POLITIK DAN MANUSIA
Pada 3 Oktober, Michel Drucker, dalam acara khususnya di terusan tivi Perancis, Antenne2 [TF2], telah mengundang walikota Paris dari Partai Sosialis [PS], Betrand Delano�, untuk diwawancarai. Acara berlangsung dari pagi hingga petang. Beberapa wartawan turut hadir untuk mewawancarai Bertrand. Betrand tampil di tivi dengan polo-shirt dan jas hitam. Beda dengan penampilannya di acara-acara resmi di mana ia berjas berdasi dengan rambut klimis. Program Michel Drucker merupakan salah satu acara yang paling populer dan disukai oleh para pemirsa. Apalagi Michel sering menampilkan tokoh-tokoh politik terkemuka seperti Bill Clinton, Bernadette Chirac [isteri Presiden Chirac], menteri-menteri dan tokoh-tokoh berbagai bidang. Berbeda dengan di Indonesia, para wartawan Perancis, tidak memperlakukan para tokoh ini sebagai seorang "raja" dihadapi dengan penuh kesungkanan dan sikap merunduk-runduk disertai dengan segala sebutan, Michel Drucker selalu menyebut tokoh-tokoh yang diundang dengan prenom [nama depan] mereka.Misalnya Bill Clinton, dipanggilnya dengan Bill, Bernadette Chirac disebutnya Bernadette, Bertrand Delano� dipanggilnya dengan Bertrand. Tidak ada embel-embel Yang Mulia dan sejenisnya. Michel memperlakukan mereka sebagai anak manusia dan warganegara yang setara. Jabatan yang sedang mereka pegang tidak mengobah arti kesetaraan ini. Ia agaknya dipandang sebagai pembagian pekerjaan pada suatu waktu yang pada suatu saat akan lepas dari tangan mereka karena dalam soal kedudukan tidak ada yang langgeng sejalan dengan perkembangan imbangan kekuatan politik pada waktu tertentu. Hari ini mereka jadi pejabat tinggi, esok atau lusa bukan tidak mungkin menjadi penghuni penjara dan warganegara biasa. Sebaliknya para tokoh itupun memanggil Michel Drucker dengan prenomnya: Michel dan terkadang dinampakkan para tokoh itu memeluk-meluk Michel tak obah bagaikan seorang teman akrab belaka. Dalam wawancara Michel dengan Bertrand hari ini banyak soal prinsipil yang menarik. Salah satu di antaranya adalah masalah hubungan politik dan manusia. Menurut pendapat Bertrand jika kita memngurung diri sebagai politisi dan pertimbangan-pertimbangan politik saja maka kita menjadi manusia yang tidak manusiawi. Tidak punya perasaan kemanusiaan karena dibatasi oleh pertimbangan-pertimbangan politik saja. Karena itu menurut Bertrand selayaknya bagi seorang politisi, sebelum menjadi politisi, politisi pertama-tama lebih dahulu menjadi manusia yang manusiawi. Baru dengan demikian ia bisa menjadi politisi yang manusiawi. Yang diperlukan oleh Perancis, ujar Bertrand, pertama-tama adalah anak manusia yang manusiawi dan kemudian politisi yang manusiawi. Anak manausia yang manusiawi akan memilih politik yang manusiawi pula. Demikian Bertrand yang baru saja meluncurkan karya tulisnya:"La Vie, Passionement" [Robert Laffont, Paris, 2004, 263 hlm.]. Berbicara tentang kemanusiaan, Bertrand menggarisbawahi masalah mayoritas penduduk. "Saya tidak terlalu hirau dengan keluhan orang-orang kaya, karena mereka minoritas". "Pemerintah dalam pandangan saya memang melayani kepentingan semua penduduk terutama warganegara, dan kalau kita bicara tentang warganegara dan penduduk maka yang saya maksudkan lapisan mayoritas. Karena itu saya tidak gubris dengan keluhan para pengendara mobil pribadi, karena jalan-jalan saya sempitkan untuk mengurangi polusi udara, agar Paris bisa menjadi kota yang nyaman untuk jalan kaki, dirasakan sebagai kota yang manusiawi. Paris bukan hanya untuk orang kaya. Saya ingin menjadikan Paris sebagai kota bagi mayoritas penduduk bukan untuk segelintir orang". Berangkat dari pandangan ini maka sekarang jalan sepeda di Paris kian berkembang. Jalur-jalur trem ditumbuhkan, terutama di pinggiran Paris. Kendaraan umum seperti bus, metro [kereta api di bawah tanah] diutamamkan. Para menteri pun tidak jarang pergi ke kementerian dengan jalan kaki atau naik sepeda. Pertanyaan pokok yang dikemukakan oleh Bertrand adalah: Memerintah dan pemerintah itu untuk apa dan siapa? Barangkali secara teori masalah ini sudah terjawab tapi yang lebih penting dari jawaban teoritis ini adalah pertanyaan: Bagaimana teori ini diterapkan? Lalu quo vadis Indonesia dalam hal ini? Paris, Oktober 2004. ------------------- JJ.Kusni [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

