biasanya yangmasih berpikir etnisiti itu karena belum terbuka wawasannya,
mungkin belum pernah tinggal di lingkungan multikultural, dari kecil
sampai besar tinggal di lingkungan homogen.

eropa saja sudah membongkar batas-batas negara menjadi satu eropa, kenapa
kita masih terkotak-kotak etnis?????

On Wed, 29 Sep 2004, antonhartomo wrote:

> Salam kepada semua.
> Benar, jangan dibawa ke soal "politisasi-etnis".
> Saya bertanya dalam hati : apakah 'pendatang' selalu 'virus'? Saya 
> (peduli amat disebut Jawa , Batak, Arab, Bugis dll) datang ke suatu 
> daerah mesti AL-SANTUN. Itu ajaran moral Nusantara Indonesia. Ke 
> Jatim saya hidupkan aneka industri sepuh emas, dengan sobat orang 
> Jepang. Saya ke Banten juga sharing dengan warga 'asli' jangan jual 
> tanah beli ojek tapi saya gerakkan home industries mandiri. Dsb dsb 
> dan itu saya yakin bukan saya sendiri. Sejak zaman baheula sudah 
> niscaya begitu, dan faktanya pula.
> Maka kita mesti lurus bicara fakta. Sekali lagi, milis ini niscaya 
> makin jeli agar tak terjebak hal "sara"....
> Salam, dan mohon kritik bila ada lebih-kurang.
> Yang penting (juga) PRAXIS - what have we been doing ??
> 
> 
> 
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED], Suhiro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 
> > sebenarnya nggak ada itu orang jawa anti suku lain, coba aja anda 
> tinggal
> > di jawa, mereka malah menganggap orang orang dari sumatra atau 
> daerah lain
> > itu lebih tinggi, karena biasanya anak-anak kos yang sekolah dari 
> golongan
> > kaya, sedang penduduk di situ menengah kebawah...they are wellcome,
> > biasanya malah orang luar jawa yang "anti" jawa, sebenernya 
> transmigran
> > itu juga korban,
> > masalah sebenernya adalah Jakarta/pusat dan daerah, pusat dulu 
> dikuasai
> > militer, dan pemimpinnya kebetulan Suharto yang jawa, sedang militer
> > sendiri sih nampaknya adalah suku tersendiri, tidak peduli asalnya 
> suku
> > apa kalo sudah masuk militer maka akan punya pola pikir yang mirip.
> > karena mayoritas penduduk adalah jawa, maka dimiliterpun jadi 
> banyak orang
> > jawa, termasuk di kabinet, walaupun tinggal nama, karena yang sudah
> > tinggal dijakarta, secara budaya sudah tidak jawa lagi, bisa 
> dikatakan
> > menjadi suku jakarta.
> > nah di aceh jadi disamaratakan, semua tentara di sebut jawa, walau 
> itu
> > dari sulawesi, NTT dll.
> > 
> > kalau anda tinggal di jawa sendiri, terutama di perkotaan, 
> identitas itu
> > makin kabur karena banyaknya kawin campur antar suku.
> > 
> > jadi masalah pusat daerah, janganlah dibawa ke masalah suku.
> > konflik vertikal jangan dijadikan horisontal :-)
> > 
> > 
> >  On Wed, 29 Sep 2004, RG Nur Rahmat wrote:
> > 
> > > Saya hanya lihat realitas, saya peduli amat dengan budaya daerah 
> anda atau siapa pun juga. Tapi, kalau sampai mematikan budaya lain di 
> Indonesia ini dan mengerdilkannya menjadi wayang dan tempe, tentu 
> saya sebagai orang Indonesia akan marah besar.
> > >  
> > > Lihat saja GAM, kenapa mereka bisa sangat anti-jawa, atau daerah-
> daerah lain yang pribuminya tertekan dan terdesak oleh pribumi import
> ( dari pulau lain). Sebagian tiada kuasa untuk memberontak seperti 
> orang Aceh ini jadi hanya bisa menangis dan marah.
> > >  
> > > Majapahit, itu dia. Para pemimpin keturunan Jawa berpikir 
> Indoensia ini Majapahit yang daerah-daerah lain adalah jajahannya, 
> dan ini sesat dan menyakitkan. 
> > >  
> > > Contoh: di Lampung, bahasa Lampung sudah punah kini orang Jawa 
> bermudik tidak hanya ke Jawa juga ke Lampung.
> > >  
> > > Ini sudah seperti kanker. 
> > >  
> > > Mungkin pemerintahan yang baru harus memperhatikan hal ini, bahwa 
> setiap suku bangsa di Indoensia tidak mau bernasib seperti orang 
> betawi. Mereka mau jadi tuan di tanahnya sendiri. 
> > >  
> > > Kalau ini tidak diperhatikan akan ada terus yang namanya pilih 
> kasih pd pengambilan pegawai negeri oleh etnis tertentu karena merasa 
> etnisnya kurang diperhatikan. Akhirnya, profesionalisme tidak lagi 
> berjalan. Indonesia krisis lagi.
> > > 
> > > Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > Ini bung Rakhmat belum faham dalamnya falsafah Jawa, nilai 
> gamelan, sendra tari, dan lain2nya yang memperkaya khazanah budaya 
> Nusantara ini. Juga Borobudur dipandang sebagai khazanah dunia, 
> khazanah kemanusiaan.
> > > 
> > > Mungkin bung Rakhmat dapat menyumbangkan budaya daerahnya?
> > > 
> > > Jalesveva Bhumimca Jayamahe!
> > > 
> > > Majapahit, arungi perairan Nusantara!
> > > 
> > > salam
> > > 
> > > RM D Hadinoto
> > > 
> > > 
> > > 
> > > antonhartomo wrote:
> > > Saya tak serujuk!
> > > Justru spirit kita niscaya semua KEARIFAN LOKAWI diangkat dalam 
> > > tamansarinya budaya Indonesia.
> > > Bukan warteg, rm padang, irama dangdut, dsb., walau juga tak 
> patut 
> > > antipati.
> > > Mari kembangkan nyata, bukan omdo mbleber tanpa juntrung, tak 
> > > menghargai perbedaan dan pencapaian.
> > > Kalau WAYANG diakui UNESCO sebagai salah satu kontributor 
> PERADABAN 
> > > DUNIA MANUSIA, mari galang juga untuk yang lain. TIDAK BENAR 
> > > Indonesia mesti "Jawa-centris". Coba baca lagi artikel dengan 
> baik 
> > > dan sadar.....
> > > In Harmonia Progressio. Bhinneka Tunggal Ika !
> > > Salam!
> > > 
> > > 
> > > --- In [EMAIL PROTECTED], RG Nur Rahmat 
> > > wrote:
> > > > Betul ini.
> > > > Sadarkah saudara-saudari bahwa kekayaan kebudayaan bangsa 
> Indonesia 
> > > ini sudah dikerdilkan menjadi wayang dan warteg? 
> > > > 
> > > > Semuanya serba Jawa-sentris.
> > > > 
> > > > SEDIH.
> > > > 
> > > > Danardono HADINOTO wrote:
> > > > Izinkan saya menggelar tulisan mengenai ke-multi-budayaan.
> > > > 
> > > > Salam 
> > > > 
> > > > RM D Hadinoto
> > > > 
> > > > Kerangka Multikulturalisme 
> > > > 
> > > > Oleh B Hari Juliawan
> > > > 
> > > > SAMBIL menunggu terbentuknya pemerintahan baru, ada baiknya 
> kita 
> > > menghidupkan kembali beberapa perdebatan mengenai dasar-dasar 
> hidup 
> > > bersama. Salah satu hal penting yang kerap dibicarakan secara 
> publik 
> > > adalah perihal multikulturalisme sebagai prinsip hidup bersama.
> > > > 
> > > > Sayang, banyak pembicaraan berputar-putar sekitar "menghargai 
> > > perbedaan", suatu penjelasan bernilai retorik yang pada hemat 
> saya 
> > > kurang menyentuh persoalan nyata. Karena itu, tulisan ini hendak 
> > > mengajukan beberapa kerangka nyata yang bisa dipakai sebagai 
> titik 
> > > berangkat pembicaraan lebih lanjut.
> > > > 
> > > > KERANGKA pertama berkenaan istilah multikulturalisme sendiri. 
> > > Umumnya diterima, kata sifat "multikultural" menunjuk fakta 
> > > keragaman, sementara "multikulturalisme" menunjuk sikap normatif 
> atas 
> > > fakta keragaman itu. Keragaman di Indonesia sering digambarkan 
> > > sebagai amat lebar: sekitar 25 rumpun bahasa dan lebih dari 250 
> > > rumpun dialek, sekitar 400 kelompok etnis dan suku bangsa, dan 
> lima 
> > > agama resmi serta berbagai bentuk kepercayaan. Menyebut fakta 
> saja 
> > > dan menganggapnya sebagai multikulturalisme berarti mengacaukan 
> dua 
> > > pengertian antara fakta dan sikap normatif itu.
> > > > 
> > > > Multikulturalisme perlu memilah-milah bentuk keragaman "kultur" 
> > > yang diwadahi dalam negara. Will Kymlicka (1995) membedakan dua 
> > > kategori keragaman yaitu negara multibangsa dan negara polietnis. 
> > > Negara multibangsa lahir dari koeksistensi beberapa bangsa yang 
> > > semula berdiri sendiri-sendiri dalam batas-batas teritorial 
> masing-
> > > masing. Koeksistensi itu mungkin terjadi lewat invasi dan 
> penjajahan, 
> > > mungkin terjadi secara sukarela. Dalam negara multibangsa, unit 
> > > politik yang relevan adalah bangsa atau suku bangsa, dan biasanya 
> > > menuntut otonomi atau pemerintahan sendiri demi mempertahankan 
> > > keunikannya berhadapan dengan kultur mayoritas.
> > > > 
> > > > Keragaman dalam negara polietnis muncul dari gelombang migrasi 
> > > secara individual maupun berkelompok. Mereka bergabung secara 
> longgar 
> > > dalam suatu asosiasi atau perkumpulan yang disebut "kelompok 
> etnis." 
> > > Kelompok-kelompok etnis itu umumnya menghendaki diterima sebagai 
> > > bagian masyarakat luas sambil tetap diakui keunikan etnisnya. 
> Lain 
> > > dari suku bangsa, kelompok etnis tidak menuntut otonomi politik, 
> > > tetapi sekadar modifikasi lembaga-lembaga publik dan hukum dalam 
> > > masyarakat agar dapat mengakomodasi keunikannya.
> > > > 
> > > > Kedua bentuk keragaman kultur ini dapat terjadi di satu negara, 
> dan 
> > > Indonesia tampaknya merupakan salah satunya. Otonomi Aceh dan 
> Papua 
> > > dapat dikategorikan sebagai tuntutan dalam rangka negara 
> multibangsa, 
> > > sedangkan pengakuan terhadap etnis Tionghoa dan penghapusan 
> > > diskriminasi merupakan tuntutan dalam rangka negara polietnis. 
> > > Identifikasi seperti ini menghindari tumpang tindih dalam 
> > > kategorisasi persoalan, dan menyelamatkan istilah 
> multikulturalisme 
> > > dari bahaya menjadi slogan. Meski demikian, ada potensi 
> kebingungan 
> > > di mana kita hendak menempatkan agama. Apakah komunitas agama 
> hendak 
> > > dijadikan unit politik yang berhak mengajukan klaim yang sama 
> sahnya 
> > > dengan suku bangsa atau kelompok etnis atau tidak dihitung sama 
> > > sekali?
> > > > 
> > > > Kerangka kedua merupakan turunan kerangka pertama, akomodasi 
> > > kepentingan. Bila diperas dalam fakta kerasnya, isu terpenting 
> > > multikulturalisme sebenarnya terletak pada manajemen kepentingan. 
> > > Aneka kelompok dalam masyarakat apakah itu suku bangsa atau 
> kelompok 
> > > etnis, mengajukan klaim agar unit politik yang lebih besar 
> seperti 
> > > negara melakukan sesuatu demi kelangsungan hidup kelompok-
> kelompok 
> > > itu. Klaim-klaim itu membungkus kepentingan yang biasanya lebih 
> > > dasariah. Masalahnya kini, ada pada definisi arti "kepentingan."
> > > > 
> > > > ADA dua jenis kepentingan yang relevan, kepentingan umum dan 
> > > kepentingan khusus (Amy Gutman, 1994). Kepentingan umum adalah 
> aneka 
> > > kebutuhan yang pemenuhannya sama untuk tiap orang, tanpa peduli 
> > > identitas kulturalnya. Yang termasuk di dalamnya adalah kebutuhan 
> > > akan fasilitas kesehatan, perumahan, pendidikan, kebebasan 
> berbicara, 
> > > berkumpul dan berserikat. Mengenai kebutuhan umum ini, semua 
> > > warganegara harus mendapat perlakuan sama. Siapa pun berhak 
> menuntut 
> > > bila kepentingan ini tidak terpenuhi.
> > > > 
> > > > Kepentingan khusus, menyangkut aneka kebutuhan yang 
> pemenuhannya 
> > > terkait aspek-aspek khusus kehidupan (survival) kelompok 
> > > bersangkutan. Orang Aceh, misalnya, karena sejarah penjajahan 
> > > berbeda, ingin tetap mempertahankan kesatuan identitasnya sebagai 
> > > orang Aceh meski ada dalam kerangka negara Indonesia. Kesatuan 
> > > identitas itu dipelihara lewat privilese seperti pengadilan adat 
> dan 
> > > peran khusus ulama dalam struktur politik lokal.
> > > > 
> > > > Bila dalam hal pemenuhan kepentingan umum yang hendak dicapai 
> > > adalah kesetaraan, dalam hal pemenuhan kepentingan khusus, yang 
> > > terjadi justru sebaliknya yaitu keistimewaan, pengecualian, atau 
> > > privilese. Karena itu, kepentingan khusus berpeluang melahirkan 
> > > polemik dan konflik. Dalam hal ini, pemerintah dan masyarakat 
> > > ditantang untuk senantiasa merumuskan kembali paham keadilan dan 
> > > kesetaraan. Kapankah suatu privilese dianggap sah dan tidak 
> menyalahi 
> > > prinsip kesetaraan? Apalagi, dalam kasus Aceh misalnya, selalu 
> ada 
> > > kekhawatiran dari pemerintah pusat mengenai pemberontakan.
> > > > 
> > > > Bhikhu Parekh (2000) mengajukan prinsip, kesetaraan seharusnya 
> > > didasarkan bukan pada uniformitas manusia, tetapi pada kait 
> mengait 
> > > antara uniformitas dan perbedaan. Termasuk dalam kesetaraan 
> adalah 
> > > kesetaraan dalam hal kebebasan dan kesempatan untuk berbeda. 
> > > Memperlakukan orang secara setara menuntut kita untuk 
> memerhatikan 
> > > baik kesamaan maupun perbedaan antarindividu atau kelompok.
> > > > 
> > > > KERANGKA ketiga menyangkut ideologi politik yang memungkinkan 
> > > multikulturalisme berfungsi. Saya percaya, tidak ada yang bisa 
> > > menjamin multikulturalisme selain demokrasi, dan banyak gagasan 
> yang 
> > > berkembang menambah kualitas khusus mengenai karakter liberal 
> dari 
> > > demokrasi (Rawls [1993], Taylor [1994], Kymlicka [1995], Parekh 
> > > [2000]). Demokrasi liberal memungkinkan tiap orang untuk 
> > > mengekspresikan diri secara bebas dan mengejar pemenuhan 
> identitas 
> > > tanpa khawatir menjadi sasaran penindasan.
> > > > 
> > > > Amy Chua (2003) khawatir, demokrasi dan pasar bebas niscaya 
> > > memenangkan mayoritas sambil mengeksploitasi minoritas yang kuat 
> > > secara ekonomi. Bila ini yang terjadi, yang digagalkan adalah 
> prinsip 
> > > kebebasan mengekspresikan diri karena minoritas di bawah dominasi 
> > > mayoritas tidak lagi punya kebebasan untuk mewujudkan identitas 
> > > khususnya. Dalam hal ini, demokrasi harus dijaga ketat sebagai 
> > > mekanisme yang mempertahankan kebebasan berekspresi, sehingga 
> tidak 
> > > mengurangi hak tiap individu dan kelompok mewujudkan 
> kekhususannya.
> > > > 
> > > > Kerangka keempat dan terakhir menyangkut telos atau puncak 
> tujuan 
> > > multikulturalisme. Multikulturalisme pantas diperjuangkan karena 
> di 
> > > balik itu ada tujuan mewujudkan hidup bersama yang sedekat 
> mungkin 
> > > pada kepenuhan "hidup baik." Setiap orang ingin hidup baik, 
> terpenuhi 
> > > segala kebutuhan material dan spiritualnya, dan berhak untuk 
> hidup 
> > > baik. Cara mencapai hidup baik itu berbeda-beda untuk tiap orang 
> atau 
> > > kelompok, bahkan definisi hidup baik itu pun berbeda-beda. Sejauh 
> > > perbedaan itu tidak saling meniadakan, kita baru bisa mengulang 
> > > retorika yang disampaikan di awal tulisan: marilah "menghargai 
> > > perbedaan".
> > > > 
> > > > B Hari Juliawan Alumnus Warwick University, Coventry-England; 
> > > Mahasiswa Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
> > > > 
> > > > 
> > > > ---------------------------------
> > > > Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher
> > > > 
> > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > 
> **********************************************************************
> > > *****
> > > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
> > > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
> > > www.ppiindia.shyper.com
> > > > 
> > > 
> **********************************************************************
> > > *****
> > > > 
> > > 
> ______________________________________________________________________
> > > ____
> > > > Mohon Perhatian:
> > > > 
> > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
> > > otokritik)
> > > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
> dikomentari.
> > > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> > > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> > > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > > > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> > > > 
> > > > Yahoo! Groups Links
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > ---------------------------------
> > > > Do you Yahoo!?
> > > > Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.
> > > > 
> > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> **********************************************************************
> *****
> > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
> Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
> www.ppiindia.shyper.com
> > > 
> **********************************************************************
> *****
> > > 
> ______________________________________________________________________
> ____
> > > Mohon Perhatian:
> > > 
> > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
> otokritik)
> > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
> dikomentari.
> > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> > > 
> > > 
> > > 
> > > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> > > 
> > > 
> > > ---------------------------------
> > > Yahoo! Groups Links
> > > 
> > > To visit your group on the web, go to:
> > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
> > > 
> > > To unsubscribe from this group, send an email to:
> > > [EMAIL PROTECTED]
> > > 
> > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
> Service. 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > ---------------------------------
> > > Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher
> > > 
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> **********************************************************************
> *****
> > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
> Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
> www.ppiindia.shyper.com
> > > 
> **********************************************************************
> *****
> > > 
> ______________________________________________________________________
> ____
> > > Mohon Perhatian:
> > > 
> > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
> otokritik)
> > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
> dikomentari.
> > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> > > 
> > > Yahoo! Groups Links
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > >           
> > > ---------------------------------
> > > Do you Yahoo!?
> > > vote.yahoo.com - Register online to vote today!
> > > 
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> **********************************************************************
> *****
> > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
> Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
> www.ppiindia.shyper.com
> > > 
> **********************************************************************
> *****
> > > 
> ______________________________________________________________________
> ____
> > > Mohon Perhatian:
> > > 
> > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
> otokritik)
> > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
> dikomentari.
> > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> > >  
> > > Yahoo! Groups Links
> > > 
> > > 
> > > 
> > >  
> > > 
> > >
> 
> 
> 
> 
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
> Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>  
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
>  
> 
> 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke