A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu�alaikum wr wb,
Saat ini, poligami dihujat habis-habisan. Bahkan dulu ada UU yang melarang
pegawai negeri berpoligami. Bahkan di Republika, katanya ada rancangan hukum Agama
yang melarang poligami. Seorang suami, dilarang berpoligami. Sementara masyarakat umum
membolehkan suami tersebut berselingkuh dan berzinah dengan puluhan bahkan mungkin
ratusan wanita atau pelacur selama hidupnya.
Ironis bukan?
Pada saat yang sama, kelompok sekuler, justru melindungi, dan mempromosikan
perzinahan baik perselingkuhan mau pun pelacuran. Acara yang mengobral pornografi,
kumpul kebo, pelacuran, ditayangkan di mana-mana, sementara kondom dan obat kuat juga
dipromosikan secara terbuka. Istilah �Pelacur� dirubah jadi �Pekerja Seks Komersial�,
sehingga para pelacur yang kerjanya cuma (maaf) �mengangkang� dianggap sedang
�bekerja.�
Pada satu acara TV, ada satu kisah nyata tentang seorang anak yang bernama
Eric yang hidup di Polinesia. Eric tidak pernah tahu siapa ayahnya. Bahkan �ayahnya�
tidak pernah tahu jika ibu Eric hamil, karena �ayah� Eric yang orang Perancis, hanya
berzinah dengan pelacur (ibu Eric) ketika singgah di Polinesia, dan segera pergi
begitu kapalnya berlayar. Setiap ada kapal datang, Eric mendekat dan berharap bisa
bertemu ayahnya. Tanpa kasih sayang seorang ayah, Eric sempat putus asa dan ingin
bunuh diri. Ada juga yang karena berzinah, baik dengan wanita
biasa atau pelacur, akhirnya ketika hamil, mereka menggugurkan kandungannya dan
membunuh janin yang tidak berdosa.
Kehidupan macam itukah yang diinginkan oleh kelompok Sekuler? Bukankah
lebih baik jika para pelacur itu menjadi istri ke 2 atau ke 3, ketimbang harus melacur
kepada setiap pria dengan resiko berbagai penyakit kelamin dan AIDS serta anaknya
lahir tanpa bapak?
Sesungguhnya Poligami lebih baik daripada berselingkuh atau berzinah dengan
pelacur. Poligami itu halal, sementara selingkuh atau pelacuran itu haram: "Maka
kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu
takut tidak akan dapat berlaku adil, maka seorang saja, atau budak-budak yang kamu
miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya." (QS
An-Nisa: 3)
�Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. �(QS Al-Mukminun: 5)
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandanganya,
dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (QS An-Nur: 30)
Pada poligami, seorang pria harus adil kepada semua istrinya. Adil ini tentu
dalam batas kemampuan manusia, seperti jatah hari, atau pun pemberian materi. Bukan
sesuatu hal yang di luar jangkauan kemampuan manusia. Suami bertanggung-jawab memenuhi
nafkah lahir dan
batin serta melindungi semua istrinya, dan juga anak-anaknya.
Pada perselingkuhan mau pun pelacuran, pada dasarnya terjadi hubungan seks
antara satu pria dengan banyak wanita seperti pada poligami. Tapi pada perselingkuhan
dan pelacuran, tidak ada tanggung-jawab bagi pria mau pun wanita. Sang pria tidak
harus memberi nafkah lahir dan batin, kecuali hanya pada saat kesenangan sesaat.
Sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Terkadang sebagian
manusia merasa sombong sehingga mengharamkan apa yang Allah halalkan. Dan kepunyaan
Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Bijaksana, [QS Al Fath 48.4]
Ulama besar, Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi, dalam bukunya, �Halal dan Haram
dalam Islam� menulis: �Islam telah menentukan keperluan perorangan dan masyarakat, dan
menentukan ukuran kepentingan dan kemaslahatan manusia seluruhnya. Di antara manusia
ada yang ingin mendapat keturunan tetapi sayang isterinya mandul atau sakit sehingga
tidak mempunyai anak.
Bukankah suatu kehormatan bagi si isteri dan keutamaan bagi si suami kalau dia kawin
lagi dengan seorang wanita tanpa mencerai isteri pertama dengan memenuhi hak-haknya?
Sementara ada juga laki-laki yang mempunyai nafsu seks yang luarbiasa, tetapi
isterinya hanya dingin saja
atau sakit, atau masa haidhnya (atau kehamilan � penulis) itu terlalu panjang dan
sebagainya, sedang si laki-laki tidak dapat menahan nafsunya lebih banyak seperti
orang perempuan. Apakah dalam situasi seperti itu si laki-laki tersebut tidak boleh
kawin dengan perempuan lain yang halal sebagai tempat mencari kawan tidur? Dan ada
kalanya jumlah wanita lebih banyak daripada
jumlah laki-laki, lebih-lebih karena akibat dari peperangan yang hanya diikuti oleh
laki-laki dan
pemuda-pemuda. Maka di sini poligami merupakan suatu kemaslahatan buat masyarakat dan
perempuan itu sendiri, sehingga dengan demikian mereka akan merupakan manusia yang
bergharizah yang tidak hidup sepanjang umur berdiam di rumah, tidak kawin dan tidak
dapat melaksanakan hidup berumahtangga yang di dalamnya terdapat suatu ketenteraman,
kecintaan, perlindungan, nikmatnya sebagai ibu dan keibuan sesuai pula dengan
panggilan fitrah.
Ada tiga kemungkinan yang bakal terjadi sebagai akibat banyaknya laki-laki
yang mampu kawin, yaitu:
1. Mungkin orang-orang perempuan itu akan hidup sepanjang umur dalam
kepahitan hidup.
2. Mungkin mereka akan melepaskan kendalinya dengan menggunakan obat-obat dan
alat-alat kontrasepsi untuk dapat bermain-main dengan laki-laki yang haram.
3. Atau mungkin mereka mau dikawini oleh laki-laki yang sudah beristeri yang
kiranya mampu memberi nafkah dan dapat bergaul dengan baik. Tidak diragukan lagi,
bahwa kemungkinan ketiga adalah satu-satunya jalan yang paling bijaksana dan obat
mujarrab. Dan inilah hukum yang dipakai oleh Islam, sedang "Siapakah hukumnya yang
lebih baik selain hukum
Allah untuk orang-orang yang mau beriman?" (al-Maidah: 50)
Inilah sistem poligami yang banyak ditentang oleh orang-orang Kristen Barat
yang dijadikan alat untuk menyerang kaum Muslimin, di mana mereka sendiri membenarkan
laki-lakinya untuk bermain dengan perempuan-perempuan cabul, tanpa suatu ikatan dan
perhitungan, betapapun tidak dibenarkan oleh undang-undang dan moral. Poligami liar
dan tidak bermoral ini akan menimbulkan perempuan dan keluarga yang liar dan tidak
bermoral juga. Kalau begitu manakah dua golongan tersebut yang lebih kukuh dan lebih
baik?�
Wassalamu�alaikum wr wb
=====
Bacalah artikel tentang Islam di:
http://www.geocities.com/nizaminz
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
---------------------------------
Do you Yahoo!?
vote.yahoo.com - Register online to vote today!
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/