On Tue, 28 Sep 2004, RG Nur Rahmat wrote: > Bukankah gelarnya itu agak aneh? Kapan di kuliahnya? cuma cek sedikit. Kok bicaranya > tidak seperti yang intelek. >
kono webster university itu kantornya di sebuah mall (MA SBY kan dari webster) dan seperti sistem franchise, ada dimana-mana kampusnya. kalo HH kan dari AWu, sama dengan AIU dkk terkenalnya sih bayar untuk dapat Dr HC (aku pernah dapat email dari AWU). coba baca ulang kiriman Pak Soeloyo yg katanya dosen IPB ======================== --- In [EMAIL PROTECTED], "mBah Soeloyo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Waaah.... payaaaah....! Siapa yang payah? Semuanya... ya IPB-nya ya mahasiswanya... Lho? Lha iya, wong baru 2 bulan ujian "prelim" kok bisa lulus doktor di IPB, lagi.... Lhoh, tapi kan SBY ambil program khusus.... Temennya ada 19 orang lho.... Lhoh, lha lalu yang 18 orang lainnya berhak dong, cepet-cepet maju ujian... terus lulus? Iya kalau terpilih jadi calon presiden dan diprediksikan menang.... sayang presiden itu hanya satu... dan kebetulan itu SBY. Ya ndak tahu lah. Yang penting ya beginilah rona wajah pendidikan tinggi kita. Pendidikan tinggi yang kepalang tanggung. Mau tetap berjalur akademik yang perlu macem-macem syarat, sehingga menghasilkan manusia-manusia akademik... eeee ada menyelenggarakan program khusus... nggak ada aturannya di PP-Dikti, sih. Lalu berbukaanlah program-program khusus. Bila ditanya bagaimana operasionalnya? Ya pokoknya khusus. Tidak seperti perkuliahan reguler yang dosennya sesorah, kasih tugas, kasih PR... bahkan tak ada sebutan dosen-dosenan. Yang ada MENTOR. Lhaaaah, mau mentor mau montor sampai jontor yaaah sama saja. Statusnya tetap saja dosen. Pembimbing SBY, juga tetap saja statusnya dosen IPB... Ya, tapi kan mentor SBY... hehehe. Yang jelas, bahuwa sekolah doktor itu ya pantasnya berlama-lama. Bikin peper, bikin proposal, bikin kajian, nulis disertasi, diuji sebagai promovendus/nda... ada promotor, ada penguji di luar PT, ada penguji dari luar program studi, dari luar laboratorium.... dah, pokoknya mumet, komet. Lha iya, waktu kamu ujian doktor itu berapa jam? (malu-malu menulis): Iya siiiih, praktis hanya 45 menit memaparkan hasil, 15 menit ditanya oleh audience, bisa njawab.... dan ada bukti publikasi ilmiah.... sah sudah lulus. Tapi kenapa kok lama-lamaan di kampus sana. Ya, seandainya aku dulu boleh menulis sembarang materi baik yang di Indonesia atau hasil telaah pustaka, barangkali 2 bulan juga jadi tuh disertasi.... Tapi kan aturannya dah jelas. Lulus doktor itu nyelesaikan 36 kredit perkuliahan, 3 publikasi dan lulus ujian. Ada yang lama ada yang sangat lama.... malah ada yang nggak pakai kuliah.... langsung bikin disertasi dan publikasi banyak- banyak.... lama-lama dikasih juga gelar doktor, setelah lulus ujian. Lho, sejak kapan sih SBY jadi mahasiswa program khusus IPB? Wah, konon ya sejak awal tahun 2002... jadi jalan lebih dari 2 tahun dong.... bandingkan dengan Dr(HC) HH.... hahahahaha.... (demikian ketika aku berchating via e-mail, begitu dengar kabar bahwa SBY lulus ujian doktor malam hari...;p) Duh, pokoknya prihatin daku. Betapa pendidikan tinggi nasional, swasta nasional, negeri, badan hukum milik negara, terutama strata S2/S3... wuik amburadul. Ada saja gelar-gelar doktor berhamburan, bahkan untuk yang belum ada "ilmuwan" atau guru besarnya. Contoh saja, sudah adakah profesor (guru besar) pengampu ilmu menejemen (Management Science)? Hehehe, mau tanya kang Babat nih.. barang kali tahu.... Management itu pantas disebut Sciene, Art atau Social Tecnology, Kang? Ya, maksudku management yang dicetuskan pertama oleh Petter Drucker itu, lho Kang! PT-BHMN beken kita dah meluluskan beberapa doktor manajemen lho... Dan tanpa pernah pula dipertanyakan lama studinya,berapa semester, bebannya berapa kredit, disertasinya hasil riset atau reportasi ala wartawan tembak? Soalnya doktor-2 menejemen itu nggak ada yang jadi capres sih. Kalau presiden komisaris sing mungkin malah ada. Ah, mungkin mirip nanti gelarnya SBY juga perlu ditambah manajemen, jadi DrMgmAgrSocEcSci... hehehe, biar panjang sekalian. Doktor Manajement for Agrosocial Economic Science.... Mudah bukan? Jadi ingat wacana program Masgister of Macem-macem daku. Itu tuh program yang dengan sistem SKT (Satuan Kredit Triwulan) hingga kuliah S2 cukup hanya 1 tahun, dari ber- bagai macam latar belakang S1 dan cukup santai kuliah malem minggu.... (pantas gelarnya MM, Magister of Malem Minggu.... yang satu PTS-muda pun mampu memproduksi 125 wisudawan MM dalam satu periode pelantikan..... dengan 2 kali pelantikan/tahun, sedikitnya 250 MM dihasilkan PTS muda belia itu dalam 1 tahun). Ah, sayang, SBY ini bener-bener merepotkan. Mau diluluskan menuai protes, bahkan dari dosen IPB sendiri... kayak aku hehehe, nggak diluluskan kok mau jadi presiden... lho hebat IPB bila SBY masih berstatus mahasiswa program khusus. Lha wong mahasiswanya saja presiden, apalagi rektornya tak iya... setidaknya dosennya... (kayak saya... hehehe). Tapi kalau diluluskan juga hebat.. tuh lulusan IPB yang dilantik ada yang langsung diterima kerja sebagai presiden.... hebat ya IPB? Institut Pleksibel Banget..... wah sampai kemana nih.... ? Oh, iya mempertanyakan kredibilitas IPB ya? Ya bayangkan sendiri lah.... IPB itu ya begitu itu..;p. Kadang-kadang direpotkan oleh mahasiswanya. Mirip ketika harus menjadikan Mamiek binti Soeharto sebagai sarjana.... Tapi dulu itu anak presiden yang sedang sangat berkuasa... lhaaah sekarang apalagi, seorang calon presiden yang sudah dapat dipastikan bakalan jadi presiden. Mudah-mudahan nanti ketika dilantik sebagai presiden tidak sebagai Dr. Susilo Bambang Yudoyono, melainkan tetap sebagai Jen(Purn) Susilo Bambang Yudoyono, sama ketika mengabaikan gelar MBA-nya yang weton luar negeri... biar nggak lucu-lucu amat.... Atau malah meniru salah seorang Caleg dari PDIP (kalau tak salah).... mencantumkan gelarnya demikian Dr.(IPB)........ ah, ada-ada saja. IPB memang laku yak? --mbs-- (memang sebel, kalau gelar-2 doktor semacam HH, Chosim Nurseha, Direktur Es Teler 77, Hari Sabarno.... dsb itu, diakreditasi oleh Dikti.... tanpa ada sebutan khusus....) ------------------------------------------------------- --- In [EMAIL PROTECTED], Remaja Berpolitik <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Gelar doktor SBY, > > > > Beredar kabar, entah disengaja atau tidak, yang mengesankan SBY selesaikan gelar doctor di IPB dalam waktu 2 bulan. Yang dari kabar itu, orang pun mulai rame-rame mempertanyakan kredibilitas institusi IPB, yang memberikan gelar dengan mudah ke pejabat. > > > > Membaca berita itu, saya sangat sedih. Beberapa hal yang membuat saya sedih. > > > > Teman yang menyebarkan berita dengan itu tampaknya tidak tahu program doctor itu seperti apa. Ia sangka SBY ambil doctor hanya dalam waktu 2 bulan, karena media memberitakan, SBY melakukan ujian komprehensif hanya 2 bulan setelah diterima pada program doctor IPB. > > > > Buat mereka yang tahu program doctor, atau tahu sistem pendidikan IPB, tentu akan tahu kalau seorang mahasiswa wajib mengambil beberapa kredit yang jadi syarat untuk bisa diterima di dalam program doctor. Setelah kuliah beberapa semester ambil m.k. wajib sebagai prasyarat diterima di proram doctor, mahasiswa boleh mengajukan ujian preliminary yang sering disebut prelim. Kalau mahasiswa lolos prelim, ia diterima di program doctor. Kalau gagal, dapat kesempatan sekali lagi. Gagal lagi, ditendang. Mereka yang berhasil, officially diterima di program doctor dan officially boleh memulai disertasi. > > > > Perhatikan kata officially. Ini artinya, seseorang sebenarnya boleh menyiapkan semua keperluan untuk disertasi jauh sebelum ia lolos prelim. Kalau mahasiswa sudah tahu persis apa yang akan dikerjakan untuk disertasinya, dan para pembimbing setuju, maka si Mahasiswa bisa unofficially memulai disertasinya, shg bila ia lolos prelim, bisa langsung jalan, dan sudah punya data. > > > > Ada perbedaan mencolok antara disertasi program doctor untuk ilmu- ilmu social dan hard sciences. The former bisa dilakukan dengan produce data sendiri atau gunakan data sekunder. Kalau pun produce data sendiri, lewat survey/angket, bisa dilakukan lebih fleksibel, tak terkendala oleh waktu. Yang jadi kendala hanyalah sumber daya manusia (seberapa banyak orang yang bisa ia kerahkan untuk kumpulkan data). > > > > Sedangkan pada hard science, mereka harus produce data lewat percobaan. Untuk bidang biologi atau pertanian, yang deal dengan makluk hidup di alam, akan terkendala oleh musim tanam atau pergantian musim (fall, winter, spring, summer). Untuk itu, pengumpulan datanya lebih lama. > > > > Dalam kasus SBY, SBY habiskan waktu 2 tahun sebelum ujian prelim. Most mahasiswa di North America ajukan prelim setelah semester 3 selesai. Jadi tidak benar, SBY selesaikan program doctor hanya dalam waktu 2 bulan. Mbah Soeloyo yang dosen IPB itu bisa berikan informasi lebih detail apa yang sebenarnya terjadi. > > > > RB > > Jatuh cinta pada IPB ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

