Menambah keterangan mengenai issue ini, yang tiap hari memenuhi sk2 Europa, maka dapat
secara ringkas dikatakan, bahwa publik benar2 terbelah dua dalam opini mereka.
Pimpinan EU sendiri cenderung untuk mendukung idee masuknya Turki kedalam EU, terutama
komisaris untuk perluasan Europa, G�nther Verheugen.
Sebaliknya, partai2 yang konservatif maupun ultra kanan (yang selalu menghasut anti
immigran), mulai meluaskan pendapat, bahwa Turiki hanya akan membebani integrasi
Europa.
Sebagian berangkat dari titik pandang budaya, bahwa Turki adalah sebuah masyarakat
Islam dan oriental, sedangkan Europa adalah wilayah berbudaya Kristiani (walau banyak
yang tak ke gereja), dan occidental. Jadi diametral berlawanan.
Sebagian lain, anehnya juga pemimpin2 dari partai demokrat sosial (misalnya dari
Austria), yang biasanya ramah pada pihak2 yang terpinggirkan dan lawannya konservatif,
juga mulai menolak idee Turki masuk EU.
Mereka lebih banyak berangkat dari argumentasi sosial ekonomi.
Mengapa? Baru2 ini, setumpuk negara2 ex komunis (yang rata2 melarat) masuk EU. Dalam
EU ada prinsip, bahwa negara2 yang kaya membayar subsidi kesebuah funds, yang
digunakan untuk membiayai perkembangan di-wilayah2 yang masih terbelakang alias
melarat. Dengan perluasan EU baru2 ini, dimana negara2 ex komunis masuk EU, jumlah
yang harus dibayar oleh negara2 kaya meningkat. Negara2 miskin tambah banyak dalam EU.
Tidak saja masalah uang, melainkan juga tatanan sosial yang sangat bertolak belakang.
Keadaan kemasyarakatan negara2 ex komunis yang masih amburadul, lemah kapital, tanpa
tekhnologi mutakhir, tanpa pengalaman dalam management, baik kenegaraan maupun
perusahaan, cukup merepotkan negara2 yang kaya. Juga negara2 ex komunis ini cukup
kerepotan dicemeti terus, harus segera memajukan diri. Mirip anak yang baru belajar
jalan, terus menerus didorong untk kalau bisa, segera lari..
Stress dikedua pihak.
Tentu saja, negara2 kaya, terutama Jerman, Perancis dan lain2nya, mendapat peluang
luar biasa, dengan masuknya negara2 anak bawang ini. Mereka menjadi pasar dan ajang
investasi murah bagi negara2 kaya. Hampir tak ada lagi pakaian diprodusir di Jerman,
Austria, Negeri Belanda, Perancis dsb. Tetapi di Slowakia, Hongaria, Ceko, Lithuania,
Estandia, dsb.
Integrasi ex wilayah Jerman timur saja kedalam Jerman barat masih setengah mati.
Pengangguran diwilayah ex Jerman timur yang dulu komunis itu tidak kunjung menurun,
malah bertambah per-lahan2. Seperti ular menelan seekor rusa, tidak masuk2 keperut
untuk dicerna...
Nah, ketidak pastian mengenai bagaimana haridepan EU setelah menelan negara2 ex
komunis ini, ditambah lagi dengan pro kontra bila Turki masuk. Turki lebih miskin dari
negara termiskin anggauta EU sekarang, yakni Portugal. Belum lagi tata kemasyarakatan
Turki yang masih beribu2 km jauhnya dari posisi masyarakat Europa yang sudah sangat
maju itu. Jangan dihitung tingkat pengangguran dan illiteracy di Turki.
Seperti anda tahu, Turki terbagi dua: bagian Europa yang berbatas dengan selat
Bosporus, yang relatif maju (dahulu sebagian ex wilayah kerajaan Yunani yang diduduki
oleh sultanat Turki dahulu), dan sebagian besar Turki diwilayah Asia, yang kita kenal
dengan Anatolia. Memajukan wilayah Anatolia ini pasti akan memakan waktu ber-tahun2.
bagaimana mau menyamakan dengan kemajuan di Perancis atau - lebih seram lagi - Jerman
atau Swedia?
Argumentasi mendukung keanggautaan Turki datang terutama dari USA dan Inggris, yang
selalu melihat Turki sebagai anggauta setia dari pakta pertahanan di Timur Tengah.
Selama ini, Turki adalah bendungan andalan menghadapi Uni Sowyet yang komunis itu.
Sekarang komunis sudah runtuh, Rusia menjadi macan ompong. Tetapi muncul bahaya dari
wilayah2 bergolak di Timur tengah.
Mereka mengatakan, kalau Turki menjadi anggauta keluarga besar Europa (yang
Kristiani), maka Turki akan menjadi bagian dari dunia barat. Apalagi kalau upaya
memakmurkan Turki berhasil dalam waktu singkat. Sebaliknya, menolak Turki, berarti
melepaskan Turki mengawang diwilayah Timur Tengah yang selalu memanas itu. Turki akan
malah menjadi bagian dari wilayah bergolak, salah2 malah jadi pengexport pembom2 bunuh
diri..
Pihak pembela HAM melihat kendala lain dari keanggautaan Turki, yakni tingkat
pelanggaran HAM yang masih sangat tinggi, terutama terhadap wanita. Hukum adat masih
berlaku di Anatolia timur, dimana wanita yang dihilangkankehormatannya, misalnya
diperkosa orang, malah dipaksa untuk menikahi si pemerkosa, untuk menjaga kehormatan
keluarga, atau malah dibunuh anggauta keluarganya sendiri, untuk melenyapkan noda
keluarga.
Data2 Amnesty International mengenai hal ini sangat mengerikan.
Juga perlakuan Turki terhadap orang Turki, yang mereka bantai melalui operasi2 militer
atau mereka siksa di penjara.
PM Erdogan telah berupaya keras untuk meningkatkan Turki agar memenuhi standard
Europa, dan ini bukan kecil. banyak perundangan yang diputuskan parlemen telah
memenuhi persyaratan Europa.
Seperti mas Rahardjo tulis, ada persyaratan tertentu dalam membenahi masalah ini.
Kalau tak salah banyak dari kriteria ditulis dalam pertemuan di Kopenhagen. Juga
penting dicatat, yang mas Rahardjo singgung mengenai masalah pendudukan Cyprus utara
oleh tentara Turki. Akibatnya, Cyprius utara tetap tak diakui dunia internasional,
dimana Cyprus selatan masuk EU.
Banyak usul yang diajukan, untuk keluar dari deadlock ini, karena pimpinan Europa
katakan "kami telah "terlanjur" menawarkan negosiasi untuk keanggautaan Turki", ialah,
dengan menawarkan assosiasi yang sangat menguntungkan Turki (kelunakan2 dalam
lalulintas barang dan jasa, dll), dimana Turki menjadi "partner spesial "Europa",
tanpa menjadikan Turki bagian integral dari Europa.
Saya pribadi melihat hal yang menarik kalau Turki masuk: selama ini, Europa berada
jauh dari daerah krisis, di Timur tengah. Namun, bila Turki menjadi anggauta, maka Uni
Europa akan mempunya tapal batas langsung dengan Irak! Bayangkan, negara2 EU terpaksa
akan memindahkan tank2 dan basis roket mereka ke Turki...
Dibawah ini cuplikan pendapat yang dapat memberikan bayangan bagaimana pelikyna
masalah ini.
Salam
RM D Hadinoto
Turkey and EU Inclusion
In the International Herald Tribune of June 26 a sponsored section ("advertissement")
maintains that "Support grows for EU Inclusion".
It is only fair to point out that support may be growing inside Turkey, but this is by
no means the case in Europe.
Never a good argument was made for Turkey's inclusion in the European Union. I f after
40 Years no substantial argument is brought forward, let us forget the whole thing. It
will be more honest to ourselves and also to the Turks with whom we want a better,
more sincere relationship than the make-believe of our easy-going diplomats and
politicians during half a century.
"Anchoring Turkey to the EU will promote confidence and attract foreign investors",
the article says right in the beginning. The argument has the advantage of being
brutally tranparant. It is solely in Turkey's interest. Nothing is said about the
question whether inclusion would be good for Europe.
Who favors then Turkey's inclusion ? The United States which finds Turkey's inclusion
a strategic convenience. But the United States cannot speak for Europe since its does
not understand Europe's culture and identity, its present failness and its limits in
accomodating mass immigration.
The issues mentioned in the article as present hurdles to inclusion, like the death
penalty, usage of the Kurdish language, Cyprus, the place of the military, the
adoption of the European "acquis", they all are only insignificant side-issues.
Adoption of European reforms would be useful to Turkey, even without the perspective
of EU membership. Adoption is not a "sacrifice" Turkey would have to bring on the EU
altar.
Europe which has already unmanagable minorities connot have the 80 mln Turks within
ist European Union borders.
For too long a time it was fashionable to let the Turkish governement speak about
their "vocation" for the European Union. People may easely err on their true
vocations. Even old honorable nations like the Turks may err. We can and shall do many
other good things with Turkey, in and beyond the Customs Union. But the European Union
has no vocation to include Turkey as a member.
Let no more time be lost for the real fruitful discussions we need to have with Turkey.
Anton SMITSENDONK.
former Netherlands Ambassador
fr DCM in ANKARA
Saint-Cloud, France
[EMAIL PROTECTED]
rahardjo mustadjab <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Meskipun bukan saya yang ditanya, saya pikir tidak ada
salahnya saya sedikit membantu. Penerimaan anggota
baru (dalam hal ini Turki), ada aturannya atau
mekanismenya, lihat saja di UE constitution. Selama
ini masyarakat UE keberatan kalau Turki masuk UE,
sebab utamanya ialah:
1. Belum jadi anggota saja, UE sudah kebanjiran orang
Turki (sebagiannya orang Kurdi) baik sebagai pekerja
(Gast Arbeiter), pedagang kecil, dll. Jadi isunya
adalah soal imigrasi.
2. Masyarakat punya gambaran bahwa Turki ekspansionis.
Ganjalan utamanya adalah apa yang disebut negara
Republik Turki Utara atau TRNC (Turkish Republic in
Northern Cyprus) yang hanya diakui oleh Turki doang.
Ceritanya, tahun 1974 dengan dalih adanya junta
militer di Yunani, maka Turki mengirim 70,000 tentara
ke Cyprus. Ribuan orang Cyprus asli terpaksa mengungsi
ke sebelah selatan.
Sampai sekarang, puluhan ribu tentara Turki masih ada
di Cyprus sebelah utara. UN Peace Keeping Forces
terpaksa mengamankan jalur hijau yang memisahkan kedua
masyarakat. Sekjen PBB membikin prakarsa untuk
menyatukan kedua masyarakat, tapi belum berhasil
sampai sekarang. Cyprus ingin masuk UE, tapi EU
mensyaratkan agar Cyprus bersatu dulu, lagi-lagi gagal
karena Rauf Denktash, "presiden" TRNC ogah.
Rujukan kepustakaan mengenai ini cukup banyak. Yang
paling anyar adalah tulisan di majalah Economist
tanggal 1 Oktober 2004 berjudul "How Terrorism
Trampled Federation". Juga majalah Euro Business
tanggal 28 September 2004 berjudul "Majority of French
opposed Turkey on EU". Dan jangan lupa mengunjungi
kantor perwakilan EU di Jakarta, pasti mereka membantu
Anda dengan baik.
Nah, selamat berskripsi ria.
Salam,
RM
--- Bapao Fazriansyah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> salam Hormat,
> Nama saya fazri saat ini sedang menulis skripsi
> tentang keanggotaan Turki di UE sejak 1987- Mei
> 2004. sebelumnya, saya telah membaca artikel
> tentang Vatikan minta Turki tidak bergabung dengan
> Eropa, yang mana ada sedikit tanya jawab antara Mas
> Danardono HADINOTO dan Mas Satrio pada tanggal 16
> Aug 2004 mengenai artikel tersebut. oleh karena itu,
> saya yang kini sedang membahas hubungan Turki dengan
> UE tersebut sangat mengharapkan bantuan dan
> informasi yang dimiliki oleh Mas Danardono dan Mas
> Satrio apabila bersedia.
>
> regards
> fazri
>
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Mail - You care about security. So do we.
>
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
>
>
>
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
---------------------------------
Yahoo! Groups Links
To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/