mungkin mereka tidak paham apa arti bhineka tunggal ika, soale bahasa
sansekerta sih  .....!!!
padahal bhs indonesia indo itu sudah bermethomorphose menjadi bahasa yang
baik dan benar  ...
terutama ejaannya  ...mungkin sudah sepatutnya terjadi gejolak akibat
misunerstang of terminology ...
coba lihat acara tvri  pendawa lima (garenag petruk dll ..., kalau tidak
salah ) sampai indon
bubar pun orang luar jawa  nggak ada yang mudeng dengan logat bahasanya
.... so
pesannya pun tidak akan sampai   ...  dan kenapa dominasi tvri yang tv
nasional itu
java sentris   .....   padahal indonesia itu bhineka tinggal ika  ...  ????

salam







tapi kalau dimana-mana gudeg, rm padang? kita belum pernah kan makan
makanan irian atau lombok, atau dayak? Aceh?

Tidak benar Indonesia mesti Jawa sentris, tapi kenyataannya demikian.
PAHIT.

antonhartomo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya tak serujuk!
Justru spirit kita niscaya semua KEARIFAN LOKAWI diangkat dalam
tamansarinya budaya Indonesia.
Bukan warteg, rm padang, irama dangdut, dsb., walau juga tak patut
antipati.
Mari kembangkan nyata, bukan omdo mbleber tanpa juntrung, tak
menghargai perbedaan dan pencapaian.
Kalau WAYANG diakui UNESCO sebagai salah satu kontributor PERADABAN
DUNIA MANUSIA, mari galang juga untuk yang lain. TIDAK BENAR
Indonesia mesti "Jawa-centris". Coba baca lagi artikel dengan baik
dan sadar.....
In Harmonia Progressio. Bhinneka Tunggal Ika !
Salam!


--- In [EMAIL PROTECTED], RG Nur Rahmat
wrote:
> Betul ini.
> Sadarkah saudara-saudari bahwa kekayaan kebudayaan bangsa Indonesia
ini sudah dikerdilkan menjadi wayang dan warteg?
>
> Semuanya serba Jawa-sentris.
>
> SEDIH.
>
> Danardono HADINOTO wrote:
> Izinkan saya menggelar tulisan mengenai ke-multi-budayaan.
>
> Salam
>
> RM D Hadinoto
>
> Kerangka Multikulturalisme
>
> Oleh B Hari Juliawan
>
> SAMBIL menunggu terbentuknya pemerintahan baru, ada baiknya kita
menghidupkan kembali beberapa perdebatan mengenai dasar-dasar hidup
bersama. Salah satu hal penting yang kerap dibicarakan secara publik
adalah perihal multikulturalisme sebagai prinsip hidup bersama.
>
> Sayang, banyak pembicaraan berputar-putar sekitar "menghargai
perbedaan", suatu penjelasan bernilai retorik yang pada hemat saya
kurang menyentuh persoalan nyata. Karena itu, tulisan ini hendak
mengajukan beberapa kerangka nyata yang bisa dipakai sebagai titik
berangkat pembicaraan lebih lanjut.
>
> KERANGKA pertama berkenaan istilah multikulturalisme sendiri.
Umumnya diterima, kata sifat "multikultural" menunjuk fakta
keragaman, sementara "multikulturalisme" menunjuk sikap normatif atas
fakta keragaman itu. Keragaman di Indonesia sering digambarkan
sebagai amat lebar: sekitar 25 rumpun bahasa dan lebih dari 250
rumpun dialek, sekitar 400 kelompok etnis dan suku bangsa, dan lima
agama resmi serta berbagai bentuk kepercayaan. Menyebut fakta saja
dan menganggapnya sebagai multikulturalisme berarti mengacaukan dua
pengertian antara fakta dan sikap normatif itu.
>
> Multikulturalisme perlu memilah-milah bentuk keragaman "kultur"
yang diwadahi dalam negara. Will Kymlicka (1995) membedakan dua
kategori keragaman yaitu negara multibangsa dan negara polietnis.
Negara multibangsa lahir dari koeksistensi beberapa bangsa yang
semula berdiri sendiri-sendiri dalam batas-batas teritorial masing-
masing. Koeksistensi itu mungkin terjadi lewat invasi dan penjajahan,
mungkin terjadi secara sukarela. Dalam negara multibangsa, unit
politik yang relevan adalah bangsa atau suku bangsa, dan biasanya
menuntut otonomi atau pemerintahan sendiri demi mempertahankan
keunikannya berhadapan dengan kultur mayoritas.
>
> Keragaman dalam negara polietnis muncul dari gelombang migrasi
secara individual maupun berkelompok. Mereka bergabung secara longgar
dalam suatu asosiasi atau perkumpulan yang disebut "kelompok etnis."
Kelompok-kelompok etnis itu umumnya menghendaki diterima sebagai
bagian masyarakat luas sambil tetap diakui keunikan etnisnya. Lain
dari suku bangsa, kelompok etnis tidak menuntut otonomi politik,
tetapi sekadar modifikasi lembaga-lembaga publik dan hukum dalam
masyarakat agar dapat mengakomodasi keunikannya.
>
> Kedua bentuk keragaman kultur ini dapat terjadi di satu negara, dan
Indonesia tampaknya merupakan salah satunya. Otonomi Aceh dan Papua
dapat dikategorikan sebagai tuntutan dalam rangka negara multibangsa,
sedangkan pengakuan terhadap etnis Tionghoa dan penghapusan
diskriminasi merupakan tuntutan dalam rangka negara polietnis.
Identifikasi seperti ini menghindari tumpang tindih dalam
kategorisasi persoalan, dan menyelamatkan istilah multikulturalisme
dari bahaya menjadi slogan. Meski demikian, ada potensi kebingungan
di mana kita hendak menempatkan agama. Apakah komunitas agama hendak
dijadikan unit politik yang berhak mengajukan klaim yang sama sahnya
dengan suku bangsa atau kelompok etnis atau tidak dihitung sama
sekali?
>
> Kerangka kedua merupakan turunan kerangka pertama, akomodasi
kepentingan. Bila diperas dalam fakta kerasnya, isu terpenting
multikulturalisme sebenarnya terletak pada manajemen kepentingan.
Aneka kelompok dalam masyarakat apakah itu suku bangsa atau kelompok
etnis, mengajukan klaim agar unit politik yang lebih besar seperti
negara melakukan sesuatu demi kelangsungan hidup kelompok-kelompok
itu. Klaim-klaim itu membungkus kepentingan yang biasanya lebih
dasariah. Masalahnya kini, ada pada definisi arti "kepentingan."
>
> ADA dua jenis kepentingan yang relevan, kepentingan umum dan
kepentingan khusus (Amy Gutman, 1994). Kepentingan umum adalah aneka
kebutuhan yang pemenuhannya sama untuk tiap orang, tanpa peduli
identitas kulturalnya. Yang termasuk di dalamnya adalah kebutuhan
akan fasilitas kesehatan, perumahan, pendidikan, kebebasan berbicara,
berkumpul dan berserikat. Mengenai kebutuhan umum ini, semua
warganegara harus mendapat perlakuan sama. Siapa pun berhak menuntut
bila kepentingan ini tidak terpenuhi.
>
> Kepentingan khusus, menyangkut aneka kebutuhan yang pemenuhannya
terkait aspek-aspek khusus kehidupan (survival) kelompok
bersangkutan. Orang Aceh, misalnya, karena sejarah penjajahan
berbeda, ingin tetap mempertahankan kesatuan identitasnya sebagai
orang Aceh meski ada dalam kerangka negara Indonesia. Kesatuan
identitas itu dipelihara lewat privilese seperti pengadilan adat dan
peran khusus ulama dalam struktur politik lokal.
>
> Bila dalam hal pemenuhan kepentingan umum yang hendak dicapai
adalah kesetaraan, dalam hal pemenuhan kepentingan khusus, yang
terjadi justru sebaliknya yaitu keistimewaan, pengecualian, atau
privilese. Karena itu, kepentingan khusus berpeluang melahirkan
polemik dan konflik. Dalam hal ini, pemerintah dan masyarakat
ditantang untuk senantiasa merumuskan kembali paham keadilan dan
kesetaraan. Kapankah suatu privilese dianggap sah dan tidak menyalahi
prinsip kesetaraan? Apalagi, dalam kasus Aceh misalnya, selalu ada
kekhawatiran dari pemerintah pusat mengenai pemberontakan.
>
> Bhikhu Parekh (2000) mengajukan prinsip, kesetaraan seharusnya
didasarkan bukan pada uniformitas manusia, tetapi pada kait mengait
antara uniformitas dan perbedaan. Termasuk dalam kesetaraan adalah
kesetaraan dalam hal kebebasan dan kesempatan untuk berbeda.
Memperlakukan orang secara setara menuntut kita untuk memerhatikan
baik kesamaan maupun perbedaan antarindividu atau kelompok.
>
> KERANGKA ketiga menyangkut ideologi politik yang memungkinkan
multikulturalisme berfungsi. Saya percaya, tidak ada yang bisa
menjamin multikulturalisme selain demokrasi, dan banyak gagasan yang
berkembang menambah kualitas khusus mengenai karakter liberal dari
demokrasi (Rawls [1993], Taylor [1994], Kymlicka [1995], Parekh
[2000]). Demokrasi liberal memungkinkan tiap orang untuk
mengekspresikan diri secara bebas dan mengejar pemenuhan identitas
tanpa khawatir menjadi sasaran penindasan.
>
> Amy Chua (2003) khawatir, demokrasi dan pasar bebas niscaya
memenangkan mayoritas sambil mengeksploitasi minoritas yang kuat
secara ekonomi. Bila ini yang terjadi, yang digagalkan adalah prinsip
kebebasan mengekspresikan diri karena minoritas di bawah dominasi
mayoritas tidak lagi punya kebebasan untuk mewujudkan identitas
khususnya. Dalam hal ini, demokrasi harus dijaga ketat sebagai
mekanisme yang mempertahankan kebebasan berekspresi, sehingga tidak
mengurangi hak tiap individu dan kelompok mewujudkan kekhususannya.
>
> Kerangka keempat dan terakhir menyangkut telos atau puncak tujuan
multikulturalisme. Multikulturalisme pantas diperjuangkan karena di
balik itu ada tujuan mewujudkan hidup bersama yang sedekat mungkin
pada kepenuhan "hidup baik." Setiap orang ingin hidup baik, terpenuhi
segala kebutuhan material dan spiritualnya, dan berhak untuk hidup
baik. Cara mencapai hidup baik itu berbeda-beda untuk tiap orang atau
kelompok, bahkan definisi hidup baik itu pun berbeda-beda. Sejauh
perbedaan itu tidak saling meniadakan, kita baru bisa mengulang
retorika yang disampaikan di awal tulisan: marilah "menghargai
perbedaan".
>
> B Hari Juliawan Alumnus Warwick University, Coventry-England;
Mahasiswa Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
>
>
> ---------------------------------
> Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
www.ppiindia.shyper.com
>
**********************************************************************
*****
>
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links







---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty viruses.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links












______________________________________________________________

Disclaimer :
This email and any file transmitted with it are confidential and are
intended solely for the use of the individual or entity whom they are
addressed, if you are not the original recipient, please delete it
from your system. Any views or opinions expressed in this email are
those of the author only.
______________________________________________________________

------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke