangan Pilih Politisi
  Busuk (GNJPPB).[Suara Pembaruan dalam Tajuk Rencananya tanggal 31
  Desember 2003].

  [4] The Partai Keadilan Sejahtera (Justice Welfare Party) of Muslim
  intellectuals and academics is well-organised. Although it is based
  on purely Islamic principles, it has shown itself to be responsible
  and peaceful, for example, in its reactions to the Iraq war. It is
  still very small and has only seven seats in the DPR, but it could
  easily double that in the elections.[ Editorial: Gearing up for a
  fresh start, New Straits Time Malaysia, Feb 10, 2004].

  [5] Kalau menemukan partai yang mempunyai mobilitas dan soliditas
  jaringan kerja yang sangat baik dialah Partai Keadilan Sejahtera.
  Bayangkan baru satu pekan yang lalu dideklarasikan di Jakarta, kini
  partai tersebut telah mencapai sedikitnya di 13 Negara besar seperti
  Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Jepang, Australia, Malaysia, Sudan,
  Yordania, Arab Saudi, Mesir dan tak ketinggalan negeri kincir angin
  Belanda. [Mediakreasi.com, 27 April 2003].

  [6] Everywhere they go, leaders of the Prosperous Justice Party (PKS)
  find themselves repeatedly having to convince people of their
  friendly ideals for the country.
  While their rallies are massive and peaceful, and their politicians
  are known to be clean compared to others, non-Muslims and Muslims who
  do not consider themselves devout are turned off by the party's
  strong Islamic image -- female attendants are all wearing head
  scarves and men and women are clearly separated. What would become of
  the rest ofusiftheygainedpower?In a visit to The Jakarta Post on
  Friday, PKS leader Hidayat Nur Wahid stressed that PKS focuses on
  Islam's universal values and how they should not be neglected and
  abused at the individual level -- and also that the party aims, in
  time, to be inclusive. Thousands of Christians from South Maluku
  (Maluku Tenggara Barat -Ed) have already requested to become members,
  party leaders say. [PKS Vows to Promote Pluralism, The Jakarta Post,
  26 Januari 2004]

  [7] Pemilu 2004 kian menjelang. Masih adakah partai yang dianggap
  bercitra baik oleh masyarakat? Inilah hasil jajak pendapat tentang
  hal itu. Pertanyaannya, apakah mereka masih layak dipercaya?
  Bagaimana citra mereka selama lima tahun terakhir? Saat diberi
  pertanyaan tentang partai apa saja yang masih bercitra baik, 471
  orang atau 31,4 persen di antara 1.500 responden yang menjadi sampel
  jajak pendapat ini menjawab Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Berada
  di posisi kedua, citra partai yang masih dianggap baik adalah Partai
  Amanat Nasional (PAN). PAN dipilih oleh 259 orang atau 17,3 persen
  responden. Lantas, 144 orang atau 9,6 persen responden memilih PBB.
  Lalu, 61 orang atau 4,1 persen responden memilih PPP. Sebanyak 52
  atau 3,5 memilih PDIP. Dan, 76 atau 5,1 persen responden memilih
  Golkar sebagai partai yang masih bercitrabaik.Sebanyak 52 orang atau
  3,5 persen memilih PKB. Sedangkan 300 orang atau 20 persen responden
  lainnya menjawab tidak ada satu pun partai yang masih bercitra baik.
  Sisanya, 85 orang atau 5,5 persen responden menjawab tidak tahu.
  [www.jawapos.co.id, 04 September 2003].

  [8] Sebanyak 16 dari 24 partai peserta Pemilu 2004 diidentifikasi
  sebagai partai Orde Baru (Orba) karena mewarisi paradigma dan
  didirikan tokoh-tokoh dalam era presiden Soeharto, hanya Partai
  Keadilan Sejahtera (PKS) dan beberapa parpol lainnya yang tak terkait
  dengan Orba. (Lihat Kompas, 12 Desember 2003)

  [9] Tidak seperti hasil polling Lembagai Survei Indonesia (LSI)
  pimpinan Denny JA yang menonjolkan parpol berbasis nasionalis, maka
  hasil polling SCTV justru mengedepankan parpol berbasis agama. Dalam
  berbagai kesempatan jajak pendapat, PKS memang sering leading.
  Sehingga ada joke yang berkembang bahwa PKS adalah partai spesialis
  menang polling. (Bisnis Indonesia, dalam Editorialnya berjudul PKS,
  The Polling Party?, 16 Desember 2003).

  [10] Mudah-mudahan sikap politiknya ini tetap konsisten hingga tahun-
  tahun mendatang. Mudah-mudahan pula, Partai Keadilan Sejahtera bisa
  mencapai target perolehan suara Pemilu tahun 2004 nanti. Semoga
  Sukses! [UnitedFool.Com, sebuah situs Nasrani, ketika mengomentari
  sosok Hidayat Nur Wahid dan Partai Keadilan Sejahtera, 24 Juli 2003].

  [11] Tidak semua partai mengalami kisruh pencalegan. Partai Keadilan
  Sejahtera punya mekanisme unik untuk mengelola potensi konflik.
  Sebelum penempatan caleg, mereka menggelar pemilu internal di
  kalangan kader partai. Nama-nama yang muncul dalam pemilu internal
  itu diperingkat, kemudian namanya dipampang untuk menerima
  complaint."Daripada konflik, lebih baik kita berikan kesempatan
  complain kepada kader," kata Sekretaris Jenderal Partai Keadilan
  Sejahtera, M. Anis Matta, kepada Hatil Ilwan dari GATRA.[Laporan
  Utama Gatra, Edisi 9, beredar 9 Januari 2004]

  [12] Partai berlambang Kakbah dengan dua bulan sabit yang mengapit
  garis lurus di tengahnya itu telah memberi contoh bagaimana cara
  berdemonstrasi yang benar. Ia juga telah mengajarkan bagaimana
  berpolitik dengan moralitas. Demonstrasi yang tertib mestinya bukan
  sesuatu yang luar biasa. Ia menjadi luar biasa karena terjadi di
  tengah masyrakat yang `hobi' melakukan destruksi. Bisakah manusia
  Indonesia berdemonstrasi dengan tertib? Jawabnya, bisa. Sampai
  kemudian, Partai Keadilan memperlihatkan kepada publik contoh
  berdemonstrasi yang baik dan benar. Itulah yang kemarin (30 Maret
  2003) terjadi ketika Jalan Sudirman, Jalan Thamrin dan Jalan Merdeka
  Selatan Jakarta `dibanjiri' orang dalam unjuk rasa Sejuta umat.
  Inilah aksi massa terbesar yang pernah terjadi di negeri ini yang
  berlangsung tertib, damai dan mengagumkan. Tidak sekali-dua, tapi
  berulang kali. Yaitu, unjuk rasa tidak identik dengan huru-hara.
  Unjuk rasa adalah salah satu bentuk ekspresi demokrasi, yang dapat
  dilaksanakan dengan patuh kepada hukum serta berlangsung tertib dan
  damai sekalipun diikuti ratusan ribu orang. Hanya komunitas dengan
  pemimpin yang memiliki visi dan disiplin yang tinggi yang akan
  menghasilkan pengikut yang taat kepada pemimpin dan sistem. Kita
  berharap semoga kesantunan massa Partai Keadilan menjadi inspirasi
  bangsa ini dalam mengekspresikan demokrasi. [Disarikan dari dua
  editorial Media Indonesia, tanggal 20 Oktober 2001 dengan judul Aksi
  Simpatik Partai Keadilan dan 31 Maret 2003 dengan judul Ketertiban
  Sejuta Umat].

  [13] Salah satu fenomena politik terbesar setelah reformasi adalah
  Partai Keadilan Sejahtera - dulu Partai Keadilan. PKS mempunyai massa
  pendukung yang sangat solid dari kalangan Islam terpelajar. Mereka
  pada umumnya adalah aktivis atau bekas aktivis pengajian mahasiswa
  ataupun mesjid-mesjid kampus. Karena rata-rata bekas mahasiswa,
  hampir semua (kalaulah tidak seluruhnya) anggota dan pengurus PKS ini
  merupakan para sarjana. Dengan begitu, barangkali inilah satu-satunya
  partai politik yang anggota dan pengurusnya sangat educated. Tingkat
  pendidikan dan latar belakang aktivitas pengurusnya itu membuat
  partai ini juga tampil sangat terpelajar dan santun menurut ukuran
  Indonesia. Wakil-wakil mereka di lembaga legislatif pun
  tampil `lurus', meski dalam bersiasat mereka sering kalah dengan
  anggota lain yang lebih berpengalaman dan bisa menggunakan segala
  cara negosiasi. Masyarakat belum pernah mendengar ada skandal politik
  yang melibatkan anggota PKS. Pemahaman mereka terhadap keberadaan
  partai politik juga berbeda dengan partai lain. Partai politik
  biasanya dipahami sebagai alat meraih kekuasaan. Tapi, pemahaman PKS
  tampaknya tidak sementah itu. Mereka kelihatannya lebih memandang
  politik sebagai arena perjuangan untuk mewarnai praktik politik dan
  kenegaraan agar tidak dikeruhi oleh perilaku yang melanggar nilai-
  nilai keagamaan. Sosok ketua umumnya, Hidayat Nur Wahid, makin
  mempertegas visi partai itu. Dia terlibat dalam berbagai pertemuan
  politik kelas atas, tapi (paling tidak sejauh ini) tidak mau menjadi
  bagian dari kekuasan. Ketika Megawati naik kursi kepresidenan
  menggantikan Abdurrahman Wahid, Hidayat termasuk yang ditawari untuk
  menjadi salah satu menteri kabinet. Namun, dia menolak dengan cara
  yang sangat gentle dan halus, tanpa merasa perlu untuk
  mempublikasikan guna meraih kemenangan moral. [Disarikan dari Harian
  Perintis, dalam salah satu pandangan redaksinya, Suara Perintis,
  dengan judul Fenomena PKS, tanggal 16 Desember 2003].

  [14] Partai Keadilan Sejahtera sering disebut sebagai partai kader
  masa depan. Maklum, sebagian besar pendukung dan simpatisan partai
  ini dari kalangan kampus, cendekiawan, profesional muda, dan
  mahasiswa. Predikat itu kian melekat dengan perilaku kader partai
  yang santun dalam mengekspresikan sikap politik mereka. Sebagai
  partai yang tengah beranjak dewasa, PKS juga tidak terlepas dari
  terpaan isu. Terakhir, partai ini sempat disorot karena masuknya
  yayasan Al Haramain pimpinan Hidayat Nur Wahid dalam daftar
  organisasi pendukung teroris. Namun, guncangan isu itu seolah menjadi
  kampanye positif. Sebab, ternyata Perserikatan Bangsa-Bangsa salah
  memasukkan nama yayasan. Al Haramain yang terkait teroris, bukanlah
  yayasan pimpinan Presiden PKS ini. Mungkin juga PKS telah mencatat
  sejarah karena mampu membuat Amerika mengaku telah melakukan
  kesalahan dalam hal ini. [Liputan6.com, 28 Februari 2004 dan
  Wawancara pada Liputan6 Petang SCTV, 26 Februari 2004].







  **************************************************************************
*
  Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
  **************************************************************************
*
  __________________________________________________________________________
  Mohon Perhatian:

  1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
  2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
  3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
  4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
  5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
  6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
  7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]



  Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


  ---------------------------------
  Yahoo! Groups Links

     To visit your group on the web, go to:
  http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

     To unsubscribe from this group, send an email to:
  [EMAIL PROTECTED]

     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.





  ---------------------------------
  Do you Yahoo!?
  Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.

  [Non-text portions of this message have been removed]




  **************************************************************************
*
  Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
  **************************************************************************
*
  __________________________________________________________________________
  Mohon Perhatian:

  1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
  2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
  3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
  4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
  5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
  6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
  7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

  Yahoo! Groups Links






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke