Assalamu Alaikum Wr.Wb,

Baru baru berita diturunkan bahwa Penyerangan pasukan Israel
dadakan ke kamp pengungsi Palestina karena Mossad telah mengetahui
upacara militer Para militan Palestina. Hal ini sering dialami
berkali kali pada waktu sebelumnya.

Marilah kita jadikan contoh dalam pandangan kita terhadap upcara
militer sipil yang berteriak melawan Malaysia di negara tetangga.
(Contoh tapi ini tidak real). Ini telah diketahui oleh pasukan
Malaysia dan apa yang dilakukan produser militer Malaysia terhadap
sipil bersenjata militer.

Kita perlu membayangkin akibat penyerangan pasukan Israel ke kamp
pengungsian adanya upacara parade militer militan Palestina. Tentu
saja dalam kondisi posisi Israel sangat melanggar HAM dan kedaulatan
Palestina.

Untuk melindungi para pejuang dan masyarakat Palestina, tidak harus
perlu menyelenggarakan upacara parade militer, pelatihan terang
terangan, membawa senjata (padahal dapat dilihat dari UAV,kamera
infra <seperti misalnya gambaran ini http://www.imaging1.com/FLIR-
milcam-cooled.html>).

Mendeteksi para pejuang Palestina bersenjata tidak sulit dengan
teknologi daripada melihat pandangan natural. Perhatikan
http://www.barracuda.se/node1358.asp?product={CF828E96-F074-11D3-8487-
00508B6F1312} Ini diartikan bisa melihat keadaan situasi kota atau
sela sela gedung gedung di perbatasan Palestina dengan teknologi
pandangan canggih.

Kembali pembicaraan berapa besar tewasnya para pejuang Palestina
sangat besar daripada kematian tentara Israel. Tetapi jangan
menggunakan bom bunuh diri untuk menyerang masyarakat Israel tidak
bersalah.

Saya belum melihat hal yang membolehkan bom bunuh diri kecuali
terpojok dalam keadaan terdesak. Tetapi tidak menyebutkan membunuh
orang orang tidak bersalah. Kalau ada memiliki ayat Al quran, dimohon
memberi salinan. Menurutku yang dibolehkan adalah melawan orang orang
yang menzalim atau menyerang dengan bom dan pembalasan. Tetapi tidak
ada tertera mengharuskan membunuh masyarakat Israel yang tidak
berniat menganggu masyarakat Palestina.

Ada tulisan ayat Al Baqarah, bila ada menyerang, harus dilawan
terkecuali tidak menyerang, tidak diperbolehkan dilawan. Dengan
sebenarnya masalah konflik Palestina-Israel benar benar mengarah
masalah pemerintahan Israel, Pemerintahan Palestina dan Hamas. Bukan
pada masyarakat Palestina/Israel.

Saya tidak melarang keinginan para pejuang untuk membalas
serangan, tetapi kita maupun mereka perlu melihat efek efek telah
menuju kegagalan atau kemenangan setelah perlawanan.

Sesungguhnya ada strategi baik untuk mengadakan kerja sama antar
negara Islam untuk menyelenggarakan pasukan polisi Islam/arab. Siapa
melarang fungsi pasukan "polisi" ke luar negeri?? nanti berlanjut ke
pembongkaran tembok tembok dan pergeseran tanah bekas jajahan. Selain
polisi, bagaimana kedaulatan Palestina bergabung dengan Jordain,
Suriah?

Bagaimana keadaan Indonesia di DK PBB untuk mengemban amanah
masyarakat Islam?

Kita rasanya perlu kembali memperhatikan kondisi Palestina dengan
menyelenggarakan kerja sama, dialog untuk membawa penyelesaian. Itu
perlu diusahakan lagi untuk mempertanyakan apa keinginan Palestina
dan Israel. Nanti dibenahi sehingga Palestina mendapat kembali tanah
jajahan. Tentu karena Pemerintahan Israel bertanya tentang bagaimana
ancaman yang mengarah Israel (menurut mereka). Kita perlu mengajak
penghentian bentrokan senjata antara dua pihak dengan menanyakan
pelanggaran masing masing dan mengajak mencari penyelesaian. Apa coba
kalau seandainya Pemerintahan Israel mau membantu mencari
penyelesaian?

Jadi kita harus menguji dan hati hati dalam perkembangan situasi
politik dalam Konflik Palestina-Israel. Mengapa tidak kita belajar
mandiri untuk memantau perkembangan dan situasi politik agar
dilakukan usaha usaha sampai berhasil. Apakah kita mampu melakukan
selain hanya mengandalkan kekuatan perang? tentu saja kita atau
masyarakat Islam masih dapat melakukan hal itu.

Sebenarnya kita mengajak masyarakat Islam perlu menggunakan metode
dalam ketabahan dan dialog supaya dapat memperlihatkan kemauan
mendukung penyelesaian konflik. Israel perlu memperhatikan hal ini.
Insyallah keberhasilan umat umat beriman akan terus berlanjut ke akar
penyelesaian. Konflik Palestina dapat dihentikan untuk selamanya dan
hak hak benar benar diperoleh kembali.

Kita perlu usahakan demi menggembirakan jiwa masyarakat Palestina.
Kemenangan umat umat beriman yang merupakan hadiah yang sangat besar
dan mengharukan. Tentu Allah maupun kita lebih memikirkan kondisi dan
cara cara yang baik.

Semoga bermanfaat, semoga Allah selalu melindungi akal dan
kemandirian dalam penyelesaian konflik yg menyenggsarakan masyarakat
beriman.

In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful
Wassalam Alaikum Wr.Wb,


-----------------------------------
Middle East - AP
24 Dead in Gaza Strip Fighting
2 hours, 33 minutes ago Middle East - AP

By IBRAHIM BARZAK, Associated Press Writer

JEBALIYA REFUGEE CAMP, Gaza Strip - Israeli troops pushed deep into
the largest Palestinian refugee camp Thursday, a first in four years
of fighting, after a Palestinian rocket killed two preschoolers in an
Israeli border town.

Twenty-one Palestinians and three Israelis � including a woman
jogging in a Jewish settlement and two soldiers � were killed in the
fighting in the northern Gaza Strip (news - web sites). At least 108
Palestinians, both civilians and militants, were wounded, the highest
single-day Palestinian casualty count in four months.

Israeli Defense Minister Shaul Mofaz decided after consultations with
army commanders Thursday to widen the military campaign and send more
troops to Gaza, Israel Army Radio said. Mofaz's plan for an
unprecedented operation was to be presented to Prime Minister Ariel
Sharon (news - web sites) and his inner Cabinet later in the day for
approval.

Previous Israeli military operations � including 12 major ones � have
not stopped the rockets.

Defense Ministry officials were not available for comment.

The heaviest fighting raged in the sprawling Jebaliya refugee camp, a
militant stronghold just north of Gaza City. In the deadliest
incident, an Israeli tank fired a shell toward a group of Palestinian
gunmen, killing at least seven people and wounding 20, many of them
critically, hospital doctors said.

The army said soldiers fired the shell at five gunmen planting
explosives near the Jebaliya market.

Bulldozers demolished 15 homes along a relatively narrow road leading
into the camp, witnesses said, apparently to widen it and allow more
tanks to get through. Armored vehicles avoided the booby-trapped main
street in the camp.

"A bulldozer entered our living room and demolished half the house,"
said Hussein al-Jamal, a resident of the camp's Block 2, adding that
he and his family fled, along with many of his neighbors.

On Wednesday, Hamas militants fired a rocket at the Israeli border
town of Sderot despite the massive army presence, killing two
children, ages 2 and 4, as they played on a sidewalk at the start of
the Jewish holiday of Sukkot.

Sharon wants to remove all settlers and soldiers from Gaza in 2005,
but continued rocket fire could turn public opinion against his plan.
His opponents argue that a withdrawal would only encourage
Palestinian militants to stage more attacks.

Palestinian militants have intensified attacks in recent months in
hopes of portraying the Israeli withdrawal as a retreat under fire.
Israeli troops, in turn, have stepped up military operations to pound
militant groups before the pullout.

In England, British Foreign Secretary Jack Straw called on the
Israeli government Thursday to stop targeted killings of Palestinian
militants, and he insisted the Palestinian Authority (news - web
sites) must rein in terrorist groups.

Straw told the governing Labour Party's annual conference there was
no "greater challenge to international order than the terrible
conflict between the Israelis and Palestinians."

On Wednesday morning, dozens of Israeli armored vehicles took up
positions in northern Gaza, including the towns of Beit Hanoun and
Beit Lahiya and on the edge of Jebaliya, to prevent any rocket fire
during the weeklong Sukkot holiday. However, later in the day, Hamas
fired the deadly rocket at Sderot.

Before dawn Thursday, two Hamas gunmen attacked an Israeli
observation post overlooking Jebaliya, killing an Israeli soldier
before being killed by return fire.

Ten more Palestinians were killed by Israeli fire in Jebaliya,
including at least one Palestinian gunman and a 60-year-old civilian,
hospital officials said.

Close to the border with Israel, gunmen shot and killed an Israeli
woman jogging in the Jewish settlement of Elei Sinai. Another
Israeli, who tried to administer first aid, also was killed, military
sources said. Two Palestinian gunmen were killed in the attack, for
which Hamas claimed responsibility.

Israeli armored vehicles drove into Jebaliya � the largest with more
than 100,000 residents � on Thursday morning, under cover of heavy
machine-gun fire.

Dozens of masked Palestinian gunmen fired at the tanks, and hundreds
of residents rushed into the streets, many throwing stones. Some of
the gunmen were seen laying booby-traps, while several children tried
to climb onto tanks.

An Israeli bulldozer tore down the outer wall of a U.N. school close
to the camp's central market, and soldiers took up positions inside,
signaling that the army intends to stay in the heart of the camp for
some time.

It marked the first time in four years of fighting that Israeli
troops pushed deep into the camp. In previous raids, they would enter
outlying neighborhoods, but avoided longer stays, apparently for fear
of entanglement.

A masked Hamas gunman carrying a rocket launcher said he expected
Israeli soldiers to leave soon.

"Jebaliya will be a burial ground for their soldiers," he said on
condition of anonymity.

Former Gaza security chief Mohammed Dahlan, seen as a key player in
running Gaza after an Israeli withdrawal, said in a statement that
the Israeli operation "will result in a bloodbath on both sides
because the Palestinian people cannot remain silent in the face of
this aggression."

Gideon Meir, an Israeli government spokesman, said Israel has an
obligation to protect its citizens.

"Once again we are witness to a brutal terror attack aimed at hurting
innocent women and children ... on the eve of a Jewish holiday," he
said.

Israeli helicopters dropped Arabic-language flyers over northern
Gaza, telling residents that "terrorism pushes you further into a
life of misery and poverty." The leaflets also had a drawing of a
monster, with the word terrorism written on it.




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke