hehehe
lha wong saya kalo bikin cat kapal dan jembatan aja pake 
dimasuki/campur/adon macam-macam. dan agar lebih "rame rasanye" (plus 
murah) dicampur limbah pabrik dari cilegon kombinasi cikarang. 
hasilnya kok ya bagus terjangkau, sesuai asas demokrasi (?). dunia 
makin satu, jadi ya gado2 gak apa2lah. yang baik sesuai hukum alam 
akan mencuat sendirinya, dan memberi nuansa khas. hukum entropi dan 
energi musti dilihat overall bung, begitupun dunia-manusia. bukankah 
rambut kriting lebih tinggi entropinya ketimbang rambut kejur? 
(begitu kalo kuawali kuliah kimia) itu baru rambut ..... point : yang 
mengerti biarlah makin mengerti. yang nggedabrus semoga kian tak 
masgul. kalo lagi pusing, meditasi ke thailand selatan di daerah 
pebukitan kebun karet yang hebat itu lo. pasti damai di hati kembali.
note bau iklan : atau kalo ada mau usaha terkait kimia, boleh panggil 
saya juga kok...tapi urusan japri.(maaf pak moderator... 
hehehe...mengaktualkan hukum entropi)
salam



--- In [EMAIL PROTECTED], dicky riyadi <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> wong lampung gak iso boso lampung kok nyalahkan jowo...
> 
> piye tho..
>  
> opo wong jowo iku nggone dosa....lha ini banyak di eropa orang aceh 
ngomong boso aceh yo wis ben... gak enek sing ngreken... sing jowo 
ngomong jowo yo wis ben...wong sing chino yo ngomonge nihong nihong 
yo gak popo....
>  
> iku wong malaysia yo bosone campur aduk melayu inggris simpang 
siur.. yo gak nyalahno inggris.... wong sumatera batak dkk atau bugis 
dkk sing di jawa yo ora dipateni karena ngomong pake bahasane 
sendiri....
>  
>  
>  
>  
> 
> Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >>>>>jadi masalah pusat daerah, janganlah dibawa ke masalah 
suku.konflik vertikal jangan dijadikan horisontal :-)<<<<
> 
> Betuuuulll. Janganlah ketidak mampuan sendiri membangun daerah 
disembunyikan dibalik sentimen anti suku. Sia sia itu.
> 
> 
> 
> 
> Suhiro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> sebenarnya nggak ada itu orang jawa anti suku lain, coba aja anda 
tinggal
> di jawa, mereka malah menganggap orang orang dari sumatra atau 
daerah lain
> itu lebih tinggi, karena biasanya anak-anak kos yang sekolah dari 
golongan
> kaya, sedang penduduk di situ menengah kebawah...they are wellcome,
> biasanya malah orang luar jawa yang "anti" jawa, sebenernya 
transmigran
> itu juga korban,
> masalah sebenernya adalah Jakarta/pusat dan daerah, pusat dulu 
dikuasai
> militer, dan pemimpinnya kebetulan Suharto yang jawa, sedang militer
> sendiri sih nampaknya adalah suku tersendiri, tidak peduli asalnya 
suku
> apa kalo sudah masuk militer maka akan punya pola pikir yang mirip.
> karena mayoritas penduduk adalah jawa, maka dimiliterpun jadi 
banyak orang
> jawa, termasuk di kabinet, walaupun tinggal nama, karena yang sudah
> tinggal dijakarta, secara budaya sudah tidak jawa lagi, bisa 
dikatakan
> menjadi suku jakarta.
> nah di aceh jadi disamaratakan, semua tentara di sebut jawa, walau 
itu
> dari sulawesi, NTT dll.
> 
> kalau anda tinggal di jawa sendiri, terutama di perkotaan, 
identitas itu
> makin kabur karena banyaknya kawin campur antar suku.
> 
> jadi masalah pusat daerah, janganlah dibawa ke masalah suku.
> konflik vertikal jangan dijadikan horisontal :-)
> 
> 
> On Wed, 29 Sep 2004, RG Nur Rahmat wrote:
> 
> > Saya hanya lihat realitas, saya peduli amat dengan budaya daerah 
anda atau siapa pun juga. Tapi, kalau sampai mematikan budaya lain di 
Indonesia ini dan mengerdilkannya menjadi wayang dan tempe, tentu 
saya sebagai orang Indonesia akan marah besar.
> >  
> > Lihat saja GAM, kenapa mereka bisa sangat anti-jawa, atau daerah-
daerah lain yang pribuminya tertekan dan terdesak oleh pribumi import
( dari pulau lain). Sebagian tiada kuasa untuk memberontak seperti 
orang Aceh ini jadi hanya bisa menangis dan marah.
> >  
> > Majapahit, itu dia. Para pemimpin keturunan Jawa berpikir 
Indoensia ini Majapahit yang daerah-daerah lain adalah jajahannya, 
dan ini sesat dan menyakitkan. 
> >  
> > Contoh: di Lampung, bahasa Lampung sudah punah kini orang Jawa 
bermudik tidak hanya ke Jawa juga ke Lampung.
> >  
> > Ini sudah seperti kanker. 
> >  
> > Mungkin pemerintahan yang baru harus memperhatikan hal ini, bahwa 
setiap suku bangsa di Indoensia tidak mau bernasib seperti orang 
betawi. Mereka mau jadi tuan di tanahnya sendiri. 
> >  
> > Kalau ini tidak diperhatikan akan ada terus yang namanya pilih 
kasih pd pengambilan pegawai negeri oleh etnis tertentu karena merasa 
etnisnya kurang diperhatikan. Akhirnya, profesionalisme tidak lagi 
berjalan. Indonesia krisis lagi.
> > 
> > Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Ini bung Rakhmat belum faham dalamnya falsafah Jawa, nilai 
gamelan, sendra tari, dan lain2nya yang memperkaya khazanah budaya 
Nusantara ini. Juga Borobudur dipandang sebagai khazanah dunia, 
khazanah kemanusiaan.
> > 
> > Mungkin bung Rakhmat dapat menyumbangkan budaya daerahnya?
> > 
> > Jalesveva Bhumimca Jayamahe!
> > 
> > Majapahit, arungi perairan Nusantara!
> > 
> > salam
> > 
> > RM D Hadinoto
> > 
> > 
> > 
> > antonhartomo wrote:
> > Saya tak serujuk!
> > Justru spirit kita niscaya semua KEARIFAN LOKAWI diangkat dalam 
> > tamansarinya budaya Indonesia.
> > Bukan warteg, rm padang, irama dangdut, dsb., walau juga tak 
patut 
> > antipati.
> > Mari kembangkan nyata, bukan omdo mbleber tanpa juntrung, tak 
> > menghargai perbedaan dan pencapaian.
> > Kalau WAYANG diakui UNESCO sebagai salah satu kontributor 
PERADABAN 
> > DUNIA MANUSIA, mari galang juga untuk yang lain. TIDAK BENAR 
> > Indonesia mesti "Jawa-centris". Coba baca lagi artikel dengan 
baik 
> > dan sadar.....
> > In Harmonia Progressio. Bhinneka Tunggal Ika !
> > Salam!
> > 
> > 
> > --- In [EMAIL PROTECTED], RG Nur Rahmat 
> > wrote:
> > > Betul ini.
> > > Sadarkah saudara-saudari bahwa kekayaan kebudayaan bangsa 
Indonesia 
> > ini sudah dikerdilkan menjadi wayang dan warteg? 
> > > 
> > > Semuanya serba Jawa-sentris.
> > > 
> > > SEDIH.
> > > 
> > > Danardono HADINOTO wrote:
> > > Izinkan saya menggelar tulisan mengenai ke-multi-budayaan.
> > > 
> > > Salam 
> > > 
> > > RM D Hadinoto
> > > 
> > > Kerangka Multikulturalisme 
> > > 
> > > Oleh B Hari Juliawan
> > > 
> > > SAMBIL menunggu terbentuknya pemerintahan baru, ada baiknya 
kita 
> > menghidupkan kembali beberapa perdebatan mengenai dasar-dasar 
hidup 
> > bersama. Salah satu hal penting yang kerap dibicarakan secara 
publik 
> > adalah perihal multikulturalisme sebagai prinsip hidup bersama.
> > > 
> > > Sayang, banyak pembicaraan berputar-putar sekitar "menghargai 
> > perbedaan", suatu penjelasan bernilai retorik yang pada hemat 
saya 
> > kurang menyentuh persoalan nyata. Karena itu, tulisan ini hendak 
> > mengajukan beberapa kerangka nyata yang bisa dipakai sebagai 
titik 
> > berangkat pembicaraan lebih lanjut.
> > > 
> > > KERANGKA pertama berkenaan istilah multikulturalisme sendiri. 
> > Umumnya diterima, kata sifat "multikultural" menunjuk fakta 
> > keragaman, sementara "multikulturalisme" menunjuk sikap normatif 
atas 
> > fakta keragaman itu. Keragaman di Indonesia sering digambarkan 
> > sebagai amat lebar: sekitar 25 rumpun bahasa dan lebih dari 250 
> > rumpun dialek, sekitar 400 kelompok etnis dan suku bangsa, dan 
lima 
> > agama resmi serta berbagai bentuk kepercayaan. Menyebut fakta 
saja 
> > dan menganggapnya sebagai multikulturalisme berarti mengacaukan 
dua 
> > pengertian antara fakta dan sikap normatif itu.
> > > 
> > > Multikulturalisme perlu memilah-milah bentuk keragaman "kultur" 
> > yang diwadahi dalam negara. Will Kymlicka (1995) membedakan dua 
> > kategori keragaman yaitu negara multibangsa dan negara polietnis. 
> > Negara multibangsa lahir dari koeksistensi beberapa bangsa yang 
> > semula berdiri sendiri-sendiri dalam batas-batas teritorial 
masing-
> > masing. Koeksistensi itu mungkin terjadi lewat invasi dan 
penjajahan, 
> > mungkin terjadi secara sukarela. Dalam negara multibangsa, unit 
> > politik yang relevan adalah bangsa atau suku bangsa, dan biasanya 
> > menuntut otonomi atau pemerintahan sendiri demi mempertahankan 
> > keunikannya berhadapan dengan kultur mayoritas.
> > > 
> > > Keragaman dalam negara polietnis muncul dari gelombang migrasi 
> > secara individual maupun berkelompok. Mereka bergabung secara 
longgar 
> > dalam suatu asosiasi atau perkumpulan yang disebut "kelompok 
etnis." 
> > Kelompok-kelompok etnis itu umumnya menghendaki diterima sebagai 
> > bagian masyarakat luas sambil tetap diakui keunikan etnisnya. 
Lain 
> > dari suku bangsa, kelompok etnis tidak menuntut otonomi politik, 
> > tetapi sekadar modifikasi lembaga-lembaga publik dan hukum dalam 
> > masyarakat agar dapat mengakomodasi keunikannya.
> > > 
> > > Kedua bentuk keragaman kultur ini dapat terjadi di satu negara, 
dan 
> > Indonesia tampaknya merupakan salah satunya. Otonomi Aceh dan 
Papua 
> > dapat dikategorikan sebagai tuntutan dalam rangka negara 
multibangsa, 
> > sedangkan pengakuan terhadap etnis Tionghoa dan penghapusan 
> > diskriminasi merupakan tuntutan dalam rangka negara polietnis. 
> > Identifikasi seperti ini menghindari tumpang tindih dalam 
> > kategorisasi persoalan, dan menyelamatkan istilah 
multikulturalisme 
> > dari bahaya menjadi slogan. Meski demikian, ada potensi 
kebingungan 
> > di mana kita hendak menempatkan agama. Apakah komunitas agama 
hendak 
> > dijadikan unit politik yang berhak mengajukan klaim yang sama 
sahnya 
> > dengan suku bangsa atau kelompok etnis atau tidak dihitung sama 
> > sekali?
> > > 
> > > Kerangka kedua merupakan turunan kerangka pertama, akomodasi 
> > kepentingan. Bila diperas dalam fakta kerasnya, isu terpenting 
> > multikulturalisme sebenarnya terletak pada manajemen kepentingan. 
> > Aneka kelompok dalam masyarakat apakah itu suku bangsa atau 
kelompok 
> > etnis, mengajukan klaim agar unit politik yang lebih besar 
seperti 
> > negara melakukan sesuatu demi kelangsungan hidup kelompok-
kelompok 
> > itu. Klaim-klaim itu membungkus kepentingan yang biasanya lebih 
> > dasariah. Masalahnya kini, ada pada definisi arti "kepentingan."
> > > 
> > > ADA dua jenis kepentingan yang relevan, kepentingan umum dan 
> > kepentingan khusus (Amy Gutman, 1994). Kepentingan umum adalah 
aneka 
> > kebutuhan yang pemenuhannya sama untuk tiap orang, tanpa peduli 
> > identitas kulturalnya. Yang termasuk di dalamnya adalah kebutuhan 
> > akan fasilitas kesehatan, perumahan, pendidikan, kebebasan 
berbicara, 
> > berkumpul dan berserikat. Mengenai kebutuhan umum ini, semua 
> > warganegara harus mendapat perlakuan sama. Siapa pun berhak 
menuntut 
> > bila kepentingan ini tidak terpenuhi.
> > > 
> > > Kepentingan khusus, menyangkut aneka kebutuhan yang 
pemenuhannya 
> > terkait aspek-aspek khusus kehidupan (survival) kelompok 
> > bersangkutan. Orang Aceh, misalnya, karena sejarah penjajahan 
> > berbeda, ingin tetap mempertahankan kesatuan identitasnya sebagai 
> > orang Aceh meski ada dalam kerangka negara Indonesia. Kesatuan 
> > identitas itu dipelihara lewat privilese seperti pengadilan adat 
dan 
> > peran khusus ulama dalam struktur politik lokal.
> > > 
> > > Bila dalam hal pemenuhan kepentingan umum yang hendak dicapai 
> > adalah kesetaraan, dalam hal pemenuhan kepentingan khusus, yang 
> > terjadi justru sebaliknya yaitu keistimewaan, pengecualian, atau 
> > privilese. Karena itu, kepentingan khusus berpeluang melahirkan 
> > polemik dan konflik. Dalam hal ini, pemerintah dan masyarakat 
> > ditantang untuk senantiasa merumuskan kembali paham keadilan dan 
> > kesetaraan. Kapankah suatu privilese dianggap sah dan tidak 
menyalahi 
> > prinsip kesetaraan? Apalagi, dalam kasus Aceh misalnya, selalu 
ada 
> > kekhawatiran dari pemerintah pusat mengenai pemberontakan.
> > > 
> > > Bhikhu Parekh (2000) mengajukan prinsip, kesetaraan seharusnya 
> > didasarkan bukan pada uniformitas manusia, tetapi pada kait 
mengait 
> > antara uniformitas dan perbedaan. Termasuk dalam kesetaraan 
adalah 
> > kesetaraan dalam hal kebebasan dan kesempatan untuk berbeda. 
> > Memperlakukan orang secara setara menuntut kita untuk 
memerhatikan 
> > baik kesamaan maupun perbedaan antarindividu atau kelompok.
> > > 
> > > KERANGKA ketiga menyangkut ideologi politik yang memungkinkan 
> > multikulturalisme berfungsi. Saya percaya, tidak ada yang bisa 
> > menjamin multikulturalisme selain demokrasi, dan banyak gagasan 
yang 
> > berkembang menambah kualitas khusus mengenai karakter liberal 
dari 
> > demokrasi (Rawls [1993], Taylor [1994], Kymlicka [1995], Parekh 
> > [2000]). Demokrasi liberal memungkinkan tiap orang untuk 
> > mengekspresikan diri secara bebas dan mengejar pemenuhan 
identitas 
> > tanpa khawatir menjadi sasaran penindasan.
> > > 
> > > Amy Chua (2003) khawatir, demokrasi dan pasar bebas niscaya 
> > memenangkan mayoritas sambil mengeksploitasi minoritas yang kuat 
> > secara ekonomi. Bila ini yang terjadi, yang digagalkan adalah 
prinsip 
> > kebebasan mengekspresikan diri karena minoritas di bawah dominasi 
> > mayoritas tidak lagi punya kebebasan untuk mewujudkan identitas 
> > khususnya. Dalam hal ini, demokrasi harus dijaga ketat sebagai 
> > mekanisme yang mempertahankan kebebasan berekspresi, sehingga 
tidak 
> > mengurangi hak tiap individu dan kelompok mewujudkan 
kekhususannya.
> > > 
> > > Kerangka keempat dan terakhir menyangkut telos atau puncak 
tujuan 
> > multikulturalisme. Multikulturalisme pantas diperjuangkan karena 
di 
> > balik itu ada tujuan mewujudkan hidup bersama yang sedekat 
mungkin 
> > pada kepenuhan "hidup baik." Setiap orang ingin hidup baik, 
terpenuhi 
> > segala kebutuhan material dan spiritualnya, dan berhak untuk 
hidup 
> > baik. Cara mencapai hidup baik itu berbeda-beda untuk tiap orang 
atau 
> > kelompok, bahkan definisi hidup baik itu pun berbeda-beda. Sejauh 
> > perbedaan itu tidak saling meniadakan, kita baru bisa mengulang 
> > retorika yang disampaikan di awal tulisan: marilah "menghargai 
> > perbedaan".
> > > 
> > > B Hari Juliawan Alumnus Warwick University, Coventry-England; 
> > Mahasiswa Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
> > > 
> > > 
> > > ---------------------------------
> > > Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher
> > > 
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > 
**********************************************************************
> > *****
> > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
> > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
> > www.ppiindia.shyper.com
> > > 
> > 
**********************************************************************
> > *****
> > > 
> > 
______________________________________________________________________
> > ____
> > > Mohon Perhatian:
> > > 
> > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
> > otokritik)
> > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> > > 
> > > Yahoo! Groups Links
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > ---------------------------------
> > > Do you Yahoo!?
> > > Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.
> > > 
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > 
> > 
> > 
> > 
**********************************************************************
*****
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
www.ppiindia.shyper.com
> > 
**********************************************************************
*****
> > 
______________________________________________________________________
____
> > Mohon Perhatian:
> > 
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> > 
> > 
> > 
> > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> > 
> > 
> > ---------------------------------
> > Yahoo! Groups Links
> > 
> > To visit your group on the web, go to:
> > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
> > 
> > To unsubscribe from this group, send an email to:
> > [EMAIL PROTECTED]
> > 
> > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> > 
> > 
> > 
> > ---------------------------------
> > Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
**********************************************************************
*****
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
www.ppiindia.shyper.com
> > 
**********************************************************************
*****
> > 
______________________________________________________________________
____
> > Mohon Perhatian:
> > 
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> > 
> > Yahoo! Groups Links
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> >             
> > ---------------------------------
> > Do you Yahoo!?
> > vote.yahoo.com - Register online to vote today!
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
**********************************************************************
*****
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
www.ppiindia.shyper.com
> > 
**********************************************************************
*****
> > 
______________________________________________________________________
____
> > Mohon Perhatian:
> > 
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >  
> > Yahoo! Groups Links
> > 
> > 
> > 
> >  
> > 
> > 
> 
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
www.ppiindia.shyper.com
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> 
> 
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
> 
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
>   
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>   
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> 
> 
>             
> ---------------------------------
> Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
www.ppiindia.shyper.com
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> 
> 
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
> 
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
>   
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>   
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke