Masalahnya alasannya dulu..pak.

  Saya pernah bicarakan hal ini dengan pacar saya, kebetulan dia warga
negara Amerika Serikat yang mengajar disalah satu sekolah international di
Jakarta... Kami sudah kenal sebelum saya masuk Islam, jadi tahu betul alasan
ketertarikan saya pada Islam, Saat ini justru dia menunjukan ketertarikannya
untuk belajar dan lebih mengerti lagi agar bisa memahami Islam lebih baik
lagi...dan memahami alasan2 saya tentunya dlm mengambil keputusan atau
berprilaku setiap harinya...  Kalau dulu saya berprinsip, "we can together
and not interefere each other" sekarang saya tidak bisa "I can't do that but
you can be my best friend", tidak mudah memang tapi memang harus
begitu....Tanggapan dia cukup positif...Bahkan dia sendiri yang bilang
posisi wanita dalam Islam menempati tempat yang  agung, penghormatan suami
terhadap istri diatur sedemikian rapi ... Sebaik2nya suami adalah yang bisa
menghargai istrinya sedemikian rupa... ;o)

  Selama dia menunjukan alasan2 seperti yang dikatakan Qur'an, disunnahkan
oleh Rasul, saya harus bisa, saya khan pendukung sunnahnya, tak ada keraguan
didalamnya... makanya dia harus paham dulu tentang Qur'an....Saya sendiri
masih terus belajar dan mesti saya akui kadang2 iman saya turun naik, tapi
saya berupaya  untuk tetap istiqomah....

  Alasan2 wanita2 tsb pasti bukan cuma satu pak... Banyak.... didasar hati
mereka yang paling dalam mereka pasti merindukan keluarga...keadaan sosial
khan cuma kulit luar, sebuah akibat dari sebuah aksi... dan itu baru katanya
khan..???

  Wassalam,
  Leni

  ----- Original Message -----
  From: "rm_danardono" <[EMAIL PROTECTED]>
  To: <[EMAIL PROTECTED]>
  Sent: Thursday, October 07, 2004 12:41 PM
  Subject: [ppiindia] Re: Mengharamkan Poligami dan Menghalalkan Perzinahan


  >
  >
  > MBak sendiri siap dimadu? Dalam rangka emansipasi, bagaimana hak2
  > wanita? Bukankah dalam masyarakat modern wanita mulai meraih jenjang
  > jabatan yang tinggi, dan banyak yang mendapatkan gaji yang tinggi.
  >
  > Di Europa saya lihat beberapa wanita Muslim yang menjadi dokter dan
  > lawyer dsb, lebih mampu finansial daripada pria. Tidakkah dengan
  > demikian wanita sejajar dengan pria? Teman2 wanita ini dari Turki dan
  > Persia rata2 tak mau kembali kenegeri mereka karena keadaan sosial
  > disana...
  >
  > Salam
  >
  > RM D Hadinoto
  >
  >
  >
  > --- In [EMAIL PROTECTED], "Leni Harahap" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  > >   Menurut saya dalam Islam sebatas pengetahuan saya saat ini,
  > poligamy itu
  > > sangat tidak dianjurkan tapi diijinkan dengan syarat2 tertentu...
  > terutama
  > > sebagaimana teladan Rasulullah yaitu menyelematkan nasib anak2
  > yatim dan
  > > kaum dhuafa serta menghindari fitnah... dan harus sanggup berbuat
  > adil
  > > terhadap semuanya... jadi harus disatukan dulu persepsi adil bagi
  > masing2
  > > yang terkait...
  > >
  > >   Dalam prakteknya, banyak yang menyalah-gunakan ini dan
  > memanfaatka ayat2
  > > tertentu dengan memenggal2 ayatnya.. jadi pengertiannya pun
  > terpenggal2...
  > > Misalnya ada ayat yang bunyinya "Sesungguhnya sholat yang demikian
  > itu
  > > adalah mencegah perbuatan munkar dan keji" terus disadur jadi
  > cuma "Sholat
  > > itu" bukan "Sholat yang demikian itu", padahal ada kondisi awal
  > bahwa
  > > sesungguhnya sholat yang khusyu, yang perkataannya kita mengerti
  > karena
  > > sholat itu adalah do'a, yang bisa memaknainya, tancapkan kedalam
  > hati,
  > > jadikan laku perbuatan, itulah sesungguhnya sholat yang mencegah
  > perbuatan
  > > keji dan munkar", tapi tidak tersampaikan lengkap... makanya perlu
  > para
  > > penyampai informasi (pendakwah) untuk menyampaikan kebenarannya...
  > >   Poligamy juga seperti itu, informasi poligamy diijinkan
  > terpotong, cuma
  > > diijinkan sampai....bla..bla...bla....., kondisinya tidak
  > dijelaskan,
  > > padahal dalam kondisi tersebut jelas dikatakan jika tak sanggup
  > berbuat
  > > adil, satu sudah cukup.... saya rasa cukup tegas .... saya tidak
  > merasa
  > > poligamy sesuatu yang perlu didebatkan cuma kesulitannya menyamakan
  > > persepsi, itu aja....
  > >
  > >   Ada seorang Ustadz, mendapatkan pertanyaan ini "Apakah Ustadz
  > juga akan
  > > berpoligami ?" Jawabnya : yah, hanya jika istri saya yang
  > menganjurkan dan
  > > memilihnya untuk saya".  Dari kalimat tersebut sebenarnya dia tak
  > sanggup
  > > berbuat adil tanpa restu istrinya, jadi tidak usah dilaksanakan....
  > >
  > >   Menghindari perzinahan menurut saya cuma salah satu efek dari
  > poligamy
  > > bukan tujuannya, seperti puasa yang membuat badan jadi lebih sehat,
  > berwudhu
  > > menjadikan wajah jadi lebih bersinar... cuma efek2 aja, bukan
  > > tujuannya...;o)
  > >
  > >
  > >
  > >   Wassalam,
  > >   Leni
  > >
  > >
  > >   ----- Original Message -----
  > >   From: "rm_danardono" <[EMAIL PROTECTED]>
  > >   To: <[EMAIL PROTECTED]>
  > >   Sent: Wednesday, October 06, 2004 6:19 PM
  > >   Subject: [ppiindia] Re: Mengharamkan Poligami dan Menghalalkan
  > Perzinahan
  > >
  > >
  > >
  > >
  > >   Bagaimana pendapat para Muslimah? Yang memperdebatkan polygami
  > >   hendaknya hanya kaum Muslim, sebab dalam agama Kristen tak ada,
  > jadi
  > >   mereka tak perlu memperdebatkannya. Orang Buddha dan agama lainnya
  > >   mungkin juga tak ada persoalan.
  > >
  > >   Yang benar adalah, pelacuran, perzinahan dilarang. Ini bukan
  > >   alternatif untuk polygami. Ditiap agama. Seharusnya.
  > >
  > >   Bagaimana mBak2 Listy, mBak Lenny dll?
  > >
  > >   Salam
  > >
  > >   RM D Hadinoto
  > >
  > >   --- In [EMAIL PROTECTED], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  > >   > Assalamu'alaikum wr wb,
  > >   >
  > >   > Saat ini, poligami dihujat habis-habisan. Bahkan dulu
  > >   > ada UU yang melarang pegawai negeri berpoligami.
  > >   > Bahkan di Republika, katanya ada rancangan hukum Agama
  > >   > yang melarang poligami.
  > >   >
  > >   > Seorang suami, dilarang berpoligami. Sementara
  > >   > masyarakat umum membolehkan suami tersebut
  > >   > berselingkuh dan berzinah dengan puluhan bahkan
  > >   > mungkin ratusan wanita atau pelacur selama hidupnya.
  > >   >
  > >   > Ironis bukan?
  > >   >
  > >   > Pada saat yang sama, kelompok sekuler, justru
  > >   > melindungi, dan mempromosikan perzinahan baik
  > >   > perselingkuhan mau pun pelacuran.
  > >   >
  > >   > Acara yang mengobral pornografi, kumpul kebo,
  > >   > pelacuran, ditayangkan di mana-mana, sementara kondom
  > >   > dan obat kuat juga dipromosikan secara terbuka.
  > >   > Istilah "Pelacur" dirubah jadi "Pekerja Seks
  > >   > Komersial", sehingga para pelacur yang kerjanya cuma
  > >   > (maaf) "mengangkang" dianggap sedang "bekerja."
  > >   > Pada satu acara TV, ada satu kisah nyata tentang
  > >   > seorang anak yang bernama Eric yang hidup di
  > >   > Polinesia. Eric tidak pernah tahu siapa ayahnya.
  > >   > Bahkan "ayahnya" tidak pernah tahu jika ibu Eric
  > >   > hamil, karena "ayah" Eric yang orang Perancis, hanya
  > >   > berzinah dengan pelacur (ibu Eric) ketika singgah di
  > >   > Polinesia, dan segera pergi begitu kapalnya berlayar.
  > >   > Setiap ada kapal datang, Eric mendekat dan berharap
  > >   > bisa bertemu ayahnya. Tanpa kasih sayang seorang ayah,
  > >   > Eric sempat putus asa dan ingin bunuh diri.
  > >   > Ada juga yang karena berzinah, baik dengan wanita
  > >   > biasa atau pelacur, akhirnya ketika hamil, mereka
  > >   > menggugurkan kandungannya dan membunuh janin yang
  > >   > tidak berdosa.
  > >   > Kehidupan macam itukah yang diinginkan oleh kelompok
  > >   > Sekuler? Bukankah lebih baik jika para pelacur itu
  > >   > menjadi istri ke 2 atau ke 3, ketimbang harus melacur
  > >   > kepada setiap pria dengan resiko berbagai penyakit
  > >   > kelamin dan AIDS serta anaknya lahir tanpa bapak?
  > >   > Sesungguhnya Poligami lebih baik daripada berselingkuh
  > >   > atau berzinah dengan pelacur. Poligami itu halal,
  > >   > sementara selingkuh atau pelacuran itu haram:
  > >   > "Maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi : dua,
  > >   > tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan
  > >   > dapat berlaku adil, maka seorang saja, atau
  > >   > budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah
  > >   > lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya." (QS An-Nisa:
  > >   > 3)
  > >   > "Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. "(QS
  > >   > Al-Mukminun: 5)
  > >   >
  > >   > Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman,
  > >   > "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara
  > >   > kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi
  > >   > mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang
  > >   > mereka perbuat." (QS An-Nur: 30)
  > >   > Pada poligami, seorang pria harus adil kepada semua
  > >   > istrinya. Adil ini tentu dalam batas kemampuan
  > >   > manusia, seperti jatah hari, atau pun pemberian
  > >   > materi. Bukan sesuatu hal yang di luar jangkauan
  > >   > kemampuan manusia.
  > >   > Suami bertanggung-jawab memenuhi nafkah lahir dan
  > >   > batin serta melindungi semua istrinya, dan juga
  > >   > anak-anaknya.
  > >   > Pada perselingkuhan mau pun pelacuran, pada dasarnya
  > >   > terjadi hubungan seks antara satu pria dengan banyak
  > >   > wanita seperti pada poligami. Tapi pada perselingkuhan
  > >   > dan pelacuran, tidak ada tanggung-jawab bagi pria mau
  > >   > pun wanita.
  > >   > Sang pria tidak harus memberi nafkah lahir dan batin,
  > >   > kecuali hanya pada saat kesenangan sesaat.
  > >   > Sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui dan Maha
  > >   > Bijaksana. Terkadang sebagian manusia merasa sombong
  > >   > sehingga mengharamkan apa yang Allah halalkan.
  > >   > Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan
  > >   > adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,[QS
  > >   > Al Fath 48.4]
  > >   > Ulama besar, Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi, dalam
  > >   > bukunya, "Halal dan Haram dalam Islam" menulis:
  > >   > "Islam telah menentukan keperluan perorangan dan
  > >   > masyarakat, dan menentukan ukuran kepentingan dan
  > >   > kemaslahatan manusia seluruhnya. Di antara manusia ada
  > >   > yang ingin mendapat keturunan tetapi sayang isterinya
  > >   > mandul atau sakit sehingga tidak mempunyai anak.
  > >   > Bukankah suatu kehormatan bagi si isteri dan keutamaan
  > >   > bagi si suami kalau dia kawin lagi dengan seorang
  > >   > wanita tanpa mencerai isteri pertama dengan memenuhi
  > >   > hak-haknya?
  > >   > Sementara ada juga laki-laki yang mempunyai nafsu seks
  > >   > yang luarbiasa, tetapi isterinya hanya dingin saja
  > >   > atau sakit, atau masa haidhnya (atau kehamilan -
  > >   > penulis) itu terlalu panjang dan sebagainya, sedang si
  > >   > laki-laki tidak dapat menahan nafsunya lebih banyak
  > >   > seperti orang perempuan. Apakah dalam situasi seperti
  > >   > itu si laki-laki tersebut tidak boleh kawin dengan
  > >   > perempuan lain yang halal sebagai tempat mencari kawan
  > >   > tidur?
  > >   > Dan ada kalanya jumlah wanita lebih banyak daripada
  > >   > jumlah laki-laki, lebih-lebih karena akibat dari
  > >   > peperangan yang hanya diikuti oleh laki-laki dan
  > >   > pemuda-pemuda. Maka di sini poligami merupakan suatu
  > >   > kemaslahatan buat masyarakat dan perempuan itu
  > >   > sendiri, sehingga dengan demikian mereka akan
  > >   > merupakan manusia yang bergharizah yang tidak hidup
  > >   > sepanjang umur berdiam di rumah, tidak kawin dan tidak
  > >   > dapat melaksanakan hidup berumahtangga yang di
  > >   > dalamnya terdapat suatu ketenteraman, kecintaan,
  > >   > perlindungan, nikmatnya sebagai ibu dan keibuan sesuai
  > >   > pula dengan panggilan fitrah.
  > >   > Ada tiga kemungkinan yang bakal terjadi sebagai akibat
  > >   > banyaknya laki-laki yang mampu kawin, yaitu:
  > >   > 1. Mungkin orang-orang perempuan itu akan hidup
  > >   > sepanjang umur dalam kepahitan hidup.
  > >   > 2. Mungkin mereka akan melepaskan kendalinya dengan
  > >   > menggunakan obat-obat dan alat-alat kontrasepsi untuk
  > >   > dapat bermain-main dengan laki-laki yang haram.
  > >   > 3. Atau mungkin mereka mau dikawini oleh laki-laki
  > >   > yang sudah beristeri yang kiranya mampu memberi nafkah
  > >   > dan dapat bergaul dengan baik.
  > >   > Tidak diragukan lagi, bahwa kemungkinan ketiga adalah
  > >   > satu-satunya jalan yang paling bijaksana dan obat
  > >   > mujarrab. Dan inilah hukum yang dipakai oleh Islam,
  > >   > sedang "Siapakah hukumnya yang lebih baik selain hukum
  > >   > Allah untuk orang-orang yang mau beriman?" (al-Maidah:
  > >   > 50)
  > >   > Inilah sistem poligami yang banyak ditentang oleh
  > >   > orang-orang Kristen Barat yang dijadikan alat untuk
  > >   > menyerang kaum Muslimin, di mana mereka sendiri
  > >   > membenarkan laki-lakinya untuk bermain dengan
  > >   > perempuan-perempuan cabul, tanpa suatu ikatan dan
  > >   > perhitungan, betapapun tidak dibenarkan oleh
  > >   > undang-undang dan moral. Poligami liar dan tidak
  > >   > bermoral ini akan menimbulkan perempuan dan keluarga
  > >   > yang liar dan tidak bermoral juga. Kalau begitu
  > >   > manakah dua golongan tersebut yang lebih kukuh dan
  > >   > lebih baik?"
  > >   > Wassalamu'alaikum wr wb
  > >   >
  > >   >
  > >   > =====
  > >   > Bacalah artikel tentang Islam di:
  > >   > http://www.geocities.com/nizaminz
  > >   >
  > >   >
  > >   >
  > >   > _______________________________
  > >   > Do you Yahoo!?
  > >   > Declare Yourself - Register online to vote today!
  > >   > http://vote.yahoo.com
  > >
  > >
  > >
  > >
  > >
  > >
  > >
  > **********************************************************************
  > ****
  > > *
  > >   Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
  > Indonesia
  > > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
  > www.ppiindia.shyper.com
  > >
  > **********************************************************************
  > ****
  > > *
  > >
  > ______________________________________________________________________
  > ____
  > >   Mohon Perhatian:
  > >
  > >   1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
  > otokritik)
  > >   2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
  > dikomentari.
  > >   3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
  > >   4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
  > >   5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
  > >   6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
  > >   7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
  > >
  > >   Yahoo! Groups Links
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
***************************************************************************
  > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
  >
***************************************************************************
  >
__________________________________________________________________________
  > Mohon Perhatian:
  >
  > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
  > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
  > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
  > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
  > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
  > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
  > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
  >
  > Yahoo! Groups Links
  >
  >
  >
  >
  >




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke