Nah, kalau begitu, di-retool saja TVRI (atau lainnya). Artinya? Perbaiki acaranya, sesuai audience target, permacam-macam (masak di TVRI hanya gareng petruk?), beri terjemahan Indonesianya (bahasa daerah biarkan aneka penjuru asal masuk) dll. Kreativitas "komunikasi sosiokultural" memang perlu digebukan ! Kalau saya ya justru yang sinetron 'lokal' dan gaib-gaiban sampai iklan jorok seronok yang diKIKIS (protes), ganti lagi acara semacam HASTA KARYA TVRI kuno dulu itu loh...Manfaat bagi rakyat. Justru yang budaya daerah kalau perlu 99% acara TVRI begicuuu. Sejak kecil kunci didikannya. Kalau sejak kecil DIINDOKTRINASI dengan halhal sempit eksklusif sara...ya sampe tua tak paham Indonesia bukan? Maka bahasa-kultur-kearifan dll lokawi kini -paralel demokrasi- justru niscaya kian disuburkan. Tetapi jangan mencaci yang lain. Itu saja kok....damai di hati maka damai di bumi. Hidup ini indah, kalau DIRI baktikan bakat-profesi BUAT SEMUA, bukan pilah-pilih yang akhirnya 'masuk comberan' ya... BHINNEKA TUNGGAL IKA adalah esensi kita. Gnotti seauton-lah yauw. OK Salam
--- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote: > > mungkin mereka tidak paham apa arti bhineka tunggal ika, soale bahasa > sansekerta sih .....!!! > padahal bhs indonesia indo itu sudah bermethomorphose menjadi bahasa yang > baik dan benar ... > terutama ejaannya ...mungkin sudah sepatutnya terjadi gejolak akibat > misunerstang of terminology ... > coba lihat acara tvri pendawa lima (garenag petruk dll ..., kalau tidak > salah ) sampai indon > bubar pun orang luar jawa nggak ada yang mudeng dengan logat bahasanya > .... so > pesannya pun tidak akan sampai ... dan kenapa dominasi tvri yang tv > nasional itu > java sentris ..... padahal indonesia itu bhineka tinggal ika ... ???? > > salam > > > > > > > > tapi kalau dimana-mana gudeg, rm padang? kita belum pernah kan makan > makanan irian atau lombok, atau dayak? Aceh? > > Tidak benar Indonesia mesti Jawa sentris, tapi kenyataannya demikian. > PAHIT. > > antonhartomo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Saya tak serujuk! > Justru spirit kita niscaya semua KEARIFAN LOKAWI diangkat dalam > tamansarinya budaya Indonesia. > Bukan warteg, rm padang, irama dangdut, dsb., walau juga tak patut > antipati. > Mari kembangkan nyata, bukan omdo mbleber tanpa juntrung, tak > menghargai perbedaan dan pencapaian. > Kalau WAYANG diakui UNESCO sebagai salah satu kontributor PERADABAN > DUNIA MANUSIA, mari galang juga untuk yang lain. TIDAK BENAR > Indonesia mesti "Jawa-centris". Coba baca lagi artikel dengan baik > dan sadar..... > In Harmonia Progressio. Bhinneka Tunggal Ika ! > Salam! > > > --- In [EMAIL PROTECTED], RG Nur Rahmat > wrote: > > Betul ini. > > Sadarkah saudara-saudari bahwa kekayaan kebudayaan bangsa Indonesia > ini sudah dikerdilkan menjadi wayang dan warteg? > > > > Semuanya serba Jawa-sentris. > > > > SEDIH. > > > > Danardono HADINOTO wrote: > > Izinkan saya menggelar tulisan mengenai ke-multi-budayaan. > > > > Salam > > > > RM D Hadinoto > > > > Kerangka Multikulturalisme > > > > Oleh B Hari Juliawan > > > > SAMBIL menunggu terbentuknya pemerintahan baru, ada baiknya kita > menghidupkan kembali beberapa perdebatan mengenai dasar-dasar hidup > bersama. Salah satu hal penting yang kerap dibicarakan secara publik > adalah perihal multikulturalisme sebagai prinsip hidup bersama. > > > > Sayang, banyak pembicaraan berputar-putar sekitar "menghargai > perbedaan", suatu penjelasan bernilai retorik yang pada hemat saya > kurang menyentuh persoalan nyata. Karena itu, tulisan ini hendak > mengajukan beberapa kerangka nyata yang bisa dipakai sebagai titik > berangkat pembicaraan lebih lanjut. > > > > KERANGKA pertama berkenaan istilah multikulturalisme sendiri. > Umumnya diterima, kata sifat "multikultural" menunjuk fakta > keragaman, sementara "multikulturalisme" menunjuk sikap normatif atas > fakta keragaman itu. Keragaman di Indonesia sering digambarkan > sebagai amat lebar: sekitar 25 rumpun bahasa dan lebih dari 250 > rumpun dialek, sekitar 400 kelompok etnis dan suku bangsa, dan lima > agama resmi serta berbagai bentuk kepercayaan. Menyebut fakta saja > dan menganggapnya sebagai multikulturalisme berarti mengacaukan dua > pengertian antara fakta dan sikap normatif itu. > > > > Multikulturalisme perlu memilah-milah bentuk keragaman "kultur" > yang diwadahi dalam negara. Will Kymlicka (1995) membedakan dua > kategori keragaman yaitu negara multibangsa dan negara polietnis. > Negara multibangsa lahir dari koeksistensi beberapa bangsa yang > semula berdiri sendiri-sendiri dalam batas-batas teritorial masing- > masing. Koeksistensi itu mungkin terjadi lewat invasi dan penjajahan, > mungkin terjadi secara sukarela. Dalam negara multibangsa, unit > politik yang relevan adalah bangsa atau suku bangsa, dan biasanya > menuntut otonomi atau pemerintahan sendiri demi mempertahankan > keunikannya berhadapan dengan kultur mayoritas. > > > > Keragaman dalam negara polietnis muncul dari gelombang migrasi > secara individual maupun berkelompok. Mereka bergabung secara longgar > dalam suatu asosiasi atau perkumpulan yang disebut "kelompok etnis." > Kelompok-kelompok etnis itu umumnya menghendaki diterima sebagai > bagian masyarakat luas sambil tetap diakui keunikan etnisnya. Lain > dari suku bangsa, kelompok etnis tidak menuntut otonomi politik, > tetapi sekadar modifikasi lembaga-lembaga publik dan hukum dalam > masyarakat agar dapat mengakomodasi keunikannya. > > > > Kedua bentuk keragaman kultur ini dapat terjadi di satu negara, dan > Indonesia tampaknya merupakan salah satunya. Otonomi Aceh dan Papua > dapat dikategorikan sebagai tuntutan dalam rangka negara multibangsa, > sedangkan pengakuan terhadap etnis Tionghoa dan penghapusan > diskriminasi merupakan tuntutan dalam rangka negara polietnis. > Identifikasi seperti ini menghindari tumpang tindih dalam > kategorisasi persoalan, dan menyelamatkan istilah multikulturalisme > dari bahaya menjadi slogan. Meski demikian, ada potensi kebingungan > di mana kita hendak menempatkan agama. Apakah komunitas agama hendak > dijadikan unit politik yang berhak mengajukan klaim yang sama sahnya > dengan suku bangsa atau kelompok etnis atau tidak dihitung sama > sekali? > > > > Kerangka kedua merupakan turunan kerangka pertama, akomodasi > kepentingan. Bila diperas dalam fakta kerasnya, isu terpenting > multikulturalisme sebenarnya terletak pada manajemen kepentingan. > Aneka kelompok dalam masyarakat apakah itu suku bangsa atau kelompok > etnis, mengajukan klaim agar unit politik yang lebih besar seperti > negara melakukan sesuatu demi kelangsungan hidup kelompok-kelompok > itu. Klaim-klaim itu membungkus kepentingan yang biasanya lebih > dasariah. Masalahnya kini, ada pada definisi arti "kepentingan." > > > > ADA dua jenis kepentingan yang relevan, kepentingan umum dan > kepentingan khusus (Amy Gutman, 1994). Kepentingan umum adalah aneka > kebutuhan yang pemenuhannya sama untuk tiap orang, tanpa peduli > identitas kulturalnya. Yang termasuk di dalamnya adalah kebutuhan > akan fasilitas kesehatan, perumahan, pendidikan, kebebasan berbicara, > berkumpul dan berserikat. Mengenai kebutuhan umum ini, semua > warganegara harus mendapat perlakuan sama. Siapa pun berhak menuntut > bila kepentingan ini tidak terpenuhi. > > > > Kepentingan khusus, menyangkut aneka kebutuhan yang pemenuhannya > terkait aspek-aspek khusus kehidupan (survival) kelompok > bersangkutan. Orang Aceh, misalnya, karena sejarah penjajahan > berbeda, ingin tetap mempertahankan kesatuan identitasnya sebagai > orang Aceh meski ada dalam kerangka negara Indonesia. Kesatuan > identitas itu dipelihara lewat privilese seperti pengadilan adat dan > peran khusus ulama dalam struktur politik lokal. > > > > Bila dalam hal pemenuhan kepentingan umum yang hendak dicapai > adalah kesetaraan, dalam hal pemenuhan kepentingan khusus, yang > terjadi justru sebaliknya yaitu keistimewaan, pengecualian, atau > privilese. Karena itu, kepentingan khusus berpeluang melahirkan > polemik dan konflik. Dalam hal ini, pemerintah dan masyarakat > ditantang untuk senantiasa merumuskan kembali paham keadilan dan > kesetaraan. Kapankah suatu privilese dianggap sah dan tidak menyalahi > prinsip kesetaraan? Apalagi, dalam kasus Aceh misalnya, selalu ada > kekhawatiran dari pemerintah pusat mengenai pemberontakan. > > > > Bhikhu Parekh (2000) mengajukan prinsip, kesetaraan seharusnya > didasarkan bukan pada uniformitas manusia, tetapi pada kait mengait > antara uniformitas dan perbedaan. Termasuk dalam kesetaraan adalah > kesetaraan dalam hal kebebasan dan kesempatan untuk berbeda. > Memperlakukan orang secara setara menuntut kita untuk memerhatikan > baik kesamaan maupun perbedaan antarindividu atau kelompok. > > > > KERANGKA ketiga menyangkut ideologi politik yang memungkinkan > multikulturalisme berfungsi. Saya percaya, tidak ada yang bisa > menjamin multikulturalisme selain demokrasi, dan banyak gagasan yang > berkembang menambah kualitas khusus mengenai karakter liberal dari > demokrasi (Rawls [1993], Taylor [1994], Kymlicka [1995], Parekh > [2000]). Demokrasi liberal memungkinkan tiap orang untuk > mengekspresikan diri secara bebas dan mengejar pemenuhan identitas > tanpa khawatir menjadi sasaran penindasan. > > > > Amy Chua (2003) khawatir, demokrasi dan pasar bebas niscaya > memenangkan mayoritas sambil mengeksploitasi minoritas yang kuat > secara ekonomi. Bila ini yang terjadi, yang digagalkan adalah prinsip > kebebasan mengekspresikan diri karena minoritas di bawah dominasi > mayoritas tidak lagi punya kebebasan untuk mewujudkan identitas > khususnya. Dalam hal ini, demokrasi harus dijaga ketat sebagai > mekanisme yang mempertahankan kebebasan berekspresi, sehingga tidak > mengurangi hak tiap individu dan kelompok mewujudkan kekhususannya. > > > > Kerangka keempat dan terakhir menyangkut telos atau puncak tujuan > multikulturalisme. Multikulturalisme pantas diperjuangkan karena di > balik itu ada tujuan mewujudkan hidup bersama yang sedekat mungkin > pada kepenuhan "hidup baik." Setiap orang ingin hidup baik, terpenuhi > segala kebutuhan material dan spiritualnya, dan berhak untuk hidup > baik. Cara mencapai hidup baik itu berbeda-beda untuk tiap orang atau > kelompok, bahkan definisi hidup baik itu pun berbeda-beda. Sejauh > perbedaan itu tidak saling meniadakan, kita baru bisa mengulang > retorika yang disampaikan di awal tulisan: marilah "menghargai > perbedaan". > > > > B Hari Juliawan Alumnus Warwick University, Coventry-England; > Mahasiswa Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta > > > > > > --------------------------------- > > Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > ********************************************************************** > ***** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > www.ppiindia.shyper.com > > > ********************************************************************** > ***** > > > ______________________________________________________________________ > ____ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > Do you Yahoo!? > > Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish. > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > ********************************************************************** ***** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com > ********************************************************************** ***** > ______________________________________________________________________ ____ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty viruses. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor -------------------- ~--> > Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. > Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! > http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM > -------------------------------------------------------------------- ~-> > > ********************************************************************** ***** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com > ********************************************************************** ***** > ______________________________________________________________________ ____ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > ______________________________________________________________ > > Disclaimer : > This email and any file transmitted with it are confidential and are > intended solely for the use of the individual or entity whom they are > addressed, if you are not the original recipient, please delete it > from your system. Any views or opinions expressed in this email are > those of the author only. > ______________________________________________________________ ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

