Saya pernah menulis di suatu milis , mari kita buktikan bersama waktu
terhadap fitnah-fitnah menerpa PKS. Semoga PKS tetap istiqomah
membawa label Partai Dakwah, membawa akhlak yg baik ke pentas Politik
yg kata orang politik itu 'kotor'.
Berikut, berita yg menunjukkan betapa istiqomahnya Mantan Presiden
PKS Hidayat Nur Wahid terhadap misi membawa akhlak yg baik ke pentas
politik.
Semoga bermanfaat,
Dony Doang
http://jawapos.co.id/index.php?act=detail&id=3897
Kamis, 14 Okt 2004,
Pimpinan MPR Tolak Volvo
Ketua DPR: Kami Belum Tahu Dapat Apa
JAKARTA - Warna baru mulai tampak dalam kepemimpinan MPR periode 2004-
2009. Pimpinan MPR, yang terdiri atas Ketua MPR Hidayat Nurwahid dan
para wakil ketuanya -A.M. Fatwa, Aksa Mahmud, dan Mooryati Soedibyo-
menyatakan tidak akan menggunakan fasilitas mobil mewah Volvo sebagai
kendaraan dinas. Mereka juga tidak akan menggunakan fasilitas ruang
hotel mewah sekelas royale suite room.
Hidayat menjelaskan, sikap pimpinan itu merupakan keputusan bersama
setelah rapat koordinasi pimpinan MPR dengan Sekretariat Jenderal
MPR. Dalam rapat tersebut, pimpinan MPR sepakat menyamakan visi untuk
menghadirkan perilaku yang sesuai kehendak rakyat.
"Kami sepakat tidak akan menggunakan mobil Volvo selama masa jabatan
kami dan fasilitas hotel yang ?jauh? dari keinginan rakyat," tegas
Hidayat kepada pers di gedung Nusantara III DPR/MPR kemarin. Saat
memberikan keterangan pers, dia didampingi oleh ketiga wakil ketua
MPR.
Hidayat berharap, kalaupun ada fasilitas mobil dinas, kategorinya
jangan sampai memunculkan kecurigaan tentang kemewahan seperti yang
hadir dalam logika Volvo. Namun, dia tak menyebut mobil alternatif
selain Volvo. Yang jelas, harga Volvo baru yang dipakai pimpinan MPR
dan DPR bisa sampai Rp 1 miliar.
Lalu, untuk fasilitas hotel, mereka sepakat hanya menggunakan kamar
standar yang memungkinkan tetap terjadinya pertemuan jika ada tamu-
tamu yang bertemu dengan pimpinan MPR. "Jadi, untuk hotel, tidak pada
kelas royale suite room," ujar mantan presiden Partai Keadilan
Sejahtera (PKS) itu.
Menurut catatan koran ini, untuk kelas hotel itu, di Indonesia
tarifnya lebih dari Rp 4 juta per malam. Di negara-negara maju,
tarifnya bisa di atas Rp 20 juta per malam. Fasilitas hotel kelas
tersebut memang sangat mewah, termasuk mandi uap.
Para pimpinan MPR itu, menurut Hidayat, bersikap demikian untuk
memberikan contoh kedisiplinan dan penghematan anggaran. Sikap itu
juga merupakan tindakan aspiratif agar tidak muncul kondisi seolah-
olah kepemimpinan MPR adalah segala yang terkait dengan kemewahan
fasilitas negara. "Kami telah menyampaikan sikap ini kepada Setjen
MPR untuk menyampaikannya kepada Sekretariat Negara."
Dia membantah tudingan bahwa sikapnya itu berkaitan dengan kampanye
terselubung untuk kepentingan PKS pada 2009. Sebaliknya, dia tak
pernah berpikir bahwa tindakan aspiratif yang sesuai harapan
masyarakat itu terkait dengan kampanye. "Yang kita pikirkan adalah
agar semuanya dilakukan dengan komitmen terbuka, terukur, langsung
bisa dirasakan oleh rakyat," tandas alumnus Pondok Pesantren
Gontor dan perguruan tinggi di Madinah itu.
Ketika rakyat menginginkan pemimpinnya serius menjalankan tugasnya,
Hidayat mengatakan, dirinya langsung menjawab dengan mundur dari
presiden PKS. Lalu, ketika rakyat menginginkan pemimpinnya tak
bergelimang dengan kemewahan, seperti menggunakan mobil dinas Volvo,
dia menjawab dengan tidak mengambil fasilitas mobil Volvo tersebut.
"Tapi, kalau ada yang menafsirkan (kampanye) itu, saya tak bisa
menyalahkan. Yang jelas, kehendak kami, justru melaksanakan aspirasi
rakyat secara konkret,"ujarnya. Dengan tindakan itu, dia berharap, ke
depan, rakyat tidak hanya disodori retorika dan apologi.
A.M. Fatwa menyela, mengenai fasilitas mobil Volvo itu, dia minta
agar mobil Volvo yang saat ini masih dikendarainya tak
dipermasalahkan. Alasannya, kendaraan tersebut hanya bawaan dari DPR.
Lagi pula, setelah ada kesepakatan bersama pimpinan MPR, mobil
tersebut segera dimasukkan garasi. "(Volvo) itu sebentar lagi akan
saya kandangkan sesuai kesepakatan ini. Karena itu, kalau
tiba-tiba dipotret, payah," katanya.
Fatwa mengaku salut dan memberikan dukungan moral kepada Hidayat.
Meski berbeda partai, dia menilai sikap yang dimotori Hidayat
tersebut sangat bagus bagi pendidikan rakyat.
Fatwa kemudian menjelaskan mengapa sebelumnya dia mau menggunakan
mobil Volvo, tapi kini ikut-ikutan tak mengambil fasilitas Volvo.
Menurut dia, reformasi menyangkut sejumlah tahapan dan proses. Karena
itu, dia tak ingin nyelonong sendirian dalam proses perubahan.
Saat ini, dia telah beralih dari wakil ketua DPR menjadi wakil ketua
MPR secara kolektif. Nah, di MPR tersebut, dia bertemu dengan sikap
kebersamaan. "Karena itu, mengapa harus nyelonong sendirian? Kami
tidak munafik, tapi kami juga bukan malaikat. Jadi, soal kewajaran
saja," tandasnya.
Dukungan untuk tak bermewah-mewah menggunakan fasilitas negara itu
juga dikemukakan oleh Aksa Mahmud dan Mooryati Soedibyo. Menurut
Aksa, langkah yang diputuskan Hidayat itu bisa menjadi teladan bagi
pejabat negara lain. "Keputusan ini sangat penting untuk menjadi
momentum bagi pejabat negara lain mengikutinya," katanya dalam
kesempatan yang sama.
Aksa menegaskan, fasilitas mewah seperti penginapan di hotel mahal
tak perlu diberikan kepada pimpinan lembaga negara. Sebab, kesan
mewah akan menjauhkan mereka dari rakyat. "Kalau harus menginap di
hotel, tidak perlulah menginap kamar yang ada mandi-mandi uapnya itu.
Selain mahal, ternyata jarang juga dipakai fasilitas itu. Hanya
pemborosan anggaran," ujar pimpinan MPR dari unsur DPD tersebut.
Senada dengan Aksa, Mooryati mendukung sikap pimpinan MPR itu.
Sebagai anggota DPD, dia ingin berusaha melaksanakan segala keinginan
rakyat dan daerah. "Saya sebagai anggota DPD nonpartisan akan
mendengar suara rakyat dan memperjuangkanya melalui pimpinan MPR,"
ujar Mooryati.
Dia menyatakan, keberadaan pimpinan MPR adalah bekerja untuk rakyat.
Karena itu, tak perlu menggunakan fasilitas yang menjauhkannya dari
rakyat. "Kita kan di sini untuk kerja, bukan untuk bermewah-mewah.
Tidak perlu mandi rempah-rempah segala," ujarnya "ratu jamu" dari
Grup Mustika Ratu tersebut sambil tersenyum.
Apa komentar pimpinan DPR? Ketua DPR Agung Laksono mengatakan,
pihaknya menghargai sikap pimpinan MPR yang menolak menggunakan Volvo
untuk kepentingan dinas. Tapi, dia belum bisa memastikan apakah
pimpinan DPR juga melakukan hal yang sama. Alasannya, pimpinan DPR
sendiri belum tahu fasilitas mobil seperti apa yang disiapkan negara
untuk kepentingan dinas mereka. ?Saya belum bisa berkomentar lebih
jauh karena belum tahu pimpinan DPR diberi fasilitas seperti
apa," kata Agung kepada koran ini tadi malam.
Agung mengaku, sampai kemarin masih menggunakan mobil pribadi untuk
kepentingan tugas sebagai ketua DPR. Makanya, dia belum melihat
fasilitas mobil dinas dari negara sebagai sesuatu yang
mendesak. "Tapi, saya menghargai sikap para pimpinan MPR tersebut,"
timpalnya.
Menurut Agung, kalau sikap pimpinan MPR tersebut dilandasi
kepentingan untuk menghemat keuangan negara, itu bagus. Tapi, dia
berpendapat, penghematan negara tidak bisa hanya dengan cara tidak
menggunakan mobil dinas Volvo semata. "Jadi, sebenarnya saya memang
belum bisa memberi komentar lebih jauh," terang salah satu ketua DPP
Partai Golkar itu.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Zaenal Ma?arif mengakui pimpinan DPR
hingga sekarang belum membicarakan kemungkinan tidak menggunakan
sedan Volvo sebagai mobin dinas pejabat tinggi negara. Tapi, seperti
Agung, dia menyatakan hormat dan respek atas ikrar pimpinan MPR yang
lebih dahulu menyatakan tidak akan menggunakan Volvo.
"Secara kelembagaan, pimpinan DPR belum membicarakannya. Tapi, saya
pribadi telah lebih dahulu berencana seperti yang dilakukan pimpinan
MPR," ujar Zaenal Ma?arif kepada wartawan koran ini tadi malam.
Menurut mantan sekretaris rektor UMS Solo itu, sehari setelah
terpilih menjadi wakil ketua DPR dirinya mengutarakan niat untuk
tidak menggunakan Volvo kepada staf Setjen DPR. Namun, saat itu dia
mendapat jawaban bahwa penggunaan Volvo sudah diatur baku dalam
sistem protokoler kenegaraan sebagaimana ditentukan Sekretariat
Negara (Setneg).
"Mereka bilang sudah diatur Setneg karena semua pimpinan lembaga
tinggi negara ketentuannya begitu," ujar Zaenal. Meski begitu, dia
mengaku sangat respek terhadap langkah pimpinan MPR.
Hanya, supaya tidak terkesan mencari popularitas, dia mengajak agar
komitmen pimpinan MPR itu menjadi komitmen bersama semua pejabat
tinggi negara. "Kalau jadi komitmen bersama pemerintahan SBY-Kalla,
kesannya jadi sangat indah," kata ketua DPP PBR itu.
Dengan menjadi komitmen bersama, yang tidak menggunakan Volvo tidak
hanya pimpinan lembaga legislatif seperti DPR, DPD, dan MPR, tetapi
juga para pejabat tinggi negara lain. Termasuk anggota
kabinet. "Bahkan, mungkin presiden pun memberikan contoh dengan tidak
memakai mobil dan fasilitas mewah," ucapnya.
Di antara empat pimpinan baru DPR baru dua orang yang menggunakan
sedan Volvo, yaitu Soetardjo Soerjoguritno dan Muhaimin Iskandar.
Keduanya adalah wakil ketua DPR yang kembali terpilih pada jabatan
sama. Sementara itu, Ketua DPR Agung Laksono masih menggunakan mobil
pribadinya, yakni Toyota Alphard. Zaenal Ma?arif juga belum
mengendarai Volvo yang menjadi haknya.
"Di antara empat pimpinan MPR itu, hanya Pak Hidayat Nurwahid mungkin
yang tidak biasa pakai mobil mewah. Yang lain mungkin punya lima BMW
atau Volvo. Tapi, apa pun kami hormati putusan pimpinan MPR itu,"
jelas Zaenal. (nur/nev/adb)
--- End forwarded message ---
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/