Mengikuti Diskusi yang begitu panjang tentang timortimur, rasa saya ikut tergelitik 
untuk memberikan pendapat.
 
Dimasa depan batas-bats negara akan menjadi tipis, Nasionalisme kedepan bukan hanya 
dibatasi oleh teritorial negara, tujuan kesatuan suatu negara ditopan atas dasar 
Kesejahteraan. Buat apa negara besar dalam segi teritorial, tapi penduduknya miskin. 
Buat apa negara besar dalam segi teritorial namun ketentraman, keamanan, sangat 
rendah. Buat apa negara besar dari segi luas daerah kalau penduduknya tingkat 
pendidikannya rendah. dstnya...itu kurang lebih pikiran masa depan.
Selanjutnya pa perbedaan kita dengan orang singapura, orang malaysia, orang jepang, 
orang brunai, papua dll. tentunya yang paling menentukan kebahagian adalah 
KESERJAHTERAAN, PENDIDIKAN, KESEHATAN. KEAMANAN dll. kita lihat contoh jepang sebelum 
perang dunia ke II menguasai dunia, dengan negara jajahannya, tapi ternyata setelah 
bom atom melanda Hiroshima, Jepang menyerah kepada sekutu dan berubah pikiran 
membangun negaranya secara maksimal. Luas Japng hanya seluas pulau sumatera dengan 
jumlah penduduk 178.000.000,-jiwa beda sedikit dengan indonesia, tapi Incame 
Percapitanya pertahun 30.000, $ US, berarti dibanding indonesia 800 $ US, anda bisa 
lihat tingkat kesejahteraan rakyat indonesia adalah 40 kali Jepang. belum indikator 
pendidikan, teknologi dll.
 
Bukankah Timor Timur pada mulanya adalah bukan Indonesia, setelah tahun 1976 baru 
direbut oleh Pemerintah iNdonesia, belum ada pengakuan internasional. Kalau anda 
bandingkan dengan Irian Jaya, juga disertai Jejak Pendapat dan dimenangkan oleh 
indonesia setelah itu dikui internasional.
 
Jadi dengan demikian Langkah HABIBIE sudah sangat tepat, dan sangat baik untuk 
indonesia, bayangkan anggran negara kita dipakai untuk membangun TIMTIM adalah 23 % 
dari APBN pertahun itu sangat besar dan menguras, masih sangat banyak wilayah 
indonesia. Anda tahu Jumlah pulau di Indonesia Lebih kurang 19.000 pulau, semua itu 
perlu dibangun.
 
Sekali lagi menurut saya  Habibi adalah presiden terpintar.
Walaupun tidak berada pada waktu yang tepat.
 
Wassalam
Taruna Ikrar
PhD Student, 
Faculty of Medicine, Dept. Of Cardiology,
Niigata University, JAPAN

Suhiro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

habibi memang bagus, sayang kedekatannya dengan suharto menjadi faktor
buruk.
sayang lagi banyak yang tidak menganggap habibie sebagai presiden, untuk
memaksakan pendapat kalau presiden itu harus urutan notonogoro, faktanya
dalam sejarah akan tetep ditulis habibi sebagai presiden ke 3 RI, dan
tidak bisa dihapus, jasanya adalah menyelengarakan pemilu yang "jurdil".
dan sukses

On Fri, 1 Oct 2004, dicky riyadi wrote:

> Saya senang TIMTIM lepas... wong ngrepoti wae... anggaran habis dipakai, tetapi 
> tetap membrontak...
>  
> siapa bilang Habibie bodoh? 
>  
>  
> http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail&id=3789
> 
> Kamis, 23 Sept 2004,
> Right Man in the Right Apa? 
> 
> Catatan: Dahlan Iskan
> SETELAH era Presiden Soeharto, menurut humor politik, kita punya tiga jenis 
> presiden. Misalnya Prof Habibie. Orangnya hebat, langkah-langkahnya jitu. Dia 
> bebaskan pers. Dia hapus istilah pri-nonpri. Dia bikin demokrasi lebih baik. Dia 
> restrukturisasi utang konglomerat agar ekonomi segera jalan. Dia bikin nilai satu 
> dolar AS dari Rp 15.000 menjadi tinggal Rp 6.500. Dia merdekakan Timtim sehingga 
> presiden berikutnya tidak perlu lagi terbebani soal Timtim. Dan banyak lagi.
> 
> Namun, Habibie disebut sebagai orang hebat yang memerintah di waktu yang salah. Saat 
> itu euforia reformasi lagi berada di puncaknya. Apa pun yang dia bikin akan 
> disalahkan. Maka, secara guyon, Habibie disebut juga sebagai right man in the wrong 
> time.
> 
> Lalu, kita punya Presiden Megawati. Banyak yang menilai orangnya tidak hebat. Bukan 
> administrator dan bukan pula profesor. Tapi, Mega memerintah pada waktu yang sudah 
> tepat. Orang sudah lelah dengan reformasi sehingga menjual BUMN pun sudah tidak 
> terlalu banyak didemo. Mengampuni konglomerat hitam pun tidak sampai menggoyahkan 
> kedudukannya. Timing (ketepatan waktu) memang sering menentukan dan tidak bisa 
> diulang. Secara guyon, lantas Megawati disebut wrong woman in the right time.
> 
> Kita juga punya satu jenis presiden lagi: Gus Dur. Ia adalah presiden yang membuat 
> istana kepresidenan tidak angker dan berani melakukan demiliterisasi. Keberaniannya 
> memecat Menko Polkam Jenderal Wiranto termasuk dipuji banyak pihak. Namun, 
> kekurangan fisiknya (beliau tidak bisa melihat), ditambah kebiasaan njaili 
> lawan-lawan politiknya, masih ditambah pula situasi euforia reformasi yang belum 
> sepenuhnya reda, membuat Gus Dur sering disebut dalam guyon itu sebagai wrong man in 
> the wrong time.
> 
> Apakah kali ini, dengan terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden baru, 
> kita akan punya presiden jenis keempat? Yakni right man in the right time? Harapan 
> banyak orang tentunya begitu. Meski kenyataannya belum tentu juga.
> 
> Salah satu faktor yang bisa membuat SBY bukan right man dan bukan di right time 
> adalah citra Partai Demokrat yang dilahirkannya, sekaligus yang mencalonkannya. 
> Aparat Partai Demokrat di tingkat daerah (baik yang di struktur partai maupun yang 
> di legislatif) mengingatkan kita pada citra PDI Perjuangan lima tahun yang lalu.
> 
> Ini memang problem internal yang dilematis. Seperti juga PDI Perjuangan kala 
> kekurangan kader berkualitas, Partai Demokrat pun idem ditto. Maklum, siapa sih yang 
> mau jadi aktivis PDI Perjuangan di saat partai itu ditindas Orde Baru? Demikian 
> juga, siapa sih yang mau aktif di Partai Demokrat yang begitu kecil? Waktu itu, kata 
> seorang aktivis Partai Demokrat, kita sampai tawar-tawarkan kepada siapa saja untuk 
> jadi pengurus, tapi nggak ada yang mau.
> 
> Akhirnya, mereka itulah yang berhak menikmati hasil perjuangannya dengan duduk di 
> DPRD provinsi maupun kabupaten/kota. Ada yang latar belakangnya benar-benar saat 
> minim: pendidikan, wawasan, maupun ekonominya. Ada juga yang bapak, ibu, anak, 
> menantu duduk di DPRD. 
> 
> Di satu pihak kenikmatan itu memang menjadi "hak" mereka. Di pihak lain, citra SBY 
> bisa sangat jelek, apalagi kalau mereka tidak bisa mengendalikan diri sebagaimana 
> banyak yang dipertontonkan anggota dewan dari partai penguasa saat ini. Sebab, 
> rakyat melihat langsung tingkah laku mereka.
> 
> Sebagaimana juga rakyat melihat bagaimana seorang anggota dewan dari PDI Perjuangan 
> Surabaya yang semula hanya bisa tinggal di rumah kontrakan di dalam sebuah gang 
> kecil tiba-tiba harus menguasai banyak mobil, hidupnya dari hotel ke hotel, dan 
> rumahnya tiba-tiba menjadi mewah. Begitu banyak cerita lucu tentang bagaimana yang 
> semula menggunakan sendok dan garpu saja tidak bisa tiba-tiba harus selalu makan di 
> hotel berbintang. Bahkan, tak jarang ada cerita di awal masa kenikmatan itu, di 
> antara mereka, ada yang diam-diam membungkus sendok milik hotel -karena di rumahnya 
> tidak ada sendok seperti itu.
> 
> Kini problem serupa bisa jadi akan menimpa Partai Demokrat. Kalau hal itu terjadi, 
> sejarah akan terulang: SBY akan dibusukkan oleh anak-anak revolusinya sendiri. 
> Gejala ke arah sana ada. Utang mereka untuk kampanye kan harus dibayar. Gengsi 
> mereka sebagai anggota dewan yang terhormat juga harus diongkosi. Misalnya, kita 
> bisa melihat betapa bangganya mereka mengenakan jas baru, seolah-olah tanpa jas itu 
> keberadaan mereka sebagai anggota dewan belum terlihat.
> 
> Memang, ada anggapan di antara mereka: kamilah yang berjuang keras menjadikan SBY 
> sebagai presiden baru. Orang lain, seperti saya ini, hanya bisa mencela. Tapi, patut 
> juga direnungkan pertanyaan ini: apakah mereka yang menjadikan SBY presiden atau 
> justru kepopuleran SBY-lah yang membuat mereka bisa dapat suara dan akhirnya jadi 
> anggota dewan? 
> 
> Memang ada kombinasi juga di antara keduanya. Merenungkan pertanyaan tersebut akan 
> bisa membuat orang berkaca: siapa tahu yang sekeluarga jadi anggota dewan segera 
> mengambil sikap. Yang mulai tergoda uang mulai sadar siapa asal usulnya. Atau SBY 
> akan bernasib sama dengan Mega, yang antara lain dibusukkan oleh internnya. *** 
> 
> Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Ya, yang berpendapat demikian memang tidak sedikit. saya juga berdiri dibelakan NKRI 
> yang diproklamasikan dengan darah dan nyawa itu. Tetapi, saya berpendapat, bahwa in 
> the long run, ketidak mampuan pimpinan kita, memahami aspirasi bangsa secara 
> keseluruhan, akan selalu membawa guncangan. Ini terjadi di Amerika Latin, dimana 
> pembrontakan latent terjadi disana.
> 
> Negara, pada dasrnya harus dicintai warganya, bukan ditakuti.
> 
> Salam
> 
> RM D Hadinoto 
> 
> Sandy Dwiyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> (Maaf kalau judulnya kurang sesuai, karen judul yg
> sesuai scr nggak sengaja telah terhapus. Saya hanya
> ingin mengomentari secara singkat pernyataan Mr. RMDH
> ttg Timtim) 
> 
> 
> Bagi saya lepasnya TimTim hanya satu sebab, yaitu
> kebodohan  Mr. Habibie. Betapapun hebatnya dukungan
> Internasional thd sesuatu, namun jika kita tetap
> kukuh, tidak akan pernah terjadi apapun yang namanya,
> jajak pendapat (tolol) entah apa namanya. Tidak peduli
> anda berdiri dibelakang siapa, saya akan tetap berdiri
> di belakang NKRI. Hanya satu cara mempertahankan NKRI,
> yaitu dengan Senjata dan Tangan Besi. Tidak ada
> kompromi, tidak ada dialog jika sudah menyangkut
> dengan Keutuhan Negara. Dialog dengan separatis,
> berarti menaikkan derajat mereka dari yang tadinya
> hanya berstatus gerombolan bersenjata menjadi kelompok
> yang berkekuatan politik. Tidak ada kompromi dengan
> separatis. Dialog hanya Tipu Muslihat.
> --- Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Lho mas, hati nurani saya termaktub dalam kalimat
> > romo Magnis dibawah ini:
> >  
> > >>>>Agar kita berhak mengutuk para teroris, kita
> > sendiri harus menjadi rendah hati dan berhenti
> > membenci......"<<<<<
> > 
> > Saya kira, Yassir tak membenci siapa2, dia adalah
> > politician. Perjanjian Camp David menunjukkan,
> > kebencian bukanlah suatu hal yang patut diikuti
> > nurani, namun nalar.
> >  
> > Saya juga condong untuk tak terlalu mudah memakai
> > kata "teroris", sebab muatan kata ini sudah
> > amburadul. Tak ada kriterium hukum yang jelas. Bagi
> > A, B adalah teroris, bagi B, A adalah teroris.
> > Mungkin kita lebih baik mencari kata lain. 
> >  
> > Salam
> >  
> > RM D Hadinoto
> > 
> > 
> 
> 
> 
>             
> __________________________________
> Do you Yahoo!?
> Yahoo! Mail is new and improved - Check it out!
> http://promotions.yahoo.com/new_mail
> 
> 
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
> Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> 
> 
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
> 
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
>   
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>   
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 
> 
> 
>             
> ---------------------------------
> Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
> Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> 
> 
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
> 
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
>   
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>   
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
> Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>  
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
>  
> 
> 



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]



Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT


---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 



---------------------------------
  Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download 
Messenger Now

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke