SANNGGAR SENI DIBARA API
* Untaian duka untuk Sanggar Seni Babakan Siliwangi

Oleh Tangkisan Letug

Setelah karya seni Tisna Sanjaya
Disampahkan
Begitukah sanggar seniman Babakan Siliwangi
dikirim bara api?
Jahatnya benci itu selalu tertutupi
Tapi sejarah tak menghapus nila di bumi.

17 Oktober 2004
===================================
Seniman Menyesalkan Kebakaran di Baksil 
Wali Kota Sarankan Seniman Koordinasi dengan Pemkot 
(Pikiran Rakyat, 17 Oktober 2004)

BANDUNG, (PR).-
Sejumlah seniman menyatakan prihatin dan menyesalkan
atas terbakarnya kawasan seni Babakan Siliwangi
(Baksil) di Jln. Siiwangi Kota Bandung, Jumat (15/10).
Apalagi merebak isu kebakaran tersebut diindikasikan
disengaja. Sedangkan Wali Kota Bandung Dada Rosada,
pada Jumat malam, sekira pukul 23.00 WIB, meninjau ke
lokasi. 
Wali Kota Bandung, ketika menyaksikan puing-puing
kawasan seni, menyatakan turut prihatin atas kebakaran
tersebut. Ia juga mengimbau kepada para seniman yang
selama ini menghuni kawasan tersebut, untuk
selanjutnya berkoordinasi dengan pemkot.
Imbauan untuk koordinasi, menurut Dada, sangat penting
agar seniman nantinya tidak mengalami rugi dua kali.
Jika ada komunikasi intensif, ke depan pemerintah bisa
menyediakan tempat sesuai harapan seniman.
Ketua Bandung Art Project Yana Purakusuma, yang
ditemui Sabtu (16/10), mengaku sempat bertemu dengan
Wali Kota Bandung Dada Rosada. Menurutnya ia
diberitahu satu jam sebelum bertemu oleh Camat
Coblong, bahwa wali kota akan ke lokasi. 
Menurut Yana, tidak banyak yang dibicarakan dengan
wali kota. Ketika itu Dada bertanya tentang langkah
apa yang akan diambil teman-teman komunitas di Baksil,
setelah kejadian itu. "Namun dia (wali kota) tidak
menyinggung-nyinggung soal relokasi seniman. Padahal,
dulu sempat dijanjikan bahwa kami akan diberi tempat.
Dan ketika melihat puing-puing sisa kebakaran, dia
sempat berkata luar biasa sekali. Entah apa
maksudnya," tutur Yana.
Namun demikian, kata Yaya, ada pernyataan wali kota
yang menarik disimak. Wali kota, kata Yana, memang
sempat berkata, "Kalau mau mengambil langkah-langkah
lanjutan, harus ada koordinasi dulu. Jangan sampai
rugi dua kali". 
Menurut Yana, kata-kata "jangan sampai rugi dua kali"
itulah yang menjadi tanda tanya. "Perkataan wali kota
itu menyiratkan sepertinya Baksil ini bukan ruang
publik. Apa itu maksudnya? Apa itu bukan tanda bahwa
Baksil ini dibakar? Atau itu bukan sejenis ancaman?
Ini terkesan bakal terjadi sesuatu lagi ke depan,"
ucapnya.
Seniman Tisna Sanjaya, menilai, kebakaran Baksil
adalah skenario yang tidak lucu dan kampungan. "Jelas,
pembakaran Baksil adalah rangkaian dari pembakaran
terhadap karya seni saya. Pemkot harus klarifikasi
ihwal ruang publik, puluhan lukisan, lesung tua, dan
patung di sini (di Baksil) yang sudah jadi abu. Lalu
siapa yang bertanggung jawab?" Tanyanya. 
Tak ada "police line"
Seniman lainnya, Hikmat, mempertanyakan perihal
pengusutan oleh pihak kepolisian tentang sebab
kebakaran. "Di berita yang saya baca, pihak kepolisian
akan mengusut dengan serius sebab musabab kebakaran.
Tapi anehnya, kok tidak dipasang police line di tempat
kejadian. Jadi apakah pernyataan kemarin itu
sungguh-sungguh atau hanya lipstik doang," tegas
Hikmat. 
Aktor Iman Soleh, menduga dan polisi tahu siapa yang
suka membakar-bakar. "Ini Republik Api! Tak ada
dialog, yang ada bakar!" katanya. Hal serupa dikatakan
kurator seni Aming D. Rachman bahwa pembakaran harus
diusut sampai tuntas. "Ini penghinaan terhadap
kebudayaan, seni dan kemanusiaan. Ini barbar!"
katanya. 
Seniman dan budayawan dari Cipasung Tasikmalaya, Acep
Zamzam Noor, menyatakan kesal dengan kebakaran
tersebut. "Sekali lagi, ini menunjukkan arogansi
kekuasaan, setelah karya seni dibakar sekarang
kompleks keseniannya yang dibakar. Memang perlu bukti,
tetapi rakyat tidak bodoh lagi," ujarnya. 
Sementara itu Kepala Dinas Tata Kota Bandung Juniarso
Ridwan, semalam mengatakan, para seniman tidak perlu
khawatir tergusur dari Baksil. Kalau pun kawasan itu
dibangun tidak akan menghilangkan tapak yang ada.
Fungsi-fungsinya pun meliputi antara lain untuk rumah
makan, butik, galeri seni, tempat anak-anak bermain,
dan olah raga.
Konsepnya, kata Juniarso, memang belum ada, tetapi
komitmen pemkot tetap bahwa kawasan itu untuk ruang
hijau terbuka. Akan dibangun kondominium, itu tidak
betul karena memang tidak boleh. Sedangkan untuk
seniman, nanti malah akan lebih nyaman karena kawasan
itu akan tertata. 
�Kebakaran ini murni musibah, bukan kesengajaan,
maklum musim kemarau. Kejadian serupa juga menimpa
beberapa tempat lain dalam waktu hampir besamaan, "
ujar Juniarso.
Seperti diberitakan, sebelum terjadi kebakaran,
seorang saksi mata, Ahmad (28), mendengar sesuatu
jatuh di atas atap. Tidak lama suhu di dalam ruangan
jadi panas, dan ketika keluar ternyata api sudah
membesar. Kebakaran berjarak setengah jam setelah Yana
memergoki seseorang berpakaian necis, berkulit kuning
sedang memotret Baksil . Begitu didekati, si pria
langsung masuk mobil Taft dan tancap
gas.(A-128/A-73)***

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1004/17/0201.htm


                
_______________________________
Do you Yahoo!?
Declare Yourself - Register online to vote today!
http://vote.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke