Memang saling tuduh teroris ini hanya memekakkan telinga. yang penting adalah 
mengupayakan agar tak ada pemboman (apakah ini dilakukan oleh "teroris" atau 
pahlawan). Selama US hanya ramai menuduh atau menamakan ini itu teroris, adalah sia2, 
yang penting adalah konsep, bagaimana wilyah2 bergolak menjadi aman dan makmur...
 
Juga upaya para pembom di Timur tengah yang sibuk menuding AS sebagai teroris, selama 
mereka sendiri menjalankan kekerasan, yang membawa korban.
 
Di Europa, orang tak perduli, apakah ini ulah teroris atau bukan, yang menyeramkan  
bagi mereka, adalah, mengapa saling bunuh ini berjalan terus?

[EMAIL PROTECTED] wrote:

jadi kata-kata teoris itu sebenarnya berasal dari kebencian seseorang
terhadap orang lain  contohnya belanda yang menjajah indonesia
menyandangkan kata extremeist kepada pejuang kita karena mereka
tidak menyukai sikap perlawanan terhadap mereka untuk dapat merdeka

dan umumnya sandangan teroris berkonotasi orang yang jahat,
tapi biasanya karena si pemberi sandangan tidak mampu untuk
melawan pada lawannya itu maka diberilah sandang jahat yakni
teroris sehingga mendapat pembenaran untuk dapat di tumpas....

kata teroris itu pada dasarnya seperti orang berteriak maling
kepada seseorang pada saat dia merasa kehilangan dan melihat
orang yang telah memngambil barangnya, sehingga banyak orang
yang akan membantunya untuk mengejar penjahat tersebut.

tapi untuk kasus sandanngan teroris untuk suatu kelompok tertentu
dari pihak us sebenarnya adalah bentuk ketakutan atau ketamakan
dari negara adikuasa tersebut karena ketidak mampuan mereka
menanamkan investasi kenegara-negara yang menjadi incaran mereka.

coba di bayangkan penggunaan kata extremist untuk negara kita
itu kan kata-kata yang sangat tidak pantas untuk negara baru seperti
indoneisa
yang bergeliat untuk memerdekaan diri.

jadi munculnya kata extremist atau terorist adalah bentuk intimidasi
kepada negara-negara yang tidak setuju atau tidak ingin bekerja
sama dengan negara agresor tersebut   ...kalau istilah kita
adalah maling teriak maling  ..... sorry mungkin ungkapan
ini yang lebih baik bagi negara yang menyandangkan
kata teroris pada suatu negara tertentu ....

salam
yustam













Memang, memaksakan kehendak, seperti dalam hal perceraian, itu juga tidak
baik. Apalagi, kalau isteri tunduk, karena ketakutan..

Kehidupan bernegara adalah sebuah proses perkembangan yang tak henti2nya.
Istilah, ya itu memang hanya sepihak. Para pejuang Permesta dahulu
dinamakan pembrontak, padahal menurut mereka, mereka ingin meraih keadilan
(yang sebenarnya masalah intern AD mula2).

Dari sisi praktis, perlawanan bersenjata itu bagai pisau bermata dua,
disatu fihak, diharapkan dapat menyelesaikan persoalan, dilain fihak, dapat
melukai kita sendiri. Yang patut menjadi perhatian ialah, bagaimana
meminimalkan korban difihak sipil, terutama wanita dan anak2.

Kalau kita lihat dari sejarah Aceh, perlawanan bersenjata, tak mampu
menghalangi penguasaan seluruh Sumatra oleh Belanda. Juga perlawanan sejak
zaman Daud Beureueh. Perlawanan2 ditempat lain di tanah Air juga tak
membawa hasil.

Dalam kausa Timor Timur, bukan senjata yang menentukan, namun jalur
diplomasi, dimana dukungan yang sangat massif dinikmati rakyat Timor Timur
di dunia.

Gelas yang setengah penuh dapat kita sebut hampir penuh, atau hampir
kosong. Tergantung dari sisi mana kita memandang. namun ini tak merubah
fakta.

Salam

RM D Hadinoto


[EMAIL PROTECTED] wrote:

kata lain teroris itu kan extremist,  kalo beranda dulu
kan menggunakan kata ini untuk perjuang-pejuang RI,
cuma RI sekarang  takut menggunakan kata extremis
buat gam  takut disebut menjajah, pernah
di coba untuk menyandangkan kata teroris terhadap gam
tapi ternyata gagal  ...

kalo sudah begini kata apa yang patut buat gam  ..
yang pingin di tunpas habis itu  ...   jadilah kata separatis  ..

cuma kalo kata separatis digunakan tentu tidak pas
soalnya  kalau di analogikan dengan suami istri  ...
masa orang yang pengin berpisah  kok harus di tumpas
di mana-mana kan nggak umum.

cuma yang umum adalah berpisah baik-baik
kemudian tetap bersahabat  ... dalam
arti saling menopang kehidupan bersama ...
bagaimana betul  tak iye .....

namun namanya berpisah itu kan
perbuatan yang legal tapi di benci sang pencipta
so kalo masalahnya keinginnya masing-masing
bisa di penuhi mengapa tidak di selesaikan
bersama  .... hehehe

salam
yustam











Lho mas, hati nurani saya termaktub dalam kalimat romo Magnis dibawah ini:

>>>>Agar kita berhak mengutuk para teroris, kita sendiri harus menjadi
rendah hati dan berhenti membenci......"<<<<<

Saya kira, Yassir tak membenci siapa2, dia adalah politician. Perjanjian
Camp David menunjukkan, kebencian bukanlah suatu hal yang patut diikuti
nurani, namun nalar.

Saya juga condong untuk tak terlalu mudah memakai kata "teroris", sebab
muatan kata ini sudah amburadul. Tak ada kriterium hukum yang jelas. Bagi
A, B adalah teroris, bagi B, A adalah teroris. Mungkin kita lebih baik
mencari kata lain.

Salam

RM D Hadinoto


dicky riyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Yasser Arafat berhenti mebenci..., tetapi anak-anak Palestine dihujani
mesiu...

Hamas hanya mau tanahnya saja... tanahnya sendiri.... tapi mereka dirudal
dan dibuldozer...

haruskah kita berdiam diri dan menyatakan seakan semuanya hanya ilusi?

mereka betul-betul sdg ditindas dan dianiaya...

lalu dimana nurani Anda, Pak Danardono?

Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
------>   "Berubah dari apa? Di sini Yesus sangat jelas: Dari kekerasan
hati dan dari kemunafikan yang menganggap diri lebih baik daripada orang
lain. Agar kita berhak mengutuk para teroris, kita sendiri harus menjadi
rendah hati dan berhenti membenci......"










______________________________________________________________

Disclaimer :
This email and any file transmitted with it are confidential and are
intended solely for the use of the individual or entity whom they are
addressed, if you are not the original recipient, please delete it
from your system. Any views or opinions expressed in this email are
those of the author only.
______________________________________________________________ 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]



Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


                
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke