saya sangat heran dgn pernyataan2 Revrisond, karena selalu dari 
sudut pandang negatif dan mencoba menarik simpati masyarakat dgn 
membela kaum yg lemah.

sifat penulisan ini ada pada Kwik Kian Gie, contohnya ketika dia 
menulis white paper yg bercerita ttg mimpi jadi konglomerat atau 
ketika dia mengatakan Indonesia bisa hidup tanpa IMF.
bedanya Kwik mampu berbicara dalam konteks yg lebih applicable tanpa 
ada rasa benci yg berlebihan terhadap institusi asing.

sedangkan Revrisond selalu memusuhi yg besar dan yg asing, contohnya 
rekomendasi dia utk membubarkan Kementerian BUMN.
Tidak ada tanggapan dari pemerintah maupun pihak lain2, bahkan dari 
dunia akademis cuma dianggap artikel kuning.

sekarang dia nulis lagi dgn konteks kita belum merdeka, berharap 
target reader menjadi terpicu utk membenci pihak asing!

"pihak asing berusaha menyetir bangsa kita" ini adalah pernyataan yg 
sangat tendensius yg menganggap dirinya pinter sendiri dan 
pemerintahan kita dari tahun 45 sampai sekarang bodoooooooooooooooo  
semua!!!!

padahal Indonesia telah berprestasi secara ekonomi di regional 
berkali2, kalau sekarang lagi bangkit dari krisis, bukan berarti 
kita belum merdeka!!!

revrisond... jangan coba2 menjadi pahlawan kesiangan dgn konsep2 
anda yg mentah.
anda jauh dari kapasitas mampu! belum sebanding dgn anggito! kawan 
sealumni anda.

berhenti merengek, jadilah analis perekonomian yg benar! yg 
menggunakan kepintaran dan kata hati utk kemajuan bangsa dgn 
rekomendasi2 cemerlang bukan dgn mencoba berpihak pada rakyat kecil 
dgn cara menimbulkan kebencian pada pemerintah atau pihak negara 
lain.

baca koran! tulis berapa investasi luar negeri di negara ini dari 
tahun ke tahun, dan akan anda sadari bahwa kita juga berhutang budi 
pada negara2 lain!!

sadar mas, sadar!!

--- In [EMAIL PROTECTED], "Ikranagara" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> 
> dari Republika On Line
> Kamis, 14 Oktober 2004  18:50:00
> 
> Revrisond Baswir: Secara Ekonomi Kita Tidak Merdeka 
> 
> 
> Jakarta-RoL -- "Bila dilihat dari segi keberhasilan ekonomi, bisa 
> dikatakan bahwa kita sebagai bangsa Indonesia belum merdeka," kata 
> pakar ekonomi kerakyatan Universitas Gadjah Mada (UGM), Revrisond 
> Baswir, usai dialog acara Kerangka Kebersamaan Minimal (KBM), di 
> Jakarta, Kamis.
> 
> Menurut dia, hal tersebut disebabkan oleh banyaknya kepentingan 
> pihak internasional yang berusaha "menyetir" kegiatan perekonomian 
> Indonesia.
> 
> Selain itu, ketidakmandirian Indonesia dalam bidang ekonomi 
tersebut 
> juga mengakibatkan terjadinya penyelewengan terhadap Undang-Undang 
> Dasar (UUD) 1945, terutama pasal-pasal yang mengatur pelaksanaan 
> demokrasi ekonomi.
> 
> Demokrasi ekonomi berarti produksi dikerjakan oleh semua, untuk 
> semua dan di bawah pimpinan anggota masyarakat.
> 
> "Jika mengacu pada arti demokrasi ekonomi, di Indonesia tidak 
boleh 
> ada pengangguran sesuai isi pasal 27 UUD 1945, serta menjamin 
warga 
> negara sebagai subyek yang didukung syarat-syarat kapital dan 
> intelektual," katanya.
> 
> Ia juga mengatakan bahwa banyak pihak yang belum mengerti akan 
arti 
> yang sebenarnya dari demokrasi ekonomi, yaitu ekonomi 
> kerakyatan. "Ekonomi kerakyatan bukan berarti ekonomi kaki lima, 
> tapi justru ekonomi yang mengacu pada kedaulatan rakyat, dan 
> merupakan sistem ekonomi yang paling baik untuk diterapkan di 
> Indonesia," katanya.
> 
> Sementara itu, pengamat ekonomi, Rizal Ramli, juga mengatakan 
bahwa 
> perekonomian Indonesia sebaiknya jangan diserahkan kepada pihak 
> asing, tetapi ditetapkan sendiri oleh bangsa Indonesia.
> 
> "Jika pemerintahan sekarang (SBY-JK) menyerahkan perekonomian 
kepada 
> pihak asing, maka dalam waktu dekat banyak rakyat yang akan merasa 
> kecewa," katanya dalam kesempatan yang sama.
> 
> Menurut Rizal, penyerahan perekonomian pada pihak asing hanya akan 
> membahagiakan pihak kreditor dan sebaliknya justru akan 
> menyengsarakan rakyat. "Hal itulah yang menyebabkan Megawati kalah 
> dalam pilpres, karena isu yang dilemparkan tidak menarik perhatian 
> rakyat banyak," katanya.
> 
> Secara pribadi, Revrisond yang akrab dipanggil Sony mengatakan 
bahwa 
> ia tidak sepakat dengan sistem pelaksanaan otonomi daerah (otda) 
> yang berlangsung saat ini.
> 
> "Meski secara politis tidak ada lagi sentralisasi kebijakan yang 
> menyangkut kepentingan daerah, tetapi secara ekonomi daerah masih 
> tergantung pada pusat, dalam hal ini Jakarta," ujarnya.
> 
> Sony melihat bahwa perputaran uang di Indonesia hampir 80 persen 
> berada di Jakarta, dan sisanya di daerah-daerah di seluruh 
Indonesia.
> 
> "Kondisi itu, menyebabkan pendapatan pajak terbesar ada di 
Jakarta, 
> sebesar 65 persen. Sebagai contoh, penggalian bahan tambang yang 
> dilakukan di Papua, pajaknya dikenakan di Jakarta karena kantor 
> pusat perusahaan yang bersangkutan ada di Jakarta. Mengapa kantor 
> pusatnya tidak di Papua saja?," kata salah satu staf pengajar di 
UGM.
> 
> Ia menyarankan adanya perimbangan keuangan antara pemerintah 
daerah 
> dan pusat, sehingga perputaran uang bisa lebih merata dan dapat 
> mendorong pertumbuhan ekonomi. "Jadi tidak ada lagi orang yang 
> berlomba-lomba ke Jakarta untuk mencari penghasilan," katanya.
> 
> Ketika disinggung tentang pemerintahan baru yang akan dipimpin 
oleh 
> SBY-Jk, Revrisond berharap agar pasangan tersebut melakukan dua 
hal 
> pada 100 hari pertama, yaitu mengumumkan jumlah dana non-budgeter 
> pada semua departemen dan melunasi utang kepada IMF sebesar 3 
miliar 
> dollar.
> 
> "Jika dihitung, seluruh dana non-budgeter tersebut berjumlah 
sekitar 
> Rp400 triliun dan cadangan devisa Indonesia 34 miliar dollar, 
tentu 
> cukup untuk melunasi utang tersebut," katanya.
> 
> Namun, Sony juga mengatakan bahwa hal tersebut dapat terlaksana 
jika 
> pemerintahan baru memiliki cukup keberanian.ant/aih





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke