Presiden SBY dan Terobosan Timteng
 
Christianto Wibisono 
DALAM acara diskusi, Selasa 21 September, di Voice of America (Radio Amerika) Prof Dan 
Lev (Daniel Lev) menyatakan kagum dengan pemilih Indonesia yang lebih pintar dan lebih 
bijak dari pemilih AS. Dan Lev termasuk pengagum Indonesia yang sering melecehkan 
Presiden AS sebagai kalah maverick dari Presiden Indonesia. Deputi Menhan Dr Paul 
Wolfowitz yang berbicara di depan mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas dkk Rabu 
(22/9) malam, memuji Indonesia sebagai the third largest democracy after India and the 
US, and the largest Moslem democracy yang membuktikan bahwa Islam bisa compatible 
dengan democracy. 
Sejak era globalisasi yang dinodai dengan ancaman teror, pemilu di seluruh dunia 
saling mempengaruhi. Banyak pakar dan lembaga sudah mulai memperkenalkan teori 
universal pilpres AS. Karena besarnya dampak dan pengaruh kekuasaan yang dimiliki oleh 
Presiden AS sebagai superpower tunggal maka semua negara berkepentingan untuk 
mencermati siapa yang akan terpilih jadi Presiden AS. Karena itulah orang sudah mulai 
meluncurkan survei pilihan masyarakat pelbagai negara dalam persaingan Bush lawan 
Kerry. Jika dunia boleh ikut memilih maka yang akan terpilih sebagai Presiden AS 2 
November nanti pastilah John Kerry. Karena dalam survei University of Maryland (UoM) 
32 dari 35 negara memilih Kerry dan hanya 3 negara yang memilih Bush, yaitu Filipina, 
Polandia dan Nigeria. 
Melihat besarnya pengaruh opini dunia terhadap pilpres AS saya justru melihat bahwa 
pilpres di luar AS juga bisa mempengaruhi pilpres AS. Artinya, siapa pemenang pemilu 
di Spanyol, Indonesia, India, Australia akan turut mempengaruhi pemilih AS. Memang 
dalam survei UoM yang dikembalikan ke rakyat AS, 74% menyatakan cuek dan tidak 
terpengaruh oleh pendapat dunia luar. Mereka sudah mantap dengan pilihan 
masing-masing. Tapi dari 25%, sekitar 18% menyatakan akan mengikuti kecenderungan 
global. Artinya, kalau dunia lebih suka Kerry, maka mereka akan rela menyesuaikan diri 
sedang 7% menyatakan hanya sedikit terpengaruh. 

Pilpres Indonesia dipuji oleh The Wall Street Journal sebagai the anti-Spain model. 
Pemilih RI tidak terpengaruh oleh bom Kuningan, dan mengharapkan Presiden SBY sebagai 
mantan jenderal akan lebih tegas menindak teroris. Sebenarnya posisi RI sebagai the 
largest Islamic democracy, bisa dikelola secara dinamik untuk meluncurkan profile RI 
sebagai juru damai Israel-Palestina. 
Di tengah kesibukan sidang Majelis Umum PBB ke-59 di New York sedang berlangsung 
pertemuan antara G-8 dengan negara-negara Arab untuk meningkatkan proses perdamaian 
Timur Tengah. Forum for the Future itu diketuai oleh Menlu AS Colin Powell dan Menlu 
Marokko Mohamad Benaissa dan akan dilanjutkan dengan semacam KTT G-8 Liga Arab yang 
diperluas dengan RRT setelah Sidang Tahunan Bank Dunia-IMF di Washington DC minggu 
depan. 
Presiden Megawati sebenarnya sedang antusias untuk memperingati 50 tahun Konferensi 
Asia-Afrika di Bandung April 2005. Barangkali ini sekadar nostalgia untuk mengingat 
kejayaan masa lalu. Walaupun konferensi itu sebetulnya diselenggarakan oleh PM Ali 
Sastroamidjojo dalam sistem kabinet parlementer dan pihak oposisi Masyumi cs tidak 
begitu antusias dengan gebrakan itu. Tapi nyatanya KAA Bandung dianggap menjadi sumber 
inspirasi perjuangan bangsa Asia-Afrika untuk memperoleh kemerdekaan dari bekas 
penjajah Eropa Barat. KAA merupakan salah satu war of ideas yang dimenangkan oleh 
Dunia Ketiga dalam perjuangan memperoleh kedaulatan politik. 
Sekarang setelah 50 tahun kenapa malah Irak dan Afghanistan harus mengalami pendudukan 
kembali. Kenapa setelah 50 tahun, negara-negara Afrika justru terpuruk berat ke lembah 
otoriterisme, KKN dan malapetaka serta democide seperti di Darfur. 
Democide adalah pembunuhan atau pembiaran pembunuhan karena pemerintah tidak berdaya 
dan Sudan menjadi failed-state (negara-gagal). 
Salah satu alasan terorisme ialah konflik Israel-Palestina. Dan sekarang semua pihak 
berupaya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jika PM Ali Sastroamidjojo dan Bung 
Karno di tahun 1955 bisa menggalang diplomasi dan tekanan pendapat umum untuk 
menghormati Semangat Bandung untuk self determination, maka sekarang Presiden SBY 
diharapkan bisa memimpin suatu terobosan politik luar negeri Indonesia yang proaktif. 
Posisi atau citra sebagai the largest Islamic Democracy, mestinya menjadi modal untuk 
bisa tampil sebagai salah satu mediator utama di samping Quartet (AS, Uni Eropa, Rusia 
dan PBB) dalam mendorong perdamaian Timteng. Aset nasional Indonesia seperti Gus Dur 
bisa dimanfaatkan sebagai Co-Chair bersama Amien Rais untuk memimpin Tim Asia-Afrika 
untuk Perdamaian Timteng. Tim itu harus siap misalnya dengan logistik pasukan 
perdamaian ASEAN sebagai bagian dari pasukan perdamaian Asia Afrika untuk mengawasi 
pelaksanaan transisi perdamaian Israel-Palestina. 
Dengan merangkul dua tokoh Islam tersebut maka Presiden SBY yang "sekuler" bisa 
membuktikan bahwa RI benar-benar mempelopori Islam yang bukan hanya demokratis tapi 
juga peaceloving ideology dan peace seekers yang menghormati perundingan ke arah 
perdamaian sebagai lawan dari kelompok teroris yang membajak agama secara destruktif 
nihilis. 

Jika perdamaian Israel-Palestina terwujud maka salah satu alasan atau akar teroris 
telah ditiadakan sehingga siapa pun termasuk Azahari dan Noordin M Top yang masih 
berkeliaran menghasut untuk mengebom sebagai balas dendam Palestina, tidak lagi 
mempunyai alasan dan dalih untuk melanjutkan terorisnya.. Juga generasi muda yang akan 
direkrut tidak akan berminat lagi untuk mengikuti panggilan biadab untuk bunuh diri 
sambil bumi hangus yang tidak keruan juntrungan dan hanya menghancurkan bangsa dan 
orang yang tidak berdosa menjadi korban bom dan teror model Beslan atau Kuningan. 

Jika elite Indonesia bisa bersatu padu melakukan trobosan politik momentum kritis 
proses perdamaian Timteng yang sekarang sedang berlangsung, maka ini akan merupakan 
kinerja positif yang pasti berdampak luas bagi kepresidenan SBY. Dan yang lebih 
penting lagi, martabat Indonesia akan melejit terhormat. Bukan sarang teroris, karena 
Indonesia adalah korban teroris dan bertekad melawan dan memerangi terorisme sampai ke 
akar akarnya. 
Untuk itu akar masalah Israel Palestina harus dibenahi dan sebagai the largest Islamic 
democracy, Indonesia terpanggil untuk menyumbangkan kebijakan cinta damai dan cinta 
kemerdekaan itu secara konstruktif dan kreatif. Ini untuk mengejar ketertinggalan kita 
dari Forum for the Future dan juga lobi negara-negara seperti Brazil, India, Jepang, 
Jerman yang berjuang menjadi anggota tetap Dewan Keamaman PBB. 
Kita tidak perlu minder atau inferior, bila Presiden SBY dan tokoh kaliber global 
seperti Gus Dur yang diterima oleh Israel maupun Arab demikian pula Amien Rais yang 
kabarnya akan menjadi pembicara dalam Council of American Islamic Relations di 
Washington DC minggu depan, bisa menjadi asset nasional untuk memantapkan RI di peta 
geopolitik global. 
Melalui kesempatan ini saya ingin menyampaikan selamat kepada Presiden SBY dan Wapres 
Jusuf Kalla atas kemenangan mereka dalam pilpres 20 September. Kepada Presiden 
Megawati dan Bung Taufiq Kiemas, yang telah menyelenggarakan pemilu yang fair, saya 
juga mengucapkan selamat atas sportivitas Anda. Winston Churchill yang memenangkan 
perang melawan Hitler dalam pemilu 1945 dikalahkan oleh Clement Atllee, Mikhail 
Gorbachev adalah pelopor Glasnost dan Perestroika, malah kehilangan jabatan Presiden, 
karena negaranya Uni Soviet bubar. 
Lech Walesa memimpin Serikat Buruh Solidaritas membubarkan rezim diktatur Partai 
Komunis Polandia, tapi hanya menjadi presiden satu periode. Anda (Megawati) akan 
dicatat sebagai presiden yang memelopori pilpres langsung demokratis, dengan risiko 
kekalahan yang diterima secara ksatria. Inilah pelajaran demokrasi yang karena itu 
sangat dikagumi oleh orang seperti Dan Lev. Tapi buat Indonesia tentu akan lebih baik 
jika kita tidak sekedar terlena oleh pujian itu, tapi membuat terobosan untuk 
menciptakan kondisi ideal untuk pembangunan bangsa ini sambil menyumbangkan peranan 
dalam menciptakan perdamaian dunia.* 


                
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke