Saya senang TIMTIM lepas... wong ngrepoti wae... anggaran habis dipakai, tetapi tetap
membrontak...
siapa bilang Habibie bodoh?
http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail&id=3789
Kamis, 23 Sept 2004,
Right Man in the Right Apa?
Catatan: Dahlan Iskan
SETELAH era Presiden Soeharto, menurut humor politik, kita punya tiga jenis presiden.
Misalnya Prof Habibie. Orangnya hebat, langkah-langkahnya jitu. Dia bebaskan pers. Dia
hapus istilah pri-nonpri. Dia bikin demokrasi lebih baik. Dia restrukturisasi utang
konglomerat agar ekonomi segera jalan. Dia bikin nilai satu dolar AS dari Rp 15.000
menjadi tinggal Rp 6.500. Dia merdekakan Timtim sehingga presiden berikutnya tidak
perlu lagi terbebani soal Timtim. Dan banyak lagi.
Namun, Habibie disebut sebagai orang hebat yang memerintah di waktu yang salah. Saat
itu euforia reformasi lagi berada di puncaknya. Apa pun yang dia bikin akan
disalahkan. Maka, secara guyon, Habibie disebut juga sebagai right man in the wrong
time.
Lalu, kita punya Presiden Megawati. Banyak yang menilai orangnya tidak hebat. Bukan
administrator dan bukan pula profesor. Tapi, Mega memerintah pada waktu yang sudah
tepat. Orang sudah lelah dengan reformasi sehingga menjual BUMN pun sudah tidak
terlalu banyak didemo. Mengampuni konglomerat hitam pun tidak sampai menggoyahkan
kedudukannya. Timing (ketepatan waktu) memang sering menentukan dan tidak bisa
diulang. Secara guyon, lantas Megawati disebut wrong woman in the right time.
Kita juga punya satu jenis presiden lagi: Gus Dur. Ia adalah presiden yang membuat
istana kepresidenan tidak angker dan berani melakukan demiliterisasi. Keberaniannya
memecat Menko Polkam Jenderal Wiranto termasuk dipuji banyak pihak. Namun, kekurangan
fisiknya (beliau tidak bisa melihat), ditambah kebiasaan njaili lawan-lawan
politiknya, masih ditambah pula situasi euforia reformasi yang belum sepenuhnya reda,
membuat Gus Dur sering disebut dalam guyon itu sebagai wrong man in the wrong time.
Apakah kali ini, dengan terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden baru,
kita akan punya presiden jenis keempat? Yakni right man in the right time? Harapan
banyak orang tentunya begitu. Meski kenyataannya belum tentu juga.
Salah satu faktor yang bisa membuat SBY bukan right man dan bukan di right time adalah
citra Partai Demokrat yang dilahirkannya, sekaligus yang mencalonkannya. Aparat Partai
Demokrat di tingkat daerah (baik yang di struktur partai maupun yang di legislatif)
mengingatkan kita pada citra PDI Perjuangan lima tahun yang lalu.
Ini memang problem internal yang dilematis. Seperti juga PDI Perjuangan kala
kekurangan kader berkualitas, Partai Demokrat pun idem ditto. Maklum, siapa sih yang
mau jadi aktivis PDI Perjuangan di saat partai itu ditindas Orde Baru? Demikian juga,
siapa sih yang mau aktif di Partai Demokrat yang begitu kecil? Waktu itu, kata seorang
aktivis Partai Demokrat, kita sampai tawar-tawarkan kepada siapa saja untuk jadi
pengurus, tapi nggak ada yang mau.
Akhirnya, mereka itulah yang berhak menikmati hasil perjuangannya dengan duduk di DPRD
provinsi maupun kabupaten/kota. Ada yang latar belakangnya benar-benar saat minim:
pendidikan, wawasan, maupun ekonominya. Ada juga yang bapak, ibu, anak, menantu duduk
di DPRD.
Di satu pihak kenikmatan itu memang menjadi "hak" mereka. Di pihak lain, citra SBY
bisa sangat jelek, apalagi kalau mereka tidak bisa mengendalikan diri sebagaimana
banyak yang dipertontonkan anggota dewan dari partai penguasa saat ini. Sebab, rakyat
melihat langsung tingkah laku mereka.
Sebagaimana juga rakyat melihat bagaimana seorang anggota dewan dari PDI Perjuangan
Surabaya yang semula hanya bisa tinggal di rumah kontrakan di dalam sebuah gang kecil
tiba-tiba harus menguasai banyak mobil, hidupnya dari hotel ke hotel, dan rumahnya
tiba-tiba menjadi mewah. Begitu banyak cerita lucu tentang bagaimana yang semula
menggunakan sendok dan garpu saja tidak bisa tiba-tiba harus selalu makan di hotel
berbintang. Bahkan, tak jarang ada cerita di awal masa kenikmatan itu, di antara
mereka, ada yang diam-diam membungkus sendok milik hotel -karena di rumahnya tidak ada
sendok seperti itu.
Kini problem serupa bisa jadi akan menimpa Partai Demokrat. Kalau hal itu terjadi,
sejarah akan terulang: SBY akan dibusukkan oleh anak-anak revolusinya sendiri. Gejala
ke arah sana ada. Utang mereka untuk kampanye kan harus dibayar. Gengsi mereka sebagai
anggota dewan yang terhormat juga harus diongkosi. Misalnya, kita bisa melihat betapa
bangganya mereka mengenakan jas baru, seolah-olah tanpa jas itu keberadaan mereka
sebagai anggota dewan belum terlihat.
Memang, ada anggapan di antara mereka: kamilah yang berjuang keras menjadikan SBY
sebagai presiden baru. Orang lain, seperti saya ini, hanya bisa mencela. Tapi, patut
juga direnungkan pertanyaan ini: apakah mereka yang menjadikan SBY presiden atau
justru kepopuleran SBY-lah yang membuat mereka bisa dapat suara dan akhirnya jadi
anggota dewan?
Memang ada kombinasi juga di antara keduanya. Merenungkan pertanyaan tersebut akan
bisa membuat orang berkaca: siapa tahu yang sekeluarga jadi anggota dewan segera
mengambil sikap. Yang mulai tergoda uang mulai sadar siapa asal usulnya. Atau SBY akan
bernasib sama dengan Mega, yang antara lain dibusukkan oleh internnya. ***
Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ya, yang berpendapat demikian memang tidak sedikit. saya juga berdiri dibelakan NKRI
yang diproklamasikan dengan darah dan nyawa itu. Tetapi, saya berpendapat, bahwa in
the long run, ketidak mampuan pimpinan kita, memahami aspirasi bangsa secara
keseluruhan, akan selalu membawa guncangan. Ini terjadi di Amerika Latin, dimana
pembrontakan latent terjadi disana.
Negara, pada dasrnya harus dicintai warganya, bukan ditakuti.
Salam
RM D Hadinoto
Sandy Dwiyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
(Maaf kalau judulnya kurang sesuai, karen judul yg
sesuai scr nggak sengaja telah terhapus. Saya hanya
ingin mengomentari secara singkat pernyataan Mr. RMDH
ttg Timtim)
Bagi saya lepasnya TimTim hanya satu sebab, yaitu
kebodohan Mr. Habibie. Betapapun hebatnya dukungan
Internasional thd sesuatu, namun jika kita tetap
kukuh, tidak akan pernah terjadi apapun yang namanya,
jajak pendapat (tolol) entah apa namanya. Tidak peduli
anda berdiri dibelakang siapa, saya akan tetap berdiri
di belakang NKRI. Hanya satu cara mempertahankan NKRI,
yaitu dengan Senjata dan Tangan Besi. Tidak ada
kompromi, tidak ada dialog jika sudah menyangkut
dengan Keutuhan Negara. Dialog dengan separatis,
berarti menaikkan derajat mereka dari yang tadinya
hanya berstatus gerombolan bersenjata menjadi kelompok
yang berkekuatan politik. Tidak ada kompromi dengan
separatis. Dialog hanya Tipu Muslihat.
--- Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Lho mas, hati nurani saya termaktub dalam kalimat
> romo Magnis dibawah ini:
>
> >>>>Agar kita berhak mengutuk para teroris, kita
> sendiri harus menjadi rendah hati dan berhenti
> membenci......"<<<<<
>
> Saya kira, Yassir tak membenci siapa2, dia adalah
> politician. Perjanjian Camp David menunjukkan,
> kebencian bukanlah suatu hal yang patut diikuti
> nurani, namun nalar.
>
> Saya juga condong untuk tak terlalu mudah memakai
> kata "teroris", sebab muatan kata ini sudah
> amburadul. Tak ada kriterium hukum yang jelas. Bagi
> A, B adalah teroris, bagi B, A adalah teroris.
> Mungkin kita lebih baik mencari kata lain.
>
> Salam
>
> RM D Hadinoto
>
>
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail is new and improved - Check it out!
http://promotions.yahoo.com/new_mail
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
---------------------------------
Yahoo! Groups Links
To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB kostenlosem Speicher
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
---------------------------------
Yahoo! Groups Links
To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/