dari sisi lain, itulah bangsa yang tidak punya PD, dan kemandirian,
kesannya seperti ngemis-ngemis untuk menjadi eropa....hehehe
kalau dilihat sejarahnya sih, turki itu masuk ke dalam eropa/yunani,
pengembangan agama kristen pun mula-mula ada di turki yang dibawa oleh
paulus, pengaruh helenisme yunani pun sampai ke siria dan irak bahakn ke
utara afrika. gereja pertama saja kan sejarahnya ada di antiochia.
jadi sebenernya turki itu eropa, orang siprus yang lebih jauh lagi dari
daratan eropa dimasukkan ke eropa. cuma kalau dipandang dari
eropa=kristen, maka turki jadi tidak masuk ke eropa :-)
On Fri, 1 Oct 2004, Danardono HADINOTO wrote:
>
> Menambah keterangan mengenai issue ini, yang tiap hari memenuhi sk2 Europa, maka
> dapat secara ringkas dikatakan, bahwa publik benar2 terbelah dua dalam opini mereka.
>
> Pimpinan EU sendiri cenderung untuk mendukung idee masuknya Turki kedalam EU,
> terutama komisaris untuk perluasan Europa, G�nther Verheugen.
> Sebaliknya, partai2 yang konservatif maupun ultra kanan (yang selalu menghasut anti
> immigran), mulai meluaskan pendapat, bahwa Turiki hanya akan membebani integrasi
> Europa.
>
> Sebagian berangkat dari titik pandang budaya, bahwa Turki adalah sebuah masyarakat
> Islam dan oriental, sedangkan Europa adalah wilayah berbudaya Kristiani (walau
> banyak yang tak ke gereja), dan occidental. Jadi diametral berlawanan.
>
> Sebagian lain, anehnya juga pemimpin2 dari partai demokrat sosial (misalnya dari
> Austria), yang biasanya ramah pada pihak2 yang terpinggirkan dan lawannya
> konservatif, juga mulai menolak idee Turki masuk EU.
>
> Mereka lebih banyak berangkat dari argumentasi sosial ekonomi.
> Mengapa? Baru2 ini, setumpuk negara2 ex komunis (yang rata2 melarat) masuk EU. Dalam
> EU ada prinsip, bahwa negara2 yang kaya membayar subsidi kesebuah funds, yang
> digunakan untuk membiayai perkembangan di-wilayah2 yang masih terbelakang alias
> melarat. Dengan perluasan EU baru2 ini, dimana negara2 ex komunis masuk EU, jumlah
> yang harus dibayar oleh negara2 kaya meningkat. Negara2 miskin tambah banyak dalam
> EU.
>
> Tidak saja masalah uang, melainkan juga tatanan sosial yang sangat bertolak
> belakang. Keadaan kemasyarakatan negara2 ex komunis yang masih amburadul, lemah
> kapital, tanpa tekhnologi mutakhir, tanpa pengalaman dalam management, baik
> kenegaraan maupun perusahaan, cukup merepotkan negara2 yang kaya. Juga negara2 ex
> komunis ini cukup kerepotan dicemeti terus, harus segera memajukan diri. Mirip anak
> yang baru belajar jalan, terus menerus didorong untk kalau bisa, segera lari..
>
> Stress dikedua pihak.
>
> Tentu saja, negara2 kaya, terutama Jerman, Perancis dan lain2nya, mendapat peluang
> luar biasa, dengan masuknya negara2 anak bawang ini. Mereka menjadi pasar dan ajang
> investasi murah bagi negara2 kaya. Hampir tak ada lagi pakaian diprodusir di Jerman,
> Austria, Negeri Belanda, Perancis dsb. Tetapi di Slowakia, Hongaria, Ceko,
> Lithuania, Estandia, dsb.
>
> Integrasi ex wilayah Jerman timur saja kedalam Jerman barat masih setengah mati.
> Pengangguran diwilayah ex Jerman timur yang dulu komunis itu tidak kunjung menurun,
> malah bertambah per-lahan2. Seperti ular menelan seekor rusa, tidak masuk2 keperut
> untuk dicerna...
>
> Nah, ketidak pastian mengenai bagaimana haridepan EU setelah menelan negara2 ex
> komunis ini, ditambah lagi dengan pro kontra bila Turki masuk. Turki lebih miskin
> dari negara termiskin anggauta EU sekarang, yakni Portugal. Belum lagi tata
> kemasyarakatan Turki yang masih beribu2 km jauhnya dari posisi masyarakat Europa
> yang sudah sangat maju itu. Jangan dihitung tingkat pengangguran dan illiteracy di
> Turki.
>
> Seperti anda tahu, Turki terbagi dua: bagian Europa yang berbatas dengan selat
> Bosporus, yang relatif maju (dahulu sebagian ex wilayah kerajaan Yunani yang
> diduduki oleh sultanat Turki dahulu), dan sebagian besar Turki diwilayah Asia, yang
> kita kenal dengan Anatolia. Memajukan wilayah Anatolia ini pasti akan memakan waktu
> ber-tahun2. bagaimana mau menyamakan dengan kemajuan di Perancis atau - lebih seram
> lagi - Jerman atau Swedia?
>
> Argumentasi mendukung keanggautaan Turki datang terutama dari USA dan Inggris, yang
> selalu melihat Turki sebagai anggauta setia dari pakta pertahanan di Timur Tengah.
> Selama ini, Turki adalah bendungan andalan menghadapi Uni Sowyet yang komunis itu.
> Sekarang komunis sudah runtuh, Rusia menjadi macan ompong. Tetapi muncul bahaya dari
> wilayah2 bergolak di Timur tengah.
>
> Mereka mengatakan, kalau Turki menjadi anggauta keluarga besar Europa (yang
> Kristiani), maka Turki akan menjadi bagian dari dunia barat. Apalagi kalau upaya
> memakmurkan Turki berhasil dalam waktu singkat. Sebaliknya, menolak Turki, berarti
> melepaskan Turki mengawang diwilayah Timur Tengah yang selalu memanas itu. Turki
> akan malah menjadi bagian dari wilayah bergolak, salah2 malah jadi pengexport
> pembom2 bunuh diri..
>
> Pihak pembela HAM melihat kendala lain dari keanggautaan Turki, yakni tingkat
> pelanggaran HAM yang masih sangat tinggi, terutama terhadap wanita. Hukum adat masih
> berlaku di Anatolia timur, dimana wanita yang dihilangkankehormatannya, misalnya
> diperkosa orang, malah dipaksa untuk menikahi si pemerkosa, untuk menjaga kehormatan
> keluarga, atau malah dibunuh anggauta keluarganya sendiri, untuk melenyapkan noda
> keluarga.
>
> Data2 Amnesty International mengenai hal ini sangat mengerikan.
>
> Juga perlakuan Turki terhadap orang Turki, yang mereka bantai melalui operasi2
> militer atau mereka siksa di penjara.
>
> PM Erdogan telah berupaya keras untuk meningkatkan Turki agar memenuhi standard
> Europa, dan ini bukan kecil. banyak perundangan yang diputuskan parlemen telah
> memenuhi persyaratan Europa.
>
> Seperti mas Rahardjo tulis, ada persyaratan tertentu dalam membenahi masalah ini.
> Kalau tak salah banyak dari kriteria ditulis dalam pertemuan di Kopenhagen. Juga
> penting dicatat, yang mas Rahardjo singgung mengenai masalah pendudukan Cyprus utara
> oleh tentara Turki. Akibatnya, Cyprius utara tetap tak diakui dunia internasional,
> dimana Cyprus selatan masuk EU.
>
> Banyak usul yang diajukan, untuk keluar dari deadlock ini, karena pimpinan Europa
> katakan "kami telah "terlanjur" menawarkan negosiasi untuk keanggautaan Turki",
> ialah, dengan menawarkan assosiasi yang sangat menguntungkan Turki (kelunakan2 dalam
> lalulintas barang dan jasa, dll), dimana Turki menjadi "partner spesial "Europa",
> tanpa menjadikan Turki bagian integral dari Europa.
>
> Saya pribadi melihat hal yang menarik kalau Turki masuk: selama ini, Europa berada
> jauh dari daerah krisis, di Timur tengah. Namun, bila Turki menjadi anggauta, maka
> Uni Europa akan mempunya tapal batas langsung dengan Irak! Bayangkan, negara2 EU
> terpaksa akan memindahkan tank2 dan basis roket mereka ke Turki...
>
> Dibawah ini cuplikan pendapat yang dapat memberikan bayangan bagaimana pelikyna
> masalah ini.
>
> Salam
>
> RM D Hadinoto
>
>
>
>
>
>
>
>
> Turkey and EU Inclusion
>
>
> In the International Herald Tribune of June 26 a sponsored section
> ("advertissement") maintains that "Support grows for EU Inclusion".
> It is only fair to point out that support may be growing inside Turkey, but this is
> by no means the case in Europe.
> Never a good argument was made for Turkey's inclusion in the European Union. I f
> after 40 Years no substantial argument is brought forward, let us forget the whole
> thing. It will be more honest to ourselves and also to the Turks with whom we want a
> better, more sincere relationship than the make-believe of our easy-going diplomats
> and politicians during half a century.
> "Anchoring Turkey to the EU will promote confidence and attract foreign investors",
> the article says right in the beginning. The argument has the advantage of being
> brutally tranparant. It is solely in Turkey's interest. Nothing is said about the
> question whether inclusion would be good for Europe.
>
> Who favors then Turkey's inclusion ? The United States which finds Turkey's
> inclusion a strategic convenience. But the United States cannot speak for Europe
> since its does not understand Europe's culture and identity, its present failness
> and its limits in accomodating mass immigration.
>
> The issues mentioned in the article as present hurdles to inclusion, like the death
> penalty, usage of the Kurdish language, Cyprus, the place of the military, the
> adoption of the European "acquis", they all are only insignificant side-issues.
> Adoption of European reforms would be useful to Turkey, even without the perspective
> of EU membership. Adoption is not a "sacrifice" Turkey would have to bring on the EU
> altar.
> Europe which has already unmanagable minorities connot have the 80 mln Turks within
> ist European Union borders.
> For too long a time it was fashionable to let the Turkish governement speak about
> their "vocation" for the European Union. People may easely err on their true
> vocations. Even old honorable nations like the Turks may err. We can and shall do
> many other good things with Turkey, in and beyond the Customs Union. But the
> European Union has no vocation to include Turkey as a member.
>
> Let no more time be lost for the real fruitful discussions we need to have with
> Turkey.
> Anton SMITSENDONK.
> former Netherlands Ambassador
> fr DCM in ANKARA
> Saint-Cloud, France
> [EMAIL PROTECTED]
>
> rahardjo mustadjab <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Meskipun bukan saya yang ditanya, saya pikir tidak ada
> salahnya saya sedikit membantu. Penerimaan anggota
> baru (dalam hal ini Turki), ada aturannya atau
> mekanismenya, lihat saja di UE constitution. Selama
> ini masyarakat UE keberatan kalau Turki masuk UE,
> sebab utamanya ialah:
> 1. Belum jadi anggota saja, UE sudah kebanjiran orang
> Turki (sebagiannya orang Kurdi) baik sebagai pekerja
> (Gast Arbeiter), pedagang kecil, dll. Jadi isunya
> adalah soal imigrasi.
> 2. Masyarakat punya gambaran bahwa Turki ekspansionis.
> Ganjalan utamanya adalah apa yang disebut negara
> Republik Turki Utara atau TRNC (Turkish Republic in
> Northern Cyprus) yang hanya diakui oleh Turki doang.
> Ceritanya, tahun 1974 dengan dalih adanya junta
> militer di Yunani, maka Turki mengirim 70,000 tentara
> ke Cyprus. Ribuan orang Cyprus asli terpaksa mengungsi
> ke sebelah selatan.
> Sampai sekarang, puluhan ribu tentara Turki masih ada
> di Cyprus sebelah utara. UN Peace Keeping Forces
> terpaksa mengamankan jalur hijau yang memisahkan kedua
> masyarakat. Sekjen PBB membikin prakarsa untuk
> menyatukan kedua masyarakat, tapi belum berhasil
> sampai sekarang. Cyprus ingin masuk UE, tapi EU
> mensyaratkan agar Cyprus bersatu dulu, lagi-lagi gagal
> karena Rauf Denktash, "presiden" TRNC ogah.
>
> Rujukan kepustakaan mengenai ini cukup banyak. Yang
> paling anyar adalah tulisan di majalah Economist
> tanggal 1 Oktober 2004 berjudul "How Terrorism
> Trampled Federation". Juga majalah Euro Business
> tanggal 28 September 2004 berjudul "Majority of French
> opposed Turkey on EU". Dan jangan lupa mengunjungi
> kantor perwakilan EU di Jakarta, pasti mereka membantu
> Anda dengan baik.
>
> Nah, selamat berskripsi ria.
>
> Salam,
> RM
>
>
>
> --- Bapao Fazriansyah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > salam Hormat,
> > Nama saya fazri saat ini sedang menulis skripsi
> > tentang keanggotaan Turki di UE sejak 1987- Mei
> > 2004. sebelumnya, saya telah membaca artikel
> > tentang Vatikan minta Turki tidak bergabung dengan
> > Eropa, yang mana ada sedikit tanya jawab antara Mas
> > Danardono HADINOTO dan Mas Satrio pada tanggal 16
> > Aug 2004 mengenai artikel tersebut. oleh karena itu,
> > saya yang kini sedang membahas hubungan Turki dengan
> > UE tersebut sangat mengharapkan bantuan dan
> > informasi yang dimiliki oleh Mas Danardono dan Mas
> > Satrio apabila bersedia.
> >
> > regards
> > fazri
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Do you Yahoo!?
> > Yahoo! Mail - You care about security. So do we.
> >
> > [Non-text portions of this message have been
> > removed]
> >
> >
> >
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
> Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
>
> To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
> Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/