SIB 4 Okt, 2004

Tempat Berlatih Militer di Afghanistan
Jamaah Islamiyah Siapkan Diri Ambilalih Negara Kesatuan RI

Yogyakarta (SIB)
Al-Jama'ah al-Islamiyah atau sering disebut dengan Jamaah Islamiah (JI) 
memang benar-benar ada dan bukan sebuah rekayasa. JI merupakan organisasi 
gerakan yang mempunyai jam terbang internasional yang tidak dibatasi oleh 
wilayah teritorial sebuah negara.
Gerakan JI sudah siap dan rapi dengan pedoman sucinya yang bertitel Pedoman 
Umum Perjuangan Al-Jama'ah Al-Islamiyah (PUPJI). PPUJI ini memuat tujuan, 
target dan strategi proyek "Khilafah Establishing (pembangunan kembali 
khilafah global) sebagai gold program.
Demikian dikemukakan Direktur Siyasa Reasearch Institute (SR-Ins) Agus 
Maftuh Abegebreil saat peluncuran buku "Negara Tuhan: The Thematic 
Encyclopaedia" di Hotel Saphir, Jl. Laksda Adi Sucipto, Yogyakarta, Mingu 
(3/10/2004).
Ditegaskan Maftuh, JI telah lama mempersiapkan diri untuk mencapai 
tujuannya. JI bahkan menyiapkan diri mengambilalih Negara Kesatuan RI 
sebagai qa'ida aminah atau base camp menuju terbentuknya Khilafah Islamiyah 
ala Minhajin Nubuwwah (bentuk negara Islam model prophetic).
"Tidak hanya itu, JI ternyata telah mempunyai Nidlom Asasi semacam UUD 45 
yang mengatur mekanisme gerakan," kata Mahftuh dalam bukunya setebal 1.000 
halaman itu.
Afghanistan, lanjut Maftuh, merupakan tempat berlatih militer anggota JI 
yang ada saat ini. Pelatihan militer anggota JI ini meliputi empat materi 
pokok yaitu weapon training, teknik infanteri, map reading, dan field 
engineering lengkap dengan bombing training.
"Semua itu merupakan oleh-oleh dari para alumni Afghanistan yang dididik di 
AMPES (Akademi Militer Peshawar) yang jadi virtual universities for future 
islamic radicalism, yang kemudian melahirkan resolusi jihad," katanya.
Menurut staf pengajar IAIN Sunan Kalijaga itu, gaya resolusi jihad itu telah 
mengajarkan doktrin-doktrin radikal dan aksi militan kepada par mujahidin 
dari berbagai negara yang jadi relawan di Afghanistan.
Para mujahidin itu tetap mengabadikan semangat perjuangannya menentang 
segala aral yang melintang demi penegakan "negara Tuhan," meski mereka telah 
kembali ke negeri masing-masing.
Buku tentang Al Qaeda dan JI Diluncurkan di Yogyakarta
Masalah terorisme, fundamentalisme dan radikalisme Islam masih menarik dan 
tak pernah habis diperbincangan saat ini. Sebuah buku yang mengulas dan 
membahas mengenai hal itu termasuk pula berkaitan dengan Al Qaidah (Al 
Qaeda) dan Jamaah Islamiyah (JI) diluncurkan di Yogyakarta.
Buku setebal seribu halaman dengan judul "Negara Tuhan: The Thematic 
Encyclopaedia" itu diluncurkan di Hotel Saphir, Jl Laksda Adi Sucipto, 
Yogyakarta, Minggu (3/10/2004). Buku tersebut diterbitkan dan disusun oleh 
Agus Maftuh Abegebreil selakukan Direktur Siyasa Research Institute (SR-Ins) 
bersama Sekjen A Yani Abeveiro.
Selain edisi Bahasa Indonesia yang akan diluncurkan di Jakarta dalam waktu 
dekat ini, edisi Bahasa Inggris rencananya akan diluncurkan di Singapura 
setelah proses penerjemahan selesai.
Menurut Maftuh tema Negara Tuhan itu bukanlah dimaknai sebagai penelusuran 
historis semata atas tragedi Islam dalam perkawinan dan perseteruannya 
dengan persoalan politik kenegaraan dan dengan Barat.
Namun tema ini lebih merupakan bentuk ikhtiar para intelektual yang peduli 
menelusuri benang merah terjadinya terorisme yang terus berantai mulai kasus 
WTC 1993, WTC 2001, Legian Bali 2002, Marriot Jakarta 2003, dan bom di depan 
Kedubes Australia, Jakarta 2004.
"Hanya saja yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah fenomena itu muncul 
terkait dengan diskursus fundamentalisme Islam yang saat ini marak atau 
sekedar guyonan politik global saja," kata Maftuh yang sehari-harinya 
sebagai staf pengajar IAIN sunan Kalijaga itu.
Menurut Maftuh, penyusunan buku itu memakan waktu lama untuk melakukan 
penelitian dan perenungan mendalaman terhadap fenomena munculnya aksi 
kekerasan dan stigma terorisme yang diarahkan kepada kelompok Islam. Namun 
di satu sisi, gerakan itu juga menimbulkan banyak anasir yang tidak mendatar 
semisal Islam cenderung menghalalkan segala vilonce, anti kemapanan dan visa 
vis Barat.
Buku ini sebelum diterbitkan sudah diuji kesahihan dan validitasnya dalam 
sebuah diskusi bertajuk "South East Asia Short Course and Religi Extremist," 
di tiga kota, Singapura, Batam dan Bogor. Selain itu juga digelar Moslem 
Sholars Congress yang bertema "Reading Texts and the Roots of 
Fundamentalism", yang dihadiri 175 ahli di bidangnya.
Dalam acara uji sahih itu yang kemudian menjadi beberapa sub judul dalam 
buku itu, lanjut Maftuh, dirinya membawakan makalah berjudul "Bermula dari 
Skripturalis; Memahami Al-Qaidah, dan al-Jama'ah al Islamiyyah". Sedang Yani 
Anshori Abeveiro membawakan makalah berjudul Ideologi dari Penjara; dari 
Qutbisme menuju Al-Qaidah.
Kemudian, Amin Abdullah membawakan makalah berjudul "Pendekatan Hermeneutik 
Dalam Studi Fatwa-Fatwa Keagamaan." Machasin dengan judul "Fundamentalisme 
dan Terorisma", dan Malik Madany dengan judul "Fundamentalisme dan Mapping 
Tafsir Klasik."
Catatan Harian Faruq
Dalam salah satu bab berjudul "Ada apa dengan dokumen JI: sebuah 
penghampiran hermeneutik", Maftuh menyinggung sebuah dokumen yang merupakan 
catatan harian Umar Al-Faruq. Catatan harian itu berjudul "Medan jihad tidak 
akan pernah reda dan perang tidak akan pernah usai."
Catatan harian Al-Faruq itu berisi coretan-coretan yang rata-rata berbahasa 
Arab dan sebuah konsep surat berbahasa Arab yang akan dikirimkan kepada 
sesorang berkaitan keberadaan Faruq di Indonesia.
Selain membahas berbagai sepak terjang kegiatan JI di Indonesia serta 
beberapa tokoh JI yang pernah ditangkap seperti Umar Al Faruq, buku tersebut 
juga beberapa dokumen seperti PUPJI dan beberapa dokumen lain. Buku ini, 
antara lain, membahas sebuah dokumen dalam bentuk foto kopian tulisan Ustadz 
Abu Bakar Baasyir berjudul Pedoman Mengamalkan Islam Menurut Al Quran dan 
As-Sunnah (PMIMADA).
Mulai halaman 954 hingga halaman terakhir ditampilkan sejumlah dokumen 
tentang JI. Dokumen yang ada misalnya tentang laporan keungan, kalender 
akademis latihan perang, dokumen cara membuat bom, dokumen nilai hasil 
latihan menembak, hingga soal-soal ujian bagi peserta latihan perang.
Ketika ditanya apakah dokumen-dokumen itu otentik, Maftuh mengatakan yakin 
bahwa semua dokumennya sahih. Dokumen- dokumen itu, kata dia, diperoleh dari 
berbagai pihak baik di Indonesia maupun di Pesyawar. "Kalau Sidney Jones 
saja, bisa memperoleh kenapa yang lain tidak bisa," katanya. (detikcom/x3) 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke