Sebentar lagi, Anda berdua kemungkinan besar akan menduduki kursi pemerintahan 
tertinggi di negeri ini, setelah melalui perjalanan panjang yang melelahkan dan 
menguras pikiran. Andaipun tidak, maka tulisan ini tetap saya tujukan pada Anda 
berdua, siapa tahu periode mendatang Anda berdua berminat lagi menjadi kandidat 
Presiden/Wakil Presiden RI..

Jika Anda sudah resmi menjabat sebagai Presiden/Wakil Presiden RI periode 2004-2005, 
maka seyogyanya mengabdilah pada rakyat. Siapapun dia, baik yang memilih Anda maupun 
bukan, bahkan mereka yang tidak memilih sekalipun. Karena sebagai Presiden/Wakil 
Presiden, sudah seharusnya Anda berdua mengarahkan orientasi pada rakyat di se-antero 
negeri ini, terutama mereka yang masih terpinggirkan hingga detik ini.

Anda boleh berbangga hati dan bersyukur atas berkah ini, tapi jangan jumawa dan tinggi 
hati. Tantangan sudah menunggu untuk dirintangi, dicarikan jalan keluarnya, dan 
dipecahkan masalahnya.

SATU hal yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang adalah komposisi kabinet yang akan 
Anda pimpin. Belakangan ini santer terdengar, bahwa pihak yang kalah tidak mau 
organ-organnya duduk di kabinet yang akan Anda susun. Ada dua hal yang saya tangkap. 
Pertama, mereka menolak menjadi anggota kabinet Anda karena merasa tidak mendukung 
Anda pada saat Pilpres yang lalu. Karena 'ketidaktertarikan' itu, maka mereka merasa 
tidak layak untuk mendapat 'bagian' yang setimpal dari Anda berdua. Dalam hal ini, 
banyak opini berkembang bahwa sudah seharusnya jika Yudhoyono-Kalla memilih anggota 
kabinet dari mereka yang mendukungnya saja. Kita akan bicara lagi mengenai hal ini 
nanti. 

Kedua, dengan dalih paradigma baru tata pemerintahan di republik ini, mereka yang 
kalah itu memandang bahwa posisi yang kuat di legislatif sudah cukup sebagai lahan 
pengabdian mereka pada rakyat. Artinya, menguasai legislatif saja tidak apa-apalah, 
karena cukup strategis dalam mengontrol jalannya pemerintahan. Istilah oposisi sempat 
terdengar, tapi lalu ditepis oleh salah satu petinggi partai yang kalah 'perang' 
dengan menyebutkan istilah "menyeimbangkan".

Menerima kekalahan dengan lapang dada sudah sepantasnya mereka praktikkan. Tetapi lalu 
tidak mau dipilih (bahkan melarang anggota-anggotanya) menjadi anggota kabinet, 
menunjukkan bahwa orientasi cara berpikir mereka masih sempit. Kenapa harus selalu 
siapa dukung siapa, lantas siapa dapat imbalan apa? Terlintaskah pengabdian pada 
rakyat yang sebenarnya-benarnya di benak mereka? Bahwa bekerja untuk rakyat itu tidak 
memandang SARA?

SETELAH resmi menjadi presiden/wakil presiden, maka Anda bukanlah milik partai lagi. 
Anda sekalian telah dinobatkan sebagai pemimpin bangsa, kepala pemerintahan yang akan 
mengatur terselenggaranya hajat hidup orang banyak. Persoalan siapa dukung siapa, 
lantas siapa dapat apa, bukanlah perilaku politik yang patut dikedepankan.

Ibarat kereta api, gerbong yang akan Anda sekalian tarik sekarang ini adalah sebuah 
gerbong besar yang bernama Indonesia. Banyak sekali jenisnya, warnanya, baunya, dan 
beragam pula penumpangnya. Kabinet yang akan datang, seharusnya tidak sekedar 
merepresentasikan warna atau bau gerbong yang berbeda-beda itu. Tapi kabinet baru 
nanti merepresentasikan jalan keluar dari permasalahan yang sekarang dihadapi bangsa 
ini. Siapa yang duduk disana, adalah orang-orang yang seharusnya bisa menyelesaikan 
masalah-masalah yang selama ini terbengkalai lantaran sebagian sibuk mengurusi dirinya 
atau golongannya sendiri. Etos mereka seharusnya adalah bekerja untuk rakyat, bukan 
mengambil keuntungan dari rakyat.

Penyusunan kabinet dengan semangat rekonsiliasi juga perlu ditengok kembali. Selama 
ini, semangat rekonsiliasi sudah tak jelas maknanya. Alih-alih rekonsiliasi, kita 
malah terjerembab ke dalam semangat barter kekuasaan dengan pembenaran yang tak masuk 
akal. Aturan perundang-undangan dilabrak, kalau perlu dibikin aturan lagi yang lebih 
masuk akal bagi kepentingan sepihak.

Semangat rekonsiliasi, seharusnya dimaknai sebagai semangat untuk menghukum dan 
kemudian memaafkan. Artinya, siapa saja di masa lalu yang bersalah, wajib hukumnya 
untuk dijatuhi sanksi. Jika setelah itu kita mau memaafkannya, itu lain soal. Semangat 
rekonsiliasi bukan semangat dagang sapi, bagi-bagi rejeki, atau sekedar klangenan 
belaka.

KEBHINEKAAN bangsa ini masih patut menjadi cara pandang dalam penyelenggaraan 
pemerintahan. Kabinet tidak harus berisi orang-orang partai saja, begitu pula 
jabatan-jabatan politis lainnya dalam pemerintahan. Kabinet sebaiknya mengakomodir 
banyak kepentingan, tidak hanya sekedar menjadi ajang balas budi, siapa dukung siapa, 
siapa dapat apa.

Istilah 'kabinet pelangi' yang kini dimaknai sebagai kabinet multi partai, sudah 
saatnya didekonstruksi. Penyusunan kabinet yang merupakan hak prerogratif presiden 
terpilih, bukan berarti bagi-bagi kue kekuasaan belaka sebagai imbal jasa. Penyusunan 
kabinet dalam pemerintahan ini adalah bagi-bagi pekerjaan dan tanggung-jawab, demi 
kesejahteraan rakyat. Sekali lagi, demi dan untuk rakyat.
     Orientasi cara berpikir yang selama ini disesaki dengan politik dagang sapi, dan 
politik balas budi, sudah seharusnya tak dipakai lagi. Orientasinya harus dikembalikan 
pada rakyat. Semua dilakukan hanya demi rakyat. Karena, apa-apa yang dilakukan 
pemerintahan negeri ini, semata-mata hanyalah demi rakyat. Bahwa Anda terpilih sebagai 
presiden/wakil presiden, saham terbesarnya ada di tangan rakyat.

Maka, ungkapan "(Kabinet) Pelangi di Matamu" yang saya maksud  adalah susunan kabinet 
yang disusun berdasarkan kriteria tertentu, dimana kriteria ini bisa dipahami oleh 
rakyat. Dengan kriteria yang 'direstui' oleh rakyat ini, Anda sekalian bisa 
mempertahankan argumentasi penyusunan kabinet, tanpa khawatir ditinggalkan rakyat. 
Percayalah, ditinggalkan rakyat pemilih Anda akan sangat menyakitkan. 

Sayangnya, usulan banyak ahli untuk mengumumkan susunan kabinet jauh hari sebelum 
Pilpres berlangsung, ternyata tak terwujud. Sebagai alternatif, saya berpendapat 
perlunya diumumkan kriteria yang pantas untuk menyaring anggota kabinet masa depan.

Rakyat pantas dan 'berhak' untuk diberitahu, karena rakyat tidak mau dikecewakan lagi. 
Kriteria ini yang akan menjamin, bahwa orang-orang terpilih dalam kabinet adalah 
orang-orang berorientasi kerakyatan. Orientasi yang tidak hanya manis di bibir, atau 
hanya retorika dalam kampanye belaka. Tapi orientasi cara berpikir yang terwujud dalam 
perilaku berpolitiknya. Hingga di masa depan, harapannya kebijakan yang dilahirkan 
memang berorientasi pada rakyat.

Rakyat menggantungkan harapan sangat besar pada Anda sekalian di masa datang sebagai 
Presiden/Wakil Presiden RI periode 2004-2009. Kepercayaan ini layak menjadi dasar 
pemikiran, hingga suatu saat nanti Anda sekalian bisa menyaksikan 'pelangi' melintas 
di mata rakyat jelata yang memilih Anda.

______________________________________
rahadian p. paramita at http://prajnas.blogspot.com


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke